cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227" : 25 Documents clear
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEPTUAL MAHASISWA PGSD PADA MATA KULIAH PERENCANAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Wahyu Susiloningsih
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.270

Abstract

Sebagai seorang calon guru SD tugas utama adalah mampu merencanakan suatu perencanaan pembelajaran yang inovatif. Untuk itu, pemahaman konseptual dalam merencanakan pembelajaran harus ditekankan pada seluruh mahasiswa PGSD. Pemahaman konseptual merupakan suatu proses bertahap yang masing-masing tahap mempunyai kemampuan tersendiri, seperti; menerjemahkan, menginterprestasikan, ekstrapolasi, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Salah satu mata kuliah prasyarat bagi seluruh mahasiswa PGSD lulus dalam mata kuliah perencanaan pembelajaran mengingat pentingnya suatu perencanaan dalam pembelajaran sebagai bekal menjadi seorang pendidik. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman konseptual mahasiswa PGSD dalam merencanakan pembelajaran. Objek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PGSD angkatan 2017 sebanyak tiga mahasiswa. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif karena dari data yang diperoleh merupakan data yang berupa kalimat-kalimat deskriptif dan gambar-gambar visual. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam 5 tahapan, yaitu tahap awal meliputi studi literature dan studi empiric, tahap penyusunan soal tes, tahap utama pemberian soal kepada mahasiswa, tahap analisis data, dan tahap pelaporan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, diketahui bahwa perencanaan pembelajaran sebagai sub sistem dari sistem pembelajaran, dengan demikian memiliki komponen-komponen yang memiliki fungsi sendiri-sendiri dan saling terkait bersama-sama untuk mencapai tujuan dan berdasarkan hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa pemahaman konseptual dalam perencanaan pembelajaran mahasiswa dinyatakan “sangat baik”
PENERAPAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Anggy Giri Prawiyogi; Sri Wulan Anggraeni; Teten Ginanjar Rahayu
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.295

Abstract

Permasalahan dalam pelajaran matematika siswa kurang tertarik terhadap pelajaran matematika karena matematika dianggap sebagai pelajaran yang paling sulit diantara pelajaran yang lainnya serta lemahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dalam memecahkan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model CREATIVE PROBLEM SOLVING (CPS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas IV di SDIT Cendekia Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitiam Tindakan Kelas desain yang lebih dikenal dengan sistem spiral refleksi diri yang dimulai dari rencana, tindakan, pengamatan refleksi dan perencanaan kembali yang merupakan dasar untuk persiapan pemecah masalah. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV D berjumlah 31 siswa. Aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika dan kemampuan Berpikir Kreatif Matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) pada pembelajaran Matematika mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Terlihat dari perolehan nilai rata-rata kelas, nilai ketuntasan belajar siswa secara individu, dan Daya Serap Klasikal kelas mengalami peningkatan yang sangat baik pada setiap siklusnya. Pada siklus pertama, nilai rata-rata siswa hanya 66.93 dengan tingkat Daya Serap Klasikal mencapai 51,61%, kemudian setelah diterapkannya model pembelajaran CPS selama tiga siklus, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 78,23 dengan tingkat Daya Serap klasikal mencapai 87,10%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CPS telah berhasil meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV SDIT Cendekia
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENULIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR Adnan Adnan; Riski Kurniawati; M Husin; M Yamin
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan hasil belajar dan ketrampilan menulis dengan menggunakan media yang bertuliskan kata dan kalimat. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan yang menjadi subjek adalah siswa sekolah dasar semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Tindakan yang dilaksanakan ada dua siklus. Pada siklus I  rata-rata hasil belajar siswa diperoleh dengan nilai 61,9 yang terdiri 11siswa tuntas (47,82%) dan 12 siswa (52,18%) tidak tuntas. Untuk siklus II nilai hasil belajar meningkat dengan nilai rata-rata 78,26. siswa yang mencapai ketuntasan pada siklus II berjumlah 21 siswa (91,30) dan yang tidak tuntas berjumlah 2 siswa (8,70%). rata-rata nilai siklus II diatas KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah yaitu 65. ketuntasan secara klasikal 80% meningkat dari 47,82% pada siklus I menjadi 91,30%. Dengan demikian melalui pembelajaran menggunakan media dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa di Sekolah Dasar
CALON GURU SEKOLAH DASAR: SUDAHKAH MENJADI SUMBER DAYA MANUSIA YANG LITERAT? Cholifah Tur Rosidah
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.272

Abstract

Penyelarasan gerakan literasi sekolah ialah dengan gerakan literasi kampus. Kehidupan kampus terutama yang berperan sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan hendaknya berupaya keras menciptakan calon pendidik yang literat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai calon guru sekolah dasar apakah termasuk dalam sumber daya manusia yang literat atau bukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh mahasiswa PGSD Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang berjumlah 880 mahasiswa. Selanjutnya diambil sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling hingga diperoleh tiga kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket, wawancara, dan observasi. Instrumen yang dibutuh dalam penelitian ini antara lain angket, daftar pertanyaan wawancara, dan lembar observasi. Kemudian data yang telah dikumpulkan di analisis dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Adapun hasil dari penelitian ini ialah belum semua mahasiswa PGSD menjadi SDM yang literat.
PENGEMBANGAN ETNOSAINS MULTIMEDIA LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOGNITIF SKILL SISWA SD DI KOTA LUBUKLINGGAU Tio Gusti Satria; Asep Sukenda Egok
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.382

Abstract

Pembelajaran sains yang mampu menjembatani perpaduan antara budaya siswa atau pengetahuan asli dengan budaya ilmiah di sekolah atau pengetahuan khas dari suatu komunitas atau etnosains dapat mengefektifkan proses belajar siswa. Siswa belajar secara formal untuk memahami lingkungannya dengan berbagai permasalahan yang ada di sekitarnya. cara mengajar guru yang sering menggunakan metode ceramah, text book centered dan jarang menggunakan media pembelajaran. Sedangkan, siswa membutuhkan penjelasan dari guru dalam bentuk nyata, akan tetapi karena guru tidak menggunakan media pembelajaran yang dapat menarik minat siswa dalam belajar. media pembelajaran mencakup manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran diharapkan untuk menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana kepada siswa, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana peserta didik dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif. Multimedia Learning diharapkan mampu meningkatkan kognitif skill siswa dan pembelajaran menjadi lebih bermakna
EKSPRESI EMOSI ANAK AUTIS DALAM BERINTERAKSI SOSIAL DI SEKOLAH Ian Tommy Hasibuan; Marlina Marlina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.300

Abstract

 Penelitian ini bertujuan melihat ekspresi emosi anak autis dalam berinteraksi di SLB N 1 Pariaman serta mendeskripsikan ekspresi emosi yang ditampilkan oleh anak autis dalam berinteraksi di SLB 1 Pariaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, yang menjadi objek dalam  penelitian ini adalah ekspresi emosi anak autis dalam berinteraksi disekolah dengan responden dalam penelitian ini yaitu guru, staf Tata Usaha dan kepala sekolah di SLB N 1 Pariaman. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan cara mengorganisasikan data kedalam kategori tertentu, menjabarkan kedalam unit–unit, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber sehingga data yang diperoleh mudah dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana anak autis Diki dalam mengekspresikan emosi/perasaannya dalam berinteraksi serta makna ekspresi emosi yang diperlihatkan anak autis. pada saat marah karena Sesuatu yang ingin dilakukan tidak tercapai, merasa takut ketika mendengar suara keras gurunya, sedih/menangis ketika tidak mau mengikuti intruksi dari gurunya untuk belajar dan senang ketika mendapat pujian dari gurunya.
Pemahaman Konsep Guru dan Calon Guru tentang Integrasi Sains-Islam pada Materi Reproduksi pada Tumbuhan Rafika Elsa Oktaviani; Zarkasih Zarkasih; Rian Vebrianto
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.313

Abstract

Penguasaan konsep merupakan bagian yang sangat penting yang harus dimiliki oleh guru dan calon guru ketika mempelajari sains. Salah satu materi IPA adalah reproduksi pada tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep Integrasi (Sains-Islam) reproduksi tumbuhan pada Guru dan  calon guru. Harapannya dengan adanya integrasi tersebut memudahkan siswa untuk menambah wawasan serta munculnya keyakinan ilahiyyah. Sehingga telihat jelas bahwa  ilmu-ilmu sains dengan ilmu agama saling melengkapi. Jenis penelitian ini adalah survey Subyek dalam penelitian ini adalah guru SD dan mahasiswa semester II TA 2018/2019 yang berjumlah 30 responden. Penelitian ini menggunakan angket skala likert. Nilai rata-rata hasil quesioner secara keseluruhan  yaitu 3,7, sebesar 73,4 %, pemahaman konsep guru dan calon guru pada konsep sains-islam reproduksi pada tumbuhan kategorinya tinggi. hasil perhitungan akhir rata-rata pemahaman konsep setelah diberikan pernyataan dalam bentuk angket pemahaman konsep sains reproduksi pada tumbuhan sebesar 74,9% dengan kategori tinggi. Sedangkan pemahaman konsep  Islamnya sebesar 69% dengan kategori sedang. Secara umum persentase pemahaman guru dan calon guru pada konsep sains lebih besar (74,9%) dari pada konsep islam (69%). Sehingga dapat diketahui pemahaman guru dan calon guru tentang  konsep reproduksi tumbuhan secara sains  lebih baik dari pada konsep reproduksi tumbuhan secara islam.
ANALISIS GERAKAN LITERASI POJOK BACA KELAS TERHADAP EKSISTENSI DAYABACA ANAK DI SEKOLAH DASAR Hijrawatil Aswat; Andi Lely Nurmaya G
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.302

Abstract

Program Gerakan Literasi Sekolah Kemendikbud mengartikan kemampuan berliterasi sebagai kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai kegiatan, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan atau berbicara. Salah satu akses literasi ini adalah pojok baca kelas sebagai perpustakaan mini yang dihadirkan dalam kelas sehingga lebih mendekatkan dan mengakrabkan lagi siswa dengan bahan bacaannya. Penelitian ini dilakukan di 3 kecamatan Kota Baubau yang terdiri dari 16 Sekolah Dasar, Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulandata yaitu observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan literasi pojok baca kelas belum terlaksana secara menyeluruh karena hanya ada 3 sekolah yang memiliki pojok baca kelas masing-masing  1 sampai 2 kelas saja pojok bacanya. Padahal seruan ini sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2015 untuk mengembalikan budaya baca anak, alasan yang mendasar oleh sekolah adalah keterbatasan dana dan minimnya pengalaman dalam mendesain pojok baca kelas. Dilihat dari eksistensi daya baca anak memberikan gambaran bahwa siswa sangat menyambut baik kehadiran pojok baca di kelasnya ditandai dengan aktivitas dan antusias siswa dalam membaca buku bacaan sebelum pelajaran dimulai dan pada saat jam istrahat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DENGAN PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TURNAMEN DI SEKOLAH DASAR Widia Yati; Risda Amini
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pengembangan bahan ajar pendekatan Cooperative Learning Tipe Turnamen siswa pada kelas IV SD Negeri 14 Belanti Barat. Jenis Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Developement). Subjek uji coba adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri 14 Belanti Barat dan Penyebaran di SDN 13 Lolong sebanyak 25 siswa. Berdasarkan hasil uji coba Kevalitan dapat dilhat dari validasi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 4.24 dengan kategori sangat valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 84 % respon peserta didik 80 % sedangkan efektifitas bahan ajar 96%.  Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar valid, praktis dan efektif pada kelas IV SD.
PENGARUH PROGRAM POJOK LITERASI TERHADAP MINAT BACA MAHASISWA Febrina Dafit; Dea Mustika; Ningrum Melihayatri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i1.307

Abstract

Membaca buku merupakan salah satu aktivitas belajar yang efektif untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan, namun pada kenyataannya, permasalahan yang masih ditemukan sampai saat ini adalah rendahnya minat membaca pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi minat baca mahasiswa PGSD FKIP UIR setelah terbentuknya program pojok literasi dan menelaah pengaruh program pojok literasi terhadap minat baca mahasiswa PGSD FKIP UIR. Penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Untuk mengetahui pengaruh program pojok literasi terhadap minat baca mahasiswa PGSD FKIP UIR, maka peneliti menggunakan analisis data regresi linear sederhana. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa program pojok literasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap minat baca mahasiswa. Rata-rata minat baca mahasiswa adalah 107,39 dengan kategori baik dan memiliki persentase 83,89%. Program pojok literasi memberikan pengaruh pada minat baca mahasiswa dilihat dari aspek semangat dalam membaca buku, kesadaran sebagai mahasiswa untuk membaca buku, kesadaran akan pentingnya buku, ketertarikan untuk membaca buku, ketertarikan terhadap buku bacaan, memanfaatkan waktu untuk membaca buku, memilih buku bacaan, keinginan mencari sumber bacaan buku. Minat baca mahasiswa juga sangat berkaitan dengan kesadaran mahasiswa untuk membaca. Apabila mahasiswa sadar dengan membaca maka akan menambah pengetahuan maka minat baca mahasiswa juga akan meningkat.

Page 1 of 3 | Total Record : 25