cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017" : 16 Documents clear
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pasangan Usia subur Dalam Pemilihan Kontrasepsi Suntik Kombinasi Dan Progestin Analysis Of Factors Affecting Fertile Couples Selection In Combined Injectable Contraceptive And Progestin Sri Haryanti, Rusiana; - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Agsteria Alif’ta
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.7 KB)

Abstract

Abstract: Contraception is an attempt to prevent pregnancy. Acceptors are the most widely injectable contraceptive method (58.74%). Similarly, in a preliminary study in RB An-Nissa Surakarta found that most injectable acceptors (95.94%).This study aimed to determine the factors that influence the selection combined injectable contraception and progestin.The methods was a descriptive survey method. The population was  all acceptors inject,  many samples of 49 respondents. A sampling technique that accidental sampling. The instrument using a questionnaire, analysis of data frequency distributions. Results: factors and motivations most respondents chose Injectable combination of age-related reproductive age is 20-35 (80%), lifestyle (100%), the frequency of regular intercourse (96%), no complaints during intercourse ( 100%), birth control (84%), had been using contraception then stopped because I wanted to get pregnant again (71%). While on Injectable Progestin due to aging of reproductive age is 20-35 (76%), lifestyle (100%), the frequency of regular intercourse (90%), no complaints during intercourse (100%), birth control (88% ), have been using contraception then stop because they want to get pregnant again (62%), majority of the respondents chose a combination of injectable contraception because many health factors to menstruation (92%), for other health factors (100%). While on Injectable Progestin in many health factors to menstruation (82%), for other health factors (100%). Based on all respondents choosing a contraceptive method combined injectable contraception and progestin for reasons of contraceptive methods (100%). Conclusions: The factors that most influence the selection in injectable contraception and progestin combination contraceptive method is a factor.Keywords: Couple Childbearing Age, Contraceptives Abstrak: Kontrasepsi bertujuan untuk mencegah kehamilan. Akseptor KB yang paling banyak adalah metode kontrasepsi suntik (58,74%). Berdasarkan studi pendahuluan di RB An-Nissa Surakarta didapatkan akseptor KB terbanyak yaitu suntik (95,94%). Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengarui PUS dalam pemilihan kontrasepsi KB suntik kombinasi dan progestin. Penelitian ini mennggunakan metode survey deskriptif. Populasinya adalah seluruh akseptor KB suntik di RB An-Nissa Surakarta, sampel 49 responden pada setiap kontrasepsi suntik. Teknik sampling menggunakan aksidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasilnya, faktor pasangan dan motivasi sebagian besar responden memilih KB Suntik kombinasi karena faktor usia reproduksi yaitu 20-35 (80%), gaya hidup (100%), frekuensi senggama teratur (96%), tidak ada keluhan saat bersenggama (100%), mengatur kehamilan (84%), sudah pernah menggunakan kontrasepsi kemudian berhenti (71%). Pada KB Suntik Progestin, faktor usia pada usia reproduksi yaitu 20-35 (76%), gaya hidup (100%), frekuensi senggama teratur (90%), tidak ada keluhan saat bersenggama (100%), mengatur kehamilan (88%), sudah pernah menggunakan kontrasepsi kemudian berhenti karena ingin hamil lagi (62%), Sebagian besar responden memilih kontrasepsi KB suntik kombinasi karena faktor kesehatan untuk menstruasi banyak (92%), untuk faktor kesehatan lainnya (100%). Sedangkan pada KB Suntik Progestin pada faktor kesehatan untuk menstruasi banyak (82%), untuk faktor kesehatan lainnya (100%). Kesimpulannya, faktor yang paling berpengaruh PUS dalam pemilihan kontrasepsi KB suntik kombinasi dan progestin adalah faktor metode kontrasepsi.Kata Kunci : Pasangan usia subur, Kontrasepsi
Hubungan Motivasi Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Tindakan Pap Smear Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Gonilan Correlation Between Motivation of Early Cervix Cancer Detection with Pap Smear Examination Behavior in Reproductive Age of Women in Gonilan D - Mamba’ul Ulum Surakarta, Ajeng Novita Sari
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.67 KB)

Abstract

Abstract: Cervix cancer has become women’s health problem that should get serious concern. In Indonesia, there are about 40-45 new cases emerged every day, and 20-25 women are die from cervix cancer per day. It can be estimated that in every hour, a woman dies due to cervix cancer. These supposed to be minimized by primary prevention that is Pap Smear or IVA Test. The objective of this study is to know the correlation between motivation and Pap Smear test behavior of Reproductive age women in Gonilan District. This study used quantitative descriptive correlation with cross sectional method. The subjects are 50 reproductive age women in Gonilan district. We used purposive sampling method to obtain the subjects. Data collection were managed by using questionnaire and checklist, while data analysis used chi-square statistic test. The result shows that the majority of age joined in this study are 25-35 years’ old that is 46 women (92.0%); The respondent with Senior High School educational background is 35 women (75.0%); and there were 23 women (46.0%) working in private sector. The majority of reproductive age women, that is 27 people (54%), have not conducted for Pap Smear examination yet. There is significant correlation between motivation of early cervix cancer detection with behavior of doing Pap Smear test in reproductive age of women in Gonilan district (p=0.005).Keywords: motivation of early detection, pap smear examination Abstrak: Kanker leher rahim menjadi suatu permasalahan kesehatan wanita yang perlu mendapat perhatian serius.Di Indonesia diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru, 20-25 orang meninggal, berarti setiap 1 jam diperkirakan 1 orang perempuan meninggal dunia karena kanker serviks. Hal tersebut seharusnya dapat ditekan dengan melakukan upaya pencegahan primer melalui pemeriksaan pap smear atau IVA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dengan tindakan pap smear pada wanita usia subur di Wilayah Gonilan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif descriptif correlation dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur di Wilayah Gonilan sebanyak 50 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist. Teknik analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas umur responden adalah 20-35 tahun sebanyak 46 orang (92,0%) dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 35 responen (75,0%) dan bekerja di sektor wiraswasta yaitu sebanyak 23 orang (46,0%). Mayoritas motivasi wanita usia subur untuk melakukan deteksi dini kanker serviks adalah rendah yaitu sebesar 30 orang (60,0%). Mayoritas wanita usia subur belum pernah untuk melakukan pap smear yaitu sebesar 27 orang (54,0%). Ada hubungan yang bermakna antara motivasi deteksi dini kanker serviks dengan tindakan melakukan pap smear pada wanita usia subur di Wilayah Gonilan dengan p value (0,005 < 0,05).
Faktor Risiko Hipertensi Pada Pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta Hypertension Risk Factors in Polyclinic Patients of Pajang Public Health Center Surakarta ., Sumardiyono; - Universitas Sebelas Maret Surakarta, Yusiska Wahyu I
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.186 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is a chronic disease, when blood pressure rises above normal blood pressure, ie systolic blood pressure 140 mmHg or more and diastolic blood pressure 90 mmHg or more. Patients with hypertension often don’t show symptoms and only realized the condition if hypertension has caused complications in the heart, blockage of blood vessels, until the rupture of blood vessels in the brain resulting in death, so hypertension is often referred to as "the silent killer”. There was several risk factors that affect the incidence of hypertension, some of which can be modified. This study aims to determine the risk factors of hypertension in patients Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. This research is an observational analytic research with cross sectional approach. The subjects of this research are patient of Polyclinic of Pajang Public Health Center Surakarta. for 60 people through purposive quota sampling technique. The independent variables of this study were hypertension risk factors as measured by questionnaire. The dependent variable of this research is hypertension. The results of the study on each variable showed a significant relationship (significant) between age risk factors and consumption of foods high in saturated fat with the incidence of hypertension. Hypertension risk factors in patients of Pajang Public Health Center Surakarta among others age and consumption of foods high in saturated fat.Keywords: Hypertension, Public Health Center.  Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit kronis dimana tekanan darah meningkat di atas tekanan darah normal, yaitu tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Penderita hipertensi sering tidak menampakkan gejala dan baru menyadari kondisinya jika hipertensi sudah menimbulkan komplikasi pada jantung, penyumbatan pembuluh darah, hingga pecahnya pembuluh darah di otak yang berakibat kematian, sehingga hipertensi sering disebut sebagai “the silent killer.” Terdapat beberapa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian hipertensi, sebagian diantaranya dapat dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta sebanyak 60 orang diambil melalui teknik purposive quota random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah faktor risiko hipertensi yang diukur dengan kuesioner. Variabel terikat penelitian ini adalah hipertensi. Hasil penelitian pada masing-masing variabel menunjukkan hubungan yang bermakna (signifikan) antara faktor risiko usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dengan kejadian hipertensi. Faktor risiko hipertensi pada pasien Poliklinik Puskesmas Pajang Surakarta antara lain usia dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh. Kata Kunci: Hipertensi, Puskesmas.
Hasil Analisis Akses Pornografi Melalui Gadget Dengan Perilaku Seks Remaja Kelas X Di SMK Wikarya Karanganyar Results Analysis From Pornographic Access Through Gadget By Sex Teenage Behavior In SMk Wikarya Karanganyar - STIKES Aisyiyah Surakarta, Niken Musriyati
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638 KB)

Abstract

Abstract: The current development of technology is very rapid with information that is needed, namely information technology that is currently a trend of gadgets. The function of gadgets done by teenagers to something distorted like looking at pornographic media for reasons can not be done as much as 77% and the behavior of having sex as much as 6% done by students during courtship. Based on preliminary study of 10 people in SMK Wikarya Karanganyar, all have gadgets, 7 people accidentally open porn sites, and 10 people ever dating. Teenagers who are in the period of wanting to know and want to try, will imitate what he saw or heard from the mass media in particular, because they have never known the full sexual problems of his parents. This study aims to determine the relationship of access to pornography through gadgets with sexual behavior of adolescents class X SMK Wikarya Karanganyar. The research method used is observational analytic research using cross sectional approach. The subjects of the study were students of class X as many as 47 respondents by using sampling in simple random sampling, and data analysis using Chi Square. Result ρValue (0,046) <0,05 and result of statistical test with Chi Square is got χ²count> χ²table (3,972> 3,841) Ho is rejected and Ha accepted. Conclusion, there is a relationship of access to pornography through gadgets with teen sex behavior.Keywords: Access Pornography, Gadgets, Sex Behavior Abstrak: Arus perkembangan teknologi begitu pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan informasi, teknologi informasi yang saat ini menjadi trend yaitu gadget. penyalahgunaan fungsi dari gadget yang dilakukan oleh remaja kepada sesuatu yang menyimpang seperti melihat media pornografi karena alasan tidak sengaja sebanyak 77% dan perilaku melakukan hubungan seks sebanyak 6% dilakukan pelajar saat pacaran. Berdasarkan studi pendahuluan dari 10 orang di SMK Wikarya Karanganyar, semuanya memiliki gadget, 7 orang tidak sengaja membuka situs porno, dan 10 orang pernah pacaran. Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin mencoba, akan meniru apa yang dilihat atau didengarnya dari media massa khususnya, karena mereka belum pernah mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orangtuanya.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan akses pornografi melalui gadget dengan perilaku seksual remaja kelas X SMK Wikarya Karanganyar. Metodepenelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah siswa kelas X sebanyak 47 responden dengan menggunakan pengambilan sampel secara simple random sampling, serta analisis data dengan menggunakan Chi Kuadrat. Hasil ρValue (0,046) < 0,05 dan hasil uji statistik dengan  Chi Kuadrat didapatkan χ²hitung> χ²tabel(3,972 > 3,841) maka H0ditolak dan Ha diterima. Simpulannya, ada hubungan akses pornografi melalui gadget dengan perilaku seks remaja.Kata Kunci : Akses Pornografi, Gadget, Perilaku Seks, Remaja
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Payudara Dengan Kejadian Bendungan Asi Di RB Suko Asih Sukoharjo Relation Between Knowledge Of Mother Childbirth About Breastcare With Engorgement Incident In Suko Asih Clinic Of Labor Sukoharjo Nur Indahsari, Maretta; - Poltekkes Bhakti Mulia, Chusnul Chotimah
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.017 KB)

Abstract

Abstract: Breastfeeding is one of the best ways for a baby to get nutrients for growth and his immune system. However, in the process of breastfeeding is often found obstacles such as breast swelling due to the accumulation of breast milk called engorgement. From the preliminary study in Suko Asih Clinic For Labor Sukoharjo obtained in October 2011 that 58 postpartum mothers 32 of them suffer from engorgement. engorgement cause mastitis and breast abscess (Astriani, 2009). If there is a breast abscess then the mother can not breastfeed her baby, this would eliminate the right of the baby to get exclusive breastfeeding. This study aims to determine the level of postpartum knowledge about breast care with the incidence of engorgement on Suko Asih Clinic For Labor Sukoharjo in 2012. The type of this study is analitic observational with Cross Sectional approach. Population and research sample were all postpartum mother in Suko Asih Clinic For Labor Sukoharjo as many as 52 respondents taken with total sampling technique. Data analysis using Chi Square test. The results of this study obtained postpartum mother with knowledge level about breast care both with incidence of engorgement as much as 38,5% and there is significant relation between maternal knowledge level about breast care with incidence of engorgement in Suko Asih Clinic Labor Sukoharjo. Suggestions for the community especially pregnant and breastfeeding women need to find information about how to do breast care, for health workers need to counsel about breast care techniques to patients both during pregnancy and after delivery so that mothers can do breast care at home well, because it can help mother to avoid problems in breastfeeding.Keywords: Level of Knowledge, Childbirth, Engorgement. Abstrak : Menyusui merupakan salah satu cara terbaik bagi bayi mendapatkan nutrisi untuk pertumbuhan dan sistem kekebalan tubuhnya (Soetjiningsih, 2012). Akan tetapi dalam proses menyusui sering ditemukan kendala seperti pembengkakan payudara akibat penumpukan ASI yang disebut bendungan payudara. Hasil studi pendahuluan di RB Suko Asih Sukoharjo diperoleh data pada bulan Oktober 2011 dari 58 ibu post partum 32 diantaranya mengalami bendungan ASI. Bendungan ASI dapat menimbulkan mastitis dan abses payudara (Astriani, 2010). Jika sudah terjadi abses payudara maka ibu tidak bisa menyusui bayinya, hal ini tentu menghilangkan hak bayi untuk mendapatkan ASI secara eksklusive. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI di RB Suko Asih Sukoharjo tahun 2012. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah semua ibu nifas di RB Suko Asih Sukoharjo sebanyak 52 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis data dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ibu nifas dengan tingkat pengetahuan tentang perawatan payudara baik dengan kejadian bendungan ASI sebanyak 38,5% dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan. Saran bagi masyarakat khususnya ibu hamil dan menyusui perlu untuk mencari informasi tentang cara melakukan perawatan payudara, bagi tenaga kesehatan perlu melakukan konseling tehnik perawatan payudara kepada pasien baik pada saat hamil maupun setelah persalinan agar ibu dapat melakukan perawatan payudara dirumah dengan baik, karena dapat membantu ibu untuk menghindari masalah dalam menyusui.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Nifas, Bendungan ASI.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan Penentuan Kontrol di Puskesmas Gambirsari Surakarta Hazard Identification, Risk Assesment and Determining Control in Gambirsari Public Health Center Surakarta Wijayanti, Reni; - Universitas Sebelas Maret Surakarta, Amalia Salim W2
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.486 KB)

Abstract

Abstract: Public Health Center as a health service facility must prioritize the improvement of service quality to the community without neglecting Health and Safety effort for all workers, patients, and Public Health Center visitors. Potential hazards in Public Health Center include infectious diseases, accidents, radiation of hazardous chemicals, psychosocial disorders and ergonomics. The presence of potential hazards requires efforts to control and minimize and if possible negate them. Health and Safety in Public Health Center need to be managed properly through Hazard Identification risk management, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). The research method used descriptive observational. Source of data used in the form of primary data. The data were collected by direct observation along with photo of observation result and interview with Public Health Center officer. Discussion with literature review related to the problems studied. The results of this study indicated the activities of health workers and patients are arranged according to the patients service flow. Potential hazards in Gambirsari Public Health Center are: 1) Utilization of garbage not yet optimal, 2) Location of APAR less easy to reach, 3) Cable less well organized, 4) Cleaning fan not cleaned, 5) Poly Roof hole, 6) Which has been damaged, 7) Bathroom slippery and poorly maintained, 8) Use of excessive electrical current. All the results of the hazard risk assessment found are medium.Keywords: Hazard Identification, Risk Assesment, Determining Control, Public Health Center  Abstrak: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus mengedepankan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat tanpa mengabaikan upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi seluruh pekerja, pasien, dan pengunjung Puskesmas. Potensi bahaya di Puskesmas antara lain penyakit-penyakit infeksi, kecelakaan, radiasi bahan-bahan kimia yang berbahaya, gangguan psikososial dan ergonomi. Adanya potensi bahaya diperlukan upaya untuk mengendalikan dan meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya. K3 di lingkungan puskesmas perlu dikelola dengan baik melalui manajemen risiko Hazard Identification, Risk Assesment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian menggunakan observasional deskriptif. Sumber data yang digunakan berupa data primer. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi langsung disertai foto hasil observasi dan wawancara dengan petugas Puskesmas. Pembahasan dengan kajian literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas kegiatan petugas kesehatan dan pasien sudah tertata sesuai alur pelayanan pasien. Potensi bahaya di Puskesmas Gambirsari antara lain: 1) Pemanfaatan tempat sampah belum optimal, 2) Letak APAR kurang mudah dijangkau, 3) Kabel kurang tertata rapi, 4) Kipas angin belum terawat kebersihannya, 5) Atap Poli terdapat lubang, 6) Alas kursi yang sudah rusak, 7) Kamar mandi licin dan kurang terawat, 8) Penggunaan arus listrik berlebihan. Semua hasil penilaian risiko bahaya yang ditemukan adalah medium.Kata kunci: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Penentuan Kontrol, Puskesmas 
Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Rimpang Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet SM.) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss The Tonic Effects Test of Ethanolic Extract of Rhizome Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet SM.) to Male Mice Swiss Strain Rejeki, Sri; - Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo, Anggun Priyandari
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.177 KB)

Abstract

Abstract: Rhizome lempuyang gajah (Zingiber zerumbet SM.)was believed to have various properties such as a tonic, stimulant and appetite enhancer. The purpose of this study was to test the tonic effect of the ethanol extract of rhizome lempuyang gajah to mice and determine the dose of ethanol extract of rhizome lempuyang gajah effective to provide a tonic effect.. Rhizome lempuyang gajah macerated with 96% ethanol. The method used to test the effect of the method Natatory Exhaustion tonic Provision of treatment in test animals were divided into five treatment groups. Group I was treated orally VCO 0,5 ml/20 g BB. Group II, III, IV was treated orally rhizome of lempuyang gajah ethanol extract respectively 200, 400 and 800 mg/kg BB. Group V were treated orally caffein 13 mg/kg BB. The data obtained were analyzed by One Sample Kolmogorof Smirnov continued ANOVA using SPSS 16 for windows with a confidence level of 95%. The resulit  tonic effect of ethanol extract of rhizome lempuyang gajah with doses 200, 400, 800 mg/kg BB  and caffein 13 mg/kg BB carespectively were (34,28 ± 7,627)%, (69,99 ± 6,143)%, (105,71 ± 4,164)% and (124,28 ± 3,642)%. Ethanol extract of rhizome lempuyang gajah may have the potential to be developed as a new tonic drugs.Keywords: Lempuyang gajah, Zingiber zerumbet, tonic, Natatory exhaustionAbstrak: Rimpang lempuyang gajah (Zingiber zerumbet SM.) dipercaya memiliki berbagai khasiat diantaranya sebagai tonikum, stimulan dan penambah nafsu makan. Tujuan penelitian ini adalah menguji efek tonikum ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah terhadap hewan uji mencit dan menentukan dosis ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah yang efektif memberikan efek tonikum. Rimpang lempuyang gajah dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Metode yang digunakan untuk uji efek tonikum yaitu metode Natatory Exhaustion. Pemberian perlakuan pada hewan uji dibagi menjadi lima kelompok perlakuan. Kelompok I diberi perlakuan peroral VCO 0,5 ml/20 g BB. Kelompok II, III, IV diberi perlakuan peroral ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah berturut-turut 200, 400 dan 800 mg/kg BB. Kelompok V diberi perlakuan peroral kafein 13 mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji One Sample Kolmogorof Smirnov dilanjutkan uji ANOVA mengunakan SPSS 16 for window dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji efek tonikum Ekstrak etanol rimpang lempuyang gajah memiliki dosis 200, 400, 800 mg/kg BB dan kafein 13mg/kgBB masing-masing adalah (34,28 ± 7,627)%, (69,99 ± 6,143)%, (105,71 ± 4,164)% dan (124,28 ± 3,642)%.Ekstrak etanol lempuyang gajah berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat tonikum baru.Kata kunci : Lempuyang gajah, Zingiber zerumbet, tonikum, Natatory exhaustion
Trend Gross Death Rate Dan Net Death Rate Per Tahun Di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Surakarta Tahun 2011 – 2015 Trend Gross Death Rate and Net Death Rate per year at PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta in 2011 – 2015 Pratama, Bangkit Ary; Parmadi - Poltekkes Bhakti Mulia, Anom
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.228 KB)

Abstract

Abstract: Introduction Survey Based on RS PKU Muhammadiyah Surakarta Year 2011-2015 Already calculation GDR and NDR but yet does Against Value Creation trend GDR and NDR. And Mortality in PKU Muhammadiyah Surakarta Year 2011-2015 fluctuated.To identify trends GDR and NDR per year at PKU Muhammadiyah Hospital in Surakarta in 2011 - 2015. Research is descriptive, retrospective study design with overall sample population is a list of books hospitalizations Year 2011 - 2015 WITH univariate analysis, the data collected by observation and interviews. From the results of observation and calculation tin Value GDR Already below the national standard values Ie 45 ‰ but still rose And Decline Of The Year 2011-2015 That is 20.22 ‰, 20.11 ‰, 16.97 ‰, 18.66 ‰, 15.19 ‰ And to review Also NDR Value Already below the national standard of 25 ‰ And Still Namely rose And Impairment NDR That is 11.09 ‰, 6.86 ‰, 7.13 ‰, 9.39 ‰, 7, 92 ‰. Trend GDR and NDR in Hospital Year 2011 - 2015 experienced a decline. GDR in 2011 Figures trend decreased 4.6 20.53 15.93 Become forecast for a review of 2016 figures NDR Value Score 14.73 while the trend was decreasing 1,52 9,25 7,73 Being And forecasts (Forecasting) 2016 figures 7, 35.Keywords : Trend , GDR , NDR , HospitalsAbstrak: Berdasarkan survey pendahuluan di RS PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2011-2015 sudah dilakukan perhitungan GDR dan NDR tetapi belum dilakukannya pembuatan trend terhadap nilai GDR dan NDR. Dan  angka kematian di PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2011-2015 mengalami fluktuasi. Mengetahui trend GDR dan NDR per tahun di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta pada tahun 2011 – 2015. Jenis penelitian adalah diskriptif, rancangan penelitian retrospektif  dengan sampel total populasi adalah buku register rawat inap tahun 2011 – 2015 dengan analisa univariat, cara pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Dari hasil pengamatan dan perhitungan diperoleh nilai GDR sudah dibawah nilai standar nasional yaitu 45‰ tetapi masih mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun 2011-2015 yaitu 20,22 ‰, 20,11 ‰, 16,97 ‰,  18,66 ‰, 15,19 ‰ dan untuk nilai NDR juga sudah dibawah standar nasional yaitu 25‰ dan masih mengalami kenaikan dan penurunan nilai NDR yaitu 11,09 ‰, 6,86 ‰, 7,13 ‰, 9,39 ‰, 7,92 ‰. Trend GDR dan NDR di Rumah Sakit tahun 2011 – 2015 mengalami penurunan. GDR Pada tahun 2011 angka trendnya  20,53 menurun 4,6 menjadi 15,93 untuk perkiraan tahun 2016 angkanya 14,73 sedangkan nilai NDR angka trendnya 9,25 menurun 1,52 menjadi 7,73 dan perkiraan (Forecasting) tahun 2016 angkanya 7,35. Kata kunci : Trend, GDR, NDR, Rumah Sakit
Pengaruh Pemberian VCO (VIRGIN COCONUT OIL) Terhadap Stabilitas Salep Ekstrak Etil asetat Daun Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) The Influence Of Giving Effect VCO (VIRGIN COCONUT OIL) To Stability Of Aethyl acetate Extract Ointment Of Seligi - Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo, Siwi Hastuti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.979 KB)

Abstract

Abstract: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) is an Indonesian native plant, which has been traditionally used as pain releaving drugs for treating sprains and rheumatism. Phytochemical screening was conducted to determine the chemical content in the aethyl acetate extract of the Seligi leaves. VCO is an oil derived from coconuts, used topically, serves to protect the skin from infection and free radicals and soften the skin.This research aims to determine the effect of variation levels against the physical stability of the ointment VCO aethyl acetate extract of seligi leaves.. First, the seligi leaf extracted by maceration method using aethyl acetate. Ointments are formulated into three levels VCO formula with a variation of 5%, 10%, and 20% use the seligi leaves extract concentration of aethyl acetate of 10% for each formula. Physical test include organoleptic test, homogeneity, pH,  spread power, sticky power and protection power. Statistical analysis was performed with normality test with One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, homogeneity test with a Test of homogeneity, the next Variances One Way ANOVA test and Post Hoc Test. Differences VCO concentration in  aethyl acetate extract ointment of seligi leaves effects for the physical characteristic material. The results of this research were obtained ointment preparation with an average pH 6 and homogeneous ointment material. The spread power and sticky power were obtained of normal result with significant value and homogeneus value.Keywords: Phyllanthus buxifolius, Seligi, VCO, ointments, rheumatism. Abstrak: Seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) merupakan tanaman asli Indonesia yang sejak lama secara tradisional digunakan masyarakat sebagai obat nyeri pada sendi terkilir dan untuk mengobati rematik. Virgin coconut oil merupakan minyak yang berasal dari buah kelapa, digunakan secara topical, berfungsi untuk melindungi kulit dari infeksi dan radikal bebas serta dapat melembutkan kulit. Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui  pengaruh  variasi  kadar  VCO terhadap  stabilitas fisik salep ekstrak etil asetat daun seligi. Sebelumnya daun seligi diekstrak dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat. Salep diformulasikan  menjadi  tiga  formula  dengan  variasi kadar  VCO  5%,  10%,  dan  20%  menggunakan  kadar  ekstrak etil asetat daun seligi sebesar 10% untuk setiap formula. Uji sifat fisik meliputi organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar,  daya  lekat, dan daya proteksi. Analisis statistik dilakukan dengan uji normalitas dengan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test, uji homogenitas dengan Test of Homogeneity of Variances selanjutnya dilakukan uji One WayANOVA dan Post Hoc Test. Perbedaan konsentrasi VCO pada sediaan salep ekstrak etil asetat daun seligi berpengaruh pada sifat fisik sediaan. Hasil dari penelitian ini diperoleh sediaan salep dengan pH rata-rata 6 dan salep homogen. Daya lekat dan daya sebar diperoleh hasil yang normal dan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan.Kata kunci :Phyllanthus buxifolius, Seligi, VCO, Salep.
Tinjauan Ketidaklengkapan Formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran Pada Pasien Rawat Inap Dari Aspek Hukum di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri Tahun 2016 - Poltekes Bhakti Mulia Sukoharjo, Bekti Suharto
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 4, No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.389 KB)

Abstract

Abstract : In 2016, at the RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. This research uses descriptive study. The metod used is the method of observation to use the tools of the check ist. Based on observation methods and approaches used are retrospective. In the 98 medical record documents in surgical patients who have been analyzed entirely incomplete document. The highest incomplete in the reporting report of 45 forms or 45.91%. The lowest incomplete in the identification review of 4 forms or 4.08%. Consent form actions medicine (informed consent) seen from the legal aspect of the clarity of the physician in conveying information to the patient’s family and record in the form in clear and accompained by the physician’s physician, doctor’s name, witness’s name, witness’s witness place and date of writting number. There needs to be coordination through official forums between medical records officers and other units especially doctors and nurses in completing the consent form actions medicine (informed consent). Preferably after giving medical treatment to the patient, the medical personnel especially doctors and nurses immediately complete informed consent so there is no void on item item in consent form actions medicine (informed consent).Keyword : Identification Review, Reporting Review, Autentifikasi Review,     Registration Review, Legal Adpects Of Consent Form Medical  Actions. Abstrak : Pada tahun 2016 di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri tercatat dengan total tindakan operasi sebesar 4458. Berdasarkan survey pendahuluan sampel 10 DRM rawat inap terdapat ketidaklengkapan dalam pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran lengkap sebanyak 30%. Sedangkan formulir persetujuan tindakan kedokteran tidak lengkap sebanyak 70%. Pengisian formulir persetujuan tindakan kedokteran masih banyak yang tidak lengkap sehingga dapat berpengaruh terhadap proses pelayanan. Jenis penelitiannya menggunakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan memakai alat bantu check list. Berdasarkan metode observasi dan pendekatan yang digunakan adalah retrospektif. Dari 98 dokumen rekam medis pada pasien operasi yang telah dianalisis seluruhnya belum lengkap. Ketidaklengkapan tertinggi pada review pelaporan sebanyak 45 formulir atau 45.91%. Ketidaklengkapan terendah pada review identifikasi sebanyak 4 formulir atau 4.08%. Formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran (informed consent) dilihat dari aspek hukum yaitu adanya kejelasan dokter dalam menyampaikan informasi kepada pasien atau keluarga pasien serta mencatat didalam formulir tersebut dalam keadaan jelas dan disertai paraf dokter, nama dokter, nama saksi, paraf saksi, dibubuhkan tempat dan tanggal penulisan formulir. Perlu adanya koordinasi melalui forum resmi antara petugas rekam medis dengan unit lain khususnya dokter dan perawat dalam melengkapi formulir persetujuan tindakan kedokteran (informed consent).Sebaiknya setelah memberikan tindakan medis pada pasien, petugas medis khususnya dokter dan perawat segera melengkapi  informed consent agar tidak terdapat kekosongan pada item-item di formulir persetujuan tindakan kedokteran (informed consent).Kata Kunci : Review Identifikasi, Review Pelaporan, Review Autentifikasi, Review Pencatatan, Aspek Hukum Dari Formulir PersetujuanTindakan Kedokteran

Page 1 of 2 | Total Record : 16