cover
Contact Name
sekretariat_jppdas
Contact Email
sekred.jppdas@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bpt.kpdas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
ISSN : 25795511     EISSN : 25796097     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (JPPDAS) ) is an official publication that publishes scientific papers of research results in the field of watershed management. This Journal was published primarily by Watershe Management Technology Center on April 2017. Journal scopes include are land and vegetation management, soil and water conservation, land rehabilitation, hydrology, social, economic, institutional, remote sensing and Geographic Information Systems (GIS) that support watershed management technologies.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem" : 6 Documents clear
KAJIAN NUMERIK FENOMENA UNDULAR TIDAL BORES DALAM MEMPENGARUHI PROSES EROSI PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (Numerical study of undular tidal bores phenomenon in influencing erosion processes of watersheds) Yoga Satria Putra; Mentari Yuniar; Arie Antasari Kushadiwijayanto
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.1.51-68

Abstract

ABSTRACT Riverbank erosion is one indication of watershed damage. One of the causes is the phenomenon of tidal bores waves that occur in a river channel.The strength of tidal bores wave's can be measured based on its shear force parameter and dissipation energy. Wave shear force and dissipation energy are the parameters that play a role in a riverbank erosion process. Both of them are characterized by the Froude number (Fr) which is a function of the upstream river flow velocity (V0), the tidal bores flow velocity from the estuary (Vb), the river depth (h1), and the gravity acceleration (g). A numerical study of the phenomenon of undular tidal bores has been carried out in this article. Five undular bores simulations have been built using the open-source Computational Fluid Dynamics (CFD) software, OpenFOAM. This study aims to analyze the effect of the Froude number variations (Fr) on the magnitude of the wave shear coefficient (ϵ) and dissipation energy (∆????) on undular bores cases. Five simulations of undular bores have been generated based on five Froude's numbers, Fr = 1.0, 1.1, 1.2, 1.3, and 1.4. The validation has been performed by comparing the experimental and numerical results from the scientific literature. The analysis results show that the increase in Fr has a significant effect on the increase in the ϵ and ∆????.These results indicate that the Froude number variations have influenced the wave shear coefficient and dissipation energy on the undular bores cases. Increasing the Fr values have triggered an increase in the value of ϵ linearly and ∆???? exponentially. Thus, the erosion that occurs on the riverbank in the undular tidal bores phenomenon could be determined based on Froude's number.Keywords: undular tidal bore; OpenFOAM; shear force coefficient; dissipation energy; Froude number ABSTRAKErosi tebing sungai adalah salah satu indikasi kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu peyebabnya adalah fenomena gelombang tidal bores yang terjadi dalam sebuah kanal sungai. Kekuatan gelombang tidal bores ini dapat diukur berdasarkan parameter gaya geser dan energi disipasi. Gaya geser dan energi disipasi gelombang merupakan parameter yang berperan dalam sebuah proses erosi tebing sungai. Keduanya dikarakterisasi oleh bilangan Froude (Fr) yang merupakan fungsi dari kecepatan aliran sungai dari hulu (V0), kecepatan aliran tidal bores dari muara (Vb), kedalaman sungai (h1), dan percepatan gravitasi (g). Sebuah kajian numerik tentang fenomena tidal bores jenis undular telah dilakukan dalam artikel ini. Lima simulasi undular bores telah dibangun dengan menggunakan perangkat lunak Computational Fluid Dynamics (CFD) open-source, OpenFOAM. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bilangan Froude (Fr) terhadap besarnya koefisien gaya geser gelombang (????) dan energi disipasi (∆E) pada kasus undular bores. Lima simulasi undular bores telah dibuat berdasarkan lima bilangan Froude, Fr = 1,0; 1,1; 1,2; 1,3; dan 1,4. Validasi telah dilakukan dengan membandingkan hasil eksperimen dan numerik dari literatur ilmiah. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan nilai Fr telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan nilai ???? dan ∆E. Hasil ini menjelaskan bahwa koefisien gaya geser gelombang dan energi disipasi pada kasus undular bores telah dipengaruhi oleh variasi bilangan Froude. Peningkatan nilai Fr telah memicu peningkatan nilai ???? secara linier dan ∆E secara eksponensial. Dengan demikian, erosi yang terjadi pada tebing sungai pada fenomena undular tidal bores dapat ditentukan berdasarkan bilangan Froude.Kata Kunci: undular tidal bores; OpenFOAM; koefisien gaya geser; energi disipasi; bilangan Froude.
IDENTIFIKASI PERILAKU DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENCEMARAN AIR SUNGAI BEDADUNG DI JEMBER, JAWA TIMUR (Identification of communities behavior and perception on water pollution at Bedadung River in Jember, East Java) Amelia Ika Puspitasari; Elida Novita; Hendra Andiananta Pradana; Bambang Herry Purnomo; Titien Setiyo Rini
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.1.89-104

Abstract

ABSTRACT Bedadung River is used as sources of raw water by The Drinking Water Company (PERUMDAM) and also for agricultural irrigation. The urban segment of Bedadung River flows through Patrang, Sumbersari and Kaliwates Districts.  The burden of pollution in the Bedadung River is increasing along with community activities. Apart from anthropogenic activities originating from domestic waste, sources of pollution in the Bedadung River are also come from agricultural activities (fertilizer and pesticides), industrial activities, population growth, organic and inorganic waste, urban development and weak management systems. The research objectives were to identify the behavior and perception of the urban segment communities on water pollution at Bedadung River. This study used primary data from survey using 400 respondents and secondary data from some institutions. Survey showed that majority of the respondents through away garbage to channel and river, however for feces disposal, 75% of the communities already had toilets. Based on community perceptions the current status of the Bedadung River is 58% polluted, 7% unknown, and 36% is good. This perception is based on Bedadung River water conditions such as the presence of garbage, water clarity and water odor. In order to maintain the environmental quality of the Bedadung River, the community and related stakeholders have carried out river cleaning activities on a sustainable basis. This preliminary study is expected to provide preliminary information on managing community-based river water quality in a sustainable manner.Keyword: Bedadung Watershed; society; environmental quality ABSTRAKSungai Bedadung segmen perkotaan digunakan sebagai air baku Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) dan juga berfungsi untuk irigasi pertanian. Sungai Bedadung di bagian segmen perkotaan melalui Kecamatan Patrang, Sumbersari dan Kaliwates. Beban pencemaran di Sungai Bedadung semakin meningkat seiring dengan banyaknya kegiatan masyarakat. Selain dari limbah domestik, sumber pencemaran di Sungai Bedadung juga berasal dari kegiatan pertanian (pupuk dan pestisida), kegiatan industri, pertumbuhan penduduk, limbah organik, dan anorganik. Tujuan dari penelitian yaitu melakukan identifikasi perilaku dan persepsi masyarakat wilayah perkotaan terhadap pencemaran air Sungai Bedadung. Studi ini didasarkan kepada data primer yang dilakukan melalui survey dan wawancara terhadap 400 responden dan data sekunder dari beberapa institusi. Survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden membuang sampah ke saluran-saluran air dan langsung ke sungai. 75% responden sudah mempunyai WC dengan peresapan untuk pembuangan tinja. Berdasarkan persepsi masyarakat, 58% menilai keadaan Sungai Bedadung saat ini adalah tercemar, hanya 36% yang menyatakan kondisi baik, sedangkan 7% tidak tahu. Persepsi tersebut berdasarkan kondisi air Sungai Bedadung seperti keberadaan sampah, kejernihan air serta bau air. Selain pengelolaan sampah dan sanitasi yang kurang baik, keberadaan industri kecil di sekitar Sungai Bedadung juga memberikan kontribusi terhadap kondisi lingkungan sungai. Guna menjaga kualitas lingkungan Sungai Bedadung, masyarakat dan stakeholder terkait telah melakukan kegiatan pembersihan sungai dari sampah secara kontinyu. Kajian awal ini diharapkan dapat menjadi informasi awal dalam pengelolaan kualitas air sungai berbasis masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci: DAS Bedadung; masyarakat; kualitas lingkungan
PENENTUAN PARAMETER KUNCI KUALITAS AIR SUNGAI BEDADUNG KABUPATEN JEMBER MENGGUNAKAN WATER QUALITY INDEX (Key determination of water quality parameter in Bedadung River, Jember Regency using water quality index method) Elida Novita; Satria Priambada Dwija Kusuma; Hendra Andiananta Pradana
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.1.69-88

Abstract

ABSTRACT Determinion function of key parameters of water quality representing many parameters can be used to determine the water quality status . The purpose of the study were to analyse water quality status using Water Quality Index from Ministry of Environment of Mongolia and to select key parameter of water quality with discriminant analysis at Bedadung River. This research used 25 parameters (physicochemical and microbiology) were taken from 5 water sampling location at  the period of  2016 to 2019. Location of water quality sampling were in urban area i.e. Patrang, Sumbesari, and Kaliwates Sub-district. The results showed that the water quality status calculation of the Bedadung River in urban area segment was 0.70 - 2.00 in clean and lightly - moderately polluted category. The key parameters from discriminant analysis were TSS, cobalt, sulfide, and chlorine. The most polluted parameters were sulfide and chlorine. The source of chlorine and sulfide pollution in Bedadung River were solid waste domestic exposure. Recommendation to reduce the level of contamination caused by garbage is development of small dam to facilitate the cleaning of garbage on the current season drought and education of the public to not throw garbage or waste in the Bedadung River. Key words: watershed; water quality index; discriminant analysis;  Jember Regency ABSTRAKPenentuan parameter kunci dari kualitas air suatu badan air berfungsi untuk  mewakili beberapa parameter kualitas air guna menentukan status kualitas airnya. Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu untuk menganalisis status kualitas air menggunakan Indeks Kualitas Air dari Kementerian Lingkungan Hidup Mongolia dan memilih parameter kunci kualitas air dengan analisis diskriminan di Sungai Bedadung. Data yang digunakan pada kajian ini berupa parameter fisika-kimia dan mikrobiologi dari perairan Sungai Bedadung. Penelitian ini menggunakan 25 parameter yang diambil dari 5 lokasi pengambilan contoh air pada periode tahun 2016 - 2019. Lokasi pengambilan sampel kualitas air berada di segmen perkotaan yaitu Kecamatan Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates. Hasil perhitungan status kualitas air Sungai Bedadung segmen perkotaan menunjukkan nilai 0,70 - 2,00 dalam kategori bersih dan tercemar ringan hingga sedang. Parameter utama dari analisis diskriminan yaitu TSS, kobalt, sulfida, dan klorin.  Parameter yang paling tercemar yaitu sulfida dan klorin. Sumber pencemaran klorin dan sulfida di Sungai Bedadung adalah paparan limbah padat domestik. Rekomendasi yang diberikan untuk mengurangi tingkat pencemaran yang disebabkan oleh sampah yaitu membangun bendungan kecil untuk memudahkan pembersihan sampah pada musim kemarau yang sedang berlangsung serta mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah di Sungai Bedadung.Kata kunci: Daerah Aliran Sungai; indeks kualitas air; analisis diskriminan; Kabupaten Jember
PEMETAAN POTENSI KERENTANAN PENCEMARAN AIR PERMUKAAN UNTUK PENGENDALIAN SANITASI LINGKUNGAN DI KABUPATEN BULELENG (Mapping on the potential vulnerability of surface water pollution for environmental sanitation control in Buleleng Regency) Arief Wicaksono; Galih Dwi Jayanto
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.1.1-20

Abstract

ABSTRACT One of the efforts to prevent water pollution is done by mapping of potential pollution vulnerability to support water quality control policy making. The research location is in Panas Sub-watershed, a part of the Saba Watershed which originates on the northwest slope of the Bratan Volcano Complex and upstream is Lake Tamblingan, Buleleng Regency. The objectives of the study include: 1) mapping the parameters of potential surface water pollution vulnerability, 2) mapping land cover changes in 2000 and 2016, 3) mapping the potential surface water pollution vulnerability and its dynamics in 2000 and 2016, and 4) formulating a management recommendation to control surface water pollution. Mapping the potential surface water pollution vulnerability was conducted by GIS and Point Count System Model (PCSM) method using parameters of slope, land cover, and annual average rainfall. The results showed that some of the upstream and middle areas of the Panas Subwatershed were categorized as high potential vulnerability caused by steep slopes, plantation cover, and annual average rainfall of 2,251 - 2,500 mm/year. Various recommendations to control surface water pollution are conducting integrated waste management individually or in groups, such as collectively septic tank construction, waste disposal organization, and waste water management installation; providing directions for appropriate land cultivation for farmers so that the pollutant load due to the use of pesticides could be controlled; as well as controlling and supervising the tourist area around Tamblingan Lake. Keywords: potential pollution vulnerability; surface water; sustainable water resource management; PCSM; Panas Sub Watershed ABSTRAKUpaya mencegah pencemaran air salah satunya dilakukan dengan memetakan potensi kerentanan pencemaran untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian kualitas air. Lokasi penelitian berada di Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Panas, bagian dari DAS Saba yang berhulu di lereng Barat Laut Kompleks Gunung Api Bratan dan di bagian hulunya terdapat Danau Tamblingan, Kabupaten Buleleng. Tujuan dari penelitian ini antara lain: 1) memetakan parameter potensi kerentanan pencemaran air permukaan, yaitu curah hujan rata-rata tahunan, kemiringan lereng, dan tutupan lahan, 2) memetakan perubahan tutupan lahan tahun 2000 dan 2016, 3) memetakan potensi kerentanan pencemaran air permukaan dan dinamikanya pada tahun 2000 dan 2016, serta 4) merumuskan rekomendasi pengelolaan untuk mengendalikan pencemaran air permukaan. Pemetaan tingkat kerentanan pencemaran air permukaan dilakukan dengan bantuan Sistem Informasi geografis (SIG) dan metode Point Count System Model (PCSM) menggunakan parameter kemiringan lereng, penutupan lahan, dan curah hujan rerata tahunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian wilayah hulu dan wilayah tengah Sub DAS Panas masuk dalam kategori potensi kerentanan tinggi terhadap pencemaran air permukaan yang disebabkan oleh kondisi lereng curam, penutupan lahan perkebunan/kebun, dan curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.251 – 2.500 mm/tahun. Berbagai usulan untuk mengendalikan pencemaran air permukaan antara lain melalui pengelolaan limbah secara individu atau kelompok secara terpadu, seperti pembangunan septic tank secara kolektif, pembuangan sampah yang terorganisir, dan pembangunan IPAL; memberikan arahan pengolahan lahan yang benar bagi para petani agar beban pencemar akibat penggunaan pestisida dapat dikendalikan; serta melakukan pengendalian dan pengawasan Kawasan wisata di sekitar Danau Tamblingan.Kata kunci: potensi kerentanan pencemaran; air permukaan; pengelolaan sumber daya air berkelanjutan; PCSM; Sub DAS Panas
TATAKELOLA LANSKAP RAWAPENING BERDASARKAN TINGKAT RESIKO BENCANA LINGKUNGAN DI SUB DAS RAWAPENING (Landscape governance of Rawapening based on the level of environmental disaster risk in the Rawapening Sub Watershed) Djati Mardiatno; faridah faridah; sunarno sunarno; Dwi Wahyu Arifudiin Najib; Yuli Widyaningsih; M. Anggri Setiawan
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.1.21-40

Abstract

ABSTRACT Lake ecosystem balance is influenced by the interaction and interrelation of upstream and downstream processes of catchment. Environmental degradation upstream affects the trophic status of the lake, triggering the risk of environmental disasters. Integrated lake management is a form of governance to achieve sustainable development goals. This study aims to analyze the implementation of the Rawapening Lake management program plan spatially by considering the environmental risk conditions of the Rawapening catchment area. Semi-quantitative analysis is used to assess the level of disaster risk in Rawapening catchment area. The zoning results of environmental disaster risk areas are used as the basis for the implementation of the 2019 Rawapening lake management plan descriptively. The results showed that Rawapening catchment area has a very low, low, medium, high, and very high risk levels. Panjang Sub Watersheds, Galeh Sub Watersheds, Parat Sub Watersheds, Sraten Sub Watersheds have a high to very high risk level. The Rengas Sub Watershed, Torong Sub Watershed falls into the medium risk category. Low to very low risk levels are scattered in the Legi Sub Watershed, the Kedung Ringis Sub Watershed, and the Ringis Sub Watershed. The complexity of the problems in the agricultural, livestock, residential and industrial sectors is the main contributor to sediment and pollutants in the lake system. The integration of upstream and downstream processes is used as a consideration in conducting spatial planning for Rawapening Lake management to achieve management objectives. Keywords: environmental disaster; eutrophication; landscape management ABSTRAKKeseimbangan ekosistem danau dipengaruhi oleh interaksi dan interelasi proses hulu dengan hilir DAS. Degradasi lingkungan di bagian hulu berpengaruh terhadap status trofik danau, memicu resiko bencana lingkungan. Pengelolaan danau secara terpadu merupakanwujud tata kelola untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi rencana program pengelolaan Danau Rawapening secara spasial dengan mempertimbangkan kondisi resiko bencana lingkunganSub DAS Rawapening. Analisis semi kuantitatif digunakan untuk menilai tingkat resikobencana Sub DAS Rawapening. Hasil zonasi kawasan resiko bencana lingkungan dijadikandasar dalam impelementasi Rencana Pengelolaan Danau Rawapening Tahun 2019 secaradeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Sub DAS Rawapening memiliki tingkat resiko sangatrendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Sub Sub DAS Panjang, Sub Sub DAS Galeh,Sub Sub DAS Parat, Sub Sub DAS Sraten memiliki tingkat resiko tinggi hingga sangat tinggi.Sub Sub DAS Rengas, Sub Sub DAS Torong masuk ke dalam kategori resiko sedang. Tingkatresiko rendah hingga sangat rendah tersebar pada Sub Sub DAS Legi, Sub Sub DAS KedungRingis, Sub Sub DAS Ringis. Kompleksitas permasalahan dalam sektor pertanian, peternakan,permukiman dan industri menjadi penyumbang utama sedimen dan polutan pada system danau. Integrasi proses hulu dengan hilir dijadikan sebagai pertimbangan dalam melakukan perencanaan spasial pengelolaan Danau Rawapening untuk mecapai tujuan pengelolaan.Kata kunci: bencana lingkungan; eutrofikasi; pengelolaan lanskap
PREDIKSI DEBIT SUNGAI BENGAWAN SOLO MENGGUNAKAN NUMERICAL WEATHER MODEL GLOBAL FORECAST SYSTEM DAN INTEGRATED FLOOD ANALYSIS SYSTEM (Prediction of discharge in Bengawan Solo River using Numerical Weather Model Global Forecast System and Integrated Flood Analysis System) Deffi Munadiyat Putri; Aries Kristianto
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Managem
Publisher : Center for Implementation of Standards for Environmental and Forestry Instruments Solo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jppdas.2021.5.1.41-50

Abstract

ABSTRACT Flood is one of the most common hydro-meteorological disasters. Bengawan Solo is one of thewatersheds in Indonesia that also hit by this disaster. This study discusses the flood disaster inthe Bengawan Solo area in early March 2019. The purpose of this study is to conduct adischarge simulation using numerical weather model Global Forecast System (GFS) datathrough Integrated Flood Analysis System (IFAS) so it is possible to predict discharge in thefuture. There are three types of numerical weather model GFS data that have been downscaleusing weather research and forecasting model which differentiated based on spin-up time. Thenumerical weather model product is then used as rainfall data input for IFAS simulation. Basedon the analysis, the flood discharge simulation using an 84-hour spin-up time has a satisfactoryperformance in describing the change in discharge with respect to time. This happens because numerical weather models will be better at quantifying processes that occur on a meso scalewith spatial scale of 10 to 1000 km. The result of this research shows that it is possible to predict river discharge up to 84 hours before the disaster so this is can support the mitigationprocess for hydrometeorological disasters. Keyword: Global Forecast System; Flood Analysis System; spin-up ABSTRAKBanjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang sering terjadi. Bengawan Soloadalah salah satu DAS di Indonesia yang juga dilanda bencana ini. Kajian ini mendiskusikanbencana banjir di kawasan Sungai Bengawan Solo pada awal Maret 2019. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk melakukan simulasi debit dengan menggunakan model cuacanumerik Global Forecast System (GFS) melalui Integrated Flood Analysis System (IFAS)sehingga dimungkinkan untuk adanya kegiatan prediksi debit yang lebih akurat, cepat dantepat pada periode waktu tertentu. Terdapat tiga jenis model cuaca numerik GFS yang telah didownscale menggunakan model Weather Research and Forecasting (WRF) yang dibedakan berdasarkan waktu spin-up. Produk model cuaca numerik tersebut kemudian dijadikan data masukan hujan untuk simulasi IFAS. Berdasarkan analisis diketahui bahwa simulasi debit banjir menggunakan waktu spin-up 84 jam memiliki performa memuaskan dalam menggambarkan perubahan debit terhadap waktu. Hal ini terjadi karena model cuaca numerik akan semakin baik dalam mengkuantifikasi proses yang terjadi dalam skala meso dengan resolusi spasial 10 hingga 1000 km. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memungkinkan untuk melakukan prediksi debit sungai hingga 84 jam sebelum bencana sehingga hal ini sangat mendukung dalam proses mitigasi becana hidrometorologi.Kata kunci: Global Forecast System; Flood Analysis System; spin-up

Page 1 of 1 | Total Record : 6