cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018" : 102 Documents clear
Peningkatan Pemahaman Konsep dan Kemampuan Komunikasi Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Think – Talk – Write ( TTW ) di Kelas XI IPA 4 MAN 1 Pekanbaru Hesti, Feri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika selama ini cenderung berlangsung mekanistik. Guru langsung mengajarkan algoritma kepada peserta didik, memberikan contoh soal dan meminta peserta didik menyelesaikan soal-soal yang mirip dengan yang diberikan guru. Kondisi ini menyebabkan peserta didik hanya mengetahui cara menyelesaikan soal tanpa memahami konsep matematika yang dipelajari. Selama proses pembelajaran peserta didik cenderung pasif dan pembelajaran terpusat kepada guru sehingga menyebabkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik rendah. Peserta didik cenderung hanya menonjol dalam menghafal konsep matematika, tetapi lemah dalam hal pemecahan masalah, penalaran dan kemampuan komunikasi secara matematis. Salah satu pendekatan pembelajaran matematika yang potensial untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik adalah pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 orang peserta didik yang berada di kelas XI IPA 4 MAN I Pekanbaru. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi, kuis, tes hasil belajar dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil analisis data pada siklus pertama dan kedua menunjukan aktivitas dan hasil belajar peserta didik meningkat. Hal ini ditunjukan adanya peningkatan kemampuan Pemahaman Konsep matematika dari 36,0 % pada siklus pertama menjadi 71,4 % pada siklus kedua. Kemampuan komunikasi matematika meningkat dari 40,0% pada siklus pertama menjadi 78,6 % pada siklus kedua. Berdasarkan hasil ini disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Think-Talk-Write (TTW). dapat meningkatkan aktivitas, kemampuan pemahan konsep dan kemampuan matematika peserta didik.
Penggunaan Informasi Teknologi dan Dukungan Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa SMK Mutiara, Erli; Ingtyas, Fatma Tresno; Hilda, Nuwairy; Siahaan, Riana Friska; Tobing, Marnala; Siregar, Bani Sirkam
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Intensitas Penggunaan Informasi Teknologi; (2) Dukungan Orang Tua; (3) Prestasi Belajar; (4) Hubungan Intensitas Penggunaan Informasi teknologi dengan Pretsasi Belajar; (5) Hubungan Dukungan Orang Tua dengan Prestasi Belajar; (6) Hubungan Intensitas Penggunaan Informasi Teknologi dan Dukungan Orang Tua dengan Prestasi Belajar. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Beringin dengan jumlah sampel 32 siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif data, uji kecenderungan, uji persyaratan analisis dengan uji normalitas, uji lineritas, uji hipotesis dengan uji korelasi product moment, uji parsial dan uji korelasi ganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan Intensitas Penggunaan Informasi teknologi, Dukungan Orang Tua cenderung cukup, masing-masing sebesar 75 persen, 56 persen dan Prestasi Belajar sebesar 50 persen. Hasil Analisis Uji Normalitas dengan dk = 5 pada variabel Intensitas Penggunaan Informasi teknologi yaitu X2hitung < X2tabel (6,78 < 11,070), variabel Dukungan Orang Tua yaitu X2hitung < X2tabel (3,69 < 11,070) dan variabel Prestasi Belajar yaitu X2hitung < X2tabel (5,96 < 11,070) pada taraf signifikan 5 persen ketiga variabel berdistribusi Normal. Hasil analisis korelasi product moment terdapat hubungan yang signifikan antara Intensitas Penggunaan Informasi teknologi dengan Prestasi Belajar dengan nilai rhitung > rtabel (0,964 > 0,349) pada taraf signifikan 5 persen. Hasil analisis korelasi product moment terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Orang Tua dengan Prestasi Belajar dengan nilai (rhitung = 0,977 > rtabel 0,349) pada taraf signifikan 5 persen. Hasil analisis korelasi ganda dengan nilai Fhitung >F­tabel(3,71 > 3,33), pada taraf signifikan 5 persen, terdapat hubungan yang signifikan antara Intensitas Penggunaan Informasi teknologi dan Dukungan Orang Tua dengan Prestasi Belajar, artinya semakin tinggi Intensitas Penggunaan Informasi teknologi dan semakin tinggi Dukungan Orang Tua maka semakin tinggi Prestasi Belajar Siswa.
Korelasi Antara Motivasi Belajar dan Kepercayaan Diri dengan Hasil Belajar PKL Siswa SMK Purba, Rasita; Tampubolon, Hotmaria; Rambe, Armaini; Aritonang, Rohana; Azmi, Chairiza
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ; (1) motivasi belajar siswa; (2) kepercayaan diri siswa; (3) hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan); (4) hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan); (5) hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan); (6) hubungan motivasi belajar dan kepercayaan diri dengan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan). Desain penelitian adalah deskriptif korelasional. Lokasi penelitian di SMK Negeri 10 Medan. Pengambilan sampel digunakan teknik Total Sampling, sehingga yang menjadi sampel penelitian seluruh kelas XI Boga dengan jumlah 42 orang. Data motivasi belajar dan kepercayaan diri dikumpulkan dengan menggunakan angket sedangkan data hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan) dengan dokumentasi nilai . Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif data, uji kecenderungan, uji persyaratan analisis dengan uji normalitas, uji lineritas dan keberartian persamaan regresi ganda, uji hipotesis dengan uji korelasi product moment, uji parsial dan uji korelasi ganda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan variabel motivasi belajar siswa termasuk kategori cenderung cukup sebesar 100 persen, kepercayaan diri cenderung cukup yaitu sebanyak 88,09 persen dan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan) cenderung tinggi dengan persentasi sebesar 100 persen. Hasil analisis normalitas dengan dk=5 pada ketiga variabel adalah normal untuk motivasi belajar (Xhitung=8,84<Xtabel= 11,07), kepercayaan diri (Xhitung= 10,98<Xtabel= 11,07), dan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan) (Xhitung=6,75<Xtabel= 11,07). Hasil analisis data korelasi product moment menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan) dengan nilai rhitung > rtabel (0,81>0,304), artinya semakin tinggi motivasi belajar siswa maka semakin tinggi hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan) dengan nilai rhitung > rtabel (0,94>0,304), artinya semakin tinggi kepercayaan diri maka semakin tinggi hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan). Hasil analisis korelasi ganda terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan kepercayaan diri dengan hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan) dengan nilai Fhitung > F­tabel (3,44>3,28), artinya semakin tinggi motivasi belajar dan kepercayaan diri siswa, maka semakin tinggi hasil belajar PKL (praktik kerja lapangan).
Eksplorasi Soft Skill Yang Relevan Untuk Peningkatan Kompetensi Calon Guru SMK Amin, Muhamammad; Panahatan, Panahatan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan atribut-atribut soft skill baik generik maupun spesifik yang relevan untuk diintegrasikan dalam program perkuliahan di Pendidikan Teknik Elektro. Atribut soft skills yang ditemukan diharapkan dapat menjadi pelengkap dalam kegiatan perkuliahan guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi simultan antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) mengidentifikasi jenis atribut soft skill berbasis budaya lokal yang bersumber dari 6 pilar pendidikan karakter unimed, serta atribut yang berasal dari hasil kajian internasional; (2) melakukan kajian dan pengelompokan semua atribut yang bersifat generik dan spesifik; (3) mengidentifikasi karakteristik mata kuliah, terutama yang berkaitan dengan tujuan dan rencana kegiatan perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 73 atribut yang bersifat generik dan 56 atribut yang secara khusus relevan untuk dipetakan, disebarluaskan, dan dilatih pada setiap mata pelajaran. Soft skill yang akan dilatihkan pada tahun pertama didistribusikan dalam 22 mata kuliah, pada tahun kedua 22 mata kuliah, dan pada tahun ketiga didistribusikan dalam 18 mata kuliah
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOLABORATIF DENGAN METODE DISKUSI MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 BATANG CENAKU TAHUN AJARAN 2015/2016 Aristo, Aristo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.027 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.123

Abstract

Penetian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar biologi melalui penerapan pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi menggunakan media gambar pada siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan analisi secara deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada bulan April sampai Juni 2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN Batang Cenaku yang berjumlah 37 orang. Hasil analisis data yang diperoleh dari daya serap rata-rata siswa sebelum PTK 70,16 setelah PTK siklus I menjadi 79,89 dan setelah PTK siklus II meningkat menjadi 84,4. Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebelum PTK 62,16%, pada PTK siklus I adalah 83,8% dan setelah PTK siklus II menjadi sebesar 91,8%. Sedangkan ketuntasan belajar nilai psikomotorik sebelum PTK 75,18%, setelah PTK siklus I menjadi 83,8%, dan setelah PTK siklus II menjadi 89,18%. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif dengan metode diskusi menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa kelas XI IPA SMAN 1 Batang Cenaku Tahun Ajaran 2015/2016
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK (LISTENING SKILL) PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 2 KAMPAR MELALUI PRONUNCIATION “ODD ONE OUT” GAMES PADA TEKS EXPLANATION TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Dahir, Dahir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.066 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.124

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menyimak pada pesetra didik pada tingkatan SMA. Permasalahan penelitian ini adalah “Seberapa efektifkah penggunaan Pronunciation Odd One Out Games pada pembelajaran peserta didik kelas XII IPA 2 dalam meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) pada teks explanation di SMA Negeri 2 Kampar ?.” Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak (listening skill) pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kampar dapat ditingkatkan melalui metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) penggunaan metode permainan adalah clue atau jalan keluar bagi masalah yang selama ini terjadi di kalangan peserta didik terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris karena metode ini dapat menimbulkan atmosfir yang baik selama proses belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. 2) Penggunaan metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 2 Kampar pada materi news item Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar guru menggunakan metode games “Pronunciation Odd One Out Games” diawal pembelajaran model pembelajaran sebagai salah satu alternatif mengatasi kesulitan peserta didik dalam menyimak (listening skill)
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA KELAS VII SMPN 25 PEKANBARU Welinawati, Welinawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.661 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis (KPM) siswa terhadap pembelajaran Matematika pada materi Segitiga dan Segiempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru melalui penerapan model Discovery Learning semester genap tahun pelajaran 2016/2017 pada materi Segiempat dan Segitiga. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru. Instrumen penelitian yang digunakan adalah perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Perangkat pembelajaran terdiri dari silabus, RPP, dan LKS, sedangkan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan dan perangkat tes KPM. Lembar pengamatan digunakan untuk memperoleh data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran yang selanjutnya akan dianalisis secara kualitatif, dan perangkat tes KPM digunakan untuk mengumpulkan data kemampuan pemahaman matematis siswa yang selanjutnya akan dianalisis secara kuantitatif. Berdasarkan analisis data aktivitas guru dan siswa setelah menerapkan pembelajaran dengan model Discovery Learning, dapat disimpulkan bahwa terjadi perbaikan proses pembelajaran pada setiap siklusnya. Analisis data kemampuan pemahaman matematis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan KPM siswa pada siklus kedua. Rata-rata skor tes KPM siswa pada siklus I sebesar 64,04 meningkat menjadi 84,04 pada siklus II. Peningkatan rata-rata nilai KPM peserta didik juga terjadi pada setiap indikator KPM, yaitu menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari, memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep yang telah dipelajari dan mengaitkan kembali berbagai konsep yang telah dipelajari. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran dengan model Discovery Learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan dapat meningatkan kemampuan pemahaman matematis peserta didik kelas VII1 SMPN 25 Pekanbaru.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS III SD NEGERI 006 AIR MOLEK 1 KECAMATAN PASIR PENYU Ertihanim, Ertihanim
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.335 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.126

Abstract

Salah satu cabang ilmu yang sangat mendukung perkembangan dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) adalah matematika. Pemahaman dan penguasaan konsep matematika pada peserta didik harus terus ditingkatkan. Guru harus berusaha dan berupaya untuk memotivasi peserta didik agar mau belajar matematika. Kenyataan yang terjadi sebagian besar peserta didik tidak suka belajar matematika,motivasi mereka untuk belajar matematika sangat kurang. Interaksi antar peserta didik masih sangat rendah sehingga penguasaan konsep-konsep matematika menjadi sangat lemah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Action Research Classroom) yang dilaksanakan dengan 2 siklus sebanyak empat kali pertemuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang berhasilnya peneliti (guru) mengajar dalam pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional-tradisional, yang dialami oleh peneliti justru kadang kala dapat merusak, motivasi peserta didik dalam belajar matematika. Komunikasi antara guru dan peserta didik begitu juga antar sesama peserta didik juga terbatas karena terbatasnya kesempatan untuk berdiskusi. Untuk mengatasi masalah ini peneliti mencoba menggunakan pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik terhadap pelajaran matematika peserta didik kelas III SD Negeri 006 Air Molek 1 Kecamatan Pasir Penyu. Penelitian dilakukan di kelas SD Negeri 006 Air Molek 1 Kecmatan Pasir Penyu. pada peserta didik kelas III, yang berjumlah 19 orang dari Bulan Agustus sampai November tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus dimana setiap pertemuan dilakukan tahapan (1) perencanaan; (2)tindakan; (3) observasi; dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik sebelum tindakan hingga setelah tindakan mengalami peningkatan. Dari hasil rataan diperoleh 67,37 maka pada silkus ke dua meningkat menjadi 71,05. Dari hasil ketuntasa secara klasikal mengalami peningkatan dari 63% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. terdapat peningkatan motivasi peserta didik terhadap matematika sesudah pembelajaran dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dikelas kelas III SDN 006 Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu.
MENGGUNAKAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR BIOLOGI METABOLISME UNTUK SISWA KELAS XII IPA 2 SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR Esweti, Esweti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.533 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.127

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 1 Kampar Timur pada mata pelajaran Biologi dengan objek penelitian siswa kelas XII IPA 2 pada semester ganjil 2017/2018. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan belajar biologi pada pokok bahasan metabolisme untuk siswa kelas XII IPA 2. Model pembelajaran Peta Konsep dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Peta Konsep yang terdiri dari soal-soal tes (ulangan), lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Model pembelajaran Peta Konsep terdiri dari 3 tahap utama yaitu: siswa membuat konsep, mendiskusikan, dan menjawab pertanyaan. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 6 kali pertemuan dan dua kali ulangan harian. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 dengan siklus 2. Aktifitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan harian I dan ulangan harian II yang dilakukan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Peta Konsep di kelas XII IPA 2 SMA Negeri 1 Kampar Timur mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Biologi yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MEDAN MAGNETIK KELAS XII IPA-1 SMAN 1 SUNGAI LALA Susanti, Herlina
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.83 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i3.128

Abstract

Pembelajaran fisika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu diurutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal fisika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Rumusan masalah yang diajukan (1) Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Medan Magnetik SMAN 1 Sungai Lala Kelas XII IPA-1. (2) Apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Medan Magnetik SMAN 1 Sungai Lala ? Penelitian dilakukan di kelas XII IPA-1 dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok, presentasi, evaluasi, dan penghargaan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan instrument lembar observasi, dokumentasi dengan menggunakan instrument lembar dokumentasi dan tes tulis dengan menggunakan instrument lembar butir soal. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, pertemuan I untuk pembelajaran dan pertemuan II untuk tes hasil belajar siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD 81,25% dengan rata-rata 77,97 yang termasuk dalam kategori sedang

Page 1 of 11 | Total Record : 102