cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521" : 34 Documents clear
Efektivitas Penggunaan Model Problem Based Learning Dan Model Group Investigation Terhadap Kemampuan Kerjasama Siswa Sekolah Dasar Bernadetha Titis Wulan Sari; Firosalia Kristin
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan model PBL dan model GI terhadap kemampuan kerjasama siswa pada pembelajaran IPA SD Negeri Panjang 03 Ambarawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 4 SD Negeri Panjang 03 yang berjumlah 53, yang terbagi atas kelas eksperimen berjumlah 27 siswa dan kelas kontrol berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi untuk mengetahui kemampuan kerjasama siswa dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 25 for windows. Berdasarkan uji t yang telah dilakukan data memiliki nilai signifikansi 0,000 yang artinya kurang dari 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya kemampuan kerajasama menggunakan model PBL lebih unggul secara signifikan dibandingkan dengan model GI. Perbedaan kedua model tersebut terlihat dari rerata kedua kelas, pada kelas eksperimen memiliki rerata 83,33 sedangkan kelas kontrol memiliki rerata 71,50, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan efektivitas kemampuan kerjasama siswa muatan pelajaran IPA kelas 4 dengan menggunakan model Problem Based Learning dan Group Investigation SD Negeri Panjang 03 Ambarawa. 
Efektivitas Pembelajaran Problem Based Learning dan Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Siti Khomaidah; Henny Dewi Koeswanti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.356

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas model Problem Based Learning dengan Guided Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Tingkir Tengah 01 yang berjumlah 29 siswa, dan SD Negeri Tingkir Tengah 02 yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa tes pilihan ganda. Analisis data yang digunakan berupa teknik analisis uji t yang digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata antara kelompok yang menggunakan model Problem Based Learning dan Guided Inquiry Learning. . Pengujian hipotesis menggunakan independent sample T test dengan signifikansi pada kolom sig. (2-tailed) sebesar 0,006 <0,05 dengan hasil thitung sebesar 2,832 ˃ ttabel2,001, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelompok yang menggunakan model Problem Based Learning dengan Guided Inquiry Learning. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelompok Problem Based Learning sebesar 79,37 dan kelompok model Guided Inquiry Learning nilai rata-rata posttest 75,63. Hal ini menunjukan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif di bandingkan dengan model Guided Inquiry Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas 5 SD Gugus Joko Tingkir Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020. 
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Solving dan Discovery Learning ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Maklonia Meling Moto; Srigiarti Srigiarti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Discovery learning dan Problem solving ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 sekolah Dasar pada pembelajaran tematik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik probality yaitu dengan area sampling atau cluster sampling sehingga jumlah sampel penelitian berjumlah 51 peserta didik. Metode penelitian yang dugunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research). Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan uji T. hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem solving lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari pada model pembelajaran Discovery learning. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil akhir yang diperoleh dari kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik (N) sebanyak 26 peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 61,32, sementara pada kelas kontol diperoleh nilai rata-rata sebesar 66,85 dengan (N) sebanyak 25 peserta didik. Hasil uji T diperoleh nilai signifikansi pada F sebesar 2,589 dan nilai sig 0,024 < 0,050, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan model problem solving dan discovery learning ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 SD dalam pembelajaran tematik
Pengaruh Blanded Learning terhadap Hasil Belajar Matakuliah Bimbingan Konseling Mahasiswa PGSD Sulistyani Puteri Ramadhani
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.350

Abstract

Pada era digitalisasi dalam upaya meningkatkan pembelajaran sebagai kualitas pendidikan di Indonesia selalu merupakan isu yang paling penting. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi adalah dengan meningkatkan kualitas proses mengajar. Proses pembelajaran perlu didukung dengan teknologi untuk memfasilitasi proses pengajaran sehingga dapat belajar di mana saja dan eficienty waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan blended learning terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada mata kuliah Bimbingan Konseling. Sampel penelitian adalah Mahasiswa di kelas eksperimen dan Kelas Kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimen dengan Postest-Only Control Design. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t  menunjukan bahwa nilai  t hitung 13,155 dan nilai t tabel dengan α 0,05 menunjukan nilai 1,898. Karena thitung > ttabel  berarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar mahsisiwa kelas eksperimen yang menerapkan model blended learning dengan hasil belajar siswa kelas kontrol yang tidak menerapkan model blended learning pada mata kuliah bimbingan konseling Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model blended learning berpengaruh terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Bimbingan Konseling.
Kontribusi Iklim Sekolah dan Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Ideswal Ideswal; Yahya Yahya; Hanif Alkadri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.381

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk melihat kontribusi iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SDN di kota Payakumbuh. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan korelasi. Populasinya adalah guru-guru SDN di kota Payakumbuh sebanyak 229 guru. Data penelitian dikumpulkan melalui melakukan pengamatan terhadap prilaku kepala sekolah terhadap guru. Berdasarkan Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa Terdapat kontribusi antara iklim sekolah dengan kinerja guru di SDN di kota Payakumbuh sebesar 9,0% dan Terdapat kontribusi antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru SDN di kota Payakumbuh sebesar 8,6%. Dapat disimpulkan bahwa terlihat  kontribusi  iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SDN di kota Payakumbuh.
Integrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) ERA 4.0 Pada Pembelajaran Berbasis Tematik Integratif Di Sekolah Dasar Mitrakasih La ode Onde; Hijrawatil Aswat; Fitriani B; Eka Rosmitha Sari
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.321

Abstract

Penguatan Pendidikan karakter menjadi perhatian utama di era revolusi industry, dimana dunia anak mulai dipengaruhi oleh tekhnologi yang juga membawa dampak negatif bagi anak jika control guru dan orang tua lepas kendali. Penguatan Pendidikan karakter adalah Gerakan Pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik). Dimana penguatan Pendidikan karakter ini dilakukan secara terintegrasi kedalam semua mata pelajaran yang disajikan berdasarkan tema dengan menghadirkan nilai-nilai karakter sesuai dengan materi pelajaran yang dipelajari mulai dari kegiatan awal hingga kegiatan akhir pembelajaran. Pada tahap perencanaan dengan mengacu pada perangkat pembelajaran tertuang secara jelas nilai-nilai karakter yang termuat pada KI, KD, dan tahapan pelaksanaan kegiatan. Begitupun pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada setiap tahapan sudah memunculakn penguatan Pendidikan karakter, meskipun tidak memunculkannya secara keseluruhan namun sudah mewakili beberapa nilai karakter yang diharapkan. Evaluasi penguatan pendidikan karakter dilakukan dengan melihat karakter spiritual siswa dan karakter sosial siswa melalui lembar observasi saat proses pengamatan secara langsung di kelas, catatan penting lainnya, dan protofolio.
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Tematik dengan Menggunakan Metode Visual Storytelling di Sekolah Dasar Syahda Puspita Husada; Taufina Taufina; Ahmad Zikri
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar tematik dengan metode storytelling untuk pendidik kelas V yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan berdasarkan model 4D (Define, Design, Develop dan Disseminate). Kevalidan dilhat dari segi isi, bahasa, penyajian, kegrafikaan dan RPP, keseluruhan 85. % dengan kategori valid. Pratikalitas bahan ajar dilihat dari respon pendidik, 90 % respon peserta didik 90 %.  Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar tematik menggunakan metode visual storytelling yang dikembangkan layak digunakan di kelas V SD.
Penerapan Model Pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning Ditinjau dari Keterampilan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Matematika Di Sekolah Dasar Diah Eka Pratiwi; Mawardi Mawardi
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis yang signifikan pada mata pelajaran Matematika dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning. Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah Gugus Bawono Kec. Bawen Kab. Semarang dengan sampel kelas 4 SDN Bawen 01, SDN Asinan 02, dan SDN Bawen 04 sejumlah 66 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen rubrik keterampilan berpikir kritis terintegrasi soal uraian. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan teknik Independent Sample T Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat  keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran menggunkan model Inquiry lebih tinggi dari Discovery Learning. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji t yang menunjukkan nilai Probabilitas 0,000 karena nilai probabilitas tersebut ˂ 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan dalam model pembelajaran Inquiry dan Discovery Learning terhadap keterampilan berpikir kritis pada pelajaran matematika
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Model Pembelajaran Project Based Learning Eka Titik Pratiwi; Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.362

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaaan antara model pembelajaran problem-based learning dan model pembelajaran project-based learning terhadap berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu pretest dan posttest. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD N Manggihan dan kelas V MI Nurul Islam Batur 02 Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan model pembelajaran problem-based learning dan model pembelajaran project-based learning terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Model pembelajaran project-based learning lebih mampu memperlihatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, ditinjau dari nilai sig. (2 tailed) adalah 0,000 < 0,005 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Peningkatan Pembelajaran Matematika Melalui Strategi Berbasis Masalah di Sekolah Dasar Dwi Wulan Suci; Taufina Taufina
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.371

Abstract

Pengamatan dilaksanakan pada sebuah Sekolah Dasar di kota Padang, dengan mengamati pembelajaran matematika di kelas V, Saat membelajarkan matematika guru memperkenalkan siswa dengan rumus-rumus dalam pembelajaran matematika dan meminta siswa menyelesaikan masalah dari rumus-rumus yang telah disampaikan. Siswa diminta mengingat rumus dan konsep dalam pembelajaran matematika. Dalam hal ini guru memberikan langsung informasi kepada peserta didik. Siswa tidak dibiasakan dihadapkan pada pemecahan masalah matematika dalam pembelajaran tersebut. sehingga rumus, konsep yang didapatkan siswa penerapannya tidak begitu dirasakan siswa dalam kehidupannya sehari-hari. Sehingga peneliti tertarik untuk memperbaiki pembelajaran matematika tersebut, dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (SPBM) yaitu suatu strategi pembelajaran yang menghadapkan siswa pada permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, yang dalam menyelesaikan masalah tersebut membutuhkan rumus dan konsep matematika, sehingga dapat menambah pengetahuan, keterampilan siswa menyelesaikan masalah dalam kehidupannya. Adapun langkah-langkah dalam SPBM antara lain : a) Memberikan permasalahan kepada siswa ,b) Mengorganisasikan siswa dalam pembelajaran guna untuk mengumpulkan data untuk menyelesaikan masalah, c) Membimbing siswa melakukan penyelesaian masalah, d) Menghasilkan karya berupa penyelesaian masalah, e) Analisis dan evaluasi hasil dan kinerja siswa. Setelah diambil data hasil tindakan pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil untuk aktivitas guru pada siklus 1 baik dan siklus 2 mencapai sangat baik. Sedangkan  siswa siklus 1 baik dan siklus 2 sangat baik.

Page 1 of 4 | Total Record : 34