cover
Contact Name
sekretariat_jppdas
Contact Email
sekred.jppdas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bpt.kpdas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
ISSN : 25795511     EISSN : 25796097     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (JPPDAS) ) is an official publication that publishes scientific papers of research results in the field of watershed management. This Journal was published primarily by Watershe Management Technology Center on April 2017. Journal scopes include are land and vegetation management, soil and water conservation, land rehabilitation, hydrology, social, economic, institutional, remote sensing and Geographic Information Systems (GIS) that support watershed management technologies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem" : 6 Documents clear
ZONASI KERENTANAN AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE COP DAN APLIS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI GREMENG, DESA UMBULREJO, PONJONG, GUNUNGKIDUL (Zonation of ground water vulnerability using COP and APLIS methods in Gremeng Watershed, Umbulrejo Village, Ponjong, Gunungkidul) Ekha Yogafanny; Titi Tiara Anasstasia; Vindy Fadia Utama
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2020.4.2.103-120

Abstract

ABSTRACT Umbulrejo Village, Ponjong, Gunungkidul has karst and non-karst landforms with several water sources including springs, rivers, and wells that can be used to meet daily water needs. The existence of ponor and diaklas in karst landforms in this village can be a gateway for pollutants from the surface to groundwater. This causes the water sources in the karst landforms to be susceptible to pollution. This study aims to determine the zonation of groundwater vulnerability by using two methods, namely the COP (Concentration of Flow, Overlaying Layers, Precipitation) and APLIS (Altitude, Slope, Lithology, Infiltration, Soil) methods, and to analyze the quality of water sources in each of the vulnerable zones of groundwater. Zoning of groundwater vulnerability using the COP method in the study area resulted in 4 classes of vulnerability, which were low, medium, high and very high, whereas using the APLIS method produced low and medium classes. The areas classified as moderate, high, and very high vulnerable zone of groundwater lied on limestone or karst landform. The water turbidity, TSS, TDS, DO, and hardness met the water quality standard, while COD did not meet the standard. The high concentration of COD indicated contamination of groundwater by human activities, especially in the karst landforms. The hardness parameter has a representative value to the zonation level of groundwater vulnerability. The higher the level of groundwater vulnerability was the higher concentration of groundwater hardness. Hardness is caused by natural solutional processes of limestone in the research area.Keywords: groundwater vulnerability; COP; APLIS ABSTRAK Desa Umbulrejo, Ponjong, Gunungkidul memiliki bentuk lahan karst dan non-karst  dengan beberapa sumber air diantaranya mata air, sungai, dan sumur yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik warga. Adanya ponor dan diaklas (rekahan) pada bentuk lahan karst di desa ini dapat menjadi pintu masuk polutan dari permukaan menuju air bawah permukaan. Hal ini menyebabkan sumber air pada bentuk lahan karst rentan terhadap pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zonasi tingkat kerentanan air tanah dengan menggunakan dua metode penilaian yaitu metode COP (Concentration of Flow, Overlaying Layers, Precipitation) dan APLIS (Altitude, Slope, Lithology, Infiltration, Soil) serta untuk menganalisis kualitas sumber air pada tiap zonasi kerentanan yang dihasilkan dari kedua metode tersebut. Zonasi kerentanan air tanah dengan metode COP di daerah penelitian menghasilkan 4 kelas kerentanan yaitu rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi sedangkan dengan metode APLIS, zonasi kerentanan menghasilkan kelas rendah dan sedang. Daerah dengan zona kerentanan air tanah kelas sedang, tinggi dan sangat tinggi terletak pada bentuk lahan batugamping. Berdasarkan hasil laboratorium kualitas air, parameter kekeruhan, TSS, TDS, DO, dan kesadahan sesuai baku mutu, sedangkan COD tidak sesuai dengan baku mutu. Tingginya konsentrasi COD menunjukan adanya pencemaran air tanah oleh aktivitas manusia terutama yang berada didaerah pada bentuk lahan karst. Parameter kesadahan memiliki nilai yang representatif terhadap tingkat zonasi kerentanan air tanah. Semakin tinggi tingkat kerentanan air tanah, ditunjukkan pula dengan semakin tingginya konsentrasi kesadahan air tanahnya. Kesadahan disebabkan oleh proses alami pelarutan batu gamping yang ada di daerah penelitian. Kata kunci: Kerentanan air tanah; COP; APLIS
FAKTOR INDIVIDU YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI PETANI TERHADAP SISTEM USAHATANINYA PADA LAHAN REHABILITASI TN MERU BETIRI (Individual factors influencing perception of farmer on its farming system at rehabilitation land of TN Meru Betiri) C Yudi Lastiantoro
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2020.4.2.137-154

Abstract

ABSTRACTThe individual factors of farmers who manage the rehabilitation land in Meru Betiri National Park (TN Meru Betiri) have relationships with the perceptions of their arable land and the surrounding forest areas. The purpose of this study was to determine individual factors of farmers influencing their perceptions on forest areas which should not be disturbed, stateowned forest areas, existing forest parts of TN Meru Betiri, forests as sources of building materials, forests as sources of animal feed, rehabilitation land as a livelihood, rehabilitation land as a food source, and rehabilitation land as the main cultivable land. The study was conducted in 2017, in Wonoasri Village, Tempurejo District, Jember Regency, East Java. The research methodology uses quantitative descriptive analysis. The study showed that farmers’ perception on rehabilitation land management toward forest areas and TN Meru Betiri rehabilitation area at a good level, they realized that  the existence of the rehabilitation land and its surrounding forest  is the forests area of TN Meru Betiri. Individual factors, namely the level of education has a significant effect to the perceptions of the reabilitation land of TN Meru as a food source. The level of income has a  significant influence on  the perception of forests as a source of animal feed and rehabilitation land as a livelihood.  The implication of the finding is that it is difficult for Meru Betiri National Park to request the rehabilitation land from the managing farmers to be used as forest area.Keywords: individual factors; perception; rehabilitation land; Meru Betiri National Park ABSTRAKFaktor individu petani pengelola lahan rehabilitasi  Taman Nasional (TN) Meru Betiri mempunyai hubungan terhadap persepsi mereka  pada lahan garapannya  dan  Kawasan hutan di sekelilingnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor individu petani yang mempengaruhi persepsinya terhadap 1) kawasan hutan untuk tidak diganggu, 2) Kawasan hutan milik negara, 3) hutan yang ada milik TN Meru Betiri, 4) hutan sebagai sumber bahan bangunan, 5) hutan sebagai sumber pakan ternak, 6) lahan rehabilitasi sebagai mata pencaharian, 7) lahan rehabilitasi sebagai sumber pangan, 8) lahan rehabilitasi sebagai garapan utama. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2017, di Desa Wonoasri Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember Jawa Timur. Metodologi penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani pengelola lahan rehabilitasi terhadap kawasan hutan dan lahan rehabilitasi TN Meru Betiri pada tingkat baik, artinya mereka mengakui keberadaan lahan rehabilitasi dan hutan di sekelilingnya merupakan kawasan hutan TN Meru Betiri. Faktor individu, yaitu tingkat pendidikan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap persepsi lahan rehabilitasi TN Meru Betiri sebagai sumber pangan. Tingkat pendapatan mempunyai pengaruh yang   signifikan terhadap persepsi hutan sebagai sumber pakan ternak dan lahan rehabilitasi sebagai matapencaharian. Implikasi dari temuan tersebut adalah pihak TN Meru Betiri  sulit untuk meminta kembali lahan rehabilitasi dari petani pengelolanya untuk dijadikan Kawasan hutan.Kata kunci: faktor individu; persepsi; lahan rehabilitasi; Taman Nasional Meru Betiri 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI MELAKUKAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM (Factors Affecting Farmers’ Decisions Making in Adaptation of Climate Change) Muhammad Asyrofi Haqul Lail; Suryanto Suryanto
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2020.4.2.121-136

Abstract

ABSTRACTAgriculture is the most vulnerable sector affected by climate change. In the agriculture sector, climate change will affect the seasonal change, planting time, and precipitation. The aims of this study are (1) to describe the participation of farmers in the Kecik Village farmer groups and their adaptation to climate change, and (2) to find out the factors that influence farmers to adapt the climate change in Kecik Village, Tanon, Sragen. Respondents in this study were 96 farmers who joined the farmer groups in Kecik Village. Logistic regression and descriptive analysis were used to analyze the data. The results showed that 18,75% of respondents anticipated the climate change while 81,25% did not anticipate it. They adapt the climate change by changing plant species, adding irrigation facilities, obtaining water pump and shifting planting time. Logistic regression analysis shows that area of crop failure, land area under cultivation, and credit access variables have a significant effect to influence adaptation. Farming experience does not influence significantlyon the anticipation of the climate change. Formal education and extension variables reject the hypothesis, stating that these two variable shave a positive influence on climate change adaptation.Keywords: adaptation; farmers group; climate change ABSTRAKSektor pertanian adalah sektor yang paling rentan terkena dampak perubahan iklim. Apabila iklim berubah akan memicu perubahan musim, waktu tanam, dan curah hujan. Tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan partisipasi petani dalam kelompok tani di Desa Kecik dan adaptasi perubahan iklim yang dilakukan, dan (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani untuk melakukan adaptasi perubahan iklim di Kecik, Tanon, Sragen. Responden dalam penelitian ini adalah petani yang bergabung dalam kelompok tani di Desa Kecik, sebanyak 96 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan regresi logistik. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa hanya 18,75% responden mengantisipasi perubahan iklim sedangkan 81,25% tidak mengantisipasinya. Cara beradaptasi petani dengan perubahan iklim dengan mengubah jenis tanaman, menambah fasilitas irigasi, membeli pompa air dan menggeser waktu tanam. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa luas lahan gagal panen, luas lahan yang diusahakan, dan akses kredit berpengaruh positif dan signifikan. Lama bertani atau pengalaman bertani tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam antisipasi perubahan iklim. Variabel penyuluhan dan tingkat pendidikan formal menolak hipotesis yang menyatakan kedua variabel tersebut memiliki pengaruh positif terhadap adaptasi perubahan iklim. Kata kunci: adaptasi; kelompok tani; perubahan iklim
ASSESSMENT OF GROUNDWATER QUALITY FOR IRRIGATION AT MALAMAWI ISLAND, BASILAN, PHILIPPINES Alejandro Amin Jalil; Roger A Luyun, Jr; Aurelio A Delos Reyes, Jr; Victorino A Bato
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2020.4.2.187-200

Abstract

ABSTRACTThe assessment of groundwater quality for agricultural purposes was conducted in Malamawi Island, Isabela City, Basilan. Groundwater quality wasevaluated based on the FAO irrigation quality standards (1994)which include salinity and alkalinity, sodium, magnesium, bicarbonate hazards and chloride hazards. Spatial delineation of groundwater quality parameters was carried out using QGIS software. Results revealed that the use of groundwater from two separate sampling wells (SW4 and SW6) in Lukbuton area require slight to moderate restrictionbased on the parameters of electrical conductivity and magnesium hazard. This means that its groundwater can still be safe for irrigation but with little salinity hazard on sensitive crops.Also, the chloride concentration in SW4 indicates that groundwater was slightly poor in quality but generally suitasble for irrigation while in SW6, the calcium concentration was considered unsuitable for irrigation. In the same way, the sampling wells 1 and 3 in Santa Barbara and Lukbuton were considered unsafe and unsuitable for irrigation in terms of magnesium hazard. Also, the calcium content of groundwater in some part of the island was considered unsuitable for irrigating high-value crops. Therefore, this study suggests that some management is needed in the northeastern part of Lukbuton because of its poor ground water quality for irrigation in terms of salinity.  Keywords: Malamawi, Basilan, irrigation, shallow well.  ABSTRAK Penilaian kualitas air tanah untuk keperluan pertanian dilakukan di Pulau Malamawi, Kota Isabela, Basilan. Kualitas air tanah dievaluasi berdasarkan kesesuaian untuk irigasi sesuai standar kualitas irigasi FAO meliputi salinitas dan alkalinitas, serta bahaya natrium, magnesium, bikarbonat dan klorida. Delineasi spasial dari parameter kualitas air tanah dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan airtanah dari dua sumur sampel terpisah (SW4 dan SW6) di Kawasan Lukbuton memerlukan pembatasan ringan hingga sedang berdasarkan parameter konduktivitas listrik dan bahaya magnesium. Hal ini menunjukkan air tanah masih aman untuk irigasi walaupundengan sedikit bahaya salinitas untuk tanaman yang sen sitif. Selain itu, konsentrasi klorida di SW4 menunjukkan bahwa kualitas airtanah agak buruk walaupun umumnya cocok untuk irigasi sedangkan di SW6, konsentrasi kalsium dianggap tidak sesuai untuk irigasi. Dengan cara yang sama, pengambilan sampel sumur 1 dan 3 di Santa Barbara dan Lukbuton dianggap tidak aman dan tidak cocok untuk irigasi dalam hal bahaya magnesium. Selain itu, kandungan kalsium air tanah di beberapa bagian pulau dianggap tidak sesuai untuk mengairi tanaman bernilai ekonomi tinggi. Oleh karena itu, studi ini menyarankan bahwa perlu dilakukan pengelolaan di bagian timur laut Lukbuton karena kualitas air tanah yang buruk untuk irigasi dari segi salinitas.Kata kunci: Malamawi, Basilan, irigasi, sumur dangkal
PENGARUH AGROFORESTRI TERHADAP KUALITAS DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIWUNG HULU, JAWA BARAT (Impact of agroforestry on the quality of Ciliwung Hulu Watershed, West Java) Rini - Fitri; Adisti Permatasari Putri Hartoyo; Nur Intan Simangunsong; Halus Satriawan
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2020.4.2.173-186

Abstract

ABSTRACTWatershed ecosystem will be stable when the relationship between the components of watershed are stable. Ecological and biophysical disturbances in watersheds are closely related to the disruption of its ecosystem components.The research was conducted to analyse the contribution of agroforestry system to the quality of watershed management, such as erosion, curve number (CN), and potential air retention. This study used qualitative method with steps survey, observation and interviewed the respondents who have the land and joint in the study site to obtain agroforestry practice data, vegetation components, and biophysic condition. Erosion prediction used the Universal Soil Loss Equation (USLE) equation, analyzis of the CN used an empirical equation to estimate surface run-off as a result of the rainfall, land cover changes, and soil hydrological groups (Cover complex classification). The value of a CN was based on the maps of soil types and land cover, the potential retention value (S), the value curve, and the rainfall factor (P). The results showed that the types of agroforestry affected the quality of watershed landscape management with indicators were erosion, curve numbers and potential air retention. Those indicators  have a quantitative relationship with various types of agroforestry. The value of soil hydrological group (KHT) in the agroforestry types of Ciliwung Hulu Watershed in West Java Province was dominated by KHT B. This value indicated that the infiltration capacity in the current study location was moderate. The amount of CN obtained varies between 44-78. Keywords: agroforestry; curve number; erosion; potential retention; watershed management  ABSTRAK Ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) akan stabil jika hubungan antar komponen DAS stabil. Gangguan ekologis dan biofisik DAS terkait erat dengan terganggunya komponen ekosistemnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan hubungan agroforestri dengan kualitas DAS dari segi erosi, CN dan retensi air potensial. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan survei lapang dan wawancara responden untuk memperoleh data praktek agroforestri, komponen penyusun tipe agroforestri dan kondisi biofisik. Prediksi erosi menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE), sedangkan analisis CN menggunakan persamaan empiris untuk memperkiraan aliran permukaan akibat hujan, perubahan tutupan lahan dan kelompok hidrologi tanah. Nilai CN diperoleh berdasarkan peta jenis tanah dan peta tutupan lahan, nilai retensi potensial (S), dan factor curah hujan (P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroforestri mempengaruhi kualitas pengelolaan lanskap DAS, baik erosi, CN maupun retensi air potensial. Erosi, CN dan retensi air potensial memiliki hubungan kuantitatif dengan berbagai tipe agroforestri. Nilai kelompok hidrologi tanah (KHT) pada tipe agroforestri lanskap DAS Ciliwung Hulu Provinsi Jawa Barat didominasi oleh KHT B. Nilai ini menunjukkan bahwa kapasitas infiltrasi di lokasi penelitian berada pada tingkat sedang. Nilai CN yang didapat bervariasi antara 44 – 78.Kata kunci: agroforestri; curve number; erosi; pengelolaan DAS; retensi potensial
KETERKAITAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN PENGGUNAAN LAHAN DAN EROSIVITAS LIMPASAN PERMUKAAN DI SUB DAS LESTI, KAB. MALANG (Relationship between community behavior with land use and surface runoff erosivity in Lesti Subwatershed, Malang District) Andi Setyo Pambudi; Setyo Sarwanto Moersidik; Mahawan Karuniasa
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2020.4.2.155-172

Abstract

ABSTRACTThe impact of activities in the watershed, either naturally or due to the role of humans, one of which is erosion. Erosion in watershed scale is related to natural resource management which involves social, economic, and environmental aspects. Lesti Sub Watershed as one of the upstream subwatersheds of the Brantas Watershed plays an important role in erosion contribution to the Sengguruh Reservoir in the downstream. Research related to erosion in the Lesti Sub Watershed so far has only been influenced by physical factors of the watershed such as slope, vegetation, and soil erodibility. The relationship between social aspects of community behavior towards land use choices and the magnitude of runoff erosivity is rarely done. This research attempts to examine this linkage with statistical, hydrological and spatial approaches in the framework of environmental science. The method used is a mixed method with behavioral analysis using cross tabulation, runoff discharge is calculated by the rational formula of modification and runoff erosivity is analyzed using the formula of Williams (1975) and GIS tools. Spatial analysis results show the more negative the community behavior in a district, the higher the runoff erosivity value and is on erosion prone land.Keywords: watershed management; behavior; land use; erosivity ABSTRAK Dampak aktivitas di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS), baik alami maupun karena peran manusia salah satunya adalah erosi. Erosi berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Perubahan iklim global, meningkatnya jumlah penduduk, dan intensitas kegiatan ekonomi mempercepat perubahan kondisi DAS, termasuk di bagian hulu. Sub DAS Lesti sebagai salah satu Sub DAS di Hulu DAS Brantas berperanan penting dalam menyumbang sedimen sebagai dampak erosi yang tidak terkendali, sehingga berpengaruh terhadap umur guna Waduk Sengguruh di hilirnya. Penelitian terkait erosi di Sub DAS Lesti selama ini hanya dikaitkan dengan faktor-faktor biofisik DAS seperti kemiringan lereng, faktor vegetasi, dan erodibilitas tanah. Keterkaitan aspek sosial, yaitu perilaku masyarakat terhadap pilihan penggunaan lahan dan besarnya erosivitas limpasan adalah hal yang jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan ini dengan pendekatan statistik, hidrologi dan spasial dalam kerangka ilmu lingkungan. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan analisis perilaku menggunakan cross tabulation, debit limpasan dihitung dengan persamaan rasional modifikasi dan erosivitas limpasan dianalisis menggunakan rumus Williams (1975) serta tools SIG. Hasil overlay peta erosivitas limpasan permukaan dengan peta perilaku dan tata guna lahan menunjukkan semakin negatif perilaku masyarakat pada suatu kecamatan, maka semakin tinggi nilai erosivitas limpasan dan berada pada lahan yang rentan erosi.Kata kunci: pengelolaan DAS; perilaku; tata guna lahan; erosivitas   

Page 1 of 1 | Total Record : 6