cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Ekspresi Seni, published by ISI Padangpanjang Journal Publisher in cooperation with The Aliance of Indonesian Industrial Product Designer (ADPII), welcomes full research articles in the area of Performance Art, Culture from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni" : 9 Documents clear
KOMODIFIKASI: MANIPULASI BUDAYA DALAM (AJANG) PARIWISATA Minawati, Rosta
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.087 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.179

Abstract

Manipulasi budaya dalam ajang pariwisata mengangkat realitas lapangan yang empirik berkaitan dengan komodifikasi. Fenomena manifulasi budaya menjadikan budaya sebagai objek yang memiliki nilai tukar atau nilai jual melalui industri budaya dan jasa sebagai komoditas. Secara umum, gejala komodifikasi terperangkap dalam dialektika sakral ke profan, memunculkan atraksi kemunduran aspek ritual, kontestasi dan pertentangan konsep dan ideologi sehingga memunculkan mitos baru (mitos modern). Praktik tersebut memunculkan kriminal baru yang tidak terlepas dari peran kapitalis.
TINJAUAN SEJARAH DAN BUDAYA YANG MEMPENGARUHI TEATER TUTUR TUPAI JANJANG MASYARAKAT KERINCI JAMBI Efendi, Leni
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1672.258 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.173

Abstract

Tupai Janjang adalah salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat Kerinci Provinsi Jambi, tergolong gen (genre) teater tutur karena penyampaian cerita melalui dendang—narasi pencerita [aktor/pemeran tokoh-tokoh] teater ini. Ceritanya mengandung nilai-nilai agama, moral, dan jadi panutan masyarakat secara turun temurun. Sekarang, volume pementasan Tupai Janjang turun drastis dan diambang kepunahan, bahkan masyarakatpun jarang menonton. Ini merupakan fakta dan indikator penyebabnya. Karena itu perlu diteliti dan didokumentasikan. 
STUDI ANALISIS: NILAI-NILAI ESTETIKA LOKAL DALAM MUSIK GAMAT Hendrizal, Hendrizal
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1565.096 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.169

Abstract

Musik Gamat di Minangkabau” [Sumatera Barat), termasuk gendre seni rumpun Melayu yang telah berbaur dengan “seni budaya asing”, sehingga kaya estetika lokal sebagai bahan kajian fenomena musikal, sosial, dan psikologis. Kekhasannya pada melodi, nada-nada hias (ornaments), ditandai dengan garinyiak,cengkok yang dimainkan pemain Biola/Viol. Musik vokal dibawakan berbentuk triol, kwintol, sektol, dan septimol. Pantun- pantun sebagai sarat lagu tempo cepat bertema parasaian (penderitaan). Struktur konvensi lagunya baku; jika dilanggar merusak nilai-nilai pertunjukan. Karena itu, nilai-nilai estetika lokal, aspek musikal, dan nilai-nilai ekstrinsik dalam konteks pertunjukannya penting dianalisis. 
PESONA RANCANG-BANGUN RANAH MINANG: DESTINATION BRANDING Qomarats, Izan
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1751.98 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.170

Abstract

Kehidupan demokrasi masyarakat Minangkabau terus akan diwarisi setiap generasinya karena telah menjadi kebiasaan dimanapun ia berada, disamping orang Minang punya kepribadian dan karakteristik tersendiri untuk dikenali lebih jauh. Kemudian, alam Minangkabau juga merupakan suatu daya tarik tersendiri untuk dieksplorasi kedalam bentuk karya Desain Komunikasi Visual berupa destination branding dengan tujuan memperkenalkan “identitas Ranah Minang” kepada masyarakat luas. Destination branding adalah upaya memperkenalkan destinasi ke dalam bentuk brand suatu produk. 
PERKEMBANGAN TALEMPONG TRADISI MINANGKABAU KE “TALEMPONG GOYANG” DI SUMATERA BARAT Alfalah, Alfalah
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1635.349 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.164

Abstract

Minangkabau diantara wilayah geografis kebudayaan Indonesia lainnya, memiliki aneka jenis dan bentuk klasifikasi alat-alat musik pukul/perkusi. TalempongGoyang [contoh terkini], sekarang berkembang pesat. Secara historis keberadaan-“nya” berangkat dari “Talempong Tradisional”; kemudian dimodifikasi “komponis Minang” antara lain Alfalah dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Dalam hal seni pertunjukan alat-alat musik pukul beberapa suku-bangsa/etnis dimainkan bersamaan dalam upacara/ritual adat dan agama melalui sentuhan teknologi elektronik. 
PESTA PARA PENCURI KARYA TEATER JEAN ANNOULIH SADURAN RAHMAN SABUR Susanti, Desi
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1788.583 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.165

Abstract

esta Para Pencuri karya Annoulih Saduran Rahman Sabur, yang penulis sekaligus pengkarya pentaskan terjadi di sebuah warung, hal ini bisa dilihat dari setting warung yang dihadirkan di atas panggung dan merupakan pilihan untuk mendekatkan peristiwa yang terjadi di panggung dengan penonton. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pembicaraan di warung saat ini tidak lagi terbatas pada golongan menengah kebawah saja tapi sudah merambah pada persoalan sosial, politik dan ekonomi bahkan yang sifatnya rahasia sekalipun. Begitupun dengan pengunjung warung saat ini, tidak terbatas pada strata sosial tertentu saja. Pencuri yang ditafsirkan pengkarya adalah pencuri yang sudah bersifat terbuka dan terang-terangan mengambil hak orang lain dan membicarakan hasil curiannya di ruang publik seperti warung. Pencuri yang tidak lagi mempunyai rasa malu, segan dan takut akan perbuatannya, pencuri yang tidak memandang kawan atau lawan. Untuk mewujudkan karakter tokoh dalam Pesta Para Pencuri karya Annoulih Saduran Rahman Sabur, pengkarya menggunakan metode akting Brecht dan Stanislavsky, dengan pendekatan akting presentasi dan gaya realisme. Hal ini bertujuan agar pemain dan penonton tidak terlalu berjarak dengan pertunjukan dan peristiwa yang dihadirkan diatas panggung.  
PERAN SANGGAR SENI AGUANG DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN SENI DI PADANGPANJANG Maryelliwati, Maryelliwati
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1585.226 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.177

Abstract

“Kesenian Padangpanjang Sumatera Barat [khususnya] telah berkembang pesat”. Aguang di Padangpanjang secara umum berasal dari seni bela diri yaitu silat/silek tuo (silek Arimau ). Dari dasar–dasar silat tersebut kemudian berkembang menjadi seni tari, randai, dan kesenian Padangpanjang lainnya. Pelopor pengembangan antaralain Sanggar Seni Aguang yang dibina Pemerintah Daerah (PEMDA) dan Dinas Pariwisata kota Padangpanjang. Sanggar tersebut di atas tumbuh dan berkembang di tengah–tengah masyarakat Gunuang Kecamatan Padangpanjang Timur. Aktifitas dan kreatifitas sanggar berakarkan pencak silat tradisional, seperti: karya seni Tari Piriang Suluah, randai, dan seni-budaya lainnya. Prestasi sanggar pernah eksis pada even daerah, nasional, dan internasional. 
PADO-PADO DUO DIMENSI: EKSPRESI MUSIK KEKINIAN Jaya, Indra
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.689 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.172

Abstract

Komposisi musik “Pado-Pado dalam Dua Dimensi” merupakan penggabungan dua elemen musik yang berbeda yaitu musik tradisi Minangkabau (salah satunya Saluang Pauh) dengan musik elektronik yang berasal dari Barat (Eropa dan Amerika) dalam perspektif dimensi space and tool. Dimensi space/ruang menjadi sumber materi garapan pada komposisi ini, sedangkan tool atau instrumen mewujudkan komposisi dua budaya musik yang berbeda, yakni antara musik tradisi Saluang Pauh dengan musik elektronik. 
MOTIF KERAWANG GAYO PADA BUSANA ADAT PENGANTIN DI ACEH TENGAH Ferawati, Ferawati
Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2000.399 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v15i1.167

Abstract

Kerawang Gayo adalah nama motif hias dan nama pakaian adat Gayo di Aceh Tengah. Berbagai jenis motif diukirkan ke banyak media dalam kehidupan masyarakat, diantaranya pada busana adat pengantin Gayo. Motif-motif tersebut mencerminkan sistem pola pikir masyarakat. Sebagai warisan seni budaya, ia cermin kehidupan yang memiliki kedudukan strategis dalam sistem adat-budaya Gayo. Pesan budaya yang terkandung diekspresikan melalui simbol berupa motif hias [khas] disebut “kerawang Gayo”. 

Page 1 of 1 | Total Record : 9