cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019" : 15 Documents clear
Efek Histopotogenik dan Daya Tolak Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda Citrifolia) Terhadap Vektor Demam Berdarah Setya, Adhi Kumoro; Harningsih - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Tri
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.303 KB)

Abstract

Abstract: Aedes aegypti mosquitoes are categorized as dangerous insects since they often transmit deadly diseases to humans, such as dengue fever. In the current decades, the position of chemical insecticides has caused resistance of vector and reduced environmental quality due to the residue produced. This research aims to test the repellent and killing power on larvae (larvicide) of ethanol extract of noni seeds as botanical insecticide. Repellent power of the extract was analyzed using anova test. Larvicide power was tested using probit analysis and its pathological effect was examined histologically. This research used 7 (seven) variations of concentration with repetitive test for 3 (three) times. Based on the anova test, noni seeds were not effective as a repellent of mosquitoes. Meanwhile, based on probit analysis, it was shown that lethal concentration (LC50) happened in concentration of 0.03% for instar larvae 1; 0.04% for instar larvae 2; and 0.07% for instar larvae 3. Significant result of one way anova > 0,05 while histopathology description shows that larval intestinal epithelium undergoes vacuolization, and the cuticle tissue did not show any significant damage. Based on the research result, it can be reported that ethanol extract of noni seeds is not effective as a repellent, but it has a good larvicidal effect, being close to positive control which gives pathological effect on the intestinal tissue.Key words: Aedes aegypti, Mengkudu (Morinda citrifolia), Extracts, larvicide, Repellent Abstrak: Nyamuk Aedes aegypti masuk dalam kategori serangga berbahaya karena seringnya menularkan penyakit mematikan kepada manusia contohnya demam berdarah. Dalam beberapa dekade, posisi insektisida kimia telah menyebabkan resistensi dari vektor dan menurunnya kualitas lingkungan akibat residu yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan daya tolak dan daya bunuh terhadap larva (larvasida) dari ekstrak etanol biji mengkudu sebagai insektisida botani. Daya tolak ekstrak dianalisa menggunakan  uji anova. Kemampuan larvasida dilakukan menggunakan analisis probit dan efek patologisnya dibaca secara histologi. Penelitian ini menggunakan 7 (tujuh) variasi konsentrasi dengan penggulangan uji sebanyak 3 (tiga) kali. Dari hasil uji anova menunjukan biji mengkudu tidak efektif sebagai repellent (penolak) nyamuk sedangkan dari analisis probit menunjukan lethal concentration (LC50) terjadi pada konsentrasi 0,03% untuk larva instar 1; 0,04% untuk larva instar 2 dan 0,07% untuk larva instar 3. Nilai signifikasi uji one way anova > 0,05 sedangkan gambaran histopatologi  menunjukan epitel usus larva mengalami vakuolisasi sedangkan jaringan kutikula tidak memperlihatkan kerusakan berarti. Dari hasil penelitian ini dapat  dilaporkan bahwa ekstrak etanol biji mengkudu tidak efektif sebagai repellent (penolak) tetapi mempunyai daya larvasida yang bagus mendekati kontrol positif yang berefek patologis pada jaringan ususnya.Kata kunci: Aedes aegypti, Morinda citrifolia, Ekstrak, Larvasida, Daya tolak
Metode Pembelajaran Berbasis Belajar Mandiri (Self Directed Learning)Pada Pendidikan Keperawatan: A Literature Review Yuliana, Nuriyah; Kusumawati - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Wiwik
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.645 KB)

Abstract

Abstract: Education must be able to provide sufficient hard skills and soft skills to students to face the increasing challenges of life in the era of globalization (including MEA) both now and in the future. One of the soft skills competencies that are important to be trained is self-directed learning and is one indicator of nursing education competencies, namely life-long learning. The purpose of this study was to analyz of journals regarding the application of the method of self-directed learning in improving the competence of nursing students.This study is a literature review research that focuses on the results of writing relating to the application of the method of self-directed learning to nursing students through searching of accredited journal sites such as ProQoest, PubMED, ResearchGate, SagePub and Schoolar with keywords self-directed learning education, competency, learning outcome in the period 2013-2018. That data has been obtained is reviewed, compared, arranged systematically, and discussed.It was found that 3,240 journals identified based on the keywords which were then filtered so that 28 journals based on inclusion criteria were obtained, filtered again for eligibility and found the total articles that qualified for review were 11 journals. The influence of the application of self-directed learning methods on competency of nursing students was found, including increase in critical thinking skills, communication effective, interpersonal skill, self-efficacy, sense of responsibility, motivation, outonomi, self-confidence, academic value, independence and creativity. Keywords: Self-Directed Learning, competency, nursing student Abstrak: Pendidikan harus dapat memberikan bekal hard skill dan soft skill yang memadai kepada peserta didik untuk menghadapi semakin meningkatnya tantangan kehidupan di era globalisasi (termasuk MEA) baik masa sekarang maupun yang akan datang. Salah satu kompetensi soft skill yang penting dilatih adalah self-directed learning dan merupakan salah satu indikator dari kompetensi pendidikan keperawatan yaitu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Tujuan dari studi ini untuk menganalisis jurnal mengenai penerapan metode self-directed learning dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa keperawatan.Penelitian ini adalah penelitian studi literatur review yang berfokus pada hasil penulisan yang berkaitan dengan penerapan metode self directed learning pada mahasiswa keperawatan melalui penelusuran situs jurnal yang sudah terakreditasi seperti ProQoest, PubMED, ResearchGate, SagePub dan Schoolar dengan kata kunci self-directed learning, nursing education, competency, learning outcome dalam kurun waktu 2013-2018. Data yang telah diperoleh ditelaah, dibandingkan, disusun secara sistematis, dan dibahas. Didapatkan 3.240 jurnal diidentifikasi berdasarkan kata kunci yang kemudian disaring sehingga didapatkan 28 jurnal berdasarkan kriteria inklusi, disaring lagi kelayakannya dan didapatkan total artikel yang memenuhi syarat untuk review adalah 11 jurnal. Ditemukan adanya pengaruh penerapan metode pembelajaran self-directed learning terhadap kompetensi mahasiswa keperawatan, diantaranya adalah meningkatnya kemampuan meningkatnya kemampuan berfikir kritis, komunikasi efektif, kemampuan interpersonal, self-efficacy, tanggung jawab, motivasi, otonomomi, rasa percaya diri, nilai akademik, kemandirianserta kreatifitas.Kata Kunci: Self Directed Learning, Kompetensi, Mahasiswa Keperawatan
Uji Aktivitas Antidiabetes dan Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Herba Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) dan Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) pada Tikus Diabetes Melitus yang Diinduksi Alloxan Andriyani, Ratih; Tyas, Yuniar Ning; Dinah - Stikes Nasional Surakarta, Farah Ayu
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Diabetes melitus (DM) is a disease indicated by hyperglycaemia because of abnormalities in carbohydrate, fat, and protein metabolism caused by the decrease of insulin sensitivity. This research was conducted to find the more effective combination of Gynura procumbens and Andrographis paniculata ethanol extract to decrease blood glucose, LPO, and GSH on the mouse which was inducted with alloxan compared to separate treatment. This research used pre and post randomized controlled group design research. The 40 lab animals which were categorized to 8 groups as follow: normal, negative (CMC-Na), positive (1.26 mg/kgBW dose of glibenclamide), 20.5 mg/kgBW of Andrographis paniculata (SA 100), 140 mg/kgBW dose of Gynura procumbens (SN 100), SASN 75:25, SASN 50:50 and SASN 25:75. The lab animal groups, except the normal one was inducted with 160 mg/kgBW of alloxan at day 0, continued with lab animal treatment from day 1 to day 14. Blood sampling was conducted at day 0, day 7, and day 14. Then, at day 14 a surgery to take the mouses’ livers was conducted to do antioxidant analysis. The obtained data in the form of blood glucose level at day 1, day 7, and day 14 was measured using GOD-PAP method. All data then analyzed with ANOVA test with (α=0.05) for optimal dose of Gynura procumbens and Andrographis paniculata ethanol extract combination namely SASN 50:50 could decrease the blood glucose level up to 42.86159%, decrease the LPO level up to 0,01666 μM/g, increase GSH level up to 2.5066 Mm free SH. The combination of Gynura procumbens and Andrographis paniculata ethanol extract was more effective to decrease blood glucose level compared to separate treatment.Key word : Antidiabetic, Antioxidant, Herbs Sambiloto, Leaf Sambung Nyawa Abstrak: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia disebabkan karena abnormalitas metabolism karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sesitivitas insulin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto dan daun sambung nyawa yang lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah, kadar LPO dan kadar GSH pada tikus yang di induksi aloksan dibandingkan dengan pemberian secara tunggal. Penelitian ini menggunakan penelitian pre dan post randomized controlled group design. Hewan uji sebanyak 40 ekor yang dibagi menjadi 8 kelompok yaitu: normal, negatif (CMC-Na), positif (glibenklamid dosis 1,26 mg/kgBB), sambiloto dosis 20,5 mg/kgBB (SA 100), sambung nyawa dosis 140 mg/kgBB (SN 100), SASN 75:25, SASN 50:50 dan SASN 25:75. Kelompok hewan uji, kecuali kelompok normal diinduksi aloksan dosis 160 mg/kgBB pada hari ke-0, dilanjutkan perlakuan hewan uji dari hari ke-1 sampai hari ke-14. Dilakukan sampling darah pada hari ke-0, hari ke-7, dan hari ke-14. Selanjutnya pada hari ke-14 dilakukan pembedahan untuk mengambil hati tikus dilakukan analisa antioksidan. Data yang diperoleh berupa kadar gula darah pada hari ke-0, hari ke-7, dan hari ke-14 diukur menggunakan metode GOD-PAP. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dengan (α=0,05) untuk dosis optimal kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto dan daun sambung nyawa yaitu SASN 50:50 dapat menurunkan kadar glukosa darah sebesar 42,86159%, menurunkan kadar LPO sebesar 0,01666 μM/g, meningkatkan kadar GSH 2,5066 Mm free SH. Kombinasi ekstrak etanol herba sambiloto dan daun sambung nyawa lebih efektif menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan pemberian secara tunggal.Kata kunci : Antidiabetes, Antioksidan, Herba Sambiloto, Daun Sambung Nyawa
Hubungan Pengetahuan Tentang Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku Kia) dengan Praktik Perawatan Sehari – Hari pada Ibu Hamil Di Kelurahan Mulur Sari, Defie Septiana; Zakiyah - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Erna
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.114 KB)

Abstract

Abstract : A pregnant woman is required to carry out day-to-day care during pregnancy, such as eating food proportionally with a balanced nutritional pattern and more than before pregnancy, adequate rest, maintaining personal and environmental hygiene, checking a pregnancy regularly to a health worker, physical activity, and the interval between husband and wife during pregnancy. All forms of treatment have actually been printed in the Maternal and Child Health book (KIA book), but have not been practiced maximally by pregnant women. This study aims to analyze the relationship between knowledge of MCH books and daily care practices in pregnant women. This research was conducted in Mulur Village, Bendosari District, Sukoharjo Regency in June - August 2017. The population in this study were all pregnant women who had and did not have a KIA book in Mulur Village, Bendosari District, Sukoharjo Regency in June - August 2017. The sampling technique uses non-probability sampling techniques through total sampling. Data analysis techniques used univariate analysis to analyze knowledge and practice variables, and bivariate analysis to determine the relationship between knowledge and practice variables using Spearman Rank with the help of the SPSS program. The results showed that there was a relationship between MCH book knowledge and daily care practices for pregnant women (5% significance level, Ztable value = 1.96 and Calculated value = 2.218; p = 0.024 less than 0.05). There is a relationship between the knowledge of the MCH book and the practice of daily care for pregnant women. Pregnant women are more pro-active in reading MCH books and practicing their contents, especially daily care by assisting health workers.Keywords : Knowledge of MCH books. Practices of daily care, Pregnant women Abstrak : Seorang ibu hamil diwajibkan untuk melakukan perawatan sehari - hari selama kehamilan , seperti makan makanan secara proporsional dengan pola gizi seimbang dan lebih banyak daripada sebelum hamil, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memeriksakan kehamilan secara teratur ke petugas kesehatan, aktifitas fisik, dan interval hubungan suami istri selama kehamilan. Semua bentuk perawatan tersebut, sebenarnya sudah tercetak di buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku KIA), tetapi belum dipraktikan secara maksimal oleh ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan buku KIA dengan praktik perawatan sehari – hari pada ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo pada bulan Juni - Agustus 2017 . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mempunyai dan tidak mempunyai buku KIA di Kelurahan Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo pada bulan Juni - Agustus 2017 . Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non – probability sampling melalui cara total sampling. Tehnik analisa data menggunakan analisis univariat untuk menganalisis variabel pengetahuan dan praktik, dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan dan praktik menggunakan Spearman Rank dengan bantuan program SPSS.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan buku KIA dengan praktik perawatan sehari – hari pada ibu hamil (taraf signifikasi 5 %,nilai Ztabel = 1,96 dan nilai Zhitung  = 2,218; nilai p = 0,024 lebih kecil dari 0,05). Ada hubungan pengetahuan buku KIA dengan praktik perawatan sehari – hari pada ibu hamil. Ibu hamil lebih pro aktif membaca buku KIA dan mempraktikkan isinya terutama perawatan sehari – hari dengan pendampingan tenaga kesehatan.Kata kunci : Pengetahuan buku KIA, Praktik perawatan sehari – hari, Ibu hamil
Pola Pengobatan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pediatrik Rawat Inap Di Rsud Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Pramita, Biska Kusuma Dewi; Endrawati, Susi; Wahyuningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Sri Saptuti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.546 KB)

Abstract

Abstract: Acute Respiratory Infection (ISPA) is an infection that occurs in the upper respiratory tract and lower respiratory tract. Infection infection is also a lot of attacks all ages, but infants and toddlers are most vulnerable to infected with this disease.This study aims to see the pattern of treatment pattern in the case of ARD of pediatric patient inpatient in dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri October-December 2016, and to know the allegiance of management according to World Health Organization (WHO): Model Formulary for children 2010 and the Ministry of Health of the republic Indonesia: Pharmaceutical Care for Respiratory Infections Disease 2005. This research used Non Experimental research. Data were taken with descriptive approach and retrospective data collection.This study showed that 24 patients with pediatric ARD, among them female patients 54.16% and the remaining men 45.83%. Acute Respiratory Infection (ARI) therapy is done with basic therapy (antibiotics) and supportive therapy (symptomatic). The results of the study show 1). The pattern of treatment of ARI in pediatric patients hospitalized in RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri is in accordance with the management guidelines of the World Health Organization (WHO): Formulary for children 2010 and Republic of Indonesia Ministry of Health: Pharmaceutical Care for Respiratory Tract Infections 2005, 2). Treatment of pediatric ARI uses an average of 100% antibiotic therapy. The most widely used supportive therapy drugs are gastrointestinal drugs with a percentage of 88%, 63% analgesic-antipyretic drugs, 62% use of respiratory tract medicine and 17% use of antihistamine drugs.Keywords: Acute Respiratory Infections (ARI), pediatrics, treatment, infections. Abstrak: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan infeksi yang terdapa tpada saluran pernafasan atas maupun saluran pernafasan bawah. Infeksi infeksi ini juga banyak menyerang semua umur, tetapi bayi dan balita yang paling rentan untuk terinfeksi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Pola pengobatan kasus ISPA pasien pediatrik rawat inap di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Oktober-Desember 2016, dan untuk mengetahui kesesuaiaan penatalaksanaan menurut World Health Organization (WHO): Model Formulary for children 2010 dan Depkes  RI: Pharmaceutical Care untuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan 2005. Penelitian ini menggunakan penelitian Non Eksperimental. Data diambil dengan dari analisa data pendekatan deskriptif dan pengumpulan data retrospektif. Penelitian dari 24 pasien ISPA pediatrik, terdapat pasien perempuan 54,16 % dan  laki-laki 45,83 %. Terapi Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dilakukan dengan terapi pokok (antibiotik) dan terapi suportif (simptomatik). Hasil penelitian menunjukkan 1). Pola pengobatan ISPA pasien pediatrik rawat inap di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri sudah sesuai dengan pedoman penatalaksanaan dari World Health Organization (WHO): Model Formulary for children 2010 dan Depkes  RI: Pharmaceutical Care untuk penyakit Infeksi Saluran Pernafasan 2005, 2). Pengobatan ISPA pediatrik rata- rata menggunakan terapi obat antibiotik sebanyak 100%. Obat - obat terapi suportif yang paling banyak digunakan adalah obat saluran cerna dengan prosentase 88%, obat analgetik-antipiretik  63%, penggunaan obat terapi saluran nafas  62% dan penggunaan obat antihistamin 17%.Kata kunci: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), pediatrik, pengobatan, infeksi.
Proporsi Metode Pendekatan Sindrom dan Pewarnaan Gram dalam Diagnosis Infeksi Neisseria gonorrhoeae pada Wanita Penjaja Seks (WPS) Khariri, Khariri; Puspandari - Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Bada, Nelly
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.711 KB)

Abstract

Abstract : Infections of gonorrhea still pose a threat because it most often occurs worldwide. The infection is caused by Neisseria gonorrhoeae, which is a Gram-negative cocci and Gram stain will appear red when observed under a microscope. Diagnosis of gonorrhea infection can be performed based on anamnesis, clinical examination and laboratory tests. This research aims to looking at the proportion of gonorrhea diagnosis of clinical signs and symptoms were there as well as the results of direct microscopic examination of a Gram stain. Clinical signs and symptoms obtained from the anamnesis and clinical examination. Simple laboratory examination performed by Gram staining to see Gram-negative intracellular diplococci polymorphonuclear leukocytes (PMN). Clinical examination of the 880 Female Sex Workers (FSWs) obtained the highest clinical signs and symptoms are reddish cervix (53.5%), mucopurulent vaginal fluid (48.9%), vaginal discharge and unpleasant body odor (40.6%). FSWs with the results of positive Gram stain intracellular diplococci, only 57% were positive biakannya examination results. In FSWs with positive Gram stain results, most do not show any symptoms of gonorrhea infection. FSWs with Gram stain positive, 57% positive bacterial culture results.Key words : sexually transmitted diseases, Neisseria gonorrhoeae, clinical symptoms, Gram staining Abstrak : Infeksi gonore masih menjadi ancaman karena paling sering terjadi di seluruh dunia. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang merupakan kokus Gram negatif dan dengan pewarnaan Gram akan tampak warna merah bila diamati di bawah mikroskop. Penegakkan diagnosis infeksi gonore dapat dilakukan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis dan pemeriksaan laboratorium. Penelitian bertujuan untuk melihat proporsi diagnosis gonore dari gejala dan tanda klinis yang ada serta hasil pemeriksaan mikroskopis langsung pewarnaan Gram. Gejala dan tanda klinis didapatkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium sederhana dilakukan dengan pewarnaan Gram untuk melihat diplokokus Gram negatif intraseluler leukosit polimorfonuklear (PMN). Pemeriksaan klinis terhadap 880 Wanita Penjaja Seks (WPS) didapatkan gejala dan tanda klinis terbanyak adalah yaitu serviks berwarna kemerahan (53,5%), adanya cairan mukopurulen pada vagina (48,9%), keputihan dan bau badan tidak sedap (40,6%). Dari WPS dengan hasil pewarnaan Gram positif diplokokus intraseluler, hanya 57% yang hasil pemeriksaan biakannya positif. Pada WPS dengan hasil pewarnaan Gram positif, sebagian besar tidak menunjukkan adanya gejala infeksi gonore. Dari WPS dengan pewarnaan Gram positif, sebanyak 57% hasil biakan bakterinya positif.Key words : IMS, Neisseria gonorrhoeae, gejala klinis, pewarnaan Gram
Efektivitas dan Uji Evaluasi Sedian Krim Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L) Sebagai Obat Penyembuh Luka Parmadi, Anom; Rejeki, Sri; Hastuti - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Siwi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.143 KB)

Abstract

Abstract: Injuries are lost or damaged part of the body's tissues. Wounds are also defined as physical damage due to the opening or destruction of the skin which can cause abnormal skin function and anatomy. These plants widely used traditionally from fresh noni leaves used as a medicine for broken bones, cuts, burns and pain by boiling and drinking the juice. These studys to make use of more effective and efficient Noni leaf extract made in cream preparations as a wound medicine, so that people are easy to use. This study used an experimental research method, namely the cream formulation of noni concentrated ethanol extract of 5%, 10% and 15%. Cream preparation evaluation test included: Organoleptic, pH test, cream type test, homogeneity test, sticky power test, dispersion test and protection power test. The test method was carried out on mice by means of cream preparations applied to the back of mice which were given an incision wound. Its effectiveness is seen from the measurement of wound length for seven days to calculate the percentage of wound healing power. The results of the One Way ANOVA test showed that there were significant differences between concentrations of 5%, 10% and 15% with significant values <0.05. The percentage of healing power of noni leaf extract cream concentration of 5% = 7.69%, concentration of 10% = 17.26%, and concentration of 15% = 29.35%. The results showed that the ethanol extract of noni leaves had the effectiveness of accelerating wound healing incisions in mice and cream preparations fulfilling the evaluation test for cream preparations.Keywords: CreamNoni Leaf Extract, Morinda citrifolia,Wound Healing. Abstrak: Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian dari jaringan tubuh. Luka juga didefinisikan sebagai kerusakan fisik akibat dari terbukanya atau hancurnya kulit yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan fungsi dan anatomi kulit normal. Tanaman ini banyak digunakan secara tradisional dari daun segar mengkudu dipakai sebagai obat untuk patah tulang, luka sayat, luka bakar dan nyeri dengan cara direbus dan diminum sarinya. Penelitian ini agar penggunaan lebih efektif dan efisien maka ekstrak daun Mengkudu dibuat dalam sediaan krim sebagai obat luka, sehingga masyarakat mudah dalam penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental, yaitu formulasi krim ekstrak etanol daun mengkudu konsentrasi 5%, 10% dan 15%.Uji evaluasi sediaan krim meliputi: Organoleptis, Uji pH, Uji type krim, Uji homogenitas, Uji daya lekat, Uji daya sebar dan Uji daya proteksi. Metode uji dilakukan terhadap mencit dengan cara sediaan krim yang dioleskan pada punggung mencit yang diberi luka sayatan. Efektivitasnya dilihat dari pengukuran panjang luka selama tujuh hari untuk menghitung persen daya penyembuhan luka. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan nilai signifikan < 0,05. Hasil persentase daya penyembuhan krim ekstrak daun mengkudu konsentrasi 5% = 7,69 %, konsentrasi 10% = 17,26 %, dan konsentrasi 15% = 29,35%. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun mengkudu memiliki efektivitas mempercepat penyembuhan luka sayatan pada mencit dan sediaan krim memenuhi uji evaluasi sediaan krim.Kata Kunci : Krim Ekstrak Daun Mengkudu, Morinda citrifolia, Penyembuhan Luka.
Pengaruh Core Stability Dan William Exercise Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Kuli Panggul Beras Di Daerah Sumberjo, Masaran Kabupaten Sragen Wijayanti - Universitas Sebelas Maret, Retno Putri
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.1 KB)

Abstract

Abstract : This research aims to know the influence of core stability and william exercise against a decrease lower back pain in the pelvic area of rice on labour Teak Brackets Sragen Regency.The research method used is the type of experimental research with approach of a quasi experimental design research pre test and post test with control group design. The sample used in this study as many as 20 respondents with a grouping of 10 respondents group control and 10 respondents group experiments. To practice Core Stability is given for 3 times a week is funded for 4 weeks, with 10 counts with 3 times the repetition exercise Exercise exercise dose William 3 times a week for 4 weeks. Technique of data analysis used in this study by Univariate analysis menggunkanan and Bivariat analysis menggunkanan with the Wilcoxon.The results showed there is the influence of core stability exercise therapy against a decrease in pain, improved balance and functional capabilities of the patient's lower back pain which shows sig (0.004) < 0.05. There is Pengarug which means administering the treatment william exercise against a decrease lower back pain in the pelvic area in rice kuli Teak Brackets Sragen Regency which shows sig (0.007) < 0.05.Keywords: Core Stability, William Exercise, Back Pain Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh core stability dan william exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah  pada kuli panggul beras di daerah Sumberjo, Masaran Kabupaten Sragen. Metode penelitian yang digunakanan adalah jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan quasi eksperimendengan desain penelitian pre test and post test with control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden dengan pengelompokan 10 responden kelompok control dan 10 responden kelompok eksperimen. Untuk Latihan Core Stability diberikan  selama 3 kali dalam seminggu di laksanakan selama 4 minggu, dengan  10 hitungan dengan 3 kali pengulanganuntuklatihan William Exercisedosis latihan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunkanan analisis Univariat dan Bivariat dengan menggunkanan analisis Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan Ada pengaruh terapi latihan core stability terhadap penurunan nyeri, peningkatan keseimbangan dan kemampuan fungsional pasien nyeri punggung bawah yang menunjukkan sig (0,004) < 0,05.Terdapat Pengarug yang berarti pemberian perlakuan william exercise terhadap penurunan nyeri punggung bawah  pada kuli panggul beras di daerah Sumberjo, Masaran Kabupaten Sragen yang menunjukkan sig (0,007) < 0,05.Kata Kunci:  Core Stability, William Exercise, Nyeri Punggung
Pengaruh Gel Kombinasi Ekstrak Kulit Semangka ( Citrullus Lanatus( Thunb.)) Dan Ekstrak Kulit Manggis (GarciniaMangostana L.) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci Aryati, Yosephine Vania Prima; Setiawan, Iwan; Ariani, Nofi Risa; Hastuti - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional Surakarta, Diah Dwi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.061 KB)

Abstract

Abstract : Burns caused by damage or loss of tissue due to contact with heat sources. Treatment of burns is done by restoring the function and shape of skin tissue back. The use of herbal plants as an alternative treatment of burns increased due to the lack of side effects caused. Watermelon skin (Citrullus lanatus (Thunb.)) Has an alkaloid content of sitrulin that plays a role in the healing process of wound and mangosteen skin (Garcinia mangostana L.) contains xanton flavonoids that have anti-inflammatory effect by triggering the formation of collagen which plays an important role in the maintenance of structures and wound healing. The aim of this research is to know the effect of gel combination of skin watermelon extract and mangosteen skin which has anti-inflammatory effect on burn on rabbit's back and quality control of gel preparation. Testing of physical quality of gels made include organoleptic test, pH, homogeneity, viscosity, adhesion, dispersion, protection and acceptability at 0 days storage until the 28th day. The gel activity test was performed on 7 rabbits divided into 7 treatment groups consisting of negative control, positive control, KS (100), KM (100), KSKM (25:75), KSKM (50:50), KSKM (75 : 25). Each rabbit is burned using a hot metal plate 2 cm in diameter. Wound diameter was measured for 14 days. The results showed that gel combination of watermelon extract and mangosteen skin can decrease burn diameter. The effective formula is the 75:25 KSKM formula with an average diameter of 1.29 cm.Keywords : Burns, Citrullus lanatus, Garcinia mangostana, Gel Abstrak : Luka bakar disebabkan karena kerusakan atau kehilangan jaringan akibat kontak dengan sumber panas. Pengobatan luka bakar dilakukan dengan mengembalikan fungsi dan bentuk jaringan kulit kembali. Penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan luka bakar meningkat karena minimnya efek samping yang ditimbulkan. Kulit semangka (Citrullus lanatus (Thunb.)) mempunyai kandungan alkaloid berupa sitrulin yang berperan dalam proses penyembuhan luka serta kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki kandungan flavonoidberupa xanton  yang memiliki efek anti inflamasi dengan memicu pembentukan kolagen yang berperan penting dalam pemeliharaan struktur dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh gel kombinasi ekstrak kulit semangka dan kulit manggis yang memiliki efek antiinflamasi pada luka bakar yang terdapat pada punggung kelinci serta kontrol kualitas sediaan gel yang dibuat. Pengujian mutu fisik gel yang dilakukan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, daya proteksi dan aseptabilitas pada penyimpanan hari ke-0 sampai hari ke-28. Uji aktivitas gel dilakukan pada 7 ekor kelinci yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, KS (100), KM (100), KSKM(25:75), KSKM (50:50), KSKM (75:25). Setiap kelinci dibuat luka bakar menggunakan lempeng logam panas berdiameter 2 cm. Pengukuran diameter luka dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel kombinasi ekstrak kulit semangka dan kulit manggis dapat menurunkan diameter luka bakar. Formula efektif yaitu formula KSKM 75:25 dengan rata-rata diameter 1,29 cm.Kata kunci : Luka bakar, Citrullus lanatus, Garcinia mangostana, Gel
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Kecenderungan Sikap Apatis Terhadap Lingkungan Sekitar Pada Siswa SMP N 1 Sukoharjo, Kec/Kab Sukoharjo, Jawa Tengah Pratama, Bangkit Ary; Parmadi -Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Anom
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 1 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.598 KB)

Abstract

Abstract : Information technology in the era of globalization has developed very rapidly in people's lives. Because of the new technologies such as the internet, all human needs can be met. The many facilities provided by the internet, especially on social media, trigger an increase in use by teenagers. The intensity of the use of social media creates different forms of interaction with before. This is a process of adjustment to the social environment in the community. When adolescents with the intensity of using social media are high, their social interactions become indirect, their sociability tends to be low and their social sensitivity tends to be low. This is usually called apathy. The study design used observational analytic research with cross sectional approach. Data collection techniques used to collect primary data using a structured questionnaire. The data obtained were then analyzed by the univariate formula (frequency distribution formula) and bivariate (Chi square formula). The results showed that there was a correlation between the intensity of social media use and adolescent apathy (p <0.001), that is, the higher the use of social media, the teenagers were 7.9 times at risk of tending to be apathetic towards the surrounding environment.Keywords: intensity of use, social media, apathy, environment Abstrak : Teknologi informasi di era globalisasi berkembang sangat pesat di dalam kehidupan masyarakat. Berkat teknologi baru seperti internet, segala kebutuhan manusia dapat dipenuhi. Banyaknya fasilitas yang disediakan oleh internet terutama di media sosial, memicu peningkatan  penggunaan oleh remaja. Tntensitas penggunaan media sosial menciptakan bentuk-bentuk interaksi yang berbeda dengan sebelumnya. Hal ini merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial dimasyarakat.  Ketika remaja dengan intensitas penggunaan media sosial tinggi, interaksi sosialnya menjadi  bersifat tak langsung, sosiabilitasnya cenderung rendah dan kepekaan sosialnya cenderung rendah. Hal ini biasa disebut dengan sikap apatis. Desain penelitian dengan menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rumus univariat (rumus distribusi frekuensi) dan bivariat  (rumus Chi square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan sikap apatis remaja (p<0.001), yaitu semakin tinggi penggunaan media sosial maka remaja 7.9 kali beresiko untuk cenderung menjadi apatis terhadap kondisi lingkungan sekitar.Kata Kunci : intensitas penggunaan, media sosial, sikap apatis, lingkungan

Page 1 of 2 | Total Record : 15