cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Ekspresi Seni, published by ISI Padangpanjang Journal Publisher in cooperation with The Aliance of Indonesian Industrial Product Designer (ADPII), welcomes full research articles in the area of Performance Art, Culture from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni" : 10 Documents clear
MUSIK MELAYU GHAZAL RIAU DALAM KAJIAN ESTETIKA ASRI, ASRI
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.857 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap musik Melayu Ghazal yang ada di Riau dan Desa Pulau Penyengat.  Penelitian  mengungkap  konsep tentang Estetika,  latar belakang keberadaan, fungsi musik Melayu Ghazal dalam masyarakat dan bagaimana ketertarikan masyarakat  terhadap  musik  tersebut,  ditinjau  dari  estetika.  Penelitian  ini  mengunakan metode kualitatif  yang didukung oleh data kuantitatif  dengan metode deskriftif analisis. Musik Melayu Ghazal didominasi oleh instrumen seperti: Harmonium, Tabla, Marakas, Gitar, dan Biola, musik Melayu Ghazal yang mempunyai unsur Melodi, harmoni, Ritme dan nada. Kemudian dari pada itu estetika adalah ilmu yang mempelajari  segala sesuatu yang  berkaitan  dengan  keindahan,  yang  mempelajari  semua  aspek  dari  apa  yang  kita sebut  “ke-indahan”.  Hasil  penelitian  dan  pembahasannya,   menunjukan  bahwa  musik Melayu Ghazal jika dihayati  dengan sungguh-sungguh  akan dapat dirasakan  keindahan irama seninya yang lembut dan mendayu-dayu,  serta dengan tersusunnya  harmoni yang apik atau melodi yang menyentuh perasaan atau jiwa dalam diri seseorang 
KEHIDUPAN MUSIK TAHURI MASYARAKAT NEGERI HUTUMURI, KECAMATAN LEITIMUR SELATAN, KOTAMADYA AMBON DALAM KONTEKS BUDAYA Muskitta, Fridolin L
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.342 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.64

Abstract

Musik Tahuri adalah jenis musik tiup (aerophone) tradisi Maluku yang tumbuh, hidup  dan  berkembang  di  masyarakat  Negeri  Hutumuri,  Kecamatan  Leitimur Selatan,  Kotamadya  Ambon,  sejak  tahun  1960-an  secara  turun-temurun  dari generasi  ke generasi..  Menggunakan  data-data  kualitatif  berdasarkan  observasi dan wawancara,  maka tulisan ini menjelaskan  tentang kehidupan  musik Tahuri dan  konteks  budaya  yang  melingkupi  musik  Tahuri  tersebut.  Menggunakan konsep  analisis  musik  tradisi  Nusantara,   temuan  penelitian  mengungkapkan bahwa  Musik  Tahuri  berada  dalam  tanggung  jawab  soa Puasel,  yang terdapat beberapa marga atau mataruma. Namun yang lebih bertanggung jawab pada garis keturunan (mataruma) marga Horhoruw yang merupakan bentuk representasi kolektif masyarakatnya.
BENTUK PENYAJIAN TARI PIRING DI DAERAH GUGUAK PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR NOFITRI, MISSELIA
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.069 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.70

Abstract

Tari Piring di daerah Guguak Pariangan, memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan tari Piring di daerah lain di Minangkabau.terutama  dari segi konsep dan bentuk   penyajiannya.   Dari   segi   konsep,   tari   Piring   adalah   sebuah   paket pertunjukan  yang  di dalamnya  terdapat  properti  piring,  saputangan  dan  pisau. Tradisi tari Piring ditarikan oleh empat orang penari laki-laki dengan ketentuan dua orang menggunakan  properti piring, satu orang menggunakan  properti sapu tangan dan satu orang menggunakan pisau. Keempat penari ini menari bersama- sama  mengikuti  bunyi  musik  pengiringnya.  Alat  musik  pengiringnya  adalah gandang katindiak, talempong pacik, pupuik gadang (terbuat dari daun kelapa), dan kostum yang digunakan adalah baju milik (baju randai) , endong, sesamping sarung bugis dan destar. Pertunjukan  tari Piring ini biasanya ditampilkan  pada acara pacu jawi, dan upacara perkawinan.  Namun dalam perkembangan  zaman tari ini bisa ditampilkan kapan saja sesuai dengan permintaan.  
PENERAPAN METODE PENCIPTAAN ALMA HAWKINS DALAM KARYA TARI GUNDAH KANCAH Susanti, Dewi
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.855 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.65

Abstract

Karya  Tari  Gundah  Kancah  merupakan  karya  tari  yang  diangkat  dari  fenomena sosial  di  masyarakat  tentang  kehidupan  kaum  wanita  yang  tidak  menginginkan berada  dalam  posisi  sub-ordinat.  Hal  ini  dilakukan  untuk  membuka  wacana  bagi pencipta tari dan  masyarakat, agar melihat lebih jauh peran dan posisi kaum wanita di  dalam  kehidupan.  Menggunakan  pendekatan  penciptaan  tari  menurut  Alma Hawkins,  basis  penciptaan  ini    dilakukan  melalui  proses  penggabungan  dan pengembangan  terhadap  gerak-gerak  tari  tradisi  sesuai  dengan  konsep  garapan. Menggunakan properti berupa kancah (kuali) dan didukung oleh lima orang penari, maka karya tari ini diharapkan menciptakan suatu refleksi terhadap kehidupan.
FILM DOKUMENTER SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA RIKARNO, RIKI
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.892 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.71

Abstract

Film dokumenter adalah program yang menyajikan suatu kenyataan berdasarkan pada fakta objektif yang memiliki nilai esensial dan eksistensial  yang memiliki relevansi kehidupan, menuturkan fakta dan realita tanpa rekayasa.  maka sebagai sumber belajar bagi siswa di sekolah, film dokumenter  mempunyai manfaat pada proses pembelajaran terkait dengan tiga hal, yaitu manfaat kognitif, manfaat psikomotorik,  dan manfaat afektif. Adapun Gagasan dalam artikel ini diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan pemikiran dari gagasan artikel ini sumber belajar siswa  yang  terkait  dengan  film  dokumenter  dapat  bersumber  dari  karya  luar negeri dan dalam negeri. 
KARAKTERISTIK KARYA TARI SYOFYANI DALAM BERKREATIVITAS TARI MINANGKABAU DI SUMATERA BARAT Hardi, Hardi
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (889.171 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.66

Abstract

Karya Syofyani memberi kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan  tari Minangkabau  di  Sumatera  Barat  sejak  tahun  1960-an  sampai  sekarang,  bahkan sampai  ke  mancanegara.  (1)  bagaimana  kiprah  Syofyani  dalam menumbuhkembangkan  tari Minangkabau di Sumatera Barat, dan  (2)  bagaimana karakteristik karya Syofyani      dalam berkreativitas tari Minangkabau di Sumatera Barat.   Kiprahnya   dalam   menumbuh   kembangkan   tari   Minangkabau   baik   di Sumatera Barat maupun ke Mancanegara terlihat dengan berdirinya sanggar Tari & Musik Syofyani di Bukittinggi  dan Kota Padang. Metode yang digunakan  adalah metode  kualitatif  dengan  menggunakan  analisis  deskriptif  analitik.  .Karakteristik karya tari Syofyani terkait dengan kaedah estetika yang dapat dilihat pada teks-teks karyanya.
FUNGSI MUSIKAL DEDENG PADA MASYARAKAT ETNIK MELAYU LANGKAT PROPINSI SUMATERA UTARA ZULFAHMI, MUHAMMAD
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.781 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.72

Abstract

Musik  vokal  dedeng,   dinyanyikan   pada  kegiatan   adat  dalam  tiga  aktifitas agricultural   yaitu pada saat upacara penebangan  hutan untuk lahan pertanian, menanam   benih  di  lahan   dan  pada  saat  aktifitas   musim   panen  tiba  bagi masyarakat  etnik Melayu Langkat Propinsi Sumatera Utara, menggunakan  data kualitatif, penelitian ini bertujuan menemukan fungsi musikal dalam musik vokal dedeng tersebut yang dianalisis secara deskriptif. Dedeng di antaranya berfungsi sebagai  ungkapan  rasa,  pernyataan  estetis  yang  disimbolkan  dan dikomunikasikan. Dedeng juga berfungsi sebagai reaksi jasmani, pengesahan kelembagaan  dan  upacara  yang  kemudian  ditujukan  untuk  terjadinya kesinambungan kebudayaan yang berisi norma-norma dalam rangka pengintegrasikan masyarakat. 
Fungsi Sandiwara Amal Di Masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kec Bangkinang Barat, Kab Kampar Provinsi Riau Hasan, Hasan; Saaduddin, Saaduddin
Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.867 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.25

Abstract

Sandiwara Amal merupakan bentuk pertunjukan teater yang hidup di tengah masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebagai teater Rakyat yang hadir pasca kemerdekaan Republik   Indonesia,   kesenian   ini  terus  dipertunjukkan   sebagai   bagian  dari kehidupan  masyarakat   Desa  tersebut.  Sebagai  media  pertemuan   masyarakat pasca  perayaan  Idul  Fitri  maupun  dalam  kegiatan  sosial,  kesenian  ini  diteliti untuk menemukan fungsi dari pertunjukan tersebut. Penelitian ini penulis telaah dalam kontek fungsi sosial, merujuk pada pemikiran Talcot Parsons yang dilihat dari proses sosial dikehidupan  masayarakat  sebagai  bentuk makna,  simbol  dan informasi. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif.
EKSPLORASI PASIR SEBAGAI TEKNIK CITY SCAPE LUKISAN THOMAS, NICOLSON ROXI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.748 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.67

Abstract

Keindahan alam adalah anugerah yang diciptakan oleh Sang Pencipta, dan kota- kota yang dibuat oleh manusia. Kondisi alam dan manusia yang teratur  memberi inspirasi dan dijadikan objek dalam berkarya. Ide dan gagasan karya timbul dari pengalaman  pribadi  karena  keindahan  alam  yang  sering  tampak  memberikan daya tarik tersendiri. Pemandangan alam yang dijadikan objek karya adalah pemandangan alam yang ada di Sumatera Barat dan Grenada. Dua Pemandangan Alam  yang  berbeda  tersebut  disatukan  dalam  sebuah  lukisan.  Objek pemandangan   tersebut   juga  dikombinasikan   dengan   beberapa   pemandangan lainnya, seperti matahari terbenam. Tekstur pasir memberikan karakteristik khas dibuat pada karya.Teknik  melukis yang digunakan  teknik plakat. Plakat adalah teknik melukis yang menggunakan cat minyak, cat poster, cat akrilik, dan menggunakan goresan yang tebal, sehingga menghasilkan warna pekat dan padat, sehingga menimbulkan tekstur yang kasar atau nyata.
BENTUK DAN STRUKTUR MUSIK BATANGHARI SEMBILAN FIRMANSYAH, FERI
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.981 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i1.68

Abstract

Artikel  ini  berisi  tentang  bentuk  dan  struktur  Musik  Batanghari   Sembilan. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan informasi tentang salah satu  bentuk  dan  struktur  Musik  Nusantara.  Dalam  kajian  Musik  Nusantara, Musik Batanghari Sembilan tergolong dalam musik daerah. Bentuk dan struktur Musik  Batanghari  Sembilan  akan  diurai  secara  ringkas  dan dipaparkan  secara deskriptif. Terdapat tiga unsur pokok Musik Batanghari Sembilan, yaitu pantun, lagu, dan sajian instrumen. Setelah analisis bentuk dan struktur, dari ketiga unsur pokok tersebut terdapat empat stuktur lagu yang umum digunakan. Dari keempat struktur  lagu  tersebut  semuanya  menggunakan  dua  kalimat  lagu  dalam  satu bagian.   Di   mana   satu   bagian   tersebut   menembangkan   satu   bait   pantun. Selanjutnya  struktur  lagu tersebut  selalu diulang  untuk menembangkan  pantun pada bait berikutnya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10