cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020" : 15 Documents clear
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TERJADINYA PREEKLAMSIA PADA IBU DI KABUPATEN SUKOHARJO Zakiyah - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Erna
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Preeclampsia is a multi-system disorder with complex etiology that specifically occurs during pregnancy. Based on the Sukoharjo District Health Office report, that from January to September 2016 12 people were killed due to preeclampsia (33.33%), heart disease (33.33%), bleeding (25%) and neurological disease (8, 33%). Physical activity is any activity or activity that causes an increase in energy by the body beyond resting energy. During physical activity, muscles need energy outside of metabolism to move. The amount of energy needed depends on how heavy the work is done. This study aims to determine the relationship between physical activity and the occurrence of preeclampsia in mothers in Sukoharjo Regency. This study was an observational analytic study with a case control design with a sample of 90 people. Data processing by bivariate analysis using chi-square. Chi square test results showed that the value of p = 0.006 and the value of OR = 4.3 at 95% CI = 1.6-11.7 so that it was proven that physical activity is a risk factor for the incidence of preeclampsia in mothers in Sukoharjo Regency. Keyword : Physical activity, Preeclampsia Abstrak : Preeklamsia adalah gangguan multi sistem dengan etiologi kompleks yang khusus terjadi selama kehamilan. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, bahwa dari bulan Januari hingga September tahun 2016 tercacat 12 orang ibu  meninggal yang disebabkan oleh Preeklamsia (33,33%), jantung (33,33%), perdarahan (25%) dan penyakit syaraf (8,33%).Aktivitas fisik adalah segala kegiatan atau aktivitas yang menyebabkan peningkatan energi oleh tubuh melampaui energi istirahat. Selama aktivitas fisik, otot memerlukan energi di luar metabolisme untuk bergerak. Banyaknya energi yang diperlukan bergantung pada seberapa berat pekerjaan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan terjadinya preeklamsia pada ibu di Kabupaten Sukoharjo.             Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel 90 orang. Pengolahan data dengan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p=0,006 dan nilai OR=4,3 pada 95%CI=1,6-11,7 sehingga terbukti bahwa aktivitas fisik merupakan faktor risiko kejadian preeklamsia pada ibu di Kabupaten Sukoharjo.Kata kunci : Aktivitas Fisik, Preeklamsia
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (ANNONASQUAMOSA L) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (MUS MUSCULUS) YANG DIINDUKSI KARAGENIN Putri, Rizky Kausariyah; Rejeki - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Sri
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Srikaya is one of the plants used as an anti-inflammatory or inflammatory drug. Srikaya leaf contains compounds such as flavonoids, steroid or terpenoids, and alkaloids. The study aims to determine the anti-inflammatory activity of Srikaya ethanol extract in mice induced caragenine. The manufacture of Srikaya ethanol extract uses Soxhletasi method, with ethanol solvent 96%. Mice grouped 5 groups, group I as a negative control given palm oil 25 ml/KgBB, group II as a positive control given sodium diclofenac 6.5 mg/KgBB, group III, IV and V as a treatment group given Srikaya leaf extract 300, 200 and 100 mg/kgBB. A dose of Srikaya ethanol extract 300, 200, 100 mg/kgBB has a consecutive anti-inflammatory antivity (68.19 ± 1.50), (35.22 ± 2.54) and (19.40 ± 3.58)%. The results of the LSD test with Post Hoc Test showed that there was no significant difference between the dose of sodium diclofenac with a srikya leaf ethanol extract 300 mg/kgBB. So, Srikya leaf ethanol extract is potentially as an anti-inflammatory.Keywords: anti-inflammatory activity, leaf Srikaya, Udema, Caragenin, Soxhletasi Abstrak: Srikaya merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai obat antiinflamasi atau peradangan. Daun srikaya mengandung senyawa antara lain flavonoid, steroid atau terpenoid, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun srikaya pada mencit yang diinduksi karagenin. Pembuatan ekstrak etanol daun srikaya menggunakan  metode soxhletasi, dengan pelarut etanol 96%. Mencit dikelompokkan 5 kelompok, kelompok I sebagai kontrol negatif diberi minyak sawit 25 ml/KgBB, kelompok II sebagai kontrol positif diberi natrium diklofenak 6,5 mg/KgBB, kelompok III, IV dan V sebagai kelompok perlakuan diberi ekstrak daun srikaya 300, 200 dan 100 mg/kgBB. Ekstrak etanol daun srikaya dosis 300, 200, 100 mg/kgBB memiliki antivitas antiinflamasi berturut turut (68,19 ± 1,50), (35,22 ± 2,54) dan (19,40 ± 3,58)%. Hasil uji LSD dengan Post Hoc Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara dosis pemberian natrium diklofenak dengan ekstrak etanol daun srikya 300 mg/kgBB. Jadi ekstrak etanol daun srikya berpotensi sebagai antiinflamasi.Kata kunci : aktivitas antiinflamasi, daun srikaya, udema, karagenin, soxhletasi
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA AUDIO VISUAL (VIDEO) DAN DEMONSTRASI TERHADAP KETRAMPILAN PRAKTIK SADARI Hartutik, Sri; Pradani - STIKES ?Aisyiyah Surakarta, Alfrista Dian
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Breast cancer is a cancer with the highest percentage of new cases that amounted to 43.3% and the percentage of deaths due to breast by 12.9%. Based on data obtained from the Surakarta City Health Office breast cancer patients in the city of Surakarta about 9,320 people. Breast self-examination is one of the breast cancer prevention.  Health education has various media and method one of them is by method of demonstration and video media. This research is to Knowing the effectiveness of health education with audio visual method (Video) and demonstration to the ability of breast self-examination practice (SADARI) on student SMK Batik 2 Surakarta.This research using methode Quasy Experiment Design research with Pre-Post Test With Control Group design. The subject is 60 female students in SMK Batik 2 Surakarta. The result of bivariate test using Wilcoxon test proves that there is significant influence of the ability of breast self-examination practice after being given demonstration method with Pvalue; 0.000 <0.05 and proved to have a significant effect on the ability of breast self-examination practice after being given video with Pvalue; 0,000 <0.05. While Mann Whitney U test proves there is a difference in the effectiveness of the ability of own breast self-examination practices on students after vocational education was given a demonstration and video health with value Pvalue; 0.001 <0.005. There is influence of health education effectiveness by demonstration method and audio visual media (video) to SADARI practice skill in SMK Batik 2 SurakartaKeywords: Health Education,Video,Demonstration,Breast self examination practice Abstrak: Kanker payudara merupakan penyakit kanker dengan persentase kasus baru tertinggi  sebesar 43,3 % Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Surakarta penderita kanker payudara di Kota Surakarta sekitar 9.320 orang. Pendidikan kesehatan mempunyai berbagai media dan metode salah satunya ialah dengan metode demonstrasi dan media video. Penelitian ini untuk Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan metode audio visual (Video) dan demonstrasi terhadap kemampuan praktek SADARI pada siswi SMK Batik 2 Surakarta. Penelitian ini dengan metode Quasy Eksperiment Design dengan rancangan Pre-Post Test With Control Group. Subjeknya yaitu 60 siswi di SMK Batik 2 Surakarta. Hasil uji bivariat menggunakan uji Wilcoxon  ada pengaruh kemampuan praktik pemeriksaan payudara sendiri setelah diberikan metode demonstrasi dengan Pvalue;0,000<0,05 dan ada pengaruh signifikan kemampuan praktik pemeriksaan payudara sendiri setelah diberikan video dengan Pvalue;0,001<0,05.  Uji Mann Whitney U test ada perbedaan efektifitas kemampuan praktik pemeriksaan payudara sendiri yang signifikan  pada siswi SMK sesudah diberi pendidikan kesehatan demonstrasi dan video dengan nilai Pvalue;0,003<0,05. Ada pengaruh efektifitas pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi dan media audio visual (video) terhadap ketrampilan praktik SADARI di SMK Batik 2 SurakartaKata Kunci : Pendidikan Kesehatan,Video,Demonstrasi,Sadari
HUBUNGAN CARA KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB RAHMA PRANANINDITA SURAKARTA Prananingrum - ITS PKU Muhammadiyah Surakarta, Ratih
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The prevalence of anemia among pregnant women in Indonesia in 2017 ranged from 20-80%. Impact caused by anemia include prematurus parturition, low birth weight, decreased immune status, the possibility of a physiological disorder and infant growth and development. The purpose of this study to know the relationship of how to consumption Fe tablet with events anemia in pregnant women. Research design used correlation study with cross sectional, population in this study were pregnant women TM III who had antenatal care in PMB Rahma Prananindita, SST di Pajang, Laweyan, Surakarta. Sample of 40 respondents with total sampling technique. Data collection tool use a checklist. Analysis used chi square. The results showed that majority of how to consumption Fe tablet is right (55,0%). The majority of pregnant women did not events anemia (52,5%).  There is relationship of how to consumption Fe tablet with events anemia in pregnant women with p value 0,005 < 0,05. Conclusion there is a relationship of how to consumption Fe tablet with events anemia in pregnant women. Keyword: how to consumption Fe pils, anemia, pregnant Abstrak: Prevalensi anemia pada wanita hamil di Indonesia tahun 2017 berkisar 20-80%. Dampak yang ditimbulkan akibat anemia antara lain partus prematurus, berat badan lahir rendah, penurunan status imun, kemungkinan gangguan fisiologis dan tumbuh kembang bayi. Penelitian ini bertujuan untuk hubungan cara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Desain penelitian ini adalah studi korelasi dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil TM III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di PMB Rahma Prananindita, SST di Pajang, Laweyan, Surakarta. Sampel sebanyak 40 responden dengan teknik total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Teknik analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas  cara konsumsi tablet Fe ibu hamil adalah benar (55,0%). Mayoritas ibu hamil tidak mengalami anemia (52,5%). Ada hubungan cara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai  p value 0,005 < 0,05. Kesimpulan ada hubungan cara konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamilKata Kunci : cara konsumsi tablet Fe, anemia, ibu hamil
UJI DAYA ANALGETIK DEKOKTA DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L.) TERHADAP MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) GALUR SWISS Khafida, Ridho; Endrawati - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Susi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the analgesic effect and determine the most effective dose proportional to the positive control arising from the administration of soursop leaf decocta in male mice (Mus musculus) Swiss strain induced with acetic acid. Test animals consisted of five treatment groups, each group consisting of five mice. The treatment of group I was given Acetosal as a positive control, group II was given aquadest as a negative control, group III was given a decocta of 1%, the treatment group IV was given a decocta of 2% and group V was given a decocta of 4% with a volume of 0 each , 5 ml orally. 30 minutes and then injected with 1% acetic acid intraperitoneally, then observed stretching generated and counted every 5 minutes for one hour. The results obtained were analyzed using the One-way ANOVA test and LSD test showed that soursop leaf decocta 1%, 2% and 4% levels with positive control (acetosal) had a significant value <0.05 then H0 was rejected, so there was a difference between levels administration of 1%, 2% and 4% with positive control. Soursop leaf decocta (Annona muricata L.) has analgesic power on experimental animals of male mice (Mus musculus) Swiss strain and at certain concentrations has analgesic power comparable to positive control. The most effective decocta as an analgesic is at 4% with analgesic power of 38.07% ± 1.07%, but it is still below the positive control analgesic power.Keywords: Analgesics, Decocta of Soursop Leaves and Male Mice. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek analgetik dan mengetahui dosis paling efektif sebanding dengan kontrol positif yang ditimbulkan dari pemberian dekokta daun sirsak pada mencit jantan (Mus musculus) galur Swiss yang diinduksi dengan asam asetat. Hewan uji terdiri dari lima kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri dari lima ekor mencit. Perlakuan kelompok I diberi Acetosal sebagai kontrol positif, kelompok II diberi aquadest sebagai kontrol negatif, kelompok III diberi dekokta dengan kadar 1%, kelompok perlakuan IV diberi dekokta dengan kadar 2% dan kelompok V diberi dekokta kadar 4% dengan volume pemberian masing-masing 0,5 ml secara peroral. 30 menit kemudian disuntik dengan asam asetat 1% secara intraperitoneal, selanjutnya diamati geliat yang ditimbulkan dan dihitung setiap 5 menit sekali selama satu jam. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One-way ANOVA dan uji LSD menunjukkan bahwa dekokta daun sirsak pada kadar 1%, 2% dan 4% dengan kontrol positif (asetosal) memiliki nilai signifikan <0,05 maka H0 ditolak, sehingga ada perbedaan antara kadar pemberian 1%, 2% dan 4% dengan kontrol positif. Dekokta daun sirsak (Annona muricata L.) mempunyai daya analgetik terhadap hewan percobaan mencit jantan (Mus musculus) galur Swiss dan pada konsentrasi tertentu memiliki daya analgetik sebanding dengan kontrol positif. Dekokta yang paling efekif sebagai analgetik yaitu pada kadar 4% dengan daya analgetik sebesar 38,07%±1,07%, tetapi masih dibawah daya analgetik kontrol positif.Kata kunci: Analgetik, Dekokta Daun Sirsak dan Mencit Jantan.
ANALISIS FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN SELIGI (PHYLLANTHUS BUXIFOLIUS MUELL. ARG) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sari, Diah Kemala; Hastuti - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Siwi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Seligi plants (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) have long been empirically used by the community as pain medications in sprained joints and to treat rheumatism. Apart from being anti-pain, seligi leaves are also known to be used as antioxidants, antipyretics and anti-inflammatory. Various benefits of seligi leaves indicate that seligi leaves contain large flavonoids, the more benefits produced by a plant, the greater the flavonoid content contained by these plants. This study aims to analyze the total flavonoid levels contained in the ethanol extract of seligi leaves. Isolate the extract using maceration methods. Determination of total flavonoid levels of ethanol extract of seligi leaves using a comparison of quercetin with a series of concentrations of 50, 100, 200, 300, 400 ppm with a wavelength of 480 nm. absorbance values were measured by UV-Vis spectrophotometer. The absorbance value was analyzed using a linear regression equation so that the total flavonoid levels obtained from the ethanol extract of seligi leaves. The results obtained by quercetin concentration from each series of concentrations of 50 ppm (0.165), 100 ppm (0,250), 200 ppm (0.362), 300 ppm (0.468) and 400 ppm (0, 893), and total flavonoid extract levels ethanol leaves seligi at 13, 70%. The results obtained by the total flavonoid levels of ethanol extracts of seligi leaves were (13.86 ± 1, 27)%.Keywords: UV-Vis spectrophotometry, Seligi, Phyllanthus buxifolius, total flavonoid. Abstrak: Tanaman seligi (Phyllanthus buxifolius Muell. Arg) sejak lama secara empiris digunakan masyarakat sebagai obat nyeri pada sendi terkilir dan untuk mengobati rematik. Selain sebagai anti nyeri, daun seligi juga diketahui dapat digunakan sebagai antioksidan, antipiretik dan antiinflamasi. Berbagai manfaat dari daun seligi menandakan bahwa daun seligi mengandung flavonoid yang besar, semakin banyak manfaat yang dihasilkan oleh suatu tanaman, maka semakin besar pula kandungan flavonoid yang dikandung oleh tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid total yang terkandung dalam ekstrak etanol daun seligi. Isolasi ekstrak menggunakan menggunakan metode maserasi. Penentuan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi menggunakan pembanding kuersetin dengan seri konsentrasi 50, 100, 200, 300, 400 ppm dengan panjang gelombang 480 nm. nilai absorbansi diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Nilai absorbansi dianalisis menggunakan persamaan regresi linier sehingga didapatkan hasil kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi kuersetin dari masing-masing seri konsentrasi 50 ppm (0,165), 100 ppm (0,250), 200 ppm (0,362), 300 ppm (0,468) dan 400 ppm (0, 893), dan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi sebesar 13, 70 %. Hasil penelitian diperoleh kadar flavonoid total ekstrak etanol daun seligi sebesar (13,86 ± 1, 27)%.Kata kunci: Spektrofotometri UV-Vis, Seligi, Phyllanthus buxifolius, Flavonoid total
PENURUNAN NYERI LUTUT LANSIA DENGAN LATIHAN STRETCHING DI PANTI WREDHA DHARMA BHAKTI SURAKARTA Noorratri, Erika Dewi; Hartutik - STIKES ?Aisyiyah Surakarta, Sri
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Elderly is the final stage of the human life cycle, which is a part of the life process that cannot be realized and will be experienced by every individual in the world. The effect on the aging process can cause various problems. These problems include biologically, mentally, and economically. In the elderly who experience physical deterioration due to the aging process can be prevented by doing various components of exercise. Components of exercise in the elderly can be given with flexibility or stretching exercises in the elderly. Many elderly people at Surakarta Dharma Nursing Home suffer knee pain. Pain in the knee can be reduced by stretching exercises. Objective: To analyze the decline in elderly knee pain with stretching exercises at the Dharma Bakti Surakarta nursing home. Method: Quasi Experimental method. The study design was pre-post group test design with control group. The research sample consisted of 18 treatment groups and 18 control groups. Results: showed that in the elderly treatment group there was a significant decrease in knee pain from the first meeting to the sixth, with a value of p = 0,000 (p <0.05). The stretching exercise treatment significantly decreases knee pain in the elderly, the control treatment does not significantly reduce knee pain in the elderly and the treatment of stretching exercises is better at reducing knee pain in the elderly than the control. Conclusion: The stretching exercise treatment significantly influences knee pain in the elderly.Keywords: Stretching, knee pain, elderly Abstrak :  Lansia merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia, dimana merupakan bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat disadari dan akan dialami oleh setiap individu di dunia. Pengaruh pada proses menua dapat menimbulkan berbagai masalah. Masalah tersebut diantaranya baik secara biologis, mental, maupun ekonomi. Pada lansia yang mengalami kemunduran secara fisik akibat proses penuaan dapat dicegah dengan melakukan berbagai komponen latihan. Komponen latihan pada lansia dapat diberikan dengan latihan fleksibilitas atau peregangan pada lansia. Lansia di panti wredha dharma bhakti Surakarta banyak yang mengalami nyeri pada lutut. Nyeri pada lutut dapat diturunkan dengan latihan stretching. Tujuan Penelitian : Menganalisis penurunan nyeri lutut lansia dengan latihan stretching di panti wredha Dharma Bakti Surakarta. Metode: metode Quasi Eksperimental. Rancangan penelitian pre-post group test design with control group.sampel penelitian ada 18  kelompok perlakuan dan 18 kelompok kontrol. Hasil: menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan lansia terjadi penurunan nyeri lutut secara signifikan dari pertemuan pertama sampai keenam, dengan nilai p=0,000 (p< 0,05). Perlakuan latihan stretching secara signifikan berpengaruh menurunkan nyeri lutut pada lansia, perlakuan kontrol tidak signifikan menurunkan nyeri lutut pada lansia dan perlakuan latihan stretching lebih baik dalam menurunkan nyeri lutut pada lansia dibandingkan kontrol. Kesimpulan: Perlakuan latihan stretching secara signifikan berpengaruh signifikan menurunkan nyeri lutut pada lansia.Kata Kunci : Stretching,  nyeri lutut, lansia
TINGKAT PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA REJOSO KLATEN Sari - Politeknik Santo Paulus Surakarta, Ajeng Novita; Hanifah - Stikes Mambaul Ulum Surakarta, Lilik
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Reproductive health according to the WHO definition is a state of physical, mental, whole well-being, not solely free from disease or disability in all matters relating to the reproductive system and its functions and processes. The level of education that has not been evenly distributed and is still low causes the information received about the reproductive health of sting to be limited. An increased level of education can increase self-confidence, insight and the ability to play a good role for yourself and the family associated with reproductive health. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of fertile-age woman about reproductive health. This research is a descriptive study with cross sectional approach. The research sample was 30 women of childbearing age in the Rejoso district Area using purposive sampling technique. Data collection techniques using questionnaires and checklists. Data analysis techniques using frequency distribution. The results showed that the level of respondents' knowledge about reproductive health based on the age characteristics of the majority of respondents had enough categories namely as many as 11 respondents (64.8%), at the age of 21-25 years, the level of knowledge of respondents based on the characteristics of the majority of education in the category of less namely the level of education Senior High School as many as 4 respondents (66.6%). The level of knowledge of respondents based on the characteristics of parity that has a good category that is 4 respondents (57, 2%) have parity 1.Keywords: Reproduction health, fertile-age woman Abstrak: Kesehatan reproduksi menurut definisi WHO adalah suatu keadaan sejahtera fisik , mental, utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi serta fungsi dan proses-prosesnya. Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih rendah menyebabkan informasi yang di terima tentang kesehatan reproduksi sengat terbatas. Tingkat pendidikan yang meningkat dapat meningkatkan rasa percaya diri, wawasan dan kemampuan untuk berperan yang baik bagi diri sendiri maupun keluasrga yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kesehatan reproduksi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah wanita usia subur di wilayah Desa Rejoso Klaten sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan checklist. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang kesehatan reproduksi berdasarkan karakteristik umur mayoritas responden memiliki kategori cukup yakni sebanyak 11 responden (64,8%), pada umur 21-25 tahun, tingkat pengetahuan responden berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan mayoritas dalam kategori kurang yakni tingkat pendidikan SMA sebanyak 4 responden (66,6%). Tingkat pengetahuan responden berdasarkan karakteristik paritas yang memiliki kategori baik yakni 4 responden (57, 2%) memiliki paritas 1.Kata kunci :  kesehatan reproduksi, wanita usia subur
PENGARUH VARIASI HPMC SEDIAAN MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA (MANGIFERA INDICA L.) TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN. Wulansari, Aprilia; Wahyuningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Sri Saptuti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:  Mango leaves are known to have antioxidant, anti-acne, anti-inflammatory, antipyretic, and contain flavonoid compounds, gallic acid, astragalin, filsetin, and quersetin. This study aims to determine whether variations in HPMC levels affect the physical stability of the peel-off gel mask sedan extract of Mango Leaves (Mangifera indica L.).This type of research is an experimental study, which observes the effect of variations in HPMC levels on the physical stability of peel-off gel mask preparations of Mango Leaf (Mangifera indica L.) ethanol extract.The yield of mango leaf extract obtained was 34.06% w / w. The third organoleptic formulation was in the form of peel-off gel, yellow green, jasmine odor, and a homogeneous result was obtained with pH 6. All three formulations had different drying times, in formulation III had a drying time with an average of 1493 seconds while in formulation I had a time dries longer with an average of 1319 seconds. In the adhesion test produced the best is with an average of 15.67 seconds. In the spread test, the three formulations did not meet the spread test requirements, which were 5-7 cm2. The protective power test for formulations I, II, and III has a protective power with an average of 30 seconds. Differences in the variation of HPMC levels affect the stickiness test with a significant value of 0.333, the dry time test with a significant value of 0.001, the spreadability with a significant value of 0.0001, and have no effect on the organoleptic test, pH test, homogeneity test and protective power test. Variations in HPMC levels did not affect the physical stability of the peel-off gel mask preparation of Mango Leaf (Mangifera indica L.) ethanol extract which included organoleptic test, homogeneity, and pH test. Keywords : Mango Leaves (Mangifera indica L.), Gel peel-off mask, Physical stability of the preparation. Abstrak: Daun mangga diketahui memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antijerawat, antiinflamasi, antipiretik, dan mengandung senyawa flavonoid, asam galat, astragalin, filsetin, dan quersetin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi kadar HPMC berpengaruh terhadap stabilitas fisik sedian masker gel peel-off ekstrak etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.).Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental, yaitu mengamati pengaruh variasi kadar HPMC terhadap stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.).Rendemen ekstrak daun mangga yang diperoleh adalah 34,06% b/b. Organoleptis ketiga formulasi berbentuk gel peel-off, berwarna hijau kuning, bau melati, dan didapat hasil yang homogen dengan pH 6. Ketiga formulasi memiliki waktu mengering berbeda, pada formulasi III memiliki waktu mengering dengan rata-rata 1493 detik sedangkan pada formulasi I memiliki waktu mengering lebih lama dengan rata-rata 1319 detik. Pada uji daya lekat yang dihasilkan paling bagus yaitu dengan rata-rata 15,67 detik. Pada uji daya sebar dari ketiga formulasi tersebut tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar yaitu 5 ? 7 cm2. Uji daya proteksi formulasi I,II, dan III memiliki daya proteksi dengan rata-rata 30 detik. Perbedaan variasi kadar HPMC berpengaruh pada uji daya lekat dengan nilai signifikan 0,333, uji waktu mengering dengan nilai signifikan 0,001, daya sebar dengan nilai signifikan 0,0001, dan tidak berpengaruh pada uji organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji daya proteksi.Variasi kadar HPMC tidak berpengaruh terhadap stabilitas fisik sediaan masker gel peel-off ekstrak etanol Daun Mangga (Mangifera indica L.) yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, dan uji pH.Kata Kunci : Daun Mangga (Mangifera indica L.), Masker gel peel-off, Stabilitas fisik sediaan.
PEMANFAATAN TEKNIK RELAKSASI MASSASE PUNGGUNG DALAM PENURUNAN NYERI PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HIPERTENSI Sumadi, Amelia Rifki; Sarifah, Siti; Widyastuti - STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta, Yuli
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 1 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Pain is a condition of unpleasant feelings that are very subjective. Back massase technique is one of the non-pharmacological pain management methods that nurses can provide to patients with nursing diagnoses of acute pain. The purpose of the case study is to compose a resume of nursing care with hypertensive patients and identify the benefits of back massase to reduce headache in hypertensive patients. The method used is descriptive research method with case study design through the nursing assessment process, determining nursing diagnoses, planning, implementing and evaluating nursing. Researchers collected client data using interview, measurement, and documentation methods. This case study instrument uses the format of nursing assessment, nursing kit, baby oil, NRS pain scale, SOP massase. The results of the non-pharmacological nursing technique of back massase given to the three patients were carried out 2 times a day for 3 days, it was found that the results of headache in patients with hypertension can be reduced from a scale of 4-6 to 1-2. The conclusion is the back massase relaxation technique beneficial for reducing headaches in hypertensive patients.Key word : Hypertension, Pain, Back Massase Abstrak: Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Nyeri adalah kondisi perasaan yang tidak menyenangkan yang sifatnya sangat subjektif. Teknik massase punggung merupakan salah satu metode manajemen nyeri non-farmakologi yang dapat perawat berikan terhadap pasien dengan diagnosa keperawatan nyeri akut. Tujuan studi kasus menyusun resume asuhan keperawatan dengan pasien hipertensi dan mengidentifikasi manfaat  massase punggung untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian diskriptif dengan  desain studi kasus melalui proses keperawatan pengkajian, menentukan diagnosa keperawatan, menyusun perencanaan, implementasi sampai evaluasi keperawatan. Peneliti mengumpulkan data-data klien menggunakan metode wawancara, pengukuran, dokumentasi. Instrument studi kasus ini dengan menggunakan  format pengkajian keperawatan, nursing kit, baby oil, skala nyeri NRS, SOP massase. Hasil dari tindakan keperawatan teknik non-farmakologi massase punggung yang diberikan kepada ketiga pasien dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari selama 3 hari, didapatkan hasil nyeri kepala pada pasien dengan hipertensi dapat berkurang dari skala 4 ? 6 menjadi 1 ? 2. Kesimpulannya teknik relaksasi massase punggung bermanfaat untuk  mengurangi nyeri kepala pada pasien hipertensi.Kata kunci: hipertensi, nyeri, massase punggung

Page 1 of 2 | Total Record : 15