cover
Contact Name
Jurnal Media Analis Kesehatan
Contact Email
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Analis Kesehatan
ISSN : 20871333     EISSN : 26219557     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN" : 10 Documents clear
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN KRISTAL URIN PENGKONSUMSI AIR HUJAN DI KELURAHAN GUBUKUSUMA KOTA TIDORE KEPULAUAN Rony Puasa; Febrianti Jakaria
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1619

Abstract

ABSTRACKBackground ; The ideal drinking water must be clear, colorless, tasteless, odorless and do not contain pathogenic germs. The use of water for drinking should meet health requirements, water that does not meet health requirements can cause kidney problems with the formation of crystals. Crystals that are commonly found in urine are calcium oxalate, triple phosphate, calcium phosphate and uric acid. One area in North Maluku Province where people still consume rain water as drinking, bathing and washing water is Gubukusuma Village, North Tidore District, Tidore Islands City. Aim ; identify the factors that can influence the formation of urine crystals in rain water consumption in the Gubukusuma Village. Method ; The research design used is a combination of survey and laboratory tests with the "Cross Sectional Study" approach. Results; univariate analysis; positive crystal containing 56 respondents (39.4%) and negative 86 respondents (60.6%), the highest type of crystal is Oksalat namely; 29 respondents. Based on the type of chamfer, the highest made of plastic namely; 25 respondents (17.6%), while based on the volume of rainwater consumed, the highest was at 880 ml volume, namely 31 respondents (21.8%). Based on the length of consumption, the highest among respondents> 20 years of consumption is 43 (30.3%), and based on the highest consumption method of respondents who cook using a furnace that is 32 (22.5%). Bivariate analysis to see the relationship between independent and dependent variables, obtained p-value test> 0.05, then there is no relationship.Conclusion; p value of the test is greater than 0.05, so there is no relationship between the case of crystal formation in urine with the factors that influence it.Keywords ; Urine crystals, rainwater consumptionAbstrakLatar Belakang; Air minum yang ideal harus jernih, tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau dan tidak mengandung kuman patogen. Penggunaan air untuk minum harus memenuhi persyaratan kesehatan, air yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan dapat menyebabkan masalah ginjal dengan pembentukan kristal. Kristal yang biasa ditemukan dalam urin adalah kalsium oksalat, triple fosfat, kalsium fosfat dan asam urat. Salah satu daerah di Provinsi Maluku Utara di mana orang masih mengkonsumsi air hujan sebagai air minum, mandi, dan mencuci adalah Desa Gubukusuma, Kabupaten Tidore Utara, Kota Kepulauan Tidore.Tujuan ; mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan kristal urin dalam konsumsi air hujan di Desa Gubukusuma.Metode; Desain penelitian yang digunakan adalah kombinasi dari survei dan tes laboratorium dengan pendekatan "Cross Sectional Study".Hasil ; analisis univariat; kristal positif mengandung 56 responden (39,4%) dan negatif 86 responden (60,6%), jenis kristal tertinggi adalah Oksalat yaitu; 29 responden. Berdasarkan jenis talang, plastik paling tinggi yaitu; 25 responden (17,6%), sementara berdasarkan volume air hujan yang dikonsumsi, tertinggi adalah pada volume 880 ml, yaitu 31 responden (21,8%). Berdasarkan lama konsumsi, tertinggi di antara responden> 20 tahun konsumsi adalah 43 (30,3%), dan berdasarkan metode konsumsi tertinggi responden yang memasak menggunakan tungku yaitu 32 (22,5%). Analisis bivariat untuk melihat hubungan antara variabel independen dan dependen, diperoleh uji p-value> 0,05, maka tidak ada hubungan.Kesimpulan; Nilai p tes lebih besar dari 0,05, sehingga tidak ada hubungan antara kasus pembentukan kristal dalam urin dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.Kata kunci; Kristal urin, konsumsi air hujan 
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KULIT DAN KAYU RANTING SENGON (FALCATARIA MOLUCCANA) DENGAN PELARUT N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN METANOL TERHADAP Enterobacteriaceae, Staphylococcus aureus DAN Candida albicans Dheanna P.S Rachmawati; Khairin Rabbani; Alfi Rumidatul; Feldha Fadhila; Yayan Maryana
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1711

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi penyakit yang banyak diderita sehingga pengobatan antibiotik terkadang digunakan secara tidak tepat dan menimbulkan resistensi terhadap beberapa mikroorganisme patogen. Beberapa penelitian terhadap bahan alam mulai dilakukan, salah satunya terhadap kulit dan kayu ranting Sengon. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak kulit dan kayu Sengon terhadap bakteri family Enterobacteriaceae, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Metode uji aktivitas antibakteri difusi agar dilakukan dengan teknik Kirby-bauer. Pada penelitian ini, zona hambat terbesar pada masing-masing mikroorganisme berada pada konsentrasi 11%. Dengan pengukuran rerata total zona hambat tertinggi dihasilkan dari bagian kayu sakit dengan pelarut etil asetat terhadap Salmonella typhi dengan rerata total zona hambat 5,5 mm, kulit sehat dengan pelarut n-heksana menghasilkan zona hambat paling kecil dengan rerata total 1,94 mm. Adapun bakteri yang tidak dapat dihambat pertumbuhannya adalah Escherichia coli dan Klebsiella pneumonia.
PREVALENSI TELUR Ascaris lumbricoides PADA KUKU DAN TINGKAT KEBERSIHAN PERSONAL PADA PETUGAS KEBERSIHAN DI KRIAN, SIDOARJO Erisa Listiany; Acivrida Mega Charisma; Elis Anita Farida
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1715

Abstract

Angka infeksi Ascaris lumbricoides di Indonesia sebanyak 66% dari 220 juta penduduk dengan salah satu penularannya melalui kuku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi keberadaan telur cacing Ascaris dari sampel kuku dan tingkat kebersihan personal pada petugas kebersihan lingkungan daerah Krian, Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional sebanyak 25 responden dan pemeriksaan sampel kuku menggunakan metode NaCl dan eosin. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan adanya telur cacing Ascaris lumbricoides sebanyak 3 responden (12%) dari 25 responden. Kesimpulan penelitian ini yaitu prevalensi keberadaan telur cacing Ascaris pada kuku petugas kebersihan lingkungan sebanyak 12% dengan tingkat kebersihan personal yang kurang baik meliputi tidak mencuci tangan dengan sabun setelah makan, tidak mencuci tangan dengan sabun setelah BAB, dan tidak minum obat cacing tiap enam bulan sekali.
AKTIVITAS PENGHARUM RUANGAN MENGANDUNG MINYAK SERAI DAPUR TERHADAP PENURUNAN KOLONI BAKTERI Staphylococcus aureus DI UDARA Khoirun Nisyak; Eviomitta Rizki Amanda; Sifa Khadrotul Azizah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1719

Abstract

Mikroorganisme di udara merupakan unsur pencemaran yang menjadi penyebab gejala berbagai penyakit. Mikroorganisme dapat ditemukan di semua tempat dan bertahan pada kondisi lingkungan yang buruk. Salah satu bakteri patogen yang banyak ditemukan di udara adalah Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengharum ruangan yang mengandung minyak atsiri serai dapur terhadap keberadaan bakteri Staphylococcus aureus di rumah. Ruangan rumah yang diambil sampel udaranya meliputi dapur, ruang keluarga, dan ruang tamu. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan metode tangkap udara. Variabel bebas yang diamati meliputi frekuensi penyemprotan pengharum ruangan dan dibandingkan hasilnya dengan desinfektan yang terbuat dari larutan natrium hipoklorit 2%. Koloni bakteri S. aureus yang didapatkan berwujud koloni bakteri berwarna kuning keemasan, permukaannya berbentuk cembung, berwarna ungu, dan berbentuk kokus, dimana menunjukkan golongan bakteri Gram positif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan pengharum ruangan menggunakan bahan aktif minyak serai dapur tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan jumlah koloni bakteri S.aureus. Namun penggunaan desinfektan berbahan dasar larutan natrium hipoklorit sebagai pembanding dengan frekuensi penyemprotan tiga kali berpengaruh terhadap penurunan jumlah koloni bakteri S.aureus dengan hasil uji T nilai sig 0.007 (P<0.05). Kata kunci: mikroorganisme udara, pengharum ruangan, rumah, minyak serai dapur, dan  Staphylococcus aureus
EKSTRAK ANTOSIANIN DARI UBI UNGU (Ipomoea batatas L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA SEDIAAN APUSAN DARAH TEPI Subakir Salnus; Dzikra Arwie
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1771

Abstract

Sediaan Apus Darah Tepi (SADT) merupakan sel darah manusia yang dibuat apusan kemudian diwarnai dalam pemeriksaan hematologi untuk menilai berbagai unsur sel darah tepi seperti eritrosit, leukosit dan trombosit. Salah satu jaminan validitas hasil pemeriksaan SADT adalah kualitas pewarnaa SADT. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati morfologi sel darah pada sediaan apusan darah tipis menggunakan ekstrak antosianin dari ubi ungu sebagai pewarna alami pengganti pewarna Giemsa. Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorium dengan cara mengamati dan membandingkan gambaran morfologi sel darah (eritrosit, trombosit dan leukosit) pada sediaan apusan darah tipis menggunakan pewarnaan giemsa dan menggunakan pewarnaan alternatif ekstrak antosianin dari ubi ungu. Sampel pada penelitian ini menggunakan darah vena yang ditampung pada tabung vakum menggunakan antikoagulan EDTA kemudian dibuat sebagai preparat apusan darah tipis. Hasil penelitian ini menunjukkan hanya eritrosi yang memiliki kualitas pewarnaan yang cukup baik sedangkan kualitas pewarnaan trombosit dan leukosit kurang baik. Adapun morfologi sel eritrosit normal yang diperoleh berbentuk diskoid, bulat atau oval dan dari samping seperti cakram (bikonkaf) dengan sentral akromia (berwarna pucat). Selain itu,  diperoleh beberapa bentuk kelainan sel eritrosit seperti eliptosit (ovalosit), sel skistosit/helmet dan sel burr sehingga ekstrak antosianin pada ubi ungu memiliki potensial sebagai pewarnaan alternatif untuk sel eritrosit pada sediaan apusan darah tepi. Kata kunci : Antosianin, Eritrosit, Pewarnaan
KADAR HEMOGLOBIN, HITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN NILAI HEMATOKRIT PADA PEKERJA PARKIRAN BASEMENT DI KOTA MAKASSAR Ulandhary Ulandhary; Nurlia Naim; Zulfikar Ali Hasan; Zulfian Armah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1783

Abstract

Basement biasanya digunakan sebagai area parkir, akan tetapi beberapa pembangunan basement kurang memperhatikan kecukupan ventilasinya. Akibatnya gas buang dari kendaraan dapat meningkatkan polusi udara dalam ruang. Gas karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna kendaraan bermotor memiliki afinitas lebih kuat terhadap hemoglobin dibandingkan oksigen. Tubuh akan mengimbangi kekurangan oksigen dengan memproduksi sel darah merah lebih banyak sehingga hematokrit meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb), hitung jumlah eritrosit dan nilai hematokrit (Ht) pada pekerja parkiran basement di kota Makassar. Penelitian ini bersifat observasi laboratorik dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan data primer. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling sebanyak 15 sampel. Hasil kadar hemoglobin menurun sebanyak 26,67% dengan kadar terendah adalah 12,9 mg/dL, kadar hemoglobin normal sebanyak 53,33% dan kadar hemoglobin meningkat sebanyak 20% dengan kadar tertinggi 16,7 mg/dL. Hitung jumlah eritrosit normal sebanyak 93,33% dan hitung jumlah eritrosit meningkat sebanyak 6,67% dengan jumlah eritrosit tertinggi 5,97 juta/µl,. Nilai hematokrit menurun sebanyak 26,67% dengan nilai terendah 37,6% dan nilai hematokrit normal sebanyak 73,33%. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar hemoglobin, hitung jumlah eritrosit, dan nilai hematokrit pada pekerja parkiran basement di Kota Makassar masih dalam batas normal.Kata kunci : Hitung Jumlah Eritrosit Kadar Hemoglobin (Hb), Nilai Hematokrit (Ht) Pekerja Basement
UJI DAYA HAMBAT BEBERAPA JENIS OBAT ANTIJAMUR PADA JAMUR YANG DI ISOLASI DARI KUKU KAKI Ayu Minarni; Widarti Widarti; Rahman Rahman
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1784

Abstract

Kuku merupakan lempeng yang terbuat dari sel tanduk yang menutupi permukaan dorsal ujung jari tangan dan kaki. Jamur merupakan salah satu flora normal. Jamur yang termasuk dalam flora normal yang menginfeksi kuku adalah golongan dermatofita seperti Epidermaphyton floccosum. Tujuan penelitian ini untuk menentukan uji daya hambat obat antijamur dari golongan azol yaitu antijamur jenis obat griseofulvin, ketoconazole, intraconazole dan clotrimazole. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat deskripif yang dilakukan secara laboratorik melalui observasional daya hambat antijamur yang diisolasi dari kuku kaki. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Politeknik Kesehatan Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji daya hambat beberapa jenis antijamur tidak terjadi daya hambat pada jamur yang diisolasi dari kuku kaki oleh karena itu penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengambilan pengambilan sampel dengan jumlah subjek penelitian yang lebih banyak. Dapat dilakukan uji asimilasi ganda untuk mengidentifikasi spesies dari jamur  sehingga jumlah dan jenis spesies lebih besar, bervariasi, dan lebih spesifik. Dapat dilakukan uji sensitivitas dengan obat antijamur yang lebih banyak.Kata kunci : obat antijamur, kuku kaki
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAHAK PAGI PADA SUHU KAMAR TERHADAP JUMLAH BAKTERI TAHAN ASAM (BTA) Wa Ode NurAlfiyani Muin; Kalma Kalma; Artati Artati; Rafika Rafika
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1785

Abstract

Tuberkulosis adalah infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri dapat ditularkan melalui saluran udara tuberkulosis yang biasanya menyerang lugn tetapi biasanya juga menusuk tulang, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung, dan organ lainnya. Pemeriksaan dahak secara langsung menghidupkan kembali banyak kelemahan yaitu banyak lendir dan jaringan yang akan meningkatkan volume sampel sehingga akan mengurangi kemungkinan terkena mikrobakterium tuberculosis. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan mikroskopis dahak, sampel sampel NaOH 4% dapat diproses sehingga BTA akan dikumpulkan dalam volume yang lebih kecil dan lebih mungkin untuk mendapatkan sampel yang mengandung kuman. Penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan, yaitu dahak pagi yang diperiksa segera, dahak pagi tertunda 3 jam, dan dahak pagi tertunda 6 jam kemudian didekontaminasi dan diperiksa dengan mikroskop untuk melihat seberapa besar pengaruhnya. Berdasarkan analisis uji Varians (ANOVA), ditemukan bahwa nilai signifikan dari uji ANOVA 1.000> 0,05 tidak memiliki pengaruh yang signifikan antara dahak yang diperiksa dan langsung tertunda 3 jam dan tertunda 6 jam. Para peneliti menyimpulkan bahwa lama penyimpanan filem pagi hari pada suhu kamar diperiksa segera, ditunda 3 jam dan ditunda 6 jam tidak berpengaruh pada jumlah bakteri tahan asam (BTA) (ρ = 1.000) sehingga hipotesis alternatif dalam hal ini studi ditolak. Namun walaupun tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lamanya menyimpan dahak di pagi hari, para peneliti masih melakukan segmentasi bahwa mereka masih menggunakan dahak pagi yang segera diperiksa agar tetap mendapatkan kualitas dahak dan hasil pemeriksaan yang baik.Kata kunci : Lama Penyimpanan, DekontaminasiSampel,Pemeriksaan (BTA)
DETEKSI DINI MYCOBACTERIUM LEPRAE PADA KONTAK SERUMAH PENDERITA PENYAKIT KUSTA PASCA MENJALANI PENGOBATAN Mutmainna Mutmainna; Mursalim Mursalim; Muhammad Nasir; St Hadijah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1786

Abstract

Tingginya angka insidensi kusta pada orang-orang kontak serumah hampir sepuluh kali dibanding mereka yang tidak kontak serumah. Pada mereka yang kontak serumah dengan penderita penyakit kusta mempunyai resiko lebih tinggi tertular. Kontak sekali saja atau beberapa kali kontak dengan penderita kusta, orang tersebut dapat saja tertular penyakit tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan Mycobacterium leprae pada hasil pewarnaan kontak serumah penderita kusta pasca menjalani pengobatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasi laboratorium dengan pendekatan deskriptif yakni melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui adanya Mycobacterium leprae pada hasil pewarnaan sediaan kontak serumah penderita Penyakit Kusta Pasca Menjalani Pengobatan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 40 sampel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat puluh  empat  (40)  sampel yang diperiksa,  tujuh  (7) diantaranya positif BTA sedangkan  tiga puluh tiga (33) yang lainnya negatif BTA. Hasil pemeriksaan basil tahan asam pada deteksi dini Mycobacterium leprae pada kontak serumah penderita penyakit kusta dengan hasil negative yaitu 82,5 %, 1+ yaitu 15 %, dan 2+ yaitu 2,5 %, oleh karena itu perlunya peningkatan kegiatan penyuluhan tentang kusta. Kontak fisik (Serumah) dengan penderita perlu diminimalkan.  Hygiene perorangan seperti menjaga kebersihan tempat tidur perlu ditingkatkan dan sanitasi rumah perluh dipertimbangkan kebersihannya. Kata Kunci : Mycobacterium leprae, Kusta
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN NILAI HEMATOKRIT PADA PEROKOK AKTIF Nuradi Nuradi; Jangga Jangga
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v11i2.1829

Abstract

Perokok aktif merupakan orang yang merokok secara aktif atau terus menerus. Rokok mengandung bahan beracun dan berefek candu. Adanya tar dan radikal bebas dari asap rokok dapat menyebabkan hemolisis eritrosit. Selain itu, kandungan dari asap rokok dapat menyebabkan peningkatan kadar hemoglobin yang dimediasi oleh paparan  karbonmonoksida (CO). Afinitas karbon monoksida yang besar terhadap hemoglobin memudahkan kedua senyawa tersebut untuk saling berikatan membentuk karboksihemoglobin (HbCO), hal ini juga akan menyebabkan peningkatkan pada nilai hematokrit. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dan nilai hematokrit pada perokok aktif dengan menggunakan uji korelasi person. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 33 sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kadar hemoglobin rata-rata pada perokok adalah 14.13 g/dl, nilai hematokrit rata-rata para perokok adalah 41.58%. Hasil uji korelasi person antara kadar hemoglobin dan nilai hematokrit didapatkan nilai r hitung (0.93) > r tabel (0.344), kesimpulan H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dan hematokrit pada perokok aktif. Hemoglobin berhubungan secara positif terhadap hematokrit.Kata kunci : Perokok Aktif, Hemoglobin, Hematokrit

Page 1 of 1 | Total Record : 10