cover
Contact Name
Medyawati
Contact Email
ecolab.jurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
cak_war@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ecolab
ISSN : 19785860     EISSN : 25028812     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Ecolab adalah wadah yang merupakan sarana informasi dan publikasi berkaitan dengan kegiatan laboratorium lingkungan. Penerbitan Jurnal Ecolab untuk menampung berbagai informasi mengenai kajian ilmiah, hasil kegiatan pemantauan kualitas lingkungan dan kegiatan sejenisnya dari berbagai kalangan pemerhati lingkungan. Semoga Jurnal Ecolab dapat menambah informasi kita mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungan yang ada disekitar kita. Untuk penerbitan-penerbitan berikut, redaksi mengundang pengunjung web, para pembaca, dan praktisi serta pemerhati lingkungan untuk dapat memberikan tulisan dan karya ilmiahnya di jurnal ini.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
PENGARUH TEKANAN PENDUDUK TERHADAP LAHAN PERTANIAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI YANG DIPULIHKAN (STUDI KASUS PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAICIMINYAK) Muhamad Yusup Hidayat
Jurnal Ecolab Vol 11, No 1 (2017): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1211.511 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2017.11.1.1-13

Abstract

Tekanan penduduk (TP) terhadap lahan pertanian merupakan salah satu parameter dalam menentukan klasifikasi DAS. Tingginya tekanan dapat memicu semakin parahnya kerusakan lahan dan berbagai masalah lingkungan yang kompleks. Sub DAS Ciminyak merupakan bagian dari DAS Citarum yang memiliki peranan strategis, sehingga penting diperoleh informasi tentang tingkat tekanan penduduk terhadap lahan pertaniannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat tekanan penduduk pada masing-masing kecamatan serta menyajikan informasi distribusi spasial tekanan penduduk terhadap lahan pertanian pada di Sub DAS Ciminyak dengan memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Peta Penggunaan Lahan sub DAS Ciminyak skala 1 : 50.000, (2) Peta Administrasi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat Skala 1 : 50.000, (3) Data jumlah penduduk bermata pencaharian sebagai petani tahun 2015 dan (4) data kependudukan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Badung Barat Tahun 2012 - 2015. Analisis tekanan penduduk terhadap lahan pertanian menggunakan rumus Soemarwoto dan klasifikasinya disajikan dalam bentuk peta. Hasil penghitungan TP pada Sub DAS Ciminyak apabila tidak memasukan pendapatan lain di luar sektor pertanian, diperoleh satu kecamatan memiliki TP terkategorikan tinggi. Empat kecamatan terkategorikan sedang serta satu kecamatan memiliki TP terkategorikan ringan. Apabila memasukkan pendapatan lain diluar sektor pertanian, diperoleh tiga kecamatan memiliki TP terkategorikan sedang serta tiga kecamatan memiliki TP terkategorikan ringan.
Pemodelan Dispersi Emisi SO2 menggunakan Gaussian Dispersion Model (Studi Kasus Cerobong PLTU Kabupaten Probolinggo) Muhammad Rusydi Arif; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Jurnal Ecolab Vol 14, No 2 (2020): Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2020.14.2.137-145

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kabupaten Probolinggo sebagai industri pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batubara menghasilkan beberapa parameter emisi dari proses industrinya, salah satunya Sulfur Dioksida (SO2). Emisi SO2 ini dikeluarkan melalui cerobong dimana nantinya akan menyebar ke kawasan sekitar plant. Emisi SO2 ini dapat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar apabila Flue-Gas Desulfurization (FGD) sebagai instalasi pengendali emisi SO2 sedang bermasalah dan membutuhkan corrective maintenance. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait analisis dispersi emisi SO2 agar dapat mengestimasikan dampak dari emisi tersebut terhadap lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis dispersi emisi SO2 dari cerobong PLTU Kabupaten Probolinggo Unit 9 pada musim kemarau. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data emisi pada periode pemantauan Bulan Juli – September 2019 dan data meteorologi pada periode pemantauan Januari 2018 – Mei 2020. Pada penelitian ini, Gaussian Dispersion Model dipilih untuk memodelkan dispersi emisi SO2. Software Surfer dan Google Earth digunakan untuk penggambaran pola dispersi emisi SO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi SO2 terdispersi ke arah selatan dengan stabilitas atmosfer kelas B pada musim kemarau. Konsentrasi tertinggi emisi SO2 berdasarkan hasil model sebesar 107,74 μg/m3 dengan koordinat 7°43’43.452” LS; 113°34’17.766” BT dan memiliki jarak sebesar 1986,87 meter dari cerobong. Setelah sampai di titik maksimum, konsentrasi emisi terus menurun seiring dengan bertambahnya jarak dari cerobong.
PERINGATAN DINI STATUS KUALITAS UDARA MELALUI KARAKTERISASI KANDUNGAN TIMBAL PADA PM2.5 DI BEBERAPA KOTA DI INDONESIA Muhayatun Santoso; Diah Dwiana Lestari; Rita Mukhtar; Esrom Hamonangan
Jurnal Ecolab Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2015.9.1.1-8

Abstract

Logam berat timbal (Pb) merupakan logam berbahaya dan berdampak signifikan pada tumbuh kembang anak, kecerdasan dan risiko kesehatan yang lebih besar. Pencemaran Pb pada udara akan sangat mempengaruhi kualitas udara dan menyebabkan paparan pada masyarakat yang berada pada lingkungan tersebut. Bahaya timbal telah teridentifikasi terjadi di beberapa lokasi di Indonesia, sehingga sangat dibutuhkan suatu penelitian yang dapat digunakan sebagai peringatan dini agar dampak lingkungan dan kerugian finansial yang lebih besar dapat dihindari. Karakterisasi Pb perlu dilakukan secara komprehensif agar didapatkan sebuah rekomendasi yang berbasis scientific research yang valid dan akurat. Batan Tenaga Nuklir Nasional BATAN bekerjasama dengan Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) dan badan pengelolaan lingkungan hidup daerah, pada tahun 2012 melakukan kajian berupa pemantauan dan karakterisasi PM2,5 di 6 (enam) titik lokasi sampling di daerah Jakarta, Serpong, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Pengambilan sampel partikulat udara dilakukan seminggu sekali selama 24 jam menggunakan alat pencuplik Gent stacked filter unit. Analisis sampel dilakukan menggunakan teknik analisis nuklir yang advance dan sangat sesuai untuk karakterisasi PM2,5 dengan bobot sangat kecil ~ 200 g. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konsentrasi Pb di daerah Surabaya memiliki kadar puluhan hingga ribuan kali dan secara signifikan berbeda jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Hasil tersebut dapat digunakan sebagai kunci utama dalam melakukan identifikasi dan estimasi lokasi sumber pencemar agar kebijakan yang tepat dan terarah dapat dicapai.
Sungai Cisadane Berlimpah Bakteri Koliform dari Tahun ke Tahun : adakah bahaya yang menyertainya ? Sri Unon Purwati
Jurnal Ecolab Vol 4, No 1 (2010): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2099.165 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2010.4.1.12-24

Abstract

Sungai Cisadane merupakan sungai besar yang memiliki panjang 142 km dari hulu ke hilir dan melewati dua propinsi. Sungai Cisadane terpolusi oleh bakteri Coliform dan E.coli dari tahun ke tahun berdasarkan data pemantauan sejak tahun 2003 sampai 2009. Bakteri tersebut mencemari Sungai Cisadane dari hulu (stasiun Muara Jaya, Kabupaten Bogor) sampai hilir (stasiun Kali Baru, Kabupaten Tangerang). Jumlah bakteri pencemar telah melebihi kriteria mutu air kelas I dan II dalam PP No.82 Tahun 2001. Bakteri Salmonella menyertai kehadiran bakteri Coliform dan E.coli berdasarkan hasil analisis keberadaan bakteri pathogen dalam contoh uji Sungai Cisadane.
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT DAN MIKROBA PADA AIR MINUM ISI ULANG Harsojo, Harsojo; Darsono, Darsono
Jurnal Ecolab Vol 8, No 2 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.2.53-60

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan setiap makluk hidup untuk mempertahankan kesehatannya. Kegunaan air untuk tubuh antara lain dalam proses pencernaan, metabolisme, untuk mengatur kesetimbangan suhu supaya tubuh tidak sampai kering. Tujuan penelitian ini mempelajari kandungan logam berat dan mikroba yang terdapat dalam air minum isi ulang yang dijual di beberapa tempat. Logam berat dianalisa dengan metode Nyala Udara Asitelen pada Serapan Atom Absorpsi sedang untuk analisa kandungan mikroba digunakan metode Angka Lempeng Total.Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam timah hitam (Pb) didapatkan di depo Jakarta Utara dan Timur masing-masing sebesar 0,002 dan 0,001 ppm, sedang logam kadmium (Cd) tidak ditemukan di semua sampel yang diteliti. Kandungan logam berat tersebut masih dibawah ambang batas PERMENKES dan SNI. Jumlah bakteri aerob berkisar antara 3,00 x 102 dan 8,45 x 103 cfu/ml dan masih dibawah ambang batas SNI, sedang jumlah bakteri koli berkisar antara 0 dan 6,50 x 103 cfu/ml. Jumlah bakteri koli berada diatas ambang batas PERMENKES dan SNI. Salmonella tidak ditemukan pada semua sampel yang diteliti. 
PENYERAPAN EMISI CO2 OLEH MIKROALGA Euglena sp DENGAN BIOREAKTOR KOLAM KULTUR Handayani, Titin; Mulyanto, Adi; Sopiah, Nida
Jurnal Ecolab Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Kualitas dan Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2014.8.1.1-10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menerapkan teknologi penyerapan emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh industri dengan memanfaatkan mikroalga Euglena sp. yang dibudidayakan pada bioreaktor kolam kultur jenis raceway. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mitigasi efek gas rumah kaca yaitu mengurangi emisi gas CO2. Penelitian ini dilakukan di industri susu (PT Indolakto) yang berlokasi di Cicurug Sukabumi. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kimia dan Lab Ekotoksikologi Balai Teknologi Lingkungan-BPPT. Kegiatan penelitian ini meliputi : (1) Karakterisasi Emisi Industri di Lokasi Uji Coba, (2) Pengoperasian Kolam Kultur, (3) Sampling dan Analisis Sampel. Pengkajian awal penyerapan emisi gas buang melalui pengaktifan mikroalga dengan kolam kultur volume 1000 L dari bahan stainless steel di industri PT Indolakto yang dilengkapi dengan alat penukar panas menunjukkan hasil penyerapan CO2 oleh mikroalga yang cukup menjanjikan. Sistem pengaliran gas CO2 pada sistem kolam kultur berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dari berhasilnya gas buang dari boiler untuk didinginkan dari suhu sekitar 200 oC menjadi suhu dibawah ambien. Kecuali suhu, gelembung gas yang masuk ke dalam media pada kolam sudah cukup kecil (fine), sehingga kontak antara gas dengan media menjadi baik. Efisiensi penyerapan CO2 oleh Euglena sp. dapat mencapai 98,87% dengan pemberian CO2 rata-rata sebesar 167,26 gram/hari
KAJIAN STATUS KUALITAS AIR KAWASAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) DI PULAU BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Heri Apriyanto
Jurnal Ecolab Vol 2, No 2 (2008): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.865 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2008.2.2.50-58

Abstract

Industrialization will generate some impacts, and one of these impacts could be related to the negative impacttowards the environment such as pollution. Crude Palm Oil (CPO) industry in Province of Bangka-Belitung Island isone of the primary sectors that promote the local economy after the tin-mining era ended. Meanwhile, to produce theCPO, this process also produce a significant amount of wastewater particularly with high level of BOD and COD.This paper discusse the level of wastewater from CPO mills in Bangka Island and the impact of wastewater towardsthe status of surface water quality within the area. According to the research, though the wastewater has beenprocessed but it still could not accord with the standard of wastewater that permitted by regulation. Consequently,it could pollute the surface water and give a negative impact to the status of water quality.
KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM UDARA AMBIEN PADA BEBERAPA KOTA DI INDONESIA Rita Mukhtar; Hari Wahyudi; Esrom Hamonangan Panjaitan; Susy Lahtiani; Muhayatun Santoso; Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati
Jurnal Ecolab Vol 7, No 2 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.2.49-59

Abstract

Pencemaran udara terutama di kota-kota besar (ibukota provinsi) telah menjadi salah satu masalah yang serius. Kontribusi pencemar terbesar berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor, industri, pembangkit listrik, dan kegiatan rumah tangga. Bahan pencemar udara yang ditimbulkan dapat berupa gas maupun partikulat debu. Di Indonesia, saat ini belum tersedia data series khususnya data logam berat di udara ambien. PUSARPEDAL sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya melakukan pemantauan bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam rangka pemanfaatan iptek nuklir untuk perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Pengambilan contoh uji menggunakan alat Gent Staked Filter Unit sampler seminggu sekali pada tahun 2012 pada 10 kota di Indonesia. Analisis logam berat dilakukan dengan menggunakan Energy Dispersive X-Ray Fluorescence (ED-XRF). Kisaran kadar unsur (ng/m3) Na, Mg, Al, Si, S, K, Ca, Cr, Mn, Fe, Co, Ni, Cu, Zn, dan Pb, secara berurut adalah; 1,90 – 667; 1,33 – 786; 0,13 – 1020; 0,2 – 744; 2,54 – 1397; 3,7 – 640; 0,48 – 381; 1,3 – 7,2 ; 0,02 – 22,5; 1,94 – 1561; 0,018 – 18,52; 0,26 – 13; 0,05 – 18,79; 2,9 – 913; 0,2 – 2664,2
ASPEK LINGKUNGAN DAN PEREKAYASAAN PROSES DAUR ULANG KALENG MINUMAN DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT MELALUI METODE METALURGI SERBUK Deni S Khaerudini; Anggito P Tetuko; P Sebayang; Muljadi Muljadi
Jurnal Ecolab Vol 3, No 2 (2009): Ecolab : Jurnal Pemantauan Kualitas Lingkungan
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1658.347 KB) | DOI: 10.20886/jklh.2009.3.2.52-60

Abstract

The use of recycling aluminum from beverage can and rice-hull ash (RHA) offers an alternative material is presentedin this work. The aluminum cans are cut in little flakes in 5 – 10 mm size with a shears, and then were milled to obtainfine powders. Milling process was conducted in vibratory disc mill with milling variation for 10 and 20 minute. RHAwas obtained by calcinations of the rice-hulls at 900oC during 2 h in electrical furnace under oxidizing atmosphere.While, SiC as another silica source was utilized. After obtained aluminium fine powder from beverage can as matrixand silica powder from rice-hull and SiC as reinforce, then the raw material were milled by powder metallurgy methodfor production of Al/SiCp composites. The reinforcement composition of SiC to RHA was 30:20% vol., while thevolume ratio of matrix to reinforce was 80 to 20. The specimen test was obtained by cold compaction at 300 MPa andsintering at 600oC under high purity nitrogen atmosphere with holding time for 1 h. The composites sample weresubmitted at mechanical tests and samples microstructures were analyzed by optical microscope. Experimentalresults obtained shows that the use of RHA was beneficial to avoid corrosion through the formation and subsequenthydration of the Al4C3 phase and this recycle composite sample have significant potential as alternative material forautomotive or mechanical tools application. For ecological and economic routes, it reduces the use of city landfillsas consequently of abundant of aluminium beverage can and rice-hull, and the technique utilized in this work is veryimportant for economized routes and consequently, less expensive, compared to conventional methods.
KOMPONEN KIMIA PM2,5 DAN PM10 DI UDARA AMBIEN DI SERPONG – TANGERANG Rita Mukhtar; Esrom Hamonangan Panjaitan; Hari Wahyudi; Muhayatun Santoso; Syukria Kurniawati
Jurnal Ecolab Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Ecolab
Publisher : Pusat Standardisasi Instrumen Kualitas Lingkungan Hidup Laboratorium Lingkungan (P3KLL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jklh.2013.7.1.1-7

Abstract

Komponen Kimia PM2,5 dan PM10 Di Udara Ambien di SERPONG. Partikel yang terkandung di udara ambien umumnya berukuran 0,1 – 50 μm atau lebih. Parameter utama partikel pencemaran udara yang memiliki dampak signifikan pada kesehatan adalah partikel udara dengan ukuran diameter 2,5 μm atau kurang. Partikel udara yang berukuran kurang dari 2,5 μm (PM2,5) disebut dengan partikel halus, dan PM10 adalah partikel udara yang berukuran kurang dari 10 μm. Beberapa peneliti epidemiologi berpendapat bahwa partikel udara halus sangat berbahaya karena dapat berpenetrasi menembus bagian terdalam dari paru-paru dan sistem jantung, menyebabkan gangguan kesehatan di antaranya infeksi saluran pernafasan akut, kanker paru-paru, penyakit kardiovaskular bahkan kematian. Partikel udara halus diperkirakan dapat memberikan kontribusi besar pada angka kematian yang diakibatkan oleh gangguan kesehatan terkait pencemaran udara. Partikel udara halus umumnya berasal dari sumber antropogenik seperti kendaraan bermotor, pembakaran biomassa, pembakaran bahan bakar. Pengambilan sampel untuk mengukur konsentrasi PM2,5 dan PM10 dengan menggunakan alat Gent Stacked Filter Unit sampler. Lokasi pengambilan sampel di Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) Kawasan Puspiptek Serpong. Pelaksanaan sampling 2-3 kali seminggu pada periode tanggal 11 September – 29 Desember 2008, 10 Februari-30 Juli 2009, dan 14-23 Juli 2010. Konsentrasi PM2,5 dan PM10 ditentukan dengan prinsip gravimetri dan penentuan unsur dilakukan menggunakan metode analisis aktivasi neutron (AAN) atau particle-induce X-ray emission (PIXE). Hasil analisis didapatkan konsentrasi rerata partikel halus PM2.5 di Serpong pada tahun 2008 adalah 15.72 ± 7 μg/m3, tahun 2009 adalah 15.61± 5 μg/m3, dan tahun 2010 adalah 20.26 ± 6 μg/m3. Konsentrasi ini belum melewati nilai batas ambang harian PM2.5 di Indonesia yaitu 65 μg/m3, akan tetapi nilai tersebut telah mendekati nilai rata-rata tahunan sebesar 15 μg/m3 yang tercantum didalam Lampiran Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41/1999 tentang baku mutu udara ambien nasional. Konsentrasi rerata PM10 di Serpong pada tahun 2008 adalah 31.17 ± 13.7 μg/ m3, tahun 2009 adalah 30.9 ± 11.5 μg/m3, dan tahun 2010 adalah 34.18 ± 7.2 μg/m3. Kandungan komponen kimia atau unsur pada PM2,5 dan PM10 dengan menggunakan PIXE, adalah: Pb, Al, Na, Fe, K, Cl, Mg, Si, S, Ca, Sc, Ti, V, Cr, Mn, Co, Cu, Ni, Zn, As, Se, Br, Ba, P, dan Hg dengan rata-rata konsentrasi PM2,5 masing-masing adalah ; 228.6, 80.6, 111.9, 46.8, 139.9, 33.0, 45.1, 150.3, 769.9, 37.8, 1.2, 3.3, 1.3, 1.5, 2.9, 0.5, 2.0, 0.8, 40.5, 6.6, 1.2, 3.4, 4.2, 21.5, dan 2.3 ng/m3. Dan rata-rata konsentrasi PM10 masing-masing adalah ; 331.6, 554.4, 482.3, 361.0, 268.2, 301, 176.1, 1108.3, 1089.9, 426, 5.7, 32, 3.7, 3.6, 12.9, 2.3, 6.3, 2.0, 87, 15.4, 4.6, 5.1, 7.3, 105.4, dan 7.8 ng/m3

Page 1 of 17 | Total Record : 165