cover
Contact Name
Jurnal Media Analis Kesehatan
Contact Email
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Analis Kesehatan
ISSN : 20871333     EISSN : 26219557     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan jurnal ilmiah berkalah yang diterbitkan oleh Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Analis Kesehatan dengan pISSN : 2087-1333, dan e-ISSN : 2621-9557. Media Analis Kesehatan merupakan merupakan jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Keberadaan jurnal ini memberikan ruang bagi para tenaga analis kesehatan dan tenaga teknologi laboratorium medis untuk mempublikasikan tulisan ilmiahnya dalam jurnal yang lebih spesifik dengan mudah dan berkelanjutan. Sirkulasi media analis kesehatan poltekkes Makassar terbit setiap dua kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN" : 17 Documents clear
ANALISIS HUBUNGAN GRADASI BASIL TAHAN ASAM DENGAN INDEKS ERITROSIT PADA PENDERITA TUBERCULOSIS DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT MAKASSAR mursalim ahmad; Jhonny angky
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.801 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.1052

Abstract

Tuberculosis dapat menimbulkan kelainan hematologi, baik sel-sel hematopoiesis maupun komponen plasma. Kelainan-kelainan tersebut sangat bervariasi dan kompleks. Kelainan hematologis ini dapat merupakan bukti yang berharga sebagai petanda diagnosis, pentunjuk adanya komplikasi atau merupakan komplikasi obat anti tuberculosis (OAT). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar indeks eritrosit pada penderita tuberculosis, apakah ada hubungan basil tahan asam 1+ dengan indeks eritrosit, apakah ada hubungan basil tahan asam 1+ dengan indeks eritrosit, Apakah ada hubungan basil tahan asam 3+ dengan indeks eritrosit, dan apakah ada hubungan gradasi basil tahan asam dengan indeks eritrosit. Jenis penelitian ini adalah penelitian bersifat analisis yang bertujuan untuk mengetahui hubungan gradasi basil tahan asam dengan indeks eritrosit rata-rata pada penderita tuberculosis diagnosis awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah indeks eritrosit pada penderita tuberculosis di BBKPM Makassar yaitu pada tabel 4.4 yaitu dengan rerata MCV sebanyak 79,55, MCH 29,05, dan MCHC 30,72, pada tabel 4.6 Ada hubungan indeks eritrosit pada penderita tuberculosis dengan gradasi 1+, pada tabel 4.8 ada hubungan indeks eritrosit pada penderita tuberculosis dengan gradasi 2+, pada tabel 4.10 ada hubungan indeks eritrosit pada penderita tuberculosis dengan gradasi 3+ dan pada tabel 4.11 ada hubungan indeks eritrosit pada penderita tuberculosis dengan gradasi basil tahan asam. Oleh karena itu disarankan pada penelitian selanjutnya dilakukan penelitian tentang sejauh mana pengaruh indeks eritrosit khususnya anemia terhadap penderita TB dan jenis Anemianya. Kata Kunci: Gradasi BTA, Indeks eritrosit, MCV, MCH, MCHC
STUDI TINGKAT PENGETAHUAN PEMANFAATAN LAYANAN PITC (PROVIDER INITIATED TESTING AND COUNSELING) PADA PASIEN BERESIKO Human Immunodeficiency Virus (HIV) DI PUSKESMAS PANAMBUNGAN KOTA MAKASSAR nurlia naim
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.765 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.833

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berlatarbelakang semakin tingginya angka kesakitan dan kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS saat ini, serta diperlukan peranan klinik bimbingan dan penyuluhan serta uji secara sukarela untuk membantu setiap individu mendapatkan akses pelayanan, informasi, edukasi, dan dukungan psikososial khususnya terhadap individu yang beresiko maupun yang telah terinfeksi oleh HIV/AIDS. Permasalahannya adalah sejauh manakah tingkat pengetahuan tentang pemanfaatan layanan PITC terhadap masyarakat khususnya bagi individu yang rentan dan beresiko terhadap HIV/AIDS. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemanfaatan. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan observasional (pengamatan) dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah semua pasien konseling yang berkunjung kelaboratorium PITC. Sampel adalah semua dari jumlah dan karakteristik  yang dimiliki oleh populasi, yaitu sebanyak 20 orang pasien. Dari hasil penelitian ini ditarik kesimpulan dengan jumlah responden sebanyak 20 orang dengan tingkat pengetahuan pemanfaatan layanan PITC sebanyak 2 responden (10%) yang berpengetahuan kurang baik dan 18 responden (90%) yang berpengetahuan baik.
PENGARUH KADAR RHEUMATOID FACTORS TERHADAP KADAR C-REAKTIF PROTEIN DAN NILAI LAJU ENDAP DARAH PADA PENDERITA ARTRITIS REUMATOID syamsul bakhri
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.645 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.834

Abstract

ABSTRAK           Penelitian ini dilatarbelakangi penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa 20-30% penderita AR menunjukkan seronegatif untuk RF. Keadaan ini tentu dapat menghambat proses pengobatan pada penderita. Untuk itu perlu adanya pemeriksaan penunjang terkait penyakit Artritis Reumatoid, yakni pemeriksaan kadar CRP dan nilai LED.Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menentukanpengaruh kadar RF terhadap kadar CRP dan nilai LED pada penderita Artritis Reumatoid. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasi analitik melalui pendekatan studi regresi dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel yang diperiksa sebanyak 12 orang. Subyek penelitian ini adalah penderita Artritis Reumatoid yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berada di daerah Limbung, Kab. Gowa. Pada subyek, diperiksa kadar RF, CRP, dan LED nya.Dari hasil penelitian, 8 subyek yang masuk sebagai kriteria AR, diteliti menunjukkan seronegatif untuk RF. Sehingga RF tidak dapat dijadikan standar dalam penegakan diagnosa AR. Adapun untuk CRP dan LED tidak dapat dilihat pengaruhnya terhadap RF karena data yang diperoleh tidak berdistribusi normal. Namun nilai LED masih dapat digunakan sebab menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap gejala AR.Kata Kunci : RHEUMATOID FACTORS, C-REAKTIF PROTEIN, LAJU ENDAP DARAH
PENENTUAN KADAR KALSIUM PADA WANITA MENOPAUSE Kalma kalma
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.024 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.835

Abstract

Menopause merupakan peristiwa alamiah dan normal terjadi pada seorang wanita, tetapi banyak menimbulkan keluhan dan gangguan yang dirasakan oleh wanita atau justru disangka sebagai gejala dari penyakit tertentu. Penurunan hormon estrogen yang terlibat dalam kehidupan wanita, terutama disebabkan oleh kehilangan fungsi ovarium yang semakin meningkat dengan bertambahnya usia wanita. Disamping itu   penyerapan kalsium usus menurun bila usia bertambah.Terkait dengan itu perlu dteliti kadar kalsium  wanita menopause. Sampel dalam penelitian ini adalah   wanita menopause yang memenuhi kriteria sampel penelitian : wanita yang berusia berkisar 45-65 tahun, tidak mengalami menstruasi salama 12 bulan berturut-turut dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Makassar pada tanggal 07 sampai 11 Agustus 2017. Kadar kalsium ditentukan dengan metode Cresolphthalein-complex (CPC), dengan prinsip: ion kalsim bereaksi dengan 0-cresolphthalein-complexone dalam media basa untuk membentuk kompleks warna ungu. Absorbans kompleks yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi kalsium dalam spesimen. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 20 sampel, 18 (90%) wanita menopause kadar kalsium darahnya kurang dari normal. Untuk itu disarankan memenuhi asupan kalsium harian yang dibutuhkan tubuh pada masa menopause untuk mencegah terjadinya osteoporosis yang disebabkan oleh kekurangan kalsium. Kata kunci: Kadar, Kalsium, Menopause, Wanita
IDENTIFIKASI AspergillusSp PADA MENTEGA CURAH YANG DIPERJUALBELIKAN DI PASAR TERONG KOTA MAKASSAR Widarti Widarti
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.055 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.836

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kebiasaan masyarakat yang sering menggunakan mentega curah sebagai salah satu bahan pangan yang biasanya digunakan sebagai olesan roti atau biskuit dan biasa digunakan  bahan untuk menggoreng. Mentega sering dijumpai di pasar-pasar tradisional, dimana pasar tradisional memiliki kondisi lingkungan yang lembab dan sanitasi yang buruk sehingga sangat potensial untuk  pertumbuhan jamur. Aspergillus sp  salah satu jamur kontaminan, terutama pada bahan makanan yang disimpan dalam kondisi yang tidak higienis.Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif untuk mengidentifikasi adanya kontaminasi jamur Aspergillus sp pada sampel mentega. Penelitian dilakukan secara kultur dengan menanam pada media sabaroud agar dan diinkubasi pada suhu kamar. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikologi Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar pada bulan Juni 2017. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 5 sampel. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan 2 dari 5 sampel positif jamur Aspergillus sp.Kata kunci : Mentega curah ,Aspergillus sp
ANALISIS NATRIUM BENZOAT PADA MIE INSTANT YANG DIPERDAGANGKAN DI KOTA MAKASSAR MAKASSAR Artati Artati
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.68 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.837

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyak jenis pengawet yang digunakan untuk mengawetkan bahan pangan salah satu bahan pengawet yang sering dipakai pada mie adalah natrium benzoat. Penambahan bahan pengawet natrium benzoate pada bahan pangan tidak dilarang pemerintah. Namun, produsen hendaknya tidak menambahkan jenis bahan pengawet ini sesuka hati, karena bahan pengawet ini akan merugikan kesehatan jika bahan pengawet ini dipakai secara berlebihan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kadar pengawet natrium benzoat dalam mie instan yang di perdagangkan di kota Makassar. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 12 – 13 Juni 2017 di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dimana sampel yang digunakan sebanyak 5 sampel dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Dari hasil penelitian menunjukkan hasil analisis natrium benzoat pada mie instant sebanyak 5 sampel yang diperdagangkan di Kota Makassar. Kadar natrium benzoat yang tertinggi pada mie instant terdapat pada sampel no 5 yaitu 9.1033 mg/kg dan kadar natrium benzoate pada mie instant yang terendah pada mie instant terdapat pada sampel no 2 yaitu 0.9194 mg/kg. Disarankan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih makanan dan tidak mengonsumsi mie instan secara berlebihan terutama mie instan yang mengandung kadar Natrium Benzoat tinggi. Kata kunci :  Kadar Natrium Benzoat, Mie Instan
HUBUNGAN ANTARA NILAI HEMATOKRIT DENGAN TROMBOSIT TERHADAP HASIL PEMERIKSAAN NS1 DAN SEROLOGI IgM DAN IgG PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE NURDIN ALI; Uleng Bahrun; Irfan Idris
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.337 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.838

Abstract

Demam berdarah dengue  adalah penyakit yang ditandai dengan demam dan perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  hubungan nilai hematokrit dan trombosit terhadap hasil pemeriksaan NS1  dan serologi (DHF IgM IgG). Desain penelitian adalah cross sectional dengan jumlah sampel 61 pasien  yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data secara deskriptif dan Analisis multivariat digunakan untuk melihat korelasi antara trombosit dengan hematokrit terhadap 3 kelompok hasil pemeriksaan. Hasil penelitian terdiri dari perempuan sebanyak 26 (42,6%) dan laki-laki sebanyak 35 (57,4 %) dengan usia termuda 11 bulan dan tertua 71 tahun, yang terbanyak umur antara range 11-20 tahun 18 orang (29,5%), Trombositopenia (<150.000/ɥL) sebanyak 33 sampel (50,7%) dengan rerata±S.D yaitu 151.016, 4 ± 90.352,9. Nilai Hematokrit juga mengalami penurunan dari nilai normal (laki-laki : 40-54 % ; perempuan : 38-47%) sebanyak 25 sampel (41,0%) dengan rerata ± S.D yaitu 39,2 ± 4,2 (p<0,016). Untuk laki-laki nilai rerata hemaokrit diperoleh 39,9 ± 4,7 sedangkan perempuan ditemukan 38,2 ± 3,2. Penelitian ini tidak ditemukan hemokosentrasi atau peningkatan nilai hematokrit ≥ 20 %. Analisis multivariat uji korelasi pearson (p > 0,04) antara hematokrit dengan trombosit pada penderita DBD. Uji korelasi antara hematokrit dengan trombosit terhadap hasil pemeriksaan NS1 positif (p<0,018). Sedangkan hubungan antara hematokrit dengan trombosit pada masing-masing hasil pemeriksaan DHF IgM positif ada korelasi antara nilai trombosit dengan hematokrit pada ketiga kelompok (NS1 positif, DHF IgM positif IgG negatif, DHF IgM positif IgG positif) dan korelasi terjadi juga antara nilai trombosit dengan hematokrit pada hasil pemeriksaan NS1 positif. Sedangkan uji korelasi antara nilai hematokrit dengan trombosit pada DHF IgM positif IgG negatif, DHF IgM positif IgG positif tidak ditemukan korelasi yang bermakna. Kata kunci : Hematokrit, Trombosit, pemeriksaan NS1 dan serologi, DBD
PREVALENSI PENYAKIT KECACINGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR YANG ADA DI KOTA MAKASSAR prawansa amran
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.968 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.839

Abstract

Penyakit kecacingan termasuk salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia karena penyakit tersebut akan mempengaruhi gizi, daya kognitif dan produktifitas kerja. Dalam rangka Indonesia sehat 2020, pembangunan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, yang bertujuan untuk mewujudkan manusia yang sehat, produktif dan mempunyai daya saing yang tinggi. Salah satu ciri bangsa yang maju adalah bangsa yang mempunyai derajat kesehatan yang tinggi dengan mutu kehidupan yang tinggi pula. Di Indonesia masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan, salah satu diantaranya adalah penyakit anemia dan kecacingan. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui Prevalensi penyakit kecacingan dan kejadian Anemia pada anak sekolah dasar serta menghubungkan penyakit kecacingan dengan kejadian anemia. Penelitian yang dilakukan merupakan observasi laboratorik yakni melakukan uji laboratorium untuk mengetahui prevalensi penyakit kecacingan dan kejadian Anemia serta hubungannya dengan Anemia pada anak Sekolah Dasar yang ada di Kota Makassar. Berdasarkan tujuan penelitian untuk mengatahui prevalensi Penyakit kecacingan ditemukan Anak Sekolah yang ada di Kota Makassar mengalami penyakit kecacingan adalah 18 siswa atau 18 %, Laki-Laki 8 % dan perempuan 105, sedangkan Prevalensi kejadian Anemia pada Anak Sekolah Dasar adalah 35 siswa atau 35 % , Laki-Laki 19 % dan perempuan 16 % data tersebut diperoleh dari 100 siswa yang dijadikan sampling yang diambil dari 3 (tiga) lokasi Sekolah Dasar yang ada di Kota Makassar. Semua Anemia yang ditemukan pada anak sekolah dasar masih kategori anemia ringan. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kasus kecacingan dan kejadian anemia di Makassar masih meningkat berdasarkan laporan dari Riskesda  yang melaporkan bahwa kejadian anemia tahun 2013 sebesar 26,4 %. Kejadian Penyakit Kecacingan dengan Kejadian Anemia dalam penelitian ini  ditemukan ada hubungan antara Penyakit Kecacingan dengan Kejadian Anemia. Kata Kunci (Prevalensi Kecacingan, Anemia)
IDENTIFIKASI FORMALIN PADA IKAN ASIN YANG DIPERJUAL BELIKAN DI PASAR DAYA MAKASSAR mawar jangga
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.922 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi formalin pada ikan asin yang diperjual belikan di Pasar Daya Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian obsevasional, yakni pengamatan terhadap ada-tidaknya formalin pada ikan asin yang diperjualbelikan di Pasar Daya Makassar. Penelitian  dilakukan pada bulan Agustus 2017 yang dilaksanakan di laboratorium Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Makassar. Sampelnya adalah 8 jenis ikan asin yang diperjual belikan di Pasar Daya Makassar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 2 dari 8 sampel ikan asin yang diperjualbelikan di Pasar Daya mengandung formalin
Uji Efek Antiplasmodium Ekstrak Etanol Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Pada Mencit Jantan Jangga Jangga
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.926 KB) | DOI: 10.32382/mak.v8i2.841

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak etanol Rumput teki yang dapat memberikan efek antiplasmodium terhadap mencit jantan.Jenis penelitian adalah penelitian eksperimental laboratorium yang menggunakan hewan uji mencit jantan sebanyak 12 ekor yang dimaksudkan untuk mengetahui efek antiplasmodium ekstrak etanol Rumput Teki. Pelaksanaan penelitian dilakukan di laboratorium Biofarmasi Fakultas Farmasi Universitas Indonesia Timur tanggal 27 Agustus sampai dengan 29 September  2017.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol Rumput Teki dengan konsentrasi 2% b/v, 4% b/v, dan 6% b/v dapat menghambat perkembangan parasitemia dalam sel darah merah mencit jantan yang terinfeksi Plasmodium berghei. Ekstrak etanol Rumput Teki dengan konsentrasi 6% b/v menunjukkan penurunan persentase parasitemia lebih besar.Kata Kunci : Antiplasmodium, Rumput Teki

Page 1 of 2 | Total Record : 17