cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Ekspresi Seni, published by ISI Padangpanjang Journal Publisher in cooperation with The Aliance of Indonesian Industrial Product Designer (ADPII), welcomes full research articles in the area of Performance Art, Culture from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni" : 6 Documents clear
CROSS-CUTTING : PEMBENTUKAN KONFLIK DALAM FILM “HAJI BACKPACKER” Mulia, Prajanata Bagiananda
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1913.489 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.152

Abstract

Cross–cutting, sebuah teknik dalam editing film dengan memainkan dua situasi adegan berbeda ruang, yang seperti akan bertemu namun kenyataannya tidak. Sutradara film Haji Backpacker melalui peran editornya menyusun urutan gambar menggunakan teknik- teknik tertentu, seperti yang dominan terlihat pada film Haji Backpacker yaitu penerapan teknik cross-cutting. Penggambaran adegan di luar satu kesatuan cerita seperti adegan mimpi, adegan masa lalu, dan sejenisnyadigunakan untuk meningkatkan ketegangan, menampilkan konflik, dan menunjukkan titik perbandingan ataupun perbedaan. Penelitian ini mencoba membedah bagaimana sebuah teknik sederhana dalam editing filmseperti cross-cutting yang mencoloktampak pada film Haji Backpacker mempunyai peran kuat dalam gaya bercerita sehingga mempengaruhi pembentukan konflik cerita. Teknik cross- cuttingdilihat dari bagaimana dan mengapa ia muncul, hingga pemaknaan pada konflik internal maupun eksternal yang ditimbulkan terhadap film Haji Backpacker. Hasil dari penelitian ini bahwa konflik mampu dilihat dan dibentuk melalui teknik cross-cutting yang selalu terikat dalam suatu tema besar tiap kemunculannya
BENTUK ORNAMEN MASJID KERAMAT LEMPUR KERINCI Alipuddin, Alipuddin; Yulimarni, Yulimarni
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1569.519 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.144

Abstract

Bentuk ornamen yang diterapkan di Masjid Keramat Lempur sebagai penggubahan bentuk-bentuk figuratif sehingga menjadi tersamarkan ini dipandang sebagai upaya jalan keluar untuk menghindari larangan menggambarkan makhluk hidup dan dianggap pula sebagai strategi adaptasi penyebarluasan agama Islam pada waktu itu. Ornamen yang diterapkan pada umumnya berbentuk tumbuh-tumbuhan, geometris. Ornamen diterapkan pada bagian  luar maupun bagian dalam masjid, meliputi  hiasan pada tiang, dinding, alang, papan pengunci sudut, mimbar, dan tempat azan. Di samping itu, ornamen tersebut terlihat adanya pengaruh ornamen yang terdapat pada benda prasejarah. Ornamen tersebut ditata atau disusun berdasarkan prinsip komposisi, meliputi: pertimbangan keseimbangan, keserasian, irama, kesatuan, proporsi, dan disusun secara vertikal maupun horizontal. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Ornamen tidak hanya semata-mata sebagai penghias melainkan juga mengandung maksud-maksud simbolis.
BELU: SEBUAH EKSPLORASI MUSIK NUSA TENGGARA TIMUR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Putra, Leo Pradana
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.823 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.145

Abstract

Belu merupakan sebuah komposisi musik etnis sasando yang di dalamnya terdapat penggabungan instrumen-instrumen musik dari budaya lain. Pembuatan musik tersebut dengan cara meniru bentuk asli yang masih terkesan tradisi, bervariasi, dan singkat tidak menggunakan durasi yang lama. Sehingga, masuknya instrumen-instrumen tersebut dalam komposisi ini menjadi sebuah inovasi baru mengikuti selera penonton dalam penyajiannya. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan komposisi Belu ialahadaptasi terhadap lingkungan sekitar, perubahan cara pandang, dan kontak dengan orang-orang sekitar, sehingga memunculkan ide-ide baru dalam sebuah penggarapan musik tradisi menjadi kemasan masa kini. Dengan demikian, perubahan dan perkembangan budaya akan sangat tergantung pada kreator seni serta apresiasi masyarakat pendukungnya untuk menyajikan musik dengan inovasi baru yang tetap mempertahankan nuansa tradisional budaya Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menelaah tentang proses pengolahan komponen musikal yang berasal dari unsur-unsur musik Jawa dan Timur dalam komposisi musik Belu.
ANALISIS KITAB BATU KARYA MUSIK GATOT DANAR SULISTIYANTO Lituhayu, Iwang Prasiddha
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1894.012 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.146

Abstract

Kitab Batu adalah sebuah music karya komponis muda Gatot Danar Sulistiyanto. Karya ini dikarang pada 2011 dan telah mendapatkan beberapa kesempatan pementasan bergengsi, antara lain di Belanda dan di Indonesia. Dalam karya untuk tujuh instrument dan satu vocal perempuan ini Gatot menggunakan mantra sebagai salah-satu idiom pada struktur komposisinya. Pengalaman kebudayaannya sebagai orang Jawa sangat mempengaruhi laku kekaryaannya sebagai komponis. Dalam penelitian ini diteliti lebih jauh bagaimana latarbelakang budaya Jawa komponis berpengaruh pada ekspresi kekaryaan; bagaimana pertautan antara hal-hal teknis seputar kaidah komposisi music dalam hubungannya dengan pandangan spiritualitas individu (komponis). Secara umum penelitian ini jugamelihat konteks lebih luas yaitu music kontemporer Indonesia dan audiens. Digunakan pendekatan kualitatif dengan mengutamakan penggalian subjek melalui wawancara untuk menemukan metodologi individu dalam kaitannya dengan proses penciptaan musik.
MENDOBRAK NILAI-NILAI PATRIARKI MELALUI KARYA SENI: ANALISIS TERHADAP LUKISAN CITRA SASMITA Putri, Aninda Dyah Hayu Pinasti; Bahari, Nooryan; Wahyuningsih, Novita; Sasmita, Citra
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1834.901 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.147

Abstract

Patriarki merupakan simbol dari kekuasaan, perangkap, dan hegemoni yang menciptakan wacana-wacana meminggirkan keberadaan perempuan. Dalam dunia seni rupa, subaltern perempuan membutuhkan upaya mengungkapkan di bagian mana perempuan berbicara dan tidak berbicara. Perupa perempuan menarik untuk diungkap sebagai subaltern. Partisipasi perempuan sebagai perupa diharapkan menghilangkan gambaran perempuan yang selama ini diciptakan oleh perupa laki-laki. Dominasi perupa laki-laki menunjukkan minimnya perempuan perupa, seolah dunia perupa tidak memberi tempat bagi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu, dengan wawancara terstruktur, observasi, mengkaji dokumen dan arsip. Hasil yang dicapai dari karya Citra Sasmita adalah lukisan dengan figur perempuan dan simbol- simbol yang berkaitan dengan konsep purusa dan pradanapada budaya Hindu Bali, misalnya seperti tumbuhan kaktus sebagai simbol purusa. Warna-warna yang sering digunakan yaitu warna hijau, biru, hitam, putih, coklat, merah.
KATURANGGANING KUTUT Sanjaya, Abda Lucky; Purwantoro, Agus; Wahyuningsih, Novita
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1985.523 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v19i2.149

Abstract

Karya Seni Lukis berjudul Katurangganing Kutut terinspirasi dari pengalaman memelihara burung perkutut dan legenda Falsafah Jawa tentang Katuranggan burung Perkutut. Permasalahannya dibahas melalui pendekatan; Apa yang menjadi dasar ” Katuranggan burung Perkutut “ diangkat menjadi sumber ide dan konsep penciptaankarya seni ? Bagaimana merumuskan konsep karya seni berdasarkan gagasan “ Katuranggan burung Perkutut ” dalam implementasinya, Karakteristik dan figure burung Perkutut sesuai dengan Katuranggannya, diolah kembali secara kreatif dan memunculkan nuansa yang sesuai dengan imajinasi penulis, dengan menggunakan media kayu yang dipahat, karena dalam menggunakan media ini penulis merasa nyaman dan lebih berekplorasi pada proses berkarya. Karya ini dipahat menyerupai ukiran dengan finishing menggunakan polytur untuk penyajian akhirnya menciptakan suasana kejawen dengan membuat sangkar burung sebagai tempat karya dengan bahan kayu.

Page 1 of 1 | Total Record : 6