cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Ekspresi Seni, published by ISI Padangpanjang Journal Publisher in cooperation with The Aliance of Indonesian Industrial Product Designer (ADPII), welcomes full research articles in the area of Performance Art, Culture from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni" : 9 Documents clear
PENGALAMAN PEMBELAJARAN MUSIK MELAYU DI ISI PADANGPANJANG Budaya, Arga
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1884.751 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.195

Abstract

Masalah pembelajaran musik Melayu di Jurusan Seni Musik Institut Seni Indonesia (ISI) padangpanjang menjadi fokus pembahasan hasil penelitian ini. Sebab proses mengajar-belajar belum sesuai dengan sistem pembelajaran yang diharapkan. Fenomena itu mengakibatkan tidak tercapai kompetensi keterampilan mahasiswa memainkan alat-alat musik Melayu. Setelah dilakukan penelitian melalui pendekatan kualitatif interpretatif, temuan penelitian mengemukakan dosen cenderung memberikan materi pembelajaran berdasarkan pengalaman saja. Maksudnya teori dan langsung praktek diberikan berdasarkan pengalaman yang diterima waktu jadi mahasiswa dahulu.
METODE LATIHAN TEATER MELALUI EKSPLORASI PSIKOLOGIS Juned, Sulaiman
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.35 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.227

Abstract

Pola pelatihan calon aktor/aktris di Komunitas Seni Teater di sekolah. Penggabungan pelatihan tekhnis dan psikologis. Literatur yang menjadi acuan adalah an ekplorasi teori-teori psikoanalisis atau ilmu ketidaksadaran. Dalam kehidupan arkhetipe dan simptomp-simptomp yang tersimpan di area amigdala adalah kumpulan dari simbol yang tidak akan berdusta. Kemampuan mengelola arkhetipe ini akan menjadi modal seorang aktor dalam menampilkan akting yang estetik di atas panggung. Secara garis besar pelatihan berangkat dari keterampilan fisik dan psikologis untuk melatih kepekaan.
SALUANG SIROMPAK: ALAT MUSIK TIUP TRADISIONAL DI MINANGKABAU TERISOLASI Sina, Ibnu
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.891 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.196

Abstract

Saluang Sirompak adalah salah satu alat musik tiup tradisional “Minangkabau”. Alat musik tersebut dulu digunakan untuk menundukkan hati wanita. Kekhasan melodinya dilatar-belakangi unsur magis melalui estetika bunyi yang dipandang tabu dikembangkan. Karena memiliki kekhasan yang tidak terdapat pada alat musik tiup sejenis itu, dan berguna menghilangkan imeg (imag) negatif, pengkarya mengangkat kembali ke dalam bentuk seni pertunjukan berjudul “Ba-Sirompak”. 
DIMENSI ESTETIKA PERTUNJUKAN SALUANG DENDANG DI MINANGKABAU DALAM BAGURAU Sriyanto, Sriyanto
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (957.361 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.229

Abstract

Dimensi estetika dalam pertunjukan Saluang-Dendang di Minangkabau amat kompleks. Setiap unsur saling terkait ketika “proses” pertunjukan sedang berlansung. Keterlibatan pemain dan penonton “bersama-sama”sangat menentukan berjalannya pertunjukan. Secara konvensional kualitas estetika bergantung pada tiga unsur penggarapan yaitu: pemahaman, sikap (etika), dan kemampuan (skill).  Ketiganya harus sinergisitas, karena merupakan modal utama pemain Saluang Dendang dan penonton dalam “Bagurau”. Dimensi itulah yang dapat meningkatkan kualitas pertunjukan Saluang Dendang dalam Bagurau.
PERKEMBANGAN KESENIAN KUDA KEPANG DI SAWAHLUNTO MINANGKABAU Iswandi, Iswandi
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1056.567 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.197

Abstract

Artikel ini membahas tentang perkembangan dan keberadaan kesenian Kuda Kepang di Kota Sawahlunto. Kuda Kepang merupakan kesenian tradisional yang ada awalnya dibawa oleh etnis perantau Jawa dan sampai saat ini berkembang di Kota Sawahlunto yang multi-etnis. Sebagai suatu unsur kebudayaan, kesenian tradisional Kuda Kepang dapat bertahan hidup bahkan berkembang secara pesat dengan dukungan dari pihak pemerintah dan masyarakat pendukungnya. Kesenian tradisional ini juga berkembang menuju ke arah seni pertunjukan yang lebih mempunyai nilai-nilai performan. Saat ini Kuda Kepang sudah diterima di tengah masyarakat Kota Sawahlunto yang bisa dilihat dari dukungan berbagai lapisan masyarakat dalam bentuk materi maupun moril. Kesenian tradisional Kuda Kepang telah menjadi milik mereka dan memiliki posisi yang sama dengan kesenian tradisional lainnya
SITI MANGGOPOH: SEBUAH CATATAN SEJARAH DALAM PERTUNJUKAN KARYA SENI TEATER Yuniarni, Yuniarni
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.84 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.231

Abstract

Naskah cerita perjuangan Siti Manggopoh di Kabupaten Agam Sumatera Barat ditulis oleh Afrizal Harun dan diadaptasi kembali oleh Sulaiman Juned. Naskah ini dianalisis lewat  konsepsi penyutradaraan teater Barat melalui pendekatan teater rakyat Tupai Janjang di daerah Palembayan yang hampir punah. Hanya beberapa orang saja yang mampu dan mau memainkannya. Paduan kedua bentuk teater [kebaruan] dengan cerita yang berbeda belum pernah digarap. Ini jadi daya tarik penulis sebagai sutradara mengolah-mengemasnya menjadi transformasi moral bagi masyarakat.
KONSEP SEMIOLOGI VERBALISASI MAKNA MUSIKAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL Nursyirwan, Nursyirwan
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.234 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.198

Abstract

Penafsiran endosemantik terhadap musik mempertimbangkan bentuk verbalisasi. “Jika penting menghadirkan tanda musikal (signifier), penandaan (signified), maka yang ditandai adalah aspek “yang bisa dinalar” atau “bisa diterjemahkan”. Penjelasan tanda-tanda musikal (signifier) seharusnya ‘bisa dipahami’. Secara paradoksikal, terdapat kesepakatan bahwa musik adalah sistem semiotik dari suara-suara musikal. Pembahasannya [sistematik] terpusat pada analogi, perbedaan, di antara musik dan bahasa.
ORKESTRASI MUSIK SINKRETIK “KATUMBAK” DI NAGARI LIMAU PURUIK–PARIAMAN Yurnalis, Yurnalis
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.771 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.233

Abstract

Katumbak, salah satu musik sinkretik Minangkabau merupakan kekayaan musikal masyarakat, berfungsi hiburan dalam berbagai hajatan masyarakat nagari Limau Puruik, Pariaman. Eksistensinya sempat tenggelam sebagai dampak kemajuan tek­­nologi musik Organ Tunggal. Tradisi Katumbak menjadi menarik karena dapat menantang arus pertunjukan Organ Tunggal. Data kualitatif katumbak, faktor pengembangan aspek orkestrasi, instrumentasi, dan deskripsi konsep telah memicu bangkit kembali tradisi musik ini dari keterpurukannya di samping strategi seniman dalam aktivitas sosial masyarakat nagari Limau Puruik, Pariaman.
TERGUGAT EKSISTENSI DENDANG-DENDANG CUPAK–SOLOK DI ERA GLOBALISASI ! Arnailis, Arnailis
Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.615 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v14i2.194

Abstract

Dendang-dendang Cupak tidak dikenal masyarakat Minangkabau di daerah Luhak karena tergugat derasnya pengaruh globalisasi, dan kalah bersaing dengan perkembangan seni pertunjukan yang menawarkan banyak aspek antara lain hiburan. Keistimewaan eksistensinya menawarkan “interval melodi”ke modus pentatonik China dan slendro Jawa. Modus ini yang memberi hiasan pada dendang. Karakternya pun berbeda dengan Dendang-dendang Darek. Musik vokal ini menjadi ikon daerah Kubuang Tigo Baleh, dan Solok. Tulisan ini mensugesti seniman, pelaku Dendang memunculkan kreativitas, dan apresiasi daya saing.

Page 1 of 1 | Total Record : 9