cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500" : 241 Documents clear
Sarana dan Prasarana Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Ika Irmawati; Honest Ummi Kaltsum
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.1629

Abstract

Sarana dan prasarana berperan penting terhadap berlangsungnya pembelajaran daring. Keterbatasan sarana dan prasarana menjadi hambatan baru dalam pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan : 1) ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di kelas V SD Negeri Kenconorejo  02,  2)  hambatan  sarana  dan  prasarana pembelajaran  daring  pada masa pandemi Covid-19 di kelas V SD Negeri Kenconorejo 02, 3) solusi dari hambatan sarana dan prasarana pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 di  kelas  V  SD  Negeri  Kenconorejo  02.  Jenis  penelitian  ini  penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu: 1) peserta didik kelas V SD Kenconorejo 02 memiliki sarana dan prasarana pembelajaran daring yang cukup, 2) Hambatan yang muncul terkait terbatasnya ketersediaan handphone yang mendukung dan kuota internet, 3) solusi yang diberikan oleh pihak sekolah adalah dengan mengkombinasikan pembelajaran daring dan luring secara homeschooling.
Efektivitas Model Pembelajaran Think Pair Share dan Two Stay Two Stray terhadap Kemampuan Berpikir Kritis IPS Siswa Sekolah Dasar Ikmal Choirul Huda; Nyoto Hardjono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.1673

Abstract

Model pembelajaran yang setipe sering menimbulkan keraguan bagi guru untuk memastikan model mana yang lebih efektif. Demikian pula dengan model Think Pair Share (TPS) dan Two Stay Two Stray (TSTS). Keduanya sama-sama model pembelajaran aktif (active learning). Kedua model ini dinilai mampu meningkatkan daya kritis peserta didik. Sebagai model yang setipe dengan sintaks yang hampir sama, tentu sulit untuk memastikan mana di antara keduanya yang lebih efektif dalam meningkatkan daya kritis peserta didik. Eksperimen ini bertujuan menjawab persoalan ini. Melalui Counter Balanced design, dilakukan perlakuan pembelajaran khususnya pada mupel IPS siswa SD kelas 5 menggunakan kedua model tersebut yang pada akhir pembelajaran diakhiri dengan postest baik pada kelas 5A maupun 5B masing-masing dua kali. Hasil pengolahan data menunjukkan perolehan rata-rata nilai postes TPS baik pada eksperimen I maupun II lebih tinggi dibanding perolehan nilai rata-rata TSTS, yakni sebesar 87,16 dan 88,80 dibanding 80,36 dan 77,95. Selisih rata-rata nilai pada kedua hasil eksperimen ini membuktikan bahwa hasil postest TPS lebih baik. Ini dapat dimaknai bahwa TPS lebih efektif dibanding TSTS dalam meningkatkan daya kritis IPS.
Pendampingan Residensial Semi Homeschooling Pembelajaran Daring Anak Yatim-Piatu di Era New Normal Arif Hidayat; Fauzi Fauzi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2083

Abstract

Pembelajaran daring masih digunakan di era new normal dengan kebijakan pemerintah agar masyarakat hidup berdampingan dengan virus covid-19 namun tetap mematuhi protokol kesehatan. Banyak kelebihan dari pembelajaran daring.Pembelajaran daring tidak maksimal jika tidak ada dukungan dari orang tua peserta didik. Namun bagi anak yatim-piatu pendampingan dari orang tua adalah hal yang tidak bisa dilakukan. Dibutuhkan peran serta masyarakat. Salah satunya adalah dengan membentuk LKSA atau lembaga kesejahteraan sosial anak yang merupakan  pendampingan residensial. Pendampingan residensial seperti lembaga sosial kesejahteraan anak dapat dilakukan dengan model semi homeschooling. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus, dengan lokasi penelitian adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Iklil Mahya Insani di Desa Dagan Kecamatan Bobotsari, Purbalingga. Dengan model semi homeschooling anak asuh masih dapat melaksanakan pembelajaran daring. Selain itu konsep homeschooling dilakukan untuk memberikan keterampilan bagi anak asuh. Dalam pendampingan residensial semi homeschooling, LKSA Ikil Mahya Insani bekerja sama dengan relawan yang sukarela memberikan pelatihan, pengajaran berbagai pengetahuan dan keterampilan.
Perbedaan Kemampuan Koordinasi Gerak, Umur, Jenis Kelamin dan Lokasi Sekolah Siswa Yudha Setia Nugraha; Damrah Damrah; Syahrial Bakhtiar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2154

Abstract

Jenis penelitian ini adalah komparasi (perbandingan) dengan sampel sebanyak 172 orang. Data dianalisis menggunakan teknik analisis varian (ANAVA) dua jalur dengan rancangan faktorial 3x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan koordinasi gerak antara siswa yang lokasi sekolahnya di kota dan siswa yang lokasi sekolahnya di pinggir kota, didapatkan nilai Sig 0.020 < 0.05. 2) Terdapat perbedaan kemampuan koordinasi gerak antara siswa umur 7-9 tahun di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara siswa usia 7-9 tahun SDN 107 dan SDN 144 dengan nilai Sig 0.009 < 0.05. 3) Terdapat perbedaan kemampuan koordinasi gerak antara siswa umur 10-12 tahun di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara siswa usia 10-12 tahun SDN 107 dan SDN 144 dengan nilai Sig 0.005 < 0.05. 4) Terdapat perbedaan kemampuan gerak antara siswa jenis kelamin laki-laki di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara SDN 144 dan SDN 107 dengan nilai Sig 0.009 < 0.05. 5) Tidak terdapat perbedaan kemampuan gerak antara siswa jenis kelamin perempuan di pusat kota dan pinggir kota” didapatkan nilai signifikansi antara SDN 107 dan SDN 144 dengan nilai Sig 0.998 > 0.05.
Karakteristik Kemampuan Keseimbangan Siswa Sekolah Dasar, Umur, Jenis Kelamin, dan Lokasi Sekolah Maryadi Maryadi; Damrah Damrah; Syahrial Baktiar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik yang dimiliki oleh siswa SDN 107 dan SDN 144. Jenis penelitian ini adalah komparasi (perbandingan) dengan jumlah sampel sebanyak 172 orang yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan keseimbangan antara siswa yang lokasi sekolahnya di kota dan siswa yang lokasi sekolahnya di pinggir kota, dengan nilai Sig 0.000 < 0.05 ditemukan bahwa siswa di SDN 107 memiliki koordinasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan SDN 144. 2) Terdapat perbedaan kemampuan keseimbangan antara siswa laki-laki dan perempuan, dengan nilai Sig 0.002 < 0.05 ditemukan bahwa siswa perempuan memiliki keseimbangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa laki-laki. 3) Terdapat perbedaan kemampuan keseimbangan antara siswa usia 7-9 tahun dan siswa 10-12 tahun, dengan nilai Sig 0.006 < 0.05 ditemukan bahwa siswa usia 10-12 tahun memiliki keseimbangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa usia 7-9 tahun.
Pengaruh Lokasi Sekolah dan Jenis Kelamin terhadap Kemampuan Fisik Adi Jaya Midado; Damrah Damrah; Syahrial Bakhtiar; Umar Umar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2156

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan dasar masih rendahnya kemampua fisik yang dimiliki oleh siswa SDN 107 dan 144. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik yang dimiliki oleh siswa SDN 107 dan SDN 144. Jumlah sampel sebanyak 172 orang yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Kemampuan fisik didapatkan dengan menggunakan sub-instrument TID, yaitu: standing broad jump, curl-ups, knee push-ups, endurance shuttle run, shuttle run, sit and reach dan shoulder flexibility. Data dianalisis menggunakan teknik analisis varian (ANAVA) dua jalur dengan rancangan faktorial 2x2. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan fisik antara siswa yang lokasi sekolahnya di kota dan siswa yang lokasi sekolahnya di pinggir kota dengan nilai Sig. 0.028 < 0,05. 2) Terdapat perbedaan kemampuan fisik antara siswa jenis kelamin laki-laki di kota dengan siswa laki-laki pinggiran kota dengan nilai Sig 0.048 < 0.05. 3) Terdapat perbedaan kemampuan fisik antara siswa jenis kelamin perempuan di kota dengan siswa perempuan pinggiran kota dengan nilai Sig 0.000 < 0.05. 4) Terdapat pengaruh interaksi jenis kelamin dan lokasi sekolah terhadap kemampuan fisik siswa dengan nilai sebesar 0.002 < 0.05. Besar harapan peneliti jika pada akhirnya pihak sekolah dapat turut serta merancang program yang dapat meningkatkan kemampuan kondisi fisik siswa.
Implementation of Computational Thinking and Ignatian Pedagogy in Geometry subject for Elementary School Pre-Service Teachers Christiyanti Aprinastuti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2177

Abstract

This study aims to describe the implementation of Computational Thinking in the flipped classroom in the Geometry course based on Ignatian Pedagogy for prospective elementary school teachers at Sanata Dharma University. The research method used is descriptive. The research subjects were pre-service teacher Sanata Dharma University class 2017. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data were analyzed by using qualitative analysis. This research concludes that the implementation by learning steps, namely (1) context, (2) experience, (3) action, (4) evaluation, (5) reflection. In this step, four aspects of Computational Thinking are developed, namely (1) decomposition, (2) pattern recognition, (3) abstraction, (4) algorithm. The results of the learning reflection show the response that students like the learning design.
Pengaruh Kebugaran Jasmani, Status Gizi, dan Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar PJOK Zul Idham; Hendri Neldi; Anton Komaini; Tjung Hauw Sin; Damrah Damrah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebugaran jasmani, status gizi, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar PJOK di SD Islam Terpadu Fathur Rahman Tembilahan. Jenis penelitian yaitu kuantitatif mengunakan disain penelitian korelasi dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 56 orang.Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Untuk mengukur data kebugaran jasmani menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), status gizi menggunakan Tes Indek Masa Tubuh (IMT), motivasi belajar dengan mengunakan angket, dan hasil belajar menggunakan nilai raport siswa. Data dianalisis dengan analisis jalur (Paht Analysis). Hasil dalam penelitian ini yaitu (1) Terdapat pengaruh langsung antara kesegaran jasmani terhadap hasil belajar sebesar 7,2%, (2) Terdapat pengaruh langsung antara status gizi terhadap hasil belajar sebesar 9,7%, (3) Terdapat pengaruh langsung antara motivasi belajar terhadap hasil belajar sebesar 7,2%, (4) Tidak terdapat pengaruh langsung antara kesegaran jasmani terhadap status gizi, (5) Terdapat pengaruh tidak langsung antara kesegaran jasmani terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar sebesar 5,4%, (6) Terdapat pengaruh tidak langsung antara status gizi terhadap hasil belajar melalui motivasi belajar sebesar 2,9%.
Pengaruh Daya Juang dan Kemandirian Belajar Secara Online terhadap Tanggung Jawab Belajar Mahasiswa PGSD Nurdin Arifin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2244

Abstract

Pembelajaran yang terjadi selama masa pandemi covid-19 mengakibatkan pembelajaran dilakukan secara online. Para mahasiswa dituntut untuk lebih banyak belajar secara mandiri. Daya juang, kemandirian belajar secara online, dan tanggung jawab belajar memainkan peranan penting dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa PGSD Universitas Widya Gama Mahakam semeseter 3 tahun ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 116 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan menggunkan uji prasyarat dan uji hipotesis. Uji prasyarat menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Uji Hipotesis yang digunakan menggunkan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh daya juang dan kemandirian belajar secara online terhadap tanggug jawab belajar mahasiswa yang ditunjukkan dengan diperolehnya hasil perhitungan dengan menggunkan regresi linear berganda yakni nilai Fhitung sebesar 21,002 lebih dari Ftabel sebesar 3,05. Berarti dikatakan adanya pengaruh daya juang dan kemandirian belajar secara simultan terhadap tanggung jawab belajar mahasiswa. Jika berdasarkan  uji hipotesis secara parsial diperoleh 1) terdapat pengaruh daya juang terhadap tanggung jawab belajar mahasiswa PGSD; 2) adanya pengaruh kemandirian belajar secara online terhadap tanggung jawab belajar mahasiswa PGSD.
Kesiapan Sekolah dalam Penyelenggaraan Belajar Tatap Muka Selama Pandemi Covid-19 Imam Mujahid
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2260

Abstract

Rencana penerapan pembelajaran tatap muka di Indonesia selama pandemi sedianya dilakukan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021. Kebijakan ini disambut baik oleh sekolah dan orang tua. Meskipun demikian, kebijakan ini kurang didukung dari aspek kesiapan sekolah dalam penyelenggaraan belajar tatap muka yang mengalami hambatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data yang digunakan adalah data dari hasil angket terbuka, data interview dan data hasil pengamatan, sumber data dalam penelitian ini adalah guru, murid, orang tua dan kepala sekolah. Pengumpulan data menggunakan angket terbuka, melakukan wawancara dan melakukan pengamatan serta mereview beberapa kebijakan formal secara online, selanjutnya data yang telah diperoleh divalidasi melalui triangulasi teknik.  Teknik analisis data dilakukan menggunakan Langkah analisis data Cresswell dengan lima tahapan yang dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan 1. kesehatan siswa, ketersedian sarana kebersihan, dan akses fasilitas kesehatan jumlahnya masih kurang ; 2. kepatuhan pada protokol kesehatan juga kurang; dan 3. izin dan persetujuan penyelenggaraan belajar tatap muka selama pandemi Covid-19 belum sepenuhnya diberikan. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa sekolah kurang siap menyelenggarakan belajar tatap muka.

Page 1 of 25 | Total Record : 241