cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Ekspresi Seni, published by ISI Padangpanjang Journal Publisher in cooperation with The Aliance of Indonesian Industrial Product Designer (ADPII), welcomes full research articles in the area of Performance Art, Culture from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni" : 10 Documents clear
PENAMPILAN JALAN KEPANG DI SAWAHLUNTO: SEBUAH DISKURSUS SENI POSKOLONIAL Pramayoza, Dede
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.62 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.74

Abstract

Jalan Kepang merupakan nama salah satu seni penampilan rakyat di Sawahlunto, Sumatera  Barat, yang memiliki  kemiripan  nama dengan  salah satu kesenian  di pulau   Jawa.   Keunikan   jalan   kepang   mendorong   sebuah   kebutuhan   untuk memahami  maknanya  secara  lebih jauh.   Melalui  pembacaan  yang meminjam metode  semiotika  atas  foto-foto  penampilan   Jalan  Kepang,  terbukti  bahwa kesenian ini memiliki ciri-ciri yang mirip sekaligus berbeda dengan jaran kepang di Pulau Jawa. Fakta itu menghadirkan kebutuhan untuk membaca konteks masyarakat  pendukung kesenian ini, yakni masyarakat  ‘orang rante’. Hubungan antara teks penampilan dengan konteks sejarah dan budaya ‘orang rante’ menunjukkan  bahwa  kesenian  ini  merupakan  bentuk  mimikri,  yang  berfungsi sebagai   ritual  komunitas.   Secara  keseluruhan,   jalan  kepang   adalah  bentuk peristiwa budaya poskolonial, yang memantulkan narasi sejarah dan pengalaman masa kolonial dari masalalu komunitas ‘orang rante’.
PERTUNJUKAN BIANGGUNG DITINJAU DI KUALA TOLAM PELALAWAN: TINJAUAN MUSIKAL DAN RITUAL Nurmalinda, Nurmalinda
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1283.568 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertunjukkan bianggungditinjau dari aspek musikal dan ritual di Desa Kuala Tolam KecamatanPelalawan Kabupaten Pelalawan. Ditinjau dari aspek musikalpertunjukkan bianggung memiliki beberapa unsur musik di antaranyaadalah irama/ritme, tempo, birama, melodi, dan dinamik. Unsur-unsurmusik tersebut memiliki fungsi yang berbeda satu sama lainnya dalampertunjukkannya. Ditinjau dari aspek ritualnya pertunjukan bianggung iniadalah sebagai media penghubung atau komunikasi pebayu dan si pelakubianggung dengan dunia gaib, Ditinjau dari aspek ritual bianggungadalah suatu pertunjukkan yang sifatnya pemanggilan-pemanggilanmambang-mambang (sejenis mahluk halus/roh-roh) agar masuk kedalamtubuh si pelaku permainan
MEREFLEKSIKAN KABA ANGGUN NAN TONGGA MELALUI KOREOGRAFI “PILIHAN ANDAMI” Evadila, Evadila
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.134 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.75

Abstract

Anggun Nan Tongga Magek Jabang sebagai seni tradisi sangat lekat dengan budaya matriarki. Namun demikian oleh Evadila dijadikan media untuk menyampaikan gagasan pemahaman terhadap dunia keperempuanan. Melalui kaba tersebut,pengkarya memandang bahwa sifat keperkasaan tidak hanya milik laki-laki.Perempuan dengan keperkasaan yang dimilikinya ternyata mampu menjadipemimpin dan pahlawan yang disegani oleh kawan maupun lawan. Selain itu, jugamenyikapi kekerasan terhadap perempuan pada saat bersamaan berperan sebagaiistri, yang mewarisi tradisi dan budaya Minangkabau. Metode yang digunakan studipustaka,. Artikel ini diharapkan dapat berguna menyampaikan pesan terhadapkepedulian dan pandangannya tentang perempuan. Artikel ini mampu menghapusstreotip dimana perempuan selalu menjadi pihak yang dirugikan, bahkan mampumenjadi pimpinan yang disegani.. Koreografi “Pilihan Andami” merupakankoreografi yang menggali nilai-nilai kehidupan yang ada dalam kaba Anggun NanTungga Magek Jabang. Cerita cinta segi tiga Andami Sutan, Anggun Nan Tunggadan Gondan Gondoriah dalam episode Ka Taluak Koto Tanau diinterpretasikansebagai keikhlasan sekaligus perlawanan.
TEATER ‘TANPA-KATA’ DAN ‘MINIM-KATA’ DI KOTA PADANG DEKADE 90-AN DALAM TINJAUAN SOSIOLOGI SENI Birowo, Pandu
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.091 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.81

Abstract

‘minim-kata’ di kota Padang pada pertengahan dekade 90-an denganmenggunakan ‘pembacaan arena’ yang ditawarkan Pierre Bourdieu. Analisiseksternal atas arena dan dan analisis internal berupa tinjauan dan perbandingandramaturgi memperlihatkan bahwa kedua pertunjukan tersebut hadir untukmenggugat posisi Wisran Hadi, seorang sutradara dominan di kota Padang padadekade 90-an. Analisis internal atas dramaturgi kedua pertunjukanmemperlihatkan perbedaan yang signifikan atas aspek-aspek dramaturginya,terutama pada pusat dramaturginya, tema kontemporer dan pesanpertunjukannya, tokoh-tokoh ‘plural yang singular’ yang dihadirkannya, aktingdan gestur metaforis yang digunakannya, serta setting dan tata artistik yangprovokatif dan simbolis ketimbang lokatif. Tulisan ini juga berargumen bahwabentuk ‘tanpa-kata’ dan ‘minim-kata’ merupakan sebuah strategi pemosisianinternal dan eksternal dari kedua sutradara dalam arena teater kota Padang padadekade 90-an.
ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE KARYA PATUNG RAJUDIN BERJUDUL MANYESO DIRI Patriansyah, Mukhsin
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.722 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.76

Abstract

Karya seni adalah salah satu fenomena bahasa.Oleh karena itu karya senidapat dipandang sebagai fenomena tanda. Tanda-tanda yang digunakandalam sebuah karya seni lahir dari proses kontemplasi, olah rasa danpikiran seniman terhadap lingkungan.Rajudin dalam karya Manyeso Diriberpijak pada konsep langkah untuk menciptakan tanda-tanda padakekaryaan patung. Langkah yang baik akan menentukan keberhasilan kitadi masa yang akan datang, begitu juga sebaliknya langkah yang burukakan menentukan kegagalan dan kekecewaan di masa yang akan datang.Hal ini yang menjadi pedoman bagi seorang Rajudin dalam melahirkankaryanya yang berjudul ManyesoDiri. Karya ini mempunyai hubunganerat dengan latar belakang kebudayaan Minangkabau. Pernyataan inilahyang ingin disampaikan Rajudin melalui karyanya. Metode yangdigunakan untuk mengetahui makna yang ada di dalam karya patungRajudin ini adalah metode analisis interpretasi. Dari simpulan diketahuibahwa tanda-tanda yang dihasilkan mengarah pada upaya Rajudin untukmenyampaikan pesan sosial kepada para perempuan Minangkabau hariini.
SUNTIANG GADANG DALAM ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT PADANGPARIAMAN Yulimarni, Yulimarni; Yuliarni, Yuliarni
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.136 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.82

Abstract

Suntiang gadang merupakan hiasan kepala pengantin perempuan diMinangkabau, khususnya di Kabupaten Padangpariaman. Secara visualsuntianggadang memiliki tampilan yang sangat menarik, selain terpancar dariwarnanya juga didukung oleh keberagaman hiasan yang tertata di dalamnya.Ragam hias tersebut diambil dari bentuk alam yang dikelompokkan ke dalambentuk motif tumbuhan dan motif binatang. Keberagaman hiasan yang terdapatpada suntiang tidak saja bertujuan untuk memberi keindahan dan kecantikan bagiorangnya, juga terkandung pesan-pesan moral yang ditujukan untuk keduamempelai dan akan menjadi panutan dalam hidup rumah tangga
TUBUH PEREMPUAN HARI INI MELALUI KOREOGRAFI “AKU DAN SEKUJUR MANEKIN” Suryani, Nike
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.687 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.77

Abstract

Aku dan Sekujur Manekin merupakan sebuah wujud karya tari yangmengusung tubuh tari dan keperempuanan dalam wacana senipertunjukan. Dengan memfokuskan pada rekonsruksi seni pertunjukanpada masa tertentu, maka ada batasan untuk menganalisis bagaimanatubuh perempuan dimaknai, diinterpretasikan, dan direpresentasikandalam bentuk karya tari. Tubuh tari dalam tulisan ini tidak hanya dilihatsebagai bentuk seni yang diproduksi, dilakukan, dan diinterpretasikan olehperempuan, melainkan juga bagaimana masyarakat mengartikan tubuh taritersebut. Garapan karya tari Aku dan Sekujur Manekin menunjukkansejauhmana terjadi kontradiksi tokoh perempuan dalam prosestransformasinya.Tulisan ini akan digunakan pendekatan intertekstual.Pendekatan ini menegaskan adanya keterkaitan antara satu teks denganteks lain. Sebuah karya hanya dapat dibaca dalam kaitan ataupunpertentangan dengan teks-teks lain yang merupakan semacam kisi-kisi.Melalui kisi-kisi itu teks dibaca dan diberi struktur dengan menimbulkanpembaca untuk memilih dan mengambilciri-ciri menonjol dari tekstersebut dan memberikan sebuah struktur pada teks baru.
BENTUK PERTUNJUKAN SALUANG ORGEN DALAM ACARA BARALEK KAWIN DI KABUPATEN SOLOK Yelli, Nofroza
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.212 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.78

Abstract

Kabupaten Solok merupakan tempat berkembangnya sebuah kesenianbaru yaitu disebut dengan saluang orgen. Perkembangan ini dimulai sejaktahun 1997 sampai sekarang. Pertunjukan yang menggunakan alat musiksaluang dan keyboard ini, dilihat dari bentuk pertunjukannya tergolongsederhana, karena masih terdapat bagian-bagian yang sama denganpertunjukan tradisi sebelumnya yaitu saluang dendang klasik dan saluangdangdut dengan iringan gendang. Konteks pertunjukannya mulaiberkembang yaitu dihadirkan dalam acara sosial, politik, dan upacara adatyang salah satunya yaitu upacara baralek kawin. Pertunjukan ini terdiridari 6-7 orang pendendang, satu orang pemain saluang, satu orang pemainKeyboard, dan 2-3 orang crew sebagai penanggung jawab peralatan soundsystem selama dilokasi pertunjukan. Sedangkan jenis lagu yang dibawakanadalah dendang ratok, dendang gembira, lagu gamad, dangdut dandangdut House Music. Pertujukan ini difungsikan sebagai acara hiburanyang salah satunya dalam upacara adat baralek kawin
SENI KERAJINAN SONGKET KAMPOENG TENUNDI INDRALAYA, PALEMBANG Viatra, Aji Windu; Triyanto, Slamet
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1688.565 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.73

Abstract

Kain songket tradisional Palembang merupakan warisan budaya yang digunakan pada  kegiatan  tradisi  tertentu,  seperti  busana  tradisional  adat  Sumatera  Selatan, upacara  pernikahan, marhaba (peresmian  nama  dan  pencukuran  anak  atau ucapan  selamat  datang),  dan  digunakan  oleh  masyarakat  Sumatera  Selatan diberbagai kepentingan luar kegiatan adat. Songket saat ini, tidak hanya terdapat di  kota  Palembang,  namun  telah  berkembang  hampir  ke  semua  daerah  di Sumatera Selatan, seperti di Kampoeng Tenun Indralaya. Keberadaan Kampoeng Tenun  Indralaya  merupakan  wujud  nyata  dalam  perkembangan  seni  kerajinan tenun  songket. Seni  Kerajinan  Songket  Kampoeng  Tenun  Indralaya, menggunakan pendekatan multidisplin, yakni pendekatan sejarah, sosiologi, dan estetika.Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode  kualitatif,  dengan analisis  deskriptif  analitik. Ragam  hias  songket  dalam  perkembangannya, menuntut  para  perajin  tenun  untuk  memiliki  kemampuan  dalam  menciptakan ragam  hias  songket  yang  baru,  sebagai  ciri  khas  atau  identitas  songket  yang berasal dari Kampoeng Tenun Indralaya
KREATIVITAS SENIMAN SALAREH AIA (AGAM) DALAM PENGEMBANGAN MUSIK RONGGEANG RANTAK SAIYO Anggraini, Nora; Nursyirwan, Nursyirwan
Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (955.227 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v16i2.79

Abstract

Kajian ini membahas tentang kreativitas seniman Salareh Aia (Agam) dalammengembangkan musik Ronggeang Rantak Saiyo pada acara pesta perkawinanbaralek gadang. Kajian ini dibahas dari sudut keilmuan musikologi denganmenggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif serta pendekatanmultidisiplin, dengan perspektif disiplin ilmu musikologi, etnomusikologi,sosiologi,antropologi dan cabang ilmu lain yang dapat memperkuat tulisan.Ronggeang pada dasarnya bukanlah kesenian yang lahir dari tradisi masyarakatSalareh Aia, namun kesenian ini dapat diterima secara baik dan dikembangkansecara kreatif oleh para senimannya serta telah menjadi bagian dari tradisimasyarakat Salareh Aia sampai sekarang. Musik Ronggeang Rantak Saiyo sangatdihargai oleh masyarakat Salareh Aia, terbukti musik tersebut diperbolehkanbermain pada acara pesta perkawinan baralek gadang. Dalam kenyataannyamusik Ronggeang Rantak Saiyo Nagari Salareh Aia berbeda dengan Ronggenglainnya yang ada di Sumatera Barat, maupun Ronggeng yang ada di Jawa dariberbagai macam aspek. Kreativitas seniman masyarakat Salareh Aia berdampakbaik bagi perkembangan musik Ronggeang Rantak Saiyo hingga sekarang.

Page 1 of 1 | Total Record : 10