cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019" : 9 Documents clear
PENATALAKSANAAN IBU HAMIL DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WONOGIRI Agustina, Wulandari; Suwarni - Poltekkes Bhakti Mulia, Tri
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract  : Pregnancy is a physiological process many changes that occur during pregnancy such us physiological anatomical changes such us uterine enlargement, breast enlargement, as wellas increased HCG, estrogen and progesterone hormones. Hyperemesis gravidarum 2015 by 16,31% and increased by 2016 by 18,15%. Hyperemesis gravidarum is the 2nd largest case of 239 cases by 2015 and 301 cases by 2016 in the regional hospitals Wonogiri. Objective: The aim of this study in order to under take the management ofthe care of pregnant women with severe hiperemesis gravidarum management in a comprehensive manner by using the 7 step Varney. Methods:Using a descriptive observational research method with a case study approach. Patients of Ny. D had 5% dextrose infusion therapy, 4 mg/8 hours ondancentron injection, 50 mg/8 hours ranitidine injection, 125ml 3 x 1 syrup antacid for 2 days so that the general condition of mother and fetus was good. Conclusion: Midwifery caregiven topregnant womenNy. DG1P0A0Age 24 Years Pregnant11+4weeks with hiperemesis gravidarum at the General Hospital Wonogiri has been carried out effectively and in accord ance with existing theory.Keywords  :Pregnancy, Hiperemesis Gravidarum, Midwifery Care Abstrak : Kehamilan merupakan proses yang fisiologis, banyak perubahan yang terjadi selama kehamilan seperti perubahan anatomi fisiologi contohnya pembesaran uterus, pembesaran payudara, serta terjadi peningkatan HCG, hormone estrogen dan progesterone. Hiperemesis gravidarum tahun 2015 sebesar 16,31% dan meningkat pada tahun 2016 sebesar 18,15%. Hiperemesis gravidarum merupakan kasus ke 2 terbesar dari 239 kasus pada tahun 2015 dan 301 kasus pada tahun 2016 di Rumah Sakit Umum Daerah Wonogiri. Penelitian ini bertujuan agar dapat melakukan penatalaksanaan asuhan pada ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum secara komprehensif dengan menggunakan manajemen 7 langkah Varney. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: Pasien Ny. D telah dilakukan terapi infus dextrosa 5%, injeksi ondancentron 4 mg/8 jam, ranitidine 50 mg/8 jam, antasida syrup 125 ml 3x1 selama 2 hari sehingga keadaan umum ibu dan janin baik. Asuhan kebidanan ibu hamil yang diberikan pada Ny. D G1P0A0 Umur 24 Tahun Hamil 11+4 Minggu dengan hiperemesis gravidarum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Wonogiri sudah berjalan dengan efektif dan sesuai dengan teori yang ada.Kata Kunci :Kehamilan, Hiperemesis Gravidarum
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI ETIL ASETAT DAN FRAKSI AIR EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (SYZYGIUM POLYANTHUM (WIGHT.) WALP.) DENGAN METODE DPPH (1,1 DIFENIL- 2 PIKRILHIDRAZIL) Susilowati, Susilowati; Wulandari - STIKES Nasional, Sari
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack: Salam plants are one of the plants that are often used by the community for alternative medicine. The part of the greeting plant commonly used as a treatment is the leaves. Bay leaves contain flavonoids, alkaloids, terpenoids / steroids, and tannins. The content of flavonoids contained in bay leaves can act as natural antioxidants. This study aims to determine the potential of antioxidant activity of ethyl acetate fraction and bay leaf water fraction. Fractionation is done in stages using n-hexane, ethyl acetate, and water solvents. The ethyl acetate fraction and water fraction obtained were tested for its compound content using phytochemical examination. The antioxidant activity of ethyl acetate fraction and water fraction was carried out using the DPPH method. The results of phytochemical examination of ethyl acetate fraction and water fraction contain flavonoids, alkaloids, tannins, and terpenoids. The results of the measurement of antioxidant activity of bay leaf ethyl acetate fraction has the potential to be very strong with an IC50 value of 47.7709 ppm and the potential fraction of bay leaf water with a IC50 value of 52.3957 ppm.Key word: bay leaf, antioxidant, ethyl acetate fraction and water fraction, DPPH, IC50. Abstrak:Tanaman salam merupakan salah satu tanaman yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan alternatif. Bagian tanaman salam yang biasa digunakan sebagai pengobatan adalah daunnya. Daun salam memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpenoid/steroid, dan tanin. Kandungan senyawa flavonoid yang terdapat pada daun salam dapat berperan sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat dan fraksi air daun salam. Fraksinasi dikerjakan secara bertingkat dengan menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, da air. Fraksi etil asetat dan fraksi air yang didapatkan diuji kandungan senyawanya dengan menggunakan pemeriksaan fitokimia. Uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat dan fraksi air dilakukan dengan metode DPPH. Hasil pemeriksaan fitokimia fraksi etil asetat dan fraksi air mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun salam berpotensi sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 47,7709 ppm dan fraksi air daun salam berpotensi kuat dengan nilai IC50 sebesar 52,3957 ppm.Kata kunci : daun salam, antioksidan, fraksi etil asetat dan fraksi air, DPPH, IC50.
FORMULASI NANOMOUTHWASH EKSTRAK KULIT NANAS (ANANAS COMOSUS L) INOVASI PENGOBATAN KARIES GIGI Rahmadhani, Yasmine Savira; Krismonikawati, Rina Ayu; Octaviana - Politeknik Katolik Mangunwijaya, Risza Widi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The skin of the pineapple (Ananas comosus L) in the form of extracts already researched can inhibit the growth of bacteria cause dental caries i.e. Streptococcus mutans. Pineapple-skin contains an enzyme bromelin that has easily degraded and lipofil, therefore required a system of delivering medicines that can increase the stability of the enzyme bromelin in pineapple-skin extract, so the activities antibacterial can be improved. The system transfers that can be developed is using nanoparticles with a form of material nanoemulsion. Nanoemulsion in nanomouthwash shape created by using spontaneous nanoemulsification method. Nanomouthwash tested physical characteristics include: determination of the particle size, polydispersity index, organoleptic, transmitan test, viscosity, and weight of type. Furthermore, nanomouthwash of pineapple-skin extract tested activity against Streptococcus mutans bacteria and computed the diameter zone of inhibition (DDH). The results the DDH were statistical analysis with Kruskall Wallis's method to see a meaningful difference. The results of the test of the physical characteristics of nanomouthwash of pineapple-skin extract has a particle size 86,16 nm, polydispersity index 0,29, tanned yellow liquid, the smell of oil typical sweets and have a sweet taste with mint sensation. Test results of viscosity 13,07 cp; weights types 1,11; and has a value of pH is 5. The antibacterial activity test of nanomouthwash of pineapple-skin extract shows the value of the diameter zone of inhibition to Streptococcus mutans of 8.6 mm smaller than pineapple-skin extract of 13.8 mm.Keywords : Pineapple-skin, nanoemulsion, mouthwash, physical characterictics, Streptococcus mutans Abstrak: Kulit nanas (Ananas comosus L) dalam bentuk ekstrak dengan konsentrasi 25% telah diteliti dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi yaitu Streptococcus mutans. Kulit nanas mengandung enzim bromelin yang memiliki sifat mudah terdegradasi dan bersifat lipofil, oleh karena itu diperlukan suatu sistem penghantaran obat yang dapat meningkatkan stabilitas enzim bromelin, sehingga aktivitas antibakteri dapat ditingkatkan. Sistem penghantaran yang dapat dikembangkan adalah nanopartikel dengan bentuk sediaan nanoemulsi. Sediaan nanoemulsi dalam bentuk nanomouthwash dibuat dengan menggunakan metode nanoemuslifikasi spontan. Nanomouthwash ekstrak kulit nanas diuji karakteristik fisiknya meliputi: ukuran partikel, indeks polidispersitas, organoleptis, pH, viskositas, dan bobot jenis. Selanjutnya, nanomouthwash ekstrak kulit nanas diuji aktivitasnya terhadap bakteri  Streptococcus mutans dan dihitung diameter daya hambatnya (DDH). Hasil DDH dianalisa statistika dengan metode Kruskall Wallis untuk melihat adanya perbedaan yang bermakna. Hasil pengujian karakteristik fisik sediaan nanomouthwash ekstrak kulit nanas memiliki ukuran partikel 86,16 nm, indeks polidispersitas 0,29, berbentuk cairan jernih berwarna jingga kecoklatan, berbau khas mint, dan memiliki rasa manis diikuti sensasi mint. Hasil uji viksositas sebesar 13,07 cp; bobot jenis 1,11; dan memiliki nilai pH 5. Pengujian aktivitas antibakteri nanomouthwash ekstrak kulit nanas menunjukkan nilai diameter daya hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans sebesar 8,6 mm lebih kecil dibandingkan dengan ekstrak kulit nanas yaitu sebesar 13,8 mm.Kata kunci: Ekstrak kulit nanas, nanoemulsi, mouthwash, karakteristik fisik, Streptococcus mutans
KORELASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TERHADAP SIKAP ANTISOSIAL PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN SUKOHARJO Pratama - Poltekkes Bhakti Mulia, Bangkit Ary
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : The advantage of social media is being able to provide information quickly so as to make users more dynamic and additive. The presence of social media has led to a change in adolescent attitudes. Teenagers as one of the users of social media have not been able to use wisely. Teenagers tend to be easily influenced by the environment without first considering the positive or negative impacts that will be received when using social media. Adolescent dependence on the use of social media can trigger antisocial attitudes in the community because they enjoy communicating through social media rather than face to face with friends. Research design using observational analytic research with cross sectional approach. Data collection techniques used to collect primary data using a structured questionnaire. The data obtained were then analyzed using the univariate formula (frequency distribution formula) and bivariate (Pearson product moment formula). The results showed that the use of social media is associated with the emergence of antisocial attitudes in adolescents. Correlation value of 0.528 and significance value of p (<0.001) <0.05 with the direction of a positive relationship so that the higher the level of use of social media, the more antisocial attitudes of adolescents.Keywords: use of social media, antisocial attitudes  Abstrak : Keunggulan media sosial adalah mampu memberikan informasi secara cepat sehingga membuat penggunanya semakin dinamis dan adatif. Kehadiran media sosial telah membawa kepada perubahan sikap remaja. Remaja sebagai salah satu pengguna media sosial belum mampu menggunakan secara bijak. Remaja cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu dampak positif atau negatif yang akan diterima saat meggunakan media sosial. Ketergantungan remaja terhadap penggunaan media sosial dapat memicu timbulkan sikap antisosial di lingkungan masyarakat karena mereka lebih menikmati berkomunikasi melalui media sosial daripada bertatap lagsung dengan teman. Desain penelitian dengan menggunakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data primer dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rumus univariat (rumus distribusi frekuensi) dan bivariat  (rumus Pearson product moment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berhubungan dengan munculnya sikap antisosial pada remaja. Nilai korelasi 0.528 dan nilai signifikansi p(<0.001) < 0.05 dengan arah hubungan positif sehingga semakin tinggi tingkat penggunaan media sosial maka sikap remaja semakin antisosial.Kata Kunci : penggunaan media sosial, sikap antisosial
UJI EFEK TONIKUM EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU KUNCI (BOESENBERGIA PANDURATA (ROXB) SCHLECHT) TERHADAP MENCIT JANTAN GALUR SWISS Setyawati, Esti Ramadhani; Endrawati - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Susi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Rimpang Temu Kunci (Bosenbergia pandurata (Roxb) Schlecht) contained of essential oils, saponins, flavonoids. The benefits of Rimpang Temu Kunci were used to antidiarrheal, antimalarial, dry cough, intestinal worms, anti-rheumatic, and skin diseases.The aim of this research was to know that Ethanolic Extract of Rimpang Temu Kunci had tonic effect and determined the dose of Rimpang Temu Kunci extract which had tonic effect. The test of tonic used Natatory Exhaustion method. Rimpang Temu Kunci was macerated by the 96% ethanol. The treatment of group I was given per oral treatment 0.5 ml oil as a negative control. Group II, III, IV were treated by ethanol extract with dose variation 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB. Group V was treated per oral caffeine 13mg / kg BW. The obtained data were analyzed by One Way ANOVA test followed by Post Hoc Test.Ethanol extract of Rimpang Temu Kunci had tonicum effect. The result of Post Hoc Test analysis (LSD test) between dose of caffeine 13 mg/kg BB, dose of Temu Kunci extract 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB showed that p value (0.0001) < 0,05 referred that there was a significant difference between treatment groups. The result of increase tonic effect percentage at Rimpang Temu Kunci extract dose 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB and caffein 13 mg/kg BB amount (27,74 ± 0,27)%, (46,20 ± 0,19)%, (76,79 ± 0,36)% and (56,37 ± 0,29)%. Keywords : Ethanol extract of Rimpang Temu Kunci, tonic effect, Male Mice. Abstrak: Rimpang temu kunci (Bosenbergia pandurata (Roxb) Schlecht) memiliki kandungan minyak atsiri, saponin, flavonoid. Khasiat dari rimpang temu kunci diantaranya sebagai antidiare, antimalaria, batuk kering, cacingan, antirematik, dan penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ekstrak etanol rimpang temu kunci mempunyai efek tonikum dan menentukan dosis ekstrak rimpang temu kunci yang mempunyai efek tonikum. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental. Uji tonikum dengan metode Natatory Exhaustion. Rimpang temu kunci dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Pemberian perlakuan dengan kelompok I diberi perlakuan peroral minyak goreng 0,5 ml sebagai kontrol negatif. Kelompok II, III, IV diberi perlakuan ekstrak etanol dengan variasi dosis yaitu 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB. Kelompok V diberi perlakuan peroral kafein 13mg/kg BB. Data yang diperoleh dianalisis uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc Test. Ekstrak etanol rimpang Temu Kunci memiliki efek tonikum. Hasil dari analisis Post Hoc Test (Uji LSD) antara dosis kafein 13 mg/kg BB, dosis ekstrak Temu Kunci 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB menunjukkan nilai p (0,0001)<0,05 yang menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil prosentase kenaikan efek tonikum pada ekstrak rimpang Temu Kunci dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dosis 400 mg/kg BB dan kafein 13 mg/kg BB berturut-turut  sebesar (27,74 ± 0,27)%, (46,20 ± 0,19)% (76,79 ± 0,36)% dan (56,37 ± 0,29)%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Rimpang Temu Kunci ,Efek Tonikum, Mencit Jantan
PENGARUH KONSENTRASI TWEEN 80 SEBAGAI SURFAKTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN NANOEMULGEL IBUPROFEN Sanaji, Joseph Baskoro; Krismala, Metty Sarah; Liananda - Politeknik Katolik Mangunwijaya, Fitria Rosa
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Ibuprofen is a simple derivative of phenylpropionic acid which is efficacious as an anti-inflammatory (anti-inflammatory), analgesic (pain reliever), and antipyretic (fever-lowering). Nanoemulgel is a development of nanoemulsion preparations. This study aims to determine the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel so that a nanoemulgel preparation that meets the requirements can be made. One important component in the nanoemulgel system is surfactant. Addition of surfactant can reduce surface tension in nanoemulgel. tween 80 is a surfactant that is widely used, because it has non-toxic and stable properties against the influence of pH. Based on this background it is necessary to do research on the effect of concentration of tween 80 as a surfactant on the physical characteristics of ibuprofen nanoemulgel. The physical characteristics of nanoemulgel that need to be known are organoleptic, homogeneity, pH, dispersion, adhesion, viscosity, protection power, particle size, and polydispersity index of surfactant concentrations used were 38%, 39% and 40%. The results of the evaluation of nanoemulgel characteristics were analyzed statistically using Anova test with a confidence level of 95%, based on the results of the study showed that differences in levels of surfactants affect the physical characteristics of nanoemulgel which includes. Viscosity, Adhesiveness, Spread, Protection Power, Washed Power, Particle Size and Polydispersity Index, and no effect on organoleptic testing, homogeneity, pH, and type of emulsion. The size of nanoemulgel particles in formulas I, II and III were 462.3 nm respectively; 132.7 nm; and 123.6 nm with polydispersity index of 0.566; 0.268, and 0.343.Keywords: ibuprofen, nanoemulgel, Tween 80, physical characteristics Abstrak: Ibuprofen merupakan turunan sederhana dari asam fenilpropionat yang berkhasiat sebagai antiinflamasi (anti peradangan), analgetik (pereda nyeri), dan antipiretik (penurun demam). Nanoemulgel merupakan pengembangan dari sediaan nanoemulsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen sehingga dapat dibuat suatu sediaan nanoemulgel yang memenuhi persyaratan. Salah satu komponen penting dalam sistem nanoemulgel adalah surfaktan. Penambahan surfaktan dapat mengurangi tegangan permukaan pada nanoemulgel. Tween 80 merupakan surfaktan yang banyak digunakan, karena memiliki sifat tidak toksik dan stabil terhadap adanya pengaruh pH. Berdasarkan latar belakang tersebut perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi tween 80 sebagai surfaktan terhadap karakteristik fisik sediaan nanoemulgel ibuprofen. Karakteristik fisik nanoemulgel yang perlu diketahui adalah organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, daya proteksi, ukuran partikel, dan indeks polidispersitas. Konsentrasi surfaktan yang digunakan adalah 38%, 39% dan 40%. Hasil evaluasi karakteristik nanoemulgel dianalisis statistik menggunakan uji anova dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perbedaan kadar surfaktan berpengaruh terhadap karakteristik fisik nanoemulgel yang meliputi viskositas, daya lekat, daya sebar, daya proteksi, daya tercuci, ukuran partikel dan indeks polidispersitas, tetapi tidak berpengaruh terhadap pengujian organoleptis, homogenitas, pH, dan tipe emulsi. Ukuran partikel nanoemulgel formula I, II dan III berturut-turut sebesar 462,3 nm; 132,7 nm; dan 123,6 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,566; 0,268, dan 0,343.Kata kunci : ibuprofen, nanoemulgel, tween 80, karakteristik fisik
TABLET HISAP SARI BUAH TOMAT (LICOPERSICON ESCULENTUM MILL.) SEBAGAI PENANGKAL RADIKAL BEBAS Pujiastuti, Anasthasia; Octasari, Paulina Maya; Setyorini - Politeknik Katolik Mangunwijaya, Siska
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Free radicals are atoms or molecules that are unstable and very reactive because they contain one or more unpaired electrons in their outer orbitals. The body needs an important substance, an antioxidant that is capable of capturing free radicals so that it cannot induce a disease. Antioxidants are contained in various types of food, especially fruits and vegetables. One fruit that contains a lot of antioxidants is tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill). Tomatoes have lycopene, flavonoids and vitamin C as antioxidants. Tomato pollen can be made lozenges. The most important material in determining the dissolution time of the lozenges after is the binder, among others, Polyinylpyrrolidone K-30 (PVP K-30). Making tomato lozenges using wet granulation method with the content of PVP K-30 binder used is 1%, 2%, and 3%. The evaluation results of physical characteristics of lozenges were analyzed statistically using ANOVA and Kruskall-Wallis test with a confidence level of 95%, then tested the antioxidant activity of tomato juice lozenges using the DPPH method. Based on the results of the study, it was found that the levels of PVP K-30 had an effect on the physical characteristics of tomato pollen lozenges which included organoleptic, hardness, friability, and dissolution time but had no effect on uniformity of weight and uniformity of size. Antioxidant activity produced by lozenges of tomato juice at a concentration of 300 ppm, formula I of 2.295%; formula II is 2.606%; and formula III 2,391%.Key words: tomato lozanges, tomato juice, PVP K-30, physical characteristics, antioxidant activity  Abstrak: Radikal bebas adalah atom atau molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena mengandung satu atau lebih elektron tidak berpasangan pada orbital terluarnya. Tubuh memerlukan suatu substansi penting yaitu antioksidan yang mampu menangkap radikal bebas sehingga tidak dapat menginduksi suatu penyakit. Antioksidan terkandung dalam berbagai jenis makanan, terutama buah dan sayuran. Salah satu buah yang banyak mengandung antioksidan adalah tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Buah tomat memiliki kandungan likopen, flavonoid dan vitamin C sebagai antioksidan. Serbuk sari buah tomat dapat dibuat sediaan tablet hisap. Bahan yang paling penting dalam penentuan waktu melarut dari tablet hisap setelah adalah bahan pengikat antara lain Polivinilpirolidon K-30 (PVP K-30). Pembuatan tablet hisap sari buah tomat dengan metode granulasi basah dengan kadar bahan pengikat PVP K-30 yang digunakan adalah 1%, 2%, dan 3%. Hasil evaluasi karakteristik fisik tablet hisap dianalisis statistik menggunakan uji anova dan Kruskall-Wallis dengan taraf kepercayaan 95%, selanjutnya diuji aktivitas antioksidan tablet hisap sari buah tomat menggunakan metode DPPH. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kadar PVP K-30 berpengaruh terhadap karakteristik fisik tablet hisap serbuk sari buah tomat yang meliputi organoleptis, kekerasan, kerapuhan dan waktu melarut tetapi tidak berpengaruh pada keseragaman bobot dan keseragaman ukuran. Aktivitas antioksidan yang dihasilkan oleh tablet hisap sari buah tomat pada konsentrasi 300 ppm, formula I sebesar 2,295 % ; formula II sebesar 2,606 %; dan formula III sebesar 2,391 %. Kata kunci: tablet hisap, sari buah tomat, PVP K-30, karakteristik fisik, aktivitas antioksidan
PENGARUH TERAPI MUROTTAL AL-QUR’AN UNTUK MENURUNKAN NYERI POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH HARI KE 1 Susanti, Susi; Widyastuti, Yuli; Sarifah - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Siti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A fracture is a breakdown of bone continuity caused by external pressure that comes in greater than what can be absorbed by the bone. Treatment of fractures is surgery or without surgery, including immobilization, reduction and rehabilitation. Every surgery is always associated with an incision that caused a trauma or violence for sufferers that make various complaints, one of it is pain. The purpose of this study was to determine the influence of Murottal Al-Qur'an therapy on the reduction of postoperative pain in lower extremities day 1. The method of this research is Pre-Experiment with One Group Pretest-Postest approach with purposive sampling technique with a number of 8 respondents and instruments used  observation scale pain scale, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphones and QS Ar-Rahman that conducted at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. Test analysis using paired T-test test. Results: The results of calculations with the paired T-test statistical test analysis obtained a significant value that the probability (p) of 0,000. P value <0.05, it can be decided that the results show Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: There is an influence of Al-Qur'an murottal therapy on pain reduction in postoperative patients with lower extremity fracture day 1 at PKU Muhammadiyah Hospital Karanganyar. This study can be applied to patients who experience postoperative pain.Keyword: fracture, murrotal, post operative pain Abstrak: Fraktur merupakan rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dibandingkan dengan yang dapat diserap oleh tulang. Penanganan terhadap fraktur ada pembedahan atau tanpa pembedahan, meliputi imobilisasi, reduksi, dan rehabilitasi. Setiap pembedahan selalu berhubungan dengan insisi atau sayatan yang merupakan trauma atau kekerasan bagi penderita yang menimbulkan berbagai keluhan salah satunya nyeri. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya pengaruh terapi Murottal Al-Qur?an terhadap penurunan nyeri post operasi ekstremitas bawah hari ke 1. Metode penelitian ini adalah Pra-Eksperiment dengan pendekatan One Group Pretest-Postest dengan teknik sampling purposive sampling  sejumlah 8 responden dan instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi skala nyeri, Bourbanis scale, Multimedia player (MP3), headphone dan Q.S Ar-Rahman yang dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Uji analisis menggunakan uji T-test paired. Hasil: Hasil perhitungan dengan analisis uji statistik T-test paired didapatkan nilai yang signifikan bahwa probabilitas (p) sebesar 0,000. Nilai p<0,05 maka dapat diputuskan bahwa hasil menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi murottal Al-Qur?an terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah hari 1 di RS PKU Muhammadiyah Karanganyar. Penelitian ini dapat diaplikasikan pada pasien yang mengalami nyeri post operasi.Kata kunci : fraktur, murotal, nyeri post operasi
KAJIAN USIA PERNIKAHAN TERHADAP POLA ASUH ANAK DI GEDONGAN, SRAGEN Nurhayati, Isnani; Widiyanto - STIKES Mamba?ul ?Ulum Surakarta, Aris
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 6, No 2 (2019): IJMS 2019
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : In Indonesia ranges from 12-20% of early marriages performed by a new partner. Typically, early marriages performed at a young age couples average age between 16-20 years old. Nationally, early marriages by age of bride and groom under the age of 16 as much as 26.95%. This reserch aims to determine the relationship of age of marriage to parenting on children in the village of democratic Gedongan, Sragen Regency. Research methods a type of observational analytic study with cross sectional design, with a population of 220 pairs of sampling done by purposive sampling techniques that meet the criteria for inclusion of 70 pair. Results is There was a relationship of marriage age of democratic parenting style in children, found 39 people (55.7%) with 33 young married people (47.1%) who had a good upbringing of children and 6 men (8.6%) had a pattern foster child is not good, while 31 people (44.3%) were married sufficient age to have good parenting. The results of chi-square test with a confidence level of 95% or ? = 0.05 obtained greater value X2 table (5.216> 3.841) and p-value = 0.022 (p <0.05), which means Ha Ho accepted and rejected, so no relationship to the pattern of the democratic age of marriage on child care. Conclusion there is a marriage age of democratic parenting style on children in the village of Gedongan, Sragen Regency.                                           Keyword : Age of Marriage, Parenting Democratic  Abstrak : Di Indonesia pernikahan diusia dini 12-20% yang dilakukan oleh pasangan baru. Pernikahan dini dilakukan pada pasangan usia muda usia rata-rata umurnya antara 16-20 tahun. Secara nasional pernikahan dini dengan usia pengantin di bawah usia 16 tahun sebanyak 26,95%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan usia perkawinan terhadap pola asuh demokratis pada anak di Desa Gedongan, Kabupaten Sragen. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional, dengan populasi 220 pasangan dilakukan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 70 pasangan. Hasil penelitian ini adalah Ada hubungan usia perkawinan  terhadap pola asuh demokratis pada anak, didapatkan 39 orang (55,7%) menikah muda dengan 33 orang (47,1%)  yang mempunyai pola asuh anak baik  dan 6 orang (8,6%) mempunyai pola asuh anak tidak baik, sedangkan 31 orang (44,3%) menikah cukup usia yang mempunyai pola asuh baik. Hasil uji chi-square dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau ? = 0,05 didapatkan nilai X2 lebih besar  X2 tabel (5,216>3,841) dan nilai p=0,022 (p<0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga ada hubungan usia perkawinan terhadap pola demokratis pada asuh anak. Kesimpulannya adalah Ada hubungan usia perkawinan terhadap pola asuh demokratis pada anak di Desa Gedongan, Kabupaten Sragen.    Kata Kunci : Usia perkawinan, pola asuh demokratis

Page 1 of 1 | Total Record : 9