cover
Contact Name
Mohammad Arfi Setiawan
Contact Email
marfis@unipma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
marfis@unipma.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles
ISSN : 26148757     EISSN : 26152347     DOI : -
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles is scientific journal that publishes articles in the field of Chemical Engineering, Organic Chemistry, Inorganic Chemistry, Analytical Chemistry, Biochemistry, and Physical Chemistry. It is a journal to encourage research publication to research scholars, academicians, professionals and student engaged in their respective field. Author can submit manuscript by doing online submission. Author should prepare their manuscript to the instructions given in Author Guidelines before doing online submission. Template of article can be download in right sidebar. All submissions will be reviewed and evaluated based on originality, technical research, and relevance to journal contributions. Chemical Engineering Research Articles is published by Universitas PGRI Madiun on June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Photocatalytic Activity and Kinetic Study of Methylene Blue Degradation using N-Doped TiO2 with Zeolite-NaY Indri Susanti; Rendy Muhamad Iqbal; Rahadian Abdul Rachman; Tri Agusta Pradana
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v4i2.7646.75-81

Abstract

Methylene blue is the most widely used dye in the industry and it is difficult to be degraded by the microorganism. This research aims to investigate the photocatalytic activity and effects of contact time on the photocatalytic degradation rate of methylene blue by TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY material based on the kinetic study. The Advanced Oxidative Process (AOP) method was used to degrade methylene blue. Furthermore, the AOP is a degradation process that uses semiconductor material such as TiO2 or modification catalyst of TiO2 to be TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY. The degradation of methylene blue with catalyst TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY were tested under UV light for 5, 20, 30, 40, and 50 minutes. The result showed that TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY had an excellent activity for degrading the dye, which reached up to 99% after 20 and 30 minutes reaction, respectively. Also, a kinetic study of methylene blue degradation on TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY showed the kinetic models were according to pseudo-second-order.
Sintesis dan Karakterisasi Kalsium Fosfat dari Cangkang Bekicot dengan Metode Presipitasi Titan Obby Pangestu; Savira Farizqy Damayanti; Sintha Soraya Santi; Srie Muljani
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v4i2.8931.82-90

Abstract

Cangkang bekicot memiliki potensi sebagai bahan baku sintesis kalsium fosfat karena kandungan kalsium yang sangat tinggi, yaitu sekitar 99 %. Kalsium fosfat dapat diaplikasikan sebagai biomaterial karena sifatnya yang sama dengan jaringan penyusun tulang. Pada saat ini kebutuhan akan biomaterial sangat tinggi dan telah memberi dampak yang cukup besar terutama dalam bidang kedokteran ortopedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kalsium fosfat dengan menggunakan bahan baku cangkang bekicot. Penelitian ini dilakukan dengan metode presipitasi dengan variasi pH dan suhu sintering. Cangkang bekicot di kalsinasi pada suhu 900 oC lalu di campurkan dengan larutan asam fosfat sesuai dengan rasio molar Ca/P 1,67. Pengendapan kalsium fosfat dilakukan saat proses presipitasi dengan penambahan NaOH untuk mengatur pH pada rentang 11 dan 12. Selanjutnya dilakukan proses sintering pada suhu 600, 700, 800, dan 900 oC. Karakterisasi kalsium fosfat yang dihasilkan menggunakan XRF, XRD, dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan perolehan hidroksiapatit (Hap) mencapai 100% pada pH 12, dan suhu 600 oC dengan struktur kristal amorf.
Pemanfaatan Serbuk Gergaji Kayu sebagai Karbon Aktif melalui Proses Pirolisis dan Aktivasi Kimia Khalimatus Sa'diyah; Profiyanti Hermien Suharti; Nanik Hendrawati; Finda Agustin Pratamasari; One Mahardika Rahayu
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v4i2.8589.91-99

Abstract

Ketersediaan limbah serbuk gergaji kayu sangat potensial diolah menjadi karbon aktif karena mengandung selulosa dan lignin yang menyebabkan serbuk gergaji kayu dapat mengikat ion logam berat. Pemanfaatan karbon aktif banyak digunakan di berbagai industri, diantaranya sebagai penyerap zat pencemar dan logam berat. Penelitian ini membahas tentang pembuatan dan pemanfaatan serbuk gergaji kayu sebagai karbon aktif (adsorben) melalui pirolisis dan aktivasi kimia. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis terhadap kualitas karbon aktif yang dihasilkan. Karbon aktif dibuat menggunakan serbuk gergaji kayu yang didehidrasi di bawah sinar matahari. Proses karbonisasi dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu 200 °C, 225 °C, 250 °C, 275 °C dan 300 °C selama 1 jam.  Hasil proses pirolisis selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator basa kuat (NaOH) dengan konsentrasi 1 N dan waktu aktivasi 3 jam. Berdasarkan hasil penelitian, suhu pirolisis yang menghasilkan kualitas karbon aktif mendekati Standar Industri Indonesia (SII) 0258-88 adalah pada suhu 275 °C. Kualitas karbon aktif yang dihasilkan memiliki kadar air 3 %, kadar abu 10,2 %, kadar volatile matter 23 %, dan kadar fixed carbon 63,7 %. 
Pengaruh Waktu Pengadukan pada Proses Poliblend Poly Lactic Acid dengan Poly Ethylene Glycol-400 Terhadap Viskositas dan Densitas Bioplastik Puji Rahayu; Sri Agustina; Meta Pramesty; Rosalina Rosalina; Dwi Kemala Putri
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v4i2.8945.100-108

Abstract

Plastik sintetik diketahui sulit terurai tetapi penggunaanya semakin meningkat. Beberapa upaya telah dilakukan seperti pembakaran, daur ulang hingga penimbunan di storage khusus. Saat ini banyak peneliti mencari alternatif bahan dasar pembuatan plastik, salah satunya adalah Poly Lactic Acid (PLA). PLA merupakan material bioplastik yang tersusun dari monomer-monomer asam laktat dari hasil reaksi kondensasi langsung. Sifat PLA yang hidrofilik membuat bioplastik membutuhkan plasticizer sebagai komponen penyusun agar lebih kuat. Platicizer yang aman dan ramah lingkungan salah satunya Poli Etilen Glikol 400 (PEG 400). PEG 400 mampu memperbaiki kekuatan mekanik yang lebih stabil sehingga banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik bahkan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengadukan terhadap proses poliblend dengan indikator pengukuran densitas, viskositas dan kadar air larutan campuran. PLA/PEG-400 memiliki nilai densitas tertinggi sebesar 1,272 g/mL yaitu pada pengadukan menit ke-30. Sedangkab, nilai viskositas dan kadar air tertinggi diperoleh pada PLA/PEG-400 pada pengadukan menit ke-50 sebesar 212 cm2/det dan 53,821%.
Optimization of Activated Charcoal Synthesis from Sugar Palm Shells for the Adsorption of Iron Ions in Batik Waste Herawati Oktavianty; Sunardi Sunardi; Elfandra Pramudito Laksono
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v4i2.9609.109-118

Abstract

Efforts have been made to improve the synthesis of activated charcoal from sugar palm shells (Arenga pinnata). Therefore, the purpose of this study was to use the activated charcoal from sugar palm shells to adsorb Iron (Fe) ions contained in batik waste. Charcoal was activated with a 20-30% phosphoric acid solution (H3PO4), dried at 110 °C for 3 hours, and then calcined at a range of 700-900 °C for 3-5 hours. The results demonstrated that the optimal adsorption of Fe ions was achieved under conditions of 25% H3PO4 concentration, calcination at 800 °C for 4 hours, yielding 46.94% adsorbed Fe, and the largest surface area of 45.087 m2/g.

Page 1 of 1 | Total Record : 5