cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
red.ekspresiseni@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bahder Johan 27128, Sumatera Barat (0752) 82077
Location
Kota padang panjang,
Sumatera barat
INDONESIA
Ekspresi Seni
ISSN : 14121662     EISSN : 25802208     DOI : http://dx.doi.org/10.26887/ekspresi
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Ekspresi Seni, published by ISI Padangpanjang Journal Publisher in cooperation with The Aliance of Indonesian Industrial Product Designer (ADPII), welcomes full research articles in the area of Performance Art, Culture from the following subject areas: Design History, Art History, Visual Culture, Design Methodology, Design Process, Design Discourse, Design and Culture, Sociology Design, Design Management, Art Critism, Anthropology of Art, Artifact Design, Industrial Design, Visual Communication Design, Photography, Interior Design, Craft, Architecture, Film, Multimedia, Creative Industry, Design Policy, and other historical, critical, cultural, psychological, educational and conceptual research in visual art and design
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni" : 10 Documents clear
VISUALISASI MOTIF ITIAK PULANG PATANG PADA KRIYA KAYU Rahmad Washinton
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.513 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.106

Abstract

Bentuk motif Minangkabau yang beragam jenis, dan memiliki makna menjadikan pengkarya  tertarik  untuk mengangkat  salah satu dari motif Minangkabau  yaitu motif Itiak Pulang Patang sebagai ide penggarapan karya seni. Ketertarikan pengkarya mengangkat  motif itiak pulang patang karena motif tersebut terlihat seperti susunan bentuk yang harmonis dan selaras. Diambil dari gerak irama itiak ketika  berbaris  pulang  dari  tempat  mencari  makannya,  kemudian  motif  itiak pulang  patang  bermakna  santai  dan  kekompakkan.  Bentuk  motif  itiak  pulang patang  ini  akan  pengkarya  visualisasikan  kedalam  bentuk  karya  seni  berupa lampu hias duduk
AKSARA INCUNG KERINCI SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI KRIYA Husni Mubarat
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.701 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.101

Abstract

Aksara Incung Kerinci merupakan naskah kuno yang dipakai oleh suku Kerinci pada dahulunya sebagai wahana untuk menulis sastra, hukum adat, dan mantera- mantera  yang ditulis  pada  kulit kayu,  tanduk  kerbau,  bambu  dan daun  lontar. Aksara Incung digunakan sebagai sumber penciptaan karya. Penciptaan karya ini melalui  tiga  tahap,  yaitu  eksplorasi,   perancangan,   dan  perwujudan   melalui pencarian bentuk seni kriya yang baru, kreatif, dan inovatif, dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah seni rupa modern. Perwujudan karya menggunakan media kayu, serbuk kayu, logam kuningan, logam besi, dan bambu. Penciptaan karya seni kriya ini dapat menjadi media sebagai pengembangan  aksara Incung Kerinci
KERAJINAN RENDO BANGKU KOTO GADANG SUMATERA BARAT Ranelis Ranelis; Rahmad Washinton
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.249 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.107

Abstract

Rendo   bangku   merupakan   kerajinan   tradisional   masyarakat   Koto   Gadang. Bentuk  produk  kerajinan  rendo  bangku  Koto  Gadang  tidak  hanya  berfungsi untuk  perlengkapan   adat  tetapi  telah  digunakan   untuk  perlengkapan   rumah tangga.  Produk  untuk  perlengkapan  adat  seperti  selendang  pengantin  wanita, tarawai yang dipakai oleh pengantin laki-laki Koto Gadang. Produk rendo untuk perlengkapan rumah tangga seperti alas gelas, piring, alas keramik dan lain sebagainya.  Bentuk motif yang ada pada kerajinan rendo bangku adalah bentuk motif flora yaitu, bunga tulip, bunga mawar, bunga melati, dan motif geometris seperti segi tiga, lingkaran, dan segi empat. Teknik yang digunakan dalam rendo bangku  adalah  teknik  persilangan  benang  yang satu dengan  benang  yang lain. Warna  pada  produk  rendo  bangku  untuk  perlengkapan  adat  digunakan  warna merah, pink, orange, sedangkan  warna untuk perlengkapan  rumah tangga tidak ada ketentuan  warnanya  tetapi  disesuaikan  dengan  permintaan  konsumen  atau selera pasar.
EKSISTENSI TARI PAYUNG SEBAGAI TARI MELAYU MINANGKAU DI SUMATERA BARAT Diah Rosari Syafrayuda
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.958 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan  fenomena yang berkaitan dengan Eksistensi Tari Payung sebagai Tari Melayu Minangkabau. Sebagai suatu kajian budaya  yang  kritis  dan  emansipatoris   dirumuskan   masalah  penelitian  yaitu bagaimanakah   eksistensi   tari   Payung   sebagai   tari   Melayu   Minangkabau, bagaimana  bentuk  tari  Payung  Syofiany  sebagai  tari  Melayu  Minangkabau  di Sumatera  Barat,  serta  faktor-faktor  apa  saja  yang  menyebabkan  tari  Payung sebagai  tari  Melayu  Minangkabau.  Penelitian  ini  adalah  penelitian  kualitatif, dengan metode pengumpulan data di lapangan seperti observasi, wawancara dan dokumentasi  serta dianalisis secara interaktif dan berlangsung secara terus pada tahap penelitian sehingga sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data dilakukan dengan  reduksi  data,  penyajian  data,  dari  penarikan  kesimpulan.Berdasarkan analisis data dapat di formulasikan  hasil penelitian yakni pertama eksistensi tari Payung  sebagai  tari  Melayu  Minangkabau  hadir  wadah  di  tengah  lingkungan masyarakat terpelajar baik di lingkungan masyarakat kota dan masyarakat nagari 
KESENIAN RARAK (CALEMPONG) SUDUT PANDANG FUNGSI DAN GUNA DI DESA SEBERANG TALUK KUANTAN SINGINGI RIAU Nursyirwan Nursyirwan
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.469 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.103

Abstract

Rarak merupakan ensamble musik yang dimainkan dengan formasi instrumen calempong, gondang, dan oguang. Penelitian Rarak dilakukan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara,dan dokumentasi. Analisis pada wilayah musikal menggunakan teori fungsi, dan teori semiologi. Dalam masyarakat Kuantan Singingi, Riau,   Calempong pada kesenian Rarak memiliki peran penting dalam membawakan lagu. Rarak merupakan sebuah bangunan atas asosiasi subjektif dari kesan yang mereka tangkap pada lingkungan. Interpretasi  masyarakat  terhadap  musik  Rarak  menggiring  sebuah  kesimpulan tentang fungsi Rarak di tengah-tengah masyarakat. Fungsi-fungsi ini adalah fungsi yang bersangkutan dengan reaksi fisikal yang ditimbulkan ketika mendengar musik dan fungsi ritual sebagai bagian dari lagu mistis.
LAGU POP BIDAYUH BUKAR SADONG DI SERIAN, SARAWAK, MALAYSIA Connie Lim Keh Nie
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.626 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.109

Abstract

Bidayuh merupakan salah satu masyarakat yang terdapat di negeri Sarawak.Masyarakat ini mempunyai empat pecahan etnik yang utama iaitu di Bau, Serian,Lundu dan Padawan. Masyarakat ini mempunyai empat pecahan bahasa etnikiaitu Bukar-sadong di Serian, Jagoi di kawasan Bau, Biatah di kawasan Padawandan Penrissen. Kajian ini bertumpu pada lagu popular Bidayuh yang dicipta dikawasan Serian, Sarawak yang penduduknya adalah majoriti kaum BidayuhBukar-Sadong dari tahun 2000 hingga 2013. Melalui kajian ini, ciri-ciri lagu popBidayah Bukar Sadong Serian akan dikenalpasti dari aspek tanda masa, melodi,rentak, harmoni dan struktur (form). Secara kesimpulan, didapati penggunaanstruktur lagu yang amat terhad, penggunaan ilmu teori muzik yang terhad dalamkomposisi dan penggunaan alat muzik orkestra barat yang terhad dalamkomposisi lagu pop Bidayuh.
“PERMAINAN BOLA API (BOLES)” ANTARA SAKRAL DAN PROFAN DI PONDOK PESANTREN DZIKIR AL- FATH SUKABUMI Evi Lutfiah
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.376 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.104

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengemukakan  dan mendeskripsikan  wujud seni pertunjukan permainan Bola Api sebagai salah satu permainan rakyat yang ditampilkan oleh santri pondok pesantren Al-fath sukabumi. Penelitian ini terkait dengan  kehadiran  pesantren  sebagai   pelestari  seni  tradisional  dan pembentuk kader-kader   seni  tradisional   untuk  tetap  menjaga   kelestariannya.   Di  dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana fungsi permainan Bola Api sebagai Tuntunan atau hanya sekedar tontonan. 
DAMPAK SENI BORDIR KOMPUTER DI BUKITTINGGI SUMATERA BARAT Dini Yanuarmi
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.616 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.110

Abstract

Artikel ini menyajikan tentang dampak dari penggunaan mesin bordir yangdilakukan oleh pelaku usaha bordir di kota Bukittinggi. Mesin bordir komputermemiliki keunggulan dari segi kapasitas produksi. Bordir komputer memilikinilai strategis dalam sistem budaya dan perekonomian sebagian masyarakat.Menggunakan data kualitatif yang menekankan para pelaku usaha bordir yangtersebar di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, maka data tersebut disajikan secaradeskriptif menggunakan teori bentuk dan sosiologi. Dari hasil penelitianditemukan bahwa Usaha bordir komputer dikembangkan di daerah Bukittinggiberdampak terhadap faktor ekonomi, banyak pengusaha membuka jenis usaha inidengan merekrut pekerja. Jenis usaha tersebut diyakini menjanjikan dikarenakankota Bukittinggi sebagai kota wisata, banyak wisatawan tertarik dengan hasilkerajinan ini.
CINGCOWONG: UPACARA RITUAL MEMINTA HUJAN DI DESA LURAGUNG LANDEUH KECAMATAN LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN Lina Marliana Hidayat
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.038 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.105

Abstract

Cingcowong adalah sebuah ritual meminta hujan yang terdapat di desa Luragung landeuh. Cingcowong merupakan nama boneka sawah yang dalam bahasa Sunda disebut bebegig. Bentuk boneka Cingcowong menyerupai orang-orangan dengan rupa  perempuan  cantik.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  kualitatif  dengan cara deskriptif analitis.Cingcowong  dilakukan oleh seorang punduh atau pawang mediamik.  Cingcowong  memiliki  konsep  kepercayaan  papat  kalima  pancer. Sampai  sekarang   Cingcowong   masih  dilakukan   karena  masyarakat   percaya bahwa   upacara   ritual   ini   dapat   menyuburkan    lahan   pertanian    mereka. Cingcowong sebagai representasi simbol masyarakat Luragung landeuh. 
MAKNA DAN NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT PALEMBANG YANG TERKANDUNG DALAM BENTUK DAN ARSITEKTUR RUMAH LIMAS Rizki Rahma Dina
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.737 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v17i2.108

Abstract

Artikel ini membahas mengenai nilai filosofis masyarakat Palembang yang terkandung dalam makna rumah adat Limas. Palembang memiliki bangunan arsitektur  tradisional  yang  unik  dan  khas.  Rumah  Limas  tidak  hanya  sekedar rumah yang dipakai sebagai tempat tinggal keluarga dalam membina kehidupan sehari-hari tetapi juga dalam pelaksanaan upacara dalam keluarga. Setiap simbol memiliki  makna  khusus  yang  tidak  hanya  melambangkan    fungsi  rumah  itu sendiri,  tetapi  juga  nilai-nilai  kehidupan  sosial  dalam  masyarakat  Palembang. Simbol tersebut mencerminkan falsafah serta gambaran kondisi sosial budaya masyarakat Palembang yang menjunjung tinggi sifat kebersamaan dalam bentuk gotong royong.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 2 (2022): Edisi Juli- Desember 2022 Vol 24, No 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022 Vol 23, No 2 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 23, No 1 (2021): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 2 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 2 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 21, No 1 (2019): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 2 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 20, No 1 (2018): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 2 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 19, No 1 (2017): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 1 (2016): Ekspresi Seni Vol 18, No 2 (2016): Ekspresi Seni Vol 17, No 2 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 17, No 1 (2015): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 2 (2014): Ekspresi Seni Vol 16, No 1 (2014): Ekspresi Seni Vol 15, No 1 (2013): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 2 (2012): Ekspresi Seni Vol 14, No 1 (2012): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni Vol 13, No 1 (2011): Ekspresi Seni More Issue