cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
PATUH KEPADA TUHAN ATAU PEMERINTAH? CULTURE SHOCK MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Tri, Eri, Dimas Teguh Ameliyaningsih, Kartika, Prasetyo
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.8019

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 memaksa orang-orang untuk menjaga jarak sosial dan fisik. Adanya peraturan jaga jarak tersebut dikukuhkan dalam kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah kota Indonesia. Penerapan PSBB turut berimplikasi pada kegiatan masyarakat muslim di ruang publik. Masyarakat muslim yang biasanya beribadah di masjid secara berjemaah, dituntut untuk dapat beribadah dari rumah. Namun, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi karena adanya keyakinan individu dalam mematuhi aturan agama. Fenomena ketidakpatuhan masyarakat muslim terhadap PSBB karena keyakinan ajaran agama diduga sebagai sebuah bentuk culture shock. Studi ini menggunakan tinjauan literatur untuk mencoba menjelaskan konsep culture shock yang terjadi pada masyarakat muslim selama penerapan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia. Analisis dilakukan dengan berdasarkan fakta yang diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, media massa dan buku yang relevan. Penulis fokus pada respons masyarakat terkait kegiatan keagamaan yang digambarkan dengan konsep culture shock yakni keresahan ketika dihadapkan pada kondisi, lingkungan dan budaya yang beda dari biasanya dan mengharuskan mereka melakukan adaptasi kegiatan keagamaan dari ruang publik ke rumah masing-masing. Pada akhir penulisan, masyarakat muslim masih bisa menjalankan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan dengan mematuhi peraturan PSBB, pemerintahan Indonesia.Kata kunci: Covid-19; Culture Shock; Muslim; PSBB; Ritual Keagamaan AbstractPandemic of coronavirus disease 2019 (Covid-19) force people to maintain social and physical distance. The presence of such mileage regulations is firmly established in large-scale social restrictions (PSBB) policies in a number of Indonesian cities. The application of PSBB can impair the activities of muslim people in public spaces. Muslim communities that normally worship in mosques are required to worship from home. However, such policies are not fully enforced because of individual confidence in obeying rules in religion. The phenomenon of muslim civil disobedience in PSBB because of faith in religious teachings is suspected to be a form of culture shock. The study uses a review of literature to try to explain the concept of culture shock that occurred to muslim communities during the implementation of PSBB in parts of Indonesia. Analysis is based on facts obtained from scientific journal articles, mass media and books. The authors focus on the response of the people to the religious activity depicted by the concept of culture shock of anxiety when exposed to different conditions, environments and cultures and require them to adapt to religious activities from public to home. At the end of the writing, muslim societies should still be able to observe worship as a form of obedience to god by abiding by the rule of the Indonesian government's PSBB.Keywords: Covid-19; Culture Shock; Muslim; Policy; Religious Rituals 
PENGOBATAN ALTERNATIF RUQYAH RUMAH SEHAT THIBUN NABAWI AL IMAN, MEDAN Neila Susanti
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.8180

Abstract

Pengobatan alternatif merupakan pengobatan yang dianggap irrasional dalam masyarakat. Dan biasanya dikaitkan dengan keyakinan atau kepercayaan religi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pasien memilih pengobatan ruqyah dan proses pengobatan ruqyah di rumah sehat Thibun Nabawi Al Iman, Medan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong pasien memilih pengobatan alternative ruqyah penyakit yang diiderita tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan ilmiah, penyakit diperkirakan akibat gangguan mahluk gaib, obatnya berasal dari herbal, teknik pengobatannya alami, sehingga efek sampingnya keci, biaya pengobatan lebih murah dari pada pengobatan modern. Dan proses ruqyah seperti interogasi yang dilakukan polisi untuk memaksa seorang penjahat mengakui kesalahannya. Maka seorang peruqyahpun seperti itu, terus menerus membacakan ayat-ayat al Quran sebagai pukulan dan siksaan terhadap jin yang mengganggu  atau merasuki tubuh manusia sehingga jin tersebut merasa tidak nyaman dan tersiksa.
PERUBAHAN DAKWAH DI ERA NEW NORMAL DAN TANTANGANNYA (TINJAUAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI DAKWAH) Al Asy'ari
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.8265

Abstract

The development and advancement of information technology demands a change in activities that originally interacted physically directly turned into virtual meetings. Moreover, since the pandemic, all activities, including preaching that usually gather a large congregation in one place, have started to switch to cyberspace.This research was aimed to design new concept of dakwa’ as respon of new normal era in the sociology perscpective. This research is a library research. Collecting data was conducted by learn some research that has been founded and report of the field from the news. The result of this research conclude some alternation as effect of covid-19 especially in the religion. Three variabel form sociology effect must be respon by the dakwah to sustain the essence of dakwah. And there are two challenge that will be faced of dakwah as the result of new normal era, namely the sociological categorization of the congregation and changes in the socio-economic structure of society which result in changes in habits.
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FATWA MUI NO. 14 TAHUN 2020 TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH DALAM SITUASI WABAH COVID-19 Muhammad Firdaus Imaduddin
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.7999

Abstract

Wabah pandemi COVID-19 masih menjadi polemik utama masyarakat. Salah satu bidang yang terdampak adalah kegiatan ibadah kolektif keagamaan, seperti salat Jumat dan salat berjamaah di masjid. Untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran berbagai virus, pemerintah bersama lembaga keagamaan dalam hal ini MUI kemudian merumuskan kebijakan untuk membatasi kegiatan sosial berskala besar, salah satunya melalui terbitnya Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah COVID-19. Penelitian empiris ini mencoba menggali dan menganalisis lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 menggunakan pendekatan teori persepsi sebagai alat analisisnya. Hasil data yang berhasil digali menunjukkan bahwa kebijakan fatwa MUI menuai argumen yang cukup variatif berdasarkan kebutuhan dan faktor kepribadian responden. Beberapa persepsi yang setuju mengarah pada sistem nilai teologis yang berpihak pada prinsip maqashid syari'at. Sedangkan persepsi yang cenderung menolak mengarah pada sistem nilai teologis-normatif yang hanya bertumpu pada hubungan vertikal dengan Tuhan.
SISTEM KEPEMIMPINAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA DAN RELEVANSINYA DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA (ANALISIS SOSIOLOGIS) Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.7978

Abstract

Kehidupan masyarakat Batak Toba memperlihatkan bahwa seorang pemimpin adalah pribadi yang disukai dan menjadi teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya sehingga tujuan bersama dapat tercapai. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem pemerintahan modern terhadap sistem kepemimpinan tradisional dalam masyarakat Batak Toba, dan untuk mengetahui pengaruh sistem kepemimpinan tradisional terhadap pemilihan pemimpin masyarakat kini. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menekankan sistem kepemimpinan tradisional dalam masyarakat Batak Toba dan relevansinya kini. Sistem kepemimpinan tradisional dalam Batak Toba masih relevan hingga saat ini dari aspek teori dan prakteknya. Sistem kepemimpinan tradisional dapat dilihat dari aspek sosiologis dan historis, serta dikotomi yang pernah dirasakan oleh masyarakat Batak Toba karena pengaruh intervensi kolonial Belanda. Hal itu dikuatkan dengan realita pemilihan pemimpin di tengah masyarakat Batak Toba masa kini, dimana terjadi perubahan perilaku pemilih yaitu munculnya pemilih sosiologis yang semakin kuat

Page 1 of 1 | Total Record : 5