cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020" : 15 Documents clear
Efektifitas Pemberian Aromaterapi Peppermint Dengan Masalah Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester I Di Kelurahan Sukoharjo Rahayuningsih - Poltekkes Bhakti Mulia, Tutik
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Pregnancy is a physiological condition that can be followed by a pathological process that threatens the condition of both the mother and the fetus. During pregnancy, there can be problems that are not desired by a mother. Complaints in pregnant women, especially in trimester I that appear include nausea and vomiting, hypersalivation, dizziness, fatigue, heartburn, increased urination frequency, constipation and psychological complaints. Nausea and vomiting occur in 60-80% of first pregnant women (primigravida) and 40-60% in multigravida mothers. Excessive nausea and vomiting will affect the weight loss of pregnant women causing nutritional imbalances. One of the management of nausea and vomiting for pregnant women in the first trimester can be given non-pharmacological emetics, namely by giving peppermint aromatherapy. This study will describe the effect of peppermint aromatherapy on the incidence of nausea and vomiting in trimester I pregnant women. Methods: The research design was descriptive qualitative using the nursing process approach. The sampling technique was non-probability sampling with purposive sampling approach. The study population was 5 trimester I pregnant women with the inclusion criteria of first trimester pregnant women who experience nausea and vomiting with an intensity of ≥ 3 times a day, do not take medication from a doctor and do not have comorbidities. Results: the final implementation of peppermind aromatherapy to the 5 subjects experienced a decrease in the frequency of nausea and vomiting 3 - 6 times from before administration with a frequency of nausea and vomiting 5 - 9 times. The frequency of nausea and vomiting is 2-3 times after giving peppermind aromatherapy. There are no signs of malnutrition, increased appetite, mucous membranes are moist and not pale. Conclusion: Peppermint aromatherapy is effective for treating nausea and vomiting in trimester I pregnant women.Key words: peppermint aromatherapy, nutritional imbalance, nausea and vomiting, trimester I. Abstrak: Kehamilan adalah kondisi fisiologis yang dapat diikuti proses patologis yang akan mengancam keadaan ibu maupun janinnya. Masa kehamilan dapat terjadi masalah-masalah yang tidak diinginkan oleh seorang ibu. Keluhan pada ibu hamil terutama Trimester I yang muncul meliputi mual dan muntah, hipersalivasi, pusing, mudah lelah, dada terasa terbakar (heartburn), peningkatan frekuensi berkemih, konstipasi dan keluhan psikologis.  Mual dan muntah terjadi pada 60-80% ibu hamil pertama (primigravida) dan 40-60% pada ibu multigravida. Mual dan muntah yang berlebihan akan mempengaruhi penurunan berat badan ibu hamil yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Salah satu penatalaksanaan mual muntah untuk ibu hamil trimester I dapat diberikan emetik non - farmakologi yaitu dengan pemberian aromaterapi peppermint. Penelitian ini akan mendeskrepsikan pengaruh aromaterapi peppermint terhadap kejadian mual dan muntah pada ibu hamil trimester I Metode : Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan nursing process. Teknik pengambilan sampel non-probalility sampling pendekatan Purposive Sampling. Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester I sebanyak 5 subjek dengan kriteria inklusi ibu hamil trimester I yang mengalami mual muntah dengan intensitas ≥ 3x dalam sehari, tidak mengkonsumsi obat dari dokter dan tidak mempunyai penyakit penyerta. Hasil : implementasi akhir dari pemberian aromaterapi peppermind ke - 5 subjek mengalami penurunan frekuensi mual dan muntah sebanyak 3 - 6 kali dari sebelum dilakukan pemberian dengan frekuensi mual dan muntah 5 - 9 kali. Frekuensi mual dan muntah menjadi 2 - 3 kali setelah dilakukan pemberian aromaterapi peppermind. Tidak ada tanda - tanda malnutrisi, nafsu makan meningkat, membran mukosa lembab dan tidak pucat. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi peppermint efektif untuk mengatasi masalah mual muntah pada ibu hamil trimester I.Kata kunci: aromaterapi peppermint, ketidakseimbangan nutrisi, mual muntah, trimester I.
Kelengkapan Informed Consent Pada Pasien Operasi Hernia Ditinjau Dari Aspek Hukum Di RSUD Wonogiri Suharto, Bekti; Muttaqin - Universitas Muhammadiyah Surakarta, Labib; Ambarwati - Poltekkes Bhakti Mulia, Niken
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Approval of Medical Action (informed consent) is an agreement given by the patient or immediate family after getting a full explanation of the Medical Actions to be performed on the patient. The information contained in the Medical Action Form (informed consent) must be clear and complete. This study aims to determine the completeness of filling the Medical Action Form (informed consent) in hernia surgery patients in terms of the legal aspects of the Regional General Hospital (RGH) dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. This type of research is descriptive research using observation and interview methods, and using a retrospective approach. The results showed that of the 70 medical record documents in hernia surgery patients that had been analyzed were all incomplete. The highest incompleteness in the patient's identity reaches 100% and the lowest item in the type of information is the alternative items and risks there are 81.43% or 57 informed consent forms. This happens because of the weak coordination between the medical records officer and other units, especially doctors and nurses.Keyword: informed consent, legal aspects, health workers, patients.Abstrak : Persetujuan Tindakan Kedokteran (informed consent) merupakan suatu persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapatkan penjelasan secara lengkap mengenai Tindakan Kedokteran yang akan dilakukan terhadap pasien. Informasi yang terkandung dalam Formulir Tindakan Kedokteran (informed consent) harus jelas dan lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan pengisian Formulir Tindakan Kedokteran (informed consent) pada pasien operasi hernia di tinjau dari aspek hukum di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, serta menggunakan pendekatan retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 dokumen rekam medis pada pasien operasi hernia yang telah dianalisis seluruhnya belum lengkap. Ketidaklengkapan tertinggi pada identitas pasien mencapai 100% dan item terendah pada jenis informasi yaitu butir alternatif dan risiko terdapat 81,43% atau 57 formulir Persetujuan Tindakan Kedokteran (informed consent). Hal ini terjadi karena lemahnya koordinasi antara petugas rekam medis dengan unit lain khususnya dokter dan perawat.Keyword: informed consent, aspek hukum, tenaga kesehatan, pasien.
Uji Daya Analgetik Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona Muricata L) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss Parmadi, Anom; Aderita, Novi Indah; Septianingsih - Poltekkes Bhakti Mulia, Widy
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the traditional plants used as painkillers or analgesics is soursop leaves because of the content of the alkaloid chemical, tannins. Pain is a disturbing and uncomfortable condition for the sufferer, but pain can be used as a sign of tissue damage. Pain caused by mechanical, chemical or physical stimuli (heat, electricity) can cause tissue damage. This study aims to determine the effect of soursop leaf ethanol extract as an analgesic and prove that soursop leaf ethanol extract can reduce the amount of stretching in mice induced with acetic acid. This research is an experimental research. With variations in the ethanol extract of soursop (Annona muricata L.) leaves in mice. The analysis was carried out by observing organoleptic extracts and the amount of stretching caused after acetic acid induction and% analgesic power. Data analysis techniques using the ANOVA one-way test with the help of the SPSS program. The ethanol extract of Soursop leaves has analgesic effect. The results of the Post Hoc Test (LSD) analysis between positive control (acetosal) 65 mg / kgBW, Soursop leaf extract 1.5 g / kgBW, 3 g / kgBW showed significant values 0.0001 <from 0.05 and soursop leaf extract 6 g / kgBB shows a significant value of 0.019 <0.05 which means that there are significant differences between treatment groups. The results of the increase in the analgesic effect on soursop leaf extract dose of 1.5 g / kgBB 14.38%, dose of 3g / kgBB 20.8%, dose of 6g / kgBB 30.16%.Keyword : Ethanol Extract Soursop Leaves, Analgesic Power, Mice. Abstrak: Salah satu tanaman tradisional yang dimanfaatkan sebagai antinyeri atau analgetik adalah daun sirsak karena kandungan zat kimia alkaloid, tanin. Nyeri merupakan keadaan yang menganggu dan tidak nyaman bagi penderita nya, namun nyeri dapat digunakan sebagai tanda adanya kerusakan jaringan. Nyeri yang disebabkan oleh rangsangan mekanis, kimiawi atau fisis (kalor, listrik) dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun sirsak sebagai analgetik serta membuktikan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dapat mengurangi jumlah geliat pada mencit yang diinduksi dengan asam asetat. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Dengan variasi dosis ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada mencit. Analisis dilakukan dengan  mengamati organoleptis ekstrak dan jumlah geliat yang ditimbulkan setelah diinduksi asam asetat serta % daya analgetik. Teknik analisis data mengunakan uji one-way ANOVA dengan bantuan program SPSS. Ekstrak etanol daun Sirsak memiliki efek analgetik. Hasil dari analisis Post Hoc Test (LSD) antara kontrol positif (asetosal) 65 mg/kgBB, Ekstrak daun sirsak 1,5 g/kgBB, 3 g/kgBB menunjukan nilai signifikan 0,0001 < dari 0,05 dan ekstrak daun sirsak 6 g/kgBB menunjukan nilai signifikan 0,019 < 0,05 yang berarti menunjukan ada perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil presentase kenaikan efek analgetik pada ekstrak daun sirsak dosis 1,5 g/kgBB 14,38%, dosis 3 g/kgBB 20,8%, dosis 6 g/kgBB 30,16%.Kata kunci : Ekstrak Etanol Daun Sirsak, Daya Analgetik, Mencit
Penatalaksanaan Secara Konstruktif Dengan Crossword Puzzle Pasien Risiko Perilaku Kekerasan di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta Dermawan - Poltekkes Bhakti Mulia, Deden
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The risk of violent behavior is a condition in which a person takes action that can physically harm himself, others, and the environment. Symptoms of the risk of violent behavior are red face, tension, bulging eyes, clenched fists, clenched jaw, stiff body posture, loud talk, cursing with dirty words, throwing objects / other people attacking others and injuring themselves / people. The purpose of this study was to determine the crossword puzzle filling nursing management in controlling violent behavior in patients at risk of violent behavior. A qualitative descriptive research design with a nursing process approach. Population is patients at risk of violent behavior. The sampling technique was non-probability sampling with a purposive sampling approach with 4 research subjects with inclusion criteria of patients with a risk of violent behavior, and cooperative. The research instrument used interview guides, observation sheets, recorders, books and stationery. The analysis technique used interview transcripts and source triangulations. Data collection techniques by means of interviews, observation, and documentation study. The development of the 4 subjects after filling in the crosword puzzle for 2 weeks were as follows: 4 subjects wanted to fill in the easy question model and after being given the difficult question model the patient did not want to fill in and vent their emotions. Crossword puzzle is not effective for the risk of violent behavior.Keywords: crossword puzzle, risk of violent behavior Abstrak: Resiko perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Tanda gejala dari risiko perilaku kekerasan adalah muka merah, tegang, mata melotot, tangan mengepal, rahang mengatup, postur tubuh kaku, bicara keras, mengumpat dengan kata-kata kotor, melempar benda/orang lain menyerang orang lain melukai diri sendiri/orang. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui penatalaksanaan keperawatan pengisian crossword puzzle dalam mengendalikan perilaku kekerasan pada pasien resiko perilaku kekrasan. Desain penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan. Populasi adalah pasien resiko perilaku kekerasan. Teknik pengambilan sampel non probalility sampling pendekatan purposive sampling dengan 4 subjek penelitian dengan kriteria inklusi pasien dengan resiko perillaku kekerasan, dan kooperatif. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, lembar observasi, perekam, buku dan alat tulis. Teknik Analisa menggunakan transkrip wawancara dan Trianggulasi Sumber. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Perkembangan 4 subjek setelah dilakukan pengisian crosword puzzle selama 2 minggu sebagai berikut:  4 subjek mau mengisi model soal mudah serta setelah diberikan model soal sulit pasien tidak mau mengisi serta meluapkan emosinya. Crossword puzzle tidak efektif untuk risiko perilaku kekerasan.Kata kunci: crossword puzzle, risiko perilaku kekerasan
Pola Peresepan Pada Pasien Hepatitis B Di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Tahun 2019 Syahputri, Fredika Ayu; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Hepatitis B attacks all ages and races throughout the world. Hepatitis B can attack with or without hepatitis symptoms. The high rate of hepatitis B infection and the death rate due to cirrhosis and hepatocellular carcinoma can be attributed to the low success rate of therapy for hepatitis B patients. This study aims to determine the characteristics and prescribing patterns in hepatitis B patients in RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten by looking at medical record data. This research is a non-experimental descriptive study using retrospective data collection techniques. Data was collected in January-December 2019. The results of the study were described descriptively and presented in tabular / percentage form. The most cases are patients aged 46-55 years as much as 28.26%, the most sex is male as much as 60.87% where the most accompanying disease is liver cirrhosis. The highest number of sucralfate gastrointestinal drugs use is 12.65%, the most central nervous system drugs are ondansetron as much as 7.35%, the most analgesic drugs are paracetamol as much as 6.12%, the most hepatoprotector drugs are curcuma as much as 22.45%, the most antiviral drugs are tenovofir 10.61%.Keyword : Hepatitis B, prescribing patterns, antiviral Abstrak : Hepatitis B menyerang semua umur dan ras di seluruh dunia. Hepatitis B dapat menyerang dengan atau tanpa gejala hepatitis. Tingginya angka infeksi hepatitis B serta angka kematian dikarenakan sirosis dan hepatoselular karsinoma dapat dikaitkan dengan rendahnya angka keberhasilan terapi pasien hepatitis B. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola peresepan pada pasien hepatitis B di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten dengan melihat data rekam medik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non eksperimental menggunakan teknik pengumpulan data secata retrospektif. Pengambilan data dilakukan bulan Januari-Desember 2019. Hasil penelitian digambarkan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel/persentase. Kasus terbanyak adalah pasien berusia 46-55 tahun sebanyak 28,26%, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki sebanyak 60,87% di mana penyakit penyerta terbanyak yaitu sirosis hati. Penggunaan Obat saluran cerna terbanyak sucralfat sebanyak 12,65% ,obat sistem syaraf pusat terbanyak ondansetron sebanyak 7,35%, obat analgesik yang terbanyak paracetamol sebanyak 6,12%, Obat hepatoprotektor terbanyak adalah curcuma sebanyak 22,45%, obat antivirus terbanyak tenovofir 10,61%.Kata Kunci : Hepatitis B, pola peresepan, antivirus
Gambaran Pengetahuan Pasien Tentang Hepatitis Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Hayati, Henni Tri; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hepatitis is a process of liver disease that affects the lung parenchyma, buffer cells, bile ducts and blood vessels. Hepatitis B virus (HBV) has infected a total of 2 billion people in the world and around 240 million are people with chronic hepatitis B virus, Hepatitis C sufferers in the world are estimated at 170 million people and around 1,500,000. In Wonogiri District in 2019 there were 1,142 people diagnosed with hepatitis.Hepatitis health education at RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri aims to better the knowledge and attitude of hepatitis patients so that they can anticipate the transmission of hepatitis. This research was conducted using descriptive methods with data collection in December 2019-January 2020. This research was conducted at the Internal Medicine Polyclinic of dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Hospital. This study obtained as many as 53 patients with the characteristics of patients dominated by male sex (58.5%), ages 46-55 years (45.3%), high school education (49.1%) and private / entrepreneurial work (54.7%). The analysis showed that the knowledge of patients about hepatitis in dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Hospital was the most sufficient category of 47.2%.Keywords: knowledge, hepatitis, patient Abstrak: Hepatitis merupakan proses penyakit hepar yang mengenai parenkim paru, sel-sel kuffer, duktus empedu dan pembuluh darah. Virus Hepatitis B (VHB) telah menginfeksi sejumlah 2 milyar orang di dunia dan sekitar 240 juta merupakan pengidap virus Hepatitis B kronis, penderita Hepatitis C di dunia diperkirakan 170 juta orang dan sekitar 1.500.000. Kabupaten Wonogiri pada Tahun 2019 terdapat 1.142 orang yang terdiagnosis hepatitis. Pendidikan kesehatan hepatitis di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri bertujuan agar pengetahuan dan sikap pasien hepatitis lebih baik sehingga mampu mengantisipasi penularan penyakit hepatitis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data bulan Desember 2019-Januari 2020. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik penyakit dalam RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Penelitian ini diperoleh sebanyak 53 pasien dengan karakteristik pasien didominasi berjenis kelamin laki-laki (58,5%), usia 46-55 tahun (45,3%), pendidikan sedang tingkat SMA (49,1%) dan pekerjaan swasta/wiraswasta (54,7%). Hasil analisa menunjukkan pengetahuan pasien tentang penyakit hepatitis di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri paling banyak yaitu kategori cukup sebesar 47,2%.Kata kunci: pengetahuan, hepatitis, pasien
Pola Pengobatan Hepatitis B Pada Pasien Rawat Inap di RS Brayat Minulya Surakarta Tahun 2019 Hartini, Hartini; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hepatitis B is a major global health problem. This can cause chronic infections and put people at high risk of death from cirrhosis and liver cancer. This study aims to determine the characteristics and patterns of hepatitis B treatment in inpatients at Brayat Minulya Hospital Surakarta. This research is a non-experimental research conducted retrospectively and analyzed descriptively. This study was conducted on 44 medical records of patients diagnosed with hepatitis B. The results showed that the age group of 46-55 years had the highest percentage of hepatitis B infected as many as 12 patients (27.27%), based on the gender of hepatitis B disease, more suffered by male patients. 23 patients (52.27%). Based on the diagnosis of patients (with or without other diseases) more dominated by hepatitis B patients with other diseases tumors or lumps as many as 8 patients (18.18%). Percentage based on the use of drugs that are widely used are hepatoprotector drugs (curcumin) as many as 19 patients (13.87%), gastrointestinal drugs anti-ulcer groups (ranitidine) as many as 18 patients (13.14%), central nervous system drugs of nausea and vertigo (ondancetron) as many as 31 patients (22.63%), and analgesic drugs (paracetamol) as many as 15 patients (10.94%).Keywords: Hepatitis B, Treatment Pattern, Brayat Minulya Hospital Abstrak: Penyakit hepatitis B merupakan masalah kesehatan global utama. Ini dapat menyebabkan infeksi kronis dan menempatkan orang pada risiko tinggi kematian akibat sirosis dan kanker hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola pengobatan hepatitis B pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brayat Minulya Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan terhadap 44 catatan rekam medik pasien yang didiagnosis hepatitis B. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia 46-55 tahun memiliki persentase tertinggi terinfeksi hepatitis B sebanyak 12 penderita (27,27%), berdasarkan jenis kelamin penyakit hepatitis B lebih banyak diderita pasien laki-laki sebanyak 23 penderita (52,27%). Berdasarkan diagnosis pasien (dengan atau tanpa penyakit lain) lebih didominasi oleh pasien hepatitis B dengan penyakit lain tumor atau benjolan sebanyak 8 pasien (18,18%). Persentase berdasarkan penggunaan obat yang banyak  digunakan yaitu obat hepatoprotektor (curcumin) sebanyak 19 pasien (13,87%), obat saluran cerna golongan anti tukak (ranitidin) sebanyak 18 pasien (13,14%), obat sistem saraf pusat golongan mual dan vertigo (ondancetron) sebanyak 31 pasien (22,63%), dan obat analgesik (paracetamol) sebanyak 15 pasien (10,94%).Kata kunci : Hepatitis B, Pola Pengobatan, RS Brayat Minulya
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Makanan Jajanan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku dalam Pemilihan Makanan Jajanan pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Madegondo Grogol Aderita - Poltekkes Bhakti Mulia, Novi Indah
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Snack food is closely related to school-age children. Research result from the Indonesian Consumers Foundation (YLKI) stated that 98.7% of elementary school children enjoy consuming snacks at school. However, problems often arise from the use of hazardous substances in food, the behavior of children consuming unsafe snacks and the lack of parental supervision of childrens snack behavior. So a strategy is needed to determine the selection of healthy snacks, one of which is by providing health education. This study aims to analyze the effect of health education on increasing knowledge, attitude, and behavioral changes in the selection of snack foods in elementary school 01 Madegondo Grogol. The research design used a pre-post experiment with a pre-test and post-test design approach. The research was conducted in September-November 2019 at elementary school 01 Madegondo Grogol. The number of research subjects with a fixed exposure sampling subject technique. The technique of collecting data with a questionnaire. Data analysis using t-test. The result of this study are: based on the t-test carried out on the knowledge variable, the value of p = 0.000 is obtained, the value of the attitude variable is p=0.033, and the value for the behavior variable is p = 0.000. The results show that there is an effect of health education on increasing knowledge, attitude and behavior changes in the selection of healthy snack food which are proven to be statistically significant. Cooperation between the school and parent is needed to encourage children to behave in healthy lives.Keyword: Health Education, Knowledge, Attitude, Behaviour, Food Snack. Abstrak: Makanan jajanan erat kaitannya dengan anak usia sekolah.  Hasil penelitian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebutkan bahwa 98,7% anak Sekolah Dasar (SD) senang mengkonsumsi jajanan di sekolah. Namun seringkali timbul masalah penggunaan zat-zat berbahaya dalam makanan, perilaku anak mengkonsumsi jajanan yang tidak aman dan kurangnya pengawasan orang tua terhadap perilaku jajan anak. Sehingga diperlukan strategi untuk mengetahui pemilihan jajanan yang sehat, salah satunya dengan upaya memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perubahan perilaku dalam pemilihan makanan jajanan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Madegondo Grogol. Desain penelitian menggunakan pre-post eksperimen dengan pendekatan pre test-post test desain. Penelitian dilaksanakan pada September – November 2019 di SDN 01 Madegondo. Jumlah subjek penelitian yang digunakan sejumlah 50 subjek dengan teknik pengambilan subjek fixed exposure sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data menggunakan t test. Hasil penelitian ini adalah: berdasarkan uji t yang dilakukan pada variable pengetahuan didapatkan nilai p = 0.000, pada variabel sikap didapatkan nilai p = 0.033, dan pada variabel perilaku didapatkan nilai p = 0.000. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perubahan perilaku dalam pemilihan makanan jajanan sehat yang terbukti secara statistic signifikan. Kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua diperlukan untuk mendorong anak berperilaku hidup sehat. Kata Kunci:  Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Makanan Jajanan
Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Hepatitis B Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Sarila Husada Sragen Tahun 2019 Widihastuti, Heni; Murtisiwi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Lusia
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hepatitis B is a liver infection disease caused by the hepatitis B virus where this virus can cause acute and chronic diseases. This study aims to determine the description of drug use in hepatitis B patients hospitalized at Sarila Husada Sragen General Hospital in 2019. This study is a non-experimental study conducted retrospectively and analyzed descriptively. Study population 95 sheets of medical records 75 study samples were taken using non propability sampling techniques. The sample of this study included: hepatitis B patients who had complete medical record data containing at least the age, sex, type of health care guarantee, diagnosis, there were positive HBsAg laboratory results. The results showed the characteristics of patients by age the most age 56-65 years 31%, the characteristics of patients by sex the most males 57.33%, the characteristics of patients based on the type of health care insurance the most BPJS 53, 33%, the characteristics of patients based on the diagnosis of hepatitis B with or without other diseases most are with other diseases 100%, the percentage based on the most widely used drugs are Curcumin 13.56%, ondansentron 13.27%, ranitidine 8.67%, Echinaceae 4.88%, paracetamol and metamizole respectively 4.61%, spironolactone 3.52%, liver aminophyte 1.63%, lamivudine 0.54%.Keywords: Hepatitis B, Pattern of use medicine, Sarila Husada HospitalAbstrak: Hepatitis B adalah penyakit infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B di mana virus ini dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat pada pasien hepatitis B rawat inap di RSU Sarila Husada Sragen tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Populasi penelitian 95 lembar rekam  medis jumlah sampel penelitian 75 yang diambil dengan menggunakan teknik non propability sampling. Sampel penelitian ini meliputi: pasien hepatitis B yang memiliki data rekam medik lengkap minimal memuat data umur, jenis kelamin, jenis jaminan pelayanan kesehatan, diagnosis, ada hasil laboratorium HbsAg positif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan umur yang paling banyak adalah umur 56-65 tahun 31%, karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak adalah laki-laki 57,33%, karakteristik pasien berdasarkan jenis jaminan pelayanan kesehatan yang paling banyak adalah BPJS 53,33%, karakteristik pasien berdasarkan diagnosis hepatitis B dengan atau tanpa penyakit lainya yang paling banyak adalah dengan penyakit lainya 100%, persentase berdasarkan obat yang paling banyak digunakan adalah Curcumin 13,56%, ondansentron 13,27%, ranitidin 8,67%, Echinaceae 4,88%, parasetamol dan metamizole masing-masing 4,61%, spironolacton 3,52%, aminofusin hepar 1,63%, lamivudin 0,54%.Kata Kunci: Hepatitis B, Pola Penggunaan Obat, RS Sarila Husada
Pengaruh Kepatuhan Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Rs. Dr Oen Solo Baru Anggraini, Truly Dian; Dewi - Prodi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Cahya Kusuma
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 7, No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Diabetes Mellitus is a chronic disease that does not cause death directly, but fatal if notmanaged appropriately. Control of DM disease process is largely determined by the high treatment compliance to prevent any complications. This research is an analytic with cross sectional study done prospectively to population of 266 patients with type II diabetes mellitus in Internist policlinicDr. Oen Solo Baru hospital in November 2018 - January 2019 with a sampling technique is pusposive sampling. This study was conducted to determine the percentage of patients' adherence to treatment of type II diabetes mellitus provided and determine whether there is a correlation between the level of compliance therapy on the effectiveness of the therapy. From the research that has been done shows a high level of compliance (32.3%), moderate (50.4%) and low (17.3%). Characteristics of patients with type II DM obtained is aged 56-65 (45.9%), women (62.8%), basic education (65.4%), did not work (62.0%), experienced obese 1 (32 , 3%), disease duration 1-5 years (53.0%), with no family history of diabetes (69.9%), got support (74.1%), did not exercise (62.8%), using BPJS health (93.6%), got a combination of two drugs (48.9%), metformin + glimepiride (34.5%) had comorbidities (74.8%), one of comorbidities (34.2%), is hypertension (28.1%), From the research it can be concluded there is a correlation between the level of compliance therapy on the effectiveness of the therapy (p Value = 0.000).   Keywords : Diabetes mellitus type II, adherence to therapy, the effectiveness of the therapy Abstrak : Diabetes Mellitus merupakan penyakit kronik yang tidak menyebabkan kematian secara langsung, tapi berakibat fatal bila pengelolaannya tidak tepat. Proses kontrol terhadap penyakit DM sangat ditentukan oleh kepatuhan berobat yang tinggi untuk mencegah segala komplikasi. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional yang dikerjakan secara prospektif tehadap populasi sebanyak 266 pasien DMtipe II di PoliklinikDalam RS. Dr Oen Solo Baru bulan Nopember 2018 - Januari 2019 dengan tehnik pengambilan sampel pusposive sampling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase tingkat kepatuhan pasien DM tipe II terhadap terapi yang diberikan serta mengetahui ada tidaknya korelasi antara tingkat kepatuhan terapi terhadap efektivitas terapi. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil tingkat kepatuhan tinggi (32,3%), sedang (50,4%) dan rendah (17,3%). Karakteristik pasien DM tipe II yang diperoleh yaitu berusia 56-65 (45,9%), perempuan (62,8%), pendidikan dasar (65,4%), tidak bekerja (62,0%), mengalami obes 1 (32,3%), lama sakit 1-5 th (53,0%), tanpa riwayat DM keluarga (69,9%), mendapat dukungan (74,1%), tidak olah raga (62,8%), menggunakan BPJS kesehatan (93,6%), mendapat kombinasi 2 obat (48,9%), terapi metformin + glimepiride (34,5%), memiliki penyakit penyerta (74,8%), satu penyakit penyerta (34,2%) yaitu hipertensi (28,1%). Dari penelitian dapat disimpulkan terdapat korelasi antara tingkat kepatuhan terapi terhadap efektivitas terapi (P value =0,000).Kata kunci: Diabetes mellitus tipe II, kapatuhan terapi, efektivitas terapi

Page 1 of 2 | Total Record : 15