cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 237 Documents
PENGARUH JENIS MEDIA TANAM DAN LARUTAN AB MIX DENGAN KONSENTRASI BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L) DENGAN HIDROPONIK SISTEM SUMBU Mai Saroh; Syawaluddin Syawaluddin; Imelada Sari Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.191

Abstract

Selada (lactuca sativa L) merupakan salah satu komoditi sayuran hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang cukup tinggi. Lahan pertanian yang semakin hari semakin berkurang maka dari itu dilakukan budidaya tanaman dengan tekhnik hidroponik. Sistem hidroponik yang digunakan selama penelitian adalah hidroponik sistem sumbu (Wick System). Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi selada, (2) Untuk mengetahui kebutuhan nutrisi pada tanaman selada dengan hidroponik sistem sumbu, dan (3) Untuk mengetahui hasil produksi tanaman selada dengan permberian nutrisi pada konsentrasi berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 4 taraf, yaitu control, Rockwool, Serbuk gergaji Kayu dan Busa, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi Larutan AB Mix yang terdiri dari 4 taraf, yaitu kontrol, 5, 10, dan 15 ml/L air. Data parameter tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun dan hasil produksi dianalisis menggunakan sidik ragam taraf 5% dan dilanjut dengan Uji DMRT taraf 5%, sedangkan warna daun dianalisis secara fisual dan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian media tanam rockwool merupakan media yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi selada, sedangkan media tanam yang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi selada adalah media tanam serbuk gergaji kayu. Dari ketiga jenis konsentrasi larutan dengan hidroponik sistem sumbu (wick system), masing- masing mempunyai sasaran perbedaan pertumbuhan pada selada, yaitu: Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap tinggi tanaman adalah konsentrasi 10 ml/ liter air, Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap jumlah daun adalah konsentrasi 5 ml/ liter air, dan Konsentrasi yang paling berpengaruh terhadap lebar daun adalah konsentrasi 15 ml/liter air. Hasil produksi selada yang paling tinggi terdapat pada kombinasi perlakuan media tanam rockwool dan larutan nutrisi dengan konsentrasi 5 ml/ liter air, sedangkan hasil produksi paling rendah terdapat pada kombinasi perlakuan media tanam serbuk gergaji kayu tanpa larutan nutrisi. Kata kunci: Selada, Larutan AB Mix, Hidroponik, Sistem Sumbu
PENGARUH TEKNOLOGI PEMATAHAN DORMANSI SECARA FISIK DAN KIMIA TERHADAP KEMAMPUAN DAYA BERKECAMBAH BENIH AREN (Arengan pinnata) Maulana Rizki Siregar; Mukhlis Mukhlis; Qorry Hilmiyah Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.192

Abstract

This study aims to determine the influence technology dormancy breaking physical and chemical analyzes of seed germination ability aren (Arenga pinnata). The research was conducted on land cultivation practices Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah South Tapanuli, Padangsidimpuan City, District Padangsidimpuan North,village of Batang Ayumi Julu, North Sumatra Province; ± altitude of 450 m above sea level. This study was conducted after the completionof the seminar proposal, which began in June to the month of August2016, using a randomized block design (RAK) 1 factorial with 8 treatments, each treatment was given three replications. The treatment consists of P0 = (Control), P1 = scarification, soaking water 30 minutes, P2 = scarification, soaking water 1 hour, P3 = scarification, oven 45oC 15 minutes, and water immersion 1 hour, P4 = scarification, soaking warm water ± 45oC 30 minutes, P5 = Immersion KNO 31% for 24 hours, P6 = Immersion HCl 1% for 24 hours, and P7 = Immersion 1% H2SO4 for 24 hours. The parameters measured were the increase of water content (%), germination rate (% / etmal), the long axis of the embryo (cm), a growing percentage of the roots (%)and germination (%). Results showed treatment technology dormancy breaking the physical and chemical significant effect on the increase of seed moisture content (%), speed of germination (% / etmal), the long axis of the embryo (cm), a growing percentage of the roots (%) and germination (%). The best treatment is contained in the chemical treatment P7 = Immersion H2SO4 1% for 24 hours, followed by physical treatment P4 = scarification, soaking warm water 45oC ± 30 minutes.Key words: palm seeds, dormancy breaking, physical and chemical.
PATOGENISITAS CENDAWAN Lecanicillium lecanii (Zimm.) (Viegas) Zare and Gams TERHADAP TELUR Diaphorina citri Kuw. (Hemiptera: Liviidae) Muhammad Agung Permadi; Ruly Anwar; Teguh Santoso
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.193

Abstract

Kutu loncat Diaphorina citri Kuwayama merupakan salah satu hama penting tanaman jeruk dan juga merupakan vektor dari penyakit serius yang dikenal dengan greening disease atau disebut Huanglongbing (HLB).Cendawan entomopatogen yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama ini adalah Lecanicillium lecanii. Tujuan penelitian ini adalah mengukur kemampuan infeksi L. lecanii terhadap telur D. citri. Kerapatan konidia L. lecaniiyang digunakan adalah 104, 105, 106, 107, dan 108 konidia/ml, percobaan diulang sebanyak tiga kali.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)Faktorial.Nilai tengah diuji lanjut dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf nyata 5%.Hasil uji patogenisitas L. lecanii terhadap telur D. citri menunjukkan bahwa seluruh kera-patan konidia yang digunakan pada penelitian tidak memengaruhi perkem-bangan telur D. citri. Hampir 100% telur D. citri masih mampumenetas walaupun telah diberi perlakuan suspensi konidia L. lecanii.Kata kunci: entomopatogen, infeksi, kutu loncat, kepadatan konidia, mortalitas
PENERAPAN LAMPU PERANGKAP (Light Trap) DAN EKSTRAK AKAR TUBA UNTUK PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG KUNING (Scirpophaga spp) PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L) Mukhlis Mukhlis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.194

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui Penerapan Lampu Perangkap (Light Trap) dan Pemberian Ekstrak Akar Tuba Untuk Pengendalian Hama Penggerek Batang (Scirpophaga spp) Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L). Penelitian dilaksanakan pada lokasi lahan praktek Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, berlangsung mulai bulan Pebruari sampai bulan Mei 2016. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini Rancang Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yang diteliti, yaitu: Faktor I lampu perangkap (Light Trap 1 = lampu perangkap (Keadaan redup),K2 = lampu perangkap (keadaan terang). Faktor II pemberian ekstrak akar tuba diberi symbol (T). T0 = 0 cc/liter air (kontrol), T1 = 75 cc/liter air, T2 = 100 cc/liter air, T3 = 150 cc/liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi padi tidakberpengaruh nyata, sedangkan serangan penggerek batang padi kuning berpengaruh nyata dengan penerapan lampu perangkap dan pemberian ekstrak akar tuba. Kata kunci: lampu perangkap, ekstrak akar tuba, penggerek batang kuning, padi
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI KECAMATAN PANYABUNGAN SUMATERA UTARA YANG MENGGUNAKAN AIR LIMBAH TAMBANG TERHADAP ANALISIS KUALITAS AIR DAN TANAH Qorry Hilmiyah Harahap
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.195

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas air dan tanah pada lahan yang menggunakan air limbah tambang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah. Tempat penelitian di lakukan di desa Panyabungan Jae, sebagai daerah sentra produksi padi yang tercemar limbah tambang di Kecamatan Panyabungan, KabupatenMandailing Natal, Provinsi Sumatera utara. Metode penelitian adalah survei di lapangan. Pengambilan contoh tanah yang akan dianalisa. Kondisi akumulasi logam berat yang berlebihan pada tanah dapat berakibat tidak hanya terhadap kontaminasi lingkungan sajatetapi dapat menyebabkan meningkatnya kadar logam berat pada hasil tanaman yang dipanen sehingga hal tersebut dapat menurunkan kualitas hasil tanaman. Penambahan bahan organik H1,H2 dan H3 dapat menurunkan kandungan Merkuri (Hg) dalam tanah. pHakan mempengaruhi konsentrasi logam berat di air, kelarutan logam berat akan lebih tinggi pada pH rendah, sehingga menyebabkan toksisitas logam berat semakin besar.Kata kunci: Kualitas, merkuri, organik, logam, pH
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN UMUR TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MANDAILING NATAL Rafiqah Amanda Lubis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.196

Abstract

Kinerja adalah hasil kerja atau prestasi kerja. Namun, sebenarnya kinerja mempunyai makna yang lebih luas, bukan hanya hasil kerja tetapi termasuk berlangsungnya proses pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan umur penyuluh dengan kinerja penyuluh pertanian dan untuk menganalisis pengaruh antara tingkat pendidikan dan umur penyuluh penyuluh terhadap kinerja penyuluh pertanian. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder yang dianalisis dengan menggunakan analisis multivariat dengan menggukan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor karakteristik penyuluh yang berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan kinerja penyuluh yaitu tingkat pendidikan (tahun) sedangkan faktor-faktor karakteristik penyuluh yang berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan kinerja penyuluh yaitu tingkat pendidikan (tahun)Kata Kunci : Kinerja, tingkat pendidikan, umur, indikator keberhasilan kinerja
PENGARUH PERBANDINGAN JENIS LARUTAN HIDROPONIK DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA HASIL PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brassica juncea. L) DRIF IRRIGATION SYSTEM Warman Warman
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 1 (2016): Agrohita Vol 1 No 1 Tahun 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i1.197

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi Kelurahan Tanggal KecamatanPadangsidimpuan Batunadua Kota padangsidimpuan ketinggian tempat + 450 meter diatas permukaan laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Perbandingan Jenis Nutrisi dan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Serta Hasil Produksi Tanaman Sawi (Brassica Juncea. L). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei juli 2016.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor  perlakuan Jenis Nutrisi dan faktor Media Tanam. Faktor pertama adalah Jenis Nutrisi dengan 4 taraf, yaitu P0 (kontrol), P1 (pupukAB Mix), P2 (pupuk NPK Mutiara), P3(pupuk NPK Pelangi). Faktor kedua perlakuan Media Tanam dengan 3 taraf, yaitu M1 (rockwool), M2(arang sekam padi), M3 (serbuk kayu). Berdasarkan hasil analisis sidik ragam bahwa perlakuan jenis nutrisi memberikan pengaruh sangat siknifikan pada umur 1 mst, 2 mst, 3 mst dan 4 mst parameter tinggi tanaman sawi, sedangkan parameter jumlah daun, luas daun, produksi per sampel dan produksi per plot menunjukkan pengaruh siknifikan.Menurut analisis sidik ragam bahwa perlakuan media tanam memberikan pengaruh non siknifikan pada pengamatan parametertinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, produksi per sampel dan produksi per plot dari 1 mst, 2 mst, 3 mst dan 4 mst. Menurut analisis sidik ragam bahwa interaksi kedua perlakuan jenis nutrisi dan media tanam menunjukkan pengaruh sangat siknifikan pada pengamatantinggi tanaman, jumlah daun umur 1 mst, 2 mst, 3 mst dan 4 mst. Pengaruh siknifikan luas daun dan pengaruh non siknifikan pada pengamatan parameter produksi per sampel dan produksi per plot.Kata kunci: Hidroponik, media tanam, drif irrigation system
PENGARUH INTERVAL PENYIANGAN DAN KETEBALAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Syawaluddin Hasibuan; Rafiqah Amanda Lubis; Winda Elvina Hasibuan
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i2.408

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai bahan pangan utama hampir 90 % penduduk Indonesia. Ketersediaan air yang cukup merupakan salah satu faktor utama dalam produksi padi sawah. Kebutuhan air tanaman padi ditentukan oleh beberapa faktor seperti jenis tanah, kesuburan tanah, iklim (basah atau kering), umur tanaman, dan varietas padi yang ditanam, dan sebagainya. Keberhasilan pengelolaan tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan dan kemampuan tanaman dalam memanfaatkan sumberdaya lingkungan tumbuh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interval penyiangan dan ketebalan naungan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.). Peneltian ini dilaksanakan di Desa Mondang, Kec. Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan dua faktor yang akan diteliti yaitu : Faktor I Interval Penyiangan (P) dengan 3 taraf yaitu : P1= penyiangan 1x2 minggu, P2= penyiangan 1x3 minggu, P3= penyiangan 1x4 minggu. Faktor II Ketebalan Naungan (N) terdiri dari 3 taraf yaitu : N0= Tanpa Naungan, N1= Satu lapis, N2= Dua lapis. Dari hasil analisis statistik perlakuan interval penyiangan menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman Umur 2 mst, 6 mst, 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 2 mst, 6 mst, 10 mst, parameter berat dan berat bulir perplot. Sedangkan pengaruh nyata dijumpai pada berat bulir persampel. Hasil analisis secara statistik perlakuan ketebalan naungan menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman umur 2 mst dan 6 mst,dan 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 2 mst dan 10 mst. Sedangkan pengaruh tidak nyata terdapat pada parameter jumlah anakan umur 6 mst, berat bulir persampel dan berat bulir perplot. Kata Kunci : Interval Penyiangan, Ketebalan Naungan Tanaman Padi Sawah
PENGARUH UMUR BIBIT DAN TEKNIK PENGGENANGAN (PENGAIRAN) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) Rafiqah Amanda Lubis; Syawaluddin Hasibuan; Desi Kasimah Fitriana
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i2.409

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman penghasil beras yang digunakan sebagai bahan pangan utama hampir 90 % penduduk Indonesia. Ketersediaan air yang cukup merupakan salah satu faktor utama dalam produksi padi sawah. Kebutuhan air tanaman padi ditentukan oleh beberapa faktor seperti jenis tanah, kesuburan tanah, iklim (basah atau kering), umur tanaman, dan varietas padi yang ditanam, dan sebagainya. Keberhasilan pengelolaan tanaman dipengaruhi oleh ketersediaan dan kemampuan tanaman dalam memanfaatkan sumberdaya lingkungan tumbuh tanaman. Hal tersebut dapat dicapai antara lain melalui penggunaan umur bibit yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur bibit dan teknik penggenangan (pengairan) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Lokasi penelitian di Desa Mondang, Kec. Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dengan dua faktor yang akan diteliti yaitu : Faktor I Teknik Pengairan (P) dengan 3 taraf yaitu : P1= macak-macak, P2= berselang / intermitten, P3= terus-menerus. Faktor II Umur Bibit (B) terdiri dari 3 taraf yaitu : B1= Umur 1 minggu, B2= Umur 2 minggu, B3= Umur 3 minggu. Berdasarkan hasil analisis statistik perlakuan perbedaan umur bibit menunjukkan pengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman umur 2 mst, 6 mst dan 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 6 mst dan 10 mst, parameter jumlah malai, parameter berat bulir per tanaman sampel, dan parameter berat bulir per plot. Berdasarkan hasil analisis statistik perlakuan teknik penggenangan (pengairan) menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 10 mst, parameter jumlah malai, parameter berat bulir padi per tanaman sampel, dan berat bulir per plot. Sedangkan untuk interaksi menunjukkan pengaruh nyata pada jumlah anakan umur 2 mst dan 6 mst.
RESPON PEMBERIAN PUPUK UREA DAN BEBERAPA VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L. ) Rafiqah Amanda Lubis; Syawaluddin Hasibuan; Nur Ainun
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v1i2.414

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan tanaman pangan utama penduduk Indonesia. Berbagai cara dilakukan untuk dapat meningkatkan produksi tanaman padi, baik melalui pemanfaatan alat pertanian sebagai pengendali hama begitu juga penggunaan pupuk berupa organik dan anorganik. Pupuk N memegang peranan penting dalam peningkatan dan produksi padi sawah, sedangkan sumber pupuk N yang utama adalah urea Namun tanaman menyerap hanya 30% dari pupuk N yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Repon Pemberian Pupuk Urea dan Beberapa Varietas Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.). Desa Mondang, Kec. Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (Split Plot Design), dengan dua faktor yang akan diteliti yaitu : Faktor I pupuk urea (P) dengan 3 taraf yaitu : P0= 0 gram / petak P2= 150 gram/ petak, P3= 300 gram. Faktor II beberapa varietas (V) terdiri dari 3 taraf yaitu : V1= Ipb 3s, V2= Inpari 13, V3= Mekongga. Dari hasil analisis statistik perlakuan pemberian pupuk urea menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman 2 mst, 6 mst dan 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 3 mst, 7 mst dan 10 mst, parameter berat gabah padi per tanaman sampel, dan berat gabah per petak.. Hasil analisis secara statistik perlakuan beberapa varietas menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter tinggi tanaman umur 6 mst dan 10 mst, parameter jumlah anakan pada umur 2 mst, 6 mst dan 10 mst, parameter berat gabah pertanaman sampel, dan parameter gabah perpetak. Sedangkan pengaruh tidak nyata terdapat pada parameter tinggi tanaman umur 2 mst.

Page 1 of 24 | Total Record : 237