cover
Contact Name
Febri Desman M.Hum
Contact Email
febri.desman54@gmail.com
Phone
+628116624777
Journal Mail Official
red.jurnallagalaga@gmail.com
Editorial Address
red.jurnallagalaga@gmail.com
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
ISSN : 24609900     EISSN : 25979000     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/lg
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Sinopsis : terbit dalam dua kali setahun. Jurnal Laga-Laga merupakan Jurnal Ilmiah Berkala tentang Seni Pertunjukan pengelolaan Jurnal Laga-Laga berada di dalam lingkup Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni padangpanjang
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan" : 8 Documents clear
PENYAJIAN SOLIS MARIMBA REPERTOAR WINTER ANTONIO VIVALDI, NOCTURNE IN C SHARP MINOR FREDERIC CHOPIN Toni Rahmat Putra; Ferry Herdianto; Hafif HR
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1534

Abstract

This article about percussion music performances in marimba playing techniques as an instrument presented by solis. presenting two repertoires namely Winter (L'Inverno) created by Antonio Vivaldi from the Baroque era in the 18th century, presented in the form of a marimba solis performance and a second repertoire of a by Frederic Chopin, Nocturne In C Sharp Minor in the Romantic era presented in Solis Marimba with accompaniment Ensamble of strings. The two repertoires presented have differences ranging from difficulty levels, styles, game techniquesABSTRAK Artikel ini memuat tentang pertunjukan musik perkusi dalam teknik bermain marimba sebagai instrument yang disajikan oleh solis. membawakan dua repertoar yaitu Winter (L’Inverno) diciptakan oleh Antonio Vivaldi dari era Barok pada abad 18, disajikan dalam bentuk pertunjukan solis marimba dan repertoar kedua sebuah karya Frederic Chopin, Nocturne In  C Sharp Minor pada era Romantic yang disajikan dalam Solis Marimba dengan iringan Ensamble string. Kedua repertoar yang disajikan  memiliki perbedaan mulai dari tingkat kesulitan, style, teknik permainan.
SINKRETISME: REFLEFKSI BUDAYA KOTA SIBOLGA SENI PERTUNJUKAN TARI ANAK DI SUMATERA UTARA Sri Ayuni Lase; Surherni Surherni; Ernida Kadir
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1544

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Sinkretisme: Refleksi Budaya Masyarakat Pesisir Kota Sibolga Tapian Nauli, di Suamtera Utara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskripstif analisis. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori sinkretisme oleh A. Suyono, teori budaya oleh Suwardi Endraswara dan teori koreografi atau komposisi oleh Y.Sumandiyo Hadi. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang terdapat di dalam seni pertunjukan Tari Anak.Tari anak menceritakan tentang perjuangan orang tua yang menginginkan kesembuhan pada anaknya melibatkan dukun. Dukun berperan dalam proses pengobatan anak yang sakit dengan membacarakan mantra-mantra. Tari anak berikan doa-doa, petuah, dan harapan.
PENGEMBANGAN AYUAK PADA DENDANG RATOK PANINGGAHAN Artika Widya Sari; Admiral Admiral; Firdaus Firdaus
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1509

Abstract

Ayuak is a vocal technique used by traditional pedendang in dendang ratok, this ayuak technique is very distinctive in giving dendang ratok paninggahan melodic ornaments. In its history this art was once performed when a family member of the Paninggahan community died, to express feelings of grief. and deep sorrow for the family members left behind. This work, the author begins with the game Saluang and Mansi Solok, where the initial part is played simultaneously with the intention of being the basic tone of the melody to be played. The composition of the saayuak musical is the result of the worker's interpretation of the ayuak technique that the author works on in the form of a musical composition with an approach work on tradition, which aims to maintain the spirit of tradition in this work.Keywords: Ratok Paninggahan, Ayuak, Tradition Approach, DendangABSTRAKAyuak adalah sebuah teknik vokal yang digunakan oleh pedendang tradisi dalam dendang ratok,teknik ayuak ini sangat khas sekali dalam memberikan ornamen melodi dendang ratok paninggahan.Dalam sejarahnya kesenian ini dulunya dilakukan apabila salah seorang anggota keluarga dari masyarakat Paninggahan meninggal dunia, gunanya untuk mengekspresikan perasaan duka dan kesedihan yang mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan. Karya ini pengkarya memulainya dengan permainan Saluang dan Mansi Solok yang mana bagian awal ini dimainkan secara bersamaan dengan maksud sebagai nada dasar dari melodi yang akan di mainkan.Komposisi karawitan saayuak adalah hasil interpretasi pengkarya terhadap teknik ayuak tersebut yang pengkarya garap dalam bentuk komposisi karawitan dengan pendekatan garap tradisi, yang bertujuan untuk tetap mempertahankan roh tradisinya di dalam karya ini.Kata Kunci: Ratok Paninggahan,Ayuak, Pendekatan Tradisi, Dendang
TURUK LAJO SIMAGERE DARI TARIAN RITUAL KE SENI PERTUNJUKKAN DI KEPULAUAN MENTAWAI Sisi Adira Veronica; Irdawati Irdawati; Maizarti Maizarti
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bentuk Turuk Lajo Simagere Dari Ritual Ke Seni Pertunjukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif yang bersifat deskripsi analisis yaitu seluruh data yang di dapat baik data tertulis maupun data yang di lapangan di deskripsikan kemudian dianalisis sesuai permasalahan penelitian. Pendapat yang digunakan untuk mengkaji tarian ini adalah pendapat yang dikemukakan Soedarso SP tentang ciri-ciri pertunjukan ritual, pendapat yang dikemukakan oleh Soedarsono tentang ciri-ciri pertunjukan kemasan untuk wisatawan dan tentang elemen-elemen tari. Hasil penelitian yang didapat yaitu Turuk Lajo Simagere dari tarian ritual pengobatan menjadi seni pertunjukan. Turuk lajo Simagere dalam bentuk seni pertunjukan yang bisa di tampilkan di luar wilayah mentawai dan menambah pendapatan sampingan, sebagai upaya pelestarian.
TARI TAMPURUANG DI SANGGAR KABUPATEN SOLOK SELATAN Fitri, Mira Eka; Erlinda, Erlinda; Loravianti, Susas Rita
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1502

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk membahas tari Tampuruang di Sanggar Bundo Kanduang Nagari Koto Baru Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat dengan fokus kajian tentang kehadiran penari wanita pada tarian tersebut. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Teori yang dipakai dalam penelitian ini yaitu teori gender oleh Remiswal, dimana gender adalah tipe atau jenis yang merupakan sifat dan perilaku secara sosial dan budaya. Disekitar Sanggar Bundo Kanduang ini terdapat salah satu rumah gadang yaitu Rumah Gadang Koto Piliang yang memiliki semboyan mambasuik dari bumi yang artinya bumi merdeka, dimana dengan bumi merdeka ini wanita di Kawasan Saribu Rumah Gadang khususnya Sanggar Bundo Kanduang diperbolehkan menari sebagai media untuk memperomosikan objek wisata Kawasan Saribu Rumah Gadang.Kata Kunci : Tari Tampuruang, wanita dan sanggar Bundo kanduang
INTERPRETASI REPERTOAR: SEBUAH UPAYA KONSEPTUALISASI KARAKTER SOLIS Putra, Diki Pratama; Sina, Ibnu; Yulika, Febri
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1536

Abstract

 The cello solis performance is an instrumental show that places great importance on the maturity of a solist in presenting the repertoires which he will present in the form of a recital examination. The cello is a stringed instrument just like the violin. The current cello is called the modern cello. The modern cello is a development of the previous Cello such as the viola da gamba, viola da spalla, viola da bracchio and bass viol. Initially, the Cello served as the bass in a musical foundation. In the 17th century, composers such as Domenico Gabrielli and Giuseppe Colombi created works for single Cello or Cello solo without accompaniment. This paper aims to inform the performance of a Solis Cello instrument, by using the interpretation, maturity and mastery of the presenter's skills to the techniques contained in each repertoire that is performed. Where a solist performs the repertoire, through the appearance of the individuality of the virtuosity of his instrument. The achievement of a presenter's skills is intended so that aesthetic values can be presented in a show.Key words: study analysis, recital, cello, repertoire.ABSTRAKPertunjukan solis cello merupakan sebuah pertunjukan instrumental yang sangat mementingkan kematangan bagi seorang solis dalam membawakan repertoar-repertoar yang akan disajikannya dalam bentuk ujian resital. Cello merupakan instrumen gesek sama seperti biola.  Cello yang ada sekarang disebut modern cello. Cello modern merupakan pengembangan dari Cello yang sebelumnya hadir seperti viola da gamba, viola da spalla, viola da bracchio dan bass viol. Pada awalnya, Cello berfungsi sebagai bas dalam sebuah fondasi musik. Pada abad ke-17, komposer seperti Domenico Gabrielli dan Giuseppe Colombi membuat karya-karya untuk Cello tunggal atau solo Cello tanpa iringan. Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan permainan seorang Solis instrumen Cello, dengan menggunakan interpretasi, kematangan dan penguasaan skill penyaji terhadap teknik-teknik yang terdapat pada setiap repertoar yang dibawakan. Dimana seorang solis mempertunjukan repertoar tersebut, melalui penampilan individualitas virtuositas instrumen nya. Pencapaian skill seorang penyaji bertujuan, agar nilai estetis dapat dihadirkan dalam sebuah pertunjukan.Kata kunci: studi analisis, resital, cello , repertoar.  
PENGEMBANGAN AYUAK PADA DENDANG RATOK PANINGGAHAN Anita Wahyuni; Misda Elina; Alfalah Alfalah
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1540

Abstract

ABSTRAKKomposisi musik “Singgah Saja-Nak” merupakan sebuah karya komposisi yang bersumber dari sistem permainan singgah pada repertoar talempong pacik lagu panyinggahan dimana pemain talempong pacik induak melakukan singgah ke salah satu talempong dari talempong anak. Penggarapan komposisi menggunakan pendekatan musik tradisi. Garapan tersebut memanfaatkan instrument tradisi, yaitu talempong dan gandang katindiak.Tujuan penggarapan musik ini untuk mewujudkan bentuk komposisi baru yang bersumber dari talempong pacik lagu panyinggahan. Hasil yang di dapat dari penggarapan karya ini adalah perubahan komposisi yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian pertama perkembangan pola ritme pada masing-masing pasangan talempong pacik dan bagian kedua pengembangan jalinan melodi yang dihasilkan talempong pacik induak ke talempong pacik anak dengan media ungkap, yaitu; talempong, canang, talempong ketek, gandang katindiak, dan gitarbass tanpa menghilangkan ciri khas dari kesenian talempong pacik lagu panyinggahan.
PERWUJUDAN TOKOH IVAN KALYAYEV DALAM NASKAH KEADILAN KARYA ALBERT CAMUS DENGAN PENDEKATAN AKTING THE SYSTEM STANISLAVSKI Fajar Eka Putra; Meria Eliza; Dede Pramayoza
Laga-Laga : Jurnal Seni Pertunjukan Vol 7, No 1 (2021): Laga-Laga: Jurnal Seni Pertunjukan
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/lg.v7i1.1209

Abstract

Perancangan tokoh Ivan Kalyayev dalam naskah Keadilan karya Albert Camus terjemahan Ipong Niaga merupakan penciptaan seni peran yang dilakukan untuk mewujudkan tokoh Ivan Kalyayev sebagai pertunjukan teater. Proses perancangan pemeranan meliputi identifikasi sistem pelatihan yang tepat dalam memerankan tokoh, postulasi atas metode pemeranan yang tepat, dan akhirnya formulasi perwujudan tokoh  ke dalam  pertunjukan. Kesimpulan  atas proses perancangan tokoh Biopic, dapat diwujudkan dengan representasi melalui pendekan The System Stanislavski, agar dapat ditampilkan dengan gaya realisme. Kata kunci: Ivan Kalyayev, Keadilan, Albert Camus, The System, Round The Table.

Page 1 of 1 | Total Record : 8