cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science
ISSN : 24431249     EISSN : 23551313     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021" : 15 Documents clear
Pemeriksaan Angka Kuman, Kapang/Khamir Dan Identifikasi Bakteri Patogen Pada Jamu Beras Kencur di Pasar Tradisional Kota Surakarta Monita, Krisanti; Sari, Ajeng Novita; Nurhayati - Politeknik Santo Paulus Surakarta, Nurhayati
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Beras-Kencur Herb is a traditional drink that was made by non-standard ingredient and through simple processing. These are believed could be a contributing factor of bacterial and fungal contamination. The National Supervisory Agency of Drug and Food of the Republic of Indonesia (BPOM RI) regulation number 12 year 2014 regarding quality requirement for traditional medicine stated that traditional medicine has to be free from E.coli, Salmonella sp., Shigella sp. and the Total Yeast and Mold Count (TYMC) <103 coloni/g. This study aimed to investigate the contamination of coliform bacteria and yeast/mold on Beras-Kencur Herb that was sold in the traditional market in Surakarta City. This study was a descriptive comparison with 14 Beras-Kencur Herb samples. This study found that Beras-Kencur Herb contained 100% of coliform bacteria, 50% of E.coli, 28.6% of Salmonella sp., 85.7% of Shigella sp. with the lowest TYMC was 0 coloni/ml and the highest was 7,5 x 101 coloni/ml. Meanwhile, the funguses were found are Aspergillus sp., Penicillium sp., Mucor sp. and Candida sp. As conclusion, the samples of Beras-Kencur Herb that were sold in the traditional market in Surakarta City have been contaminated by Coliform bacteria, yet the TYMC ratio was met the requirement set by BPOM RI.Keywords: Herb, Coliform, Yeast Mold NumberAbstrak: Jamu gendong beras kencur merupakan minuman tradisional yang dibuat menggunakan pengolahan sederhana dan bahan yang belum terstandart. Hal tersebut dapat menjadi faktor adanya kontaminasi bakteri dan jamur. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional tidak mengandung bakteri E.coli, Salmonella sp., Shigella sp. dan batas AKK <103 koloni/g. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri Coliform dan Kapang/Khamir pada jamu gendong beras kencur yang dijual di pasar tradisional Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan deskriptif komparatif dengan jumlah 14 sampel jamu gendong beras kencur. Hasil pemeriksaan bakteri Coliform pada jamu gendong beras kencur 100% mengandung bakteri Coliform, terdapat kontaminasi bakteri E.coli (50%), Salmonella sp. (28,6%), Shigella sp. (85,7%) dengan nilai AKK terendah 0 koloni/ml dan tertinggi 7,5 x 101 koloni/ml. Sedangkan jamur yang ditemukan adalah Aspergillus sp., Penicillium sp., Mucor sp. dan Candida sp. Sehingga sampel jamu gendong beras kencur yang dijual di pasar tradisional Kota Surakarta tercemar bakteri Coliform dan memiliki nilai AKK yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh BPOM.Kata kunci : Jamu, Coliform, Angka Kapang Khamir (AKK)
Manajemen Nyeri : Senam Dysmenorrhea Dan Abdominal Stretching Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Pada Remaja Menstruasi Di Desa Telukan Saichfa, Arfilanuri Aulia; Rahayuningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Tutik
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Menstruation is periodic vaginal bleeding due to the detachment of the uterine endometrial lining. Based on a preliminary study conducted, 16 of 22 adolescent girls in Telukan village with an age range of 13-20 years experienced moderate to severe menstrual pain. Dysmenorrhea can be overcome with dysmenorrhea exercise and abdominal stretching. The purpose of the study: to describe the management of dysmenorrhea and abdominal stretching exercises with menstrual pain in adolescent girls. The research design is a qualitative research, using a case study with a nursing process approach. The population of this research is adolescent girls who are menstruating in Telukan Village. The sampling technique is non-probability sampling with a purposive sampling approach. Inclusion criteria: adolescent girls aged 13-20 years, menstruating, experiencing menstrual pain on a scale of 4-6, never bleeding between menstruation after getting regular menstrual cycles. The results of the assessment of menstrual pain; holding pain, closing eyes while grimacing, holding stomach, duration of menstrual pain is approximately 15-20 minutes. Blood pressure were 110/70-120/80 mmHg, RR: 19-21 breaths per minute, N: 78-93 times per minute, S: 36.6-36.8°C. The nursing diagnosis is acute pain related to biological injury agents (menstruation). Nursing actions for dysmenorrhea and abdominal stretching were carried out for 3 times. General evaluation of dysmenorrhea and abdominal stretching exercises can reduce pain levels from a scale of 5-6 to 2-3. The results of the research on dysmenorrhea and abdominal stretching can reduce the scale of menstrual pain.Keywords: dysmenorrhea exercise, abdominal stretching, dysmenorrheaAbstrak: Menstruasi adalah perdarahan vagina secara berkala akibat terlepasnya lapisan endometrium uterus. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, 16 dari 22 remaja putri di desa Telukan dengan rentang usia 13-20 tahun mengalami nyeri haid sedang sampai dengan berat. Dysmenorrhea dapat teratasi dengan senam dysmenorrea dan abdominal stretching. Tujuan penelitian: mendeskripsikan penatalaksanaan senam dysmenorrea dan abdominal stretching dengan nyeri haid pada remaja putri. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif, menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Populasin penelitian adalah remaja putri yang sedang menstruasi di Desa Telukan. Teknik sampling yaitu non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Kriteria inklusi: remaja putri usia 13-20 tahun, sedang menstruasi, mengalami nyeri haid skala 4-6, tidak pernah perdarahan antar menstruasi setelah mendapatkan siklus haid teratur. Hasil pengkajian nyeri haid menahan nyeri, memejamkan mata sambil meringis, memegangi perut, durasi nyeri haid lebih kurang 15 - 20 menit. Tekanan darah 110/70-120/80 mmHg, RR: 19-21 kali per menit, N: 78-93 kali per menit, S: 36,6-36,8°C. Diagnosis keperawatan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (menstruasi). Tindakan keperawatan senam dysmenorrea dan abdominal stretching dilakukan selama 3 kali tindakan. Evaluasi secara umum dari senam dysmenorrea dan abdominal stretching dapat menurunkan tingkat nyeri dari skala 5-6 menjadi 2-3. Hasil penelitian senam dysmenorrea dan abdominal stretching dapat menurunkan skala nyeri haid.Kata kunci: senam dysmenorrhea, abdominal stretching, dysmenorrhea
Gambaran Pengobatan Pasien Suspek Covid-19 Rawat Inap RS Brayat Minulya Surakarta Periode Maret – Oktober 2020 Putri, Widya Adi; Anggraini - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Truly Dian
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Treatment therapy for suspected COVID-19 is an important factor in the recovery of patients with suspected COVID-19. This study aims to determine the characteristics and description of the treatment of patients with suspected COVID-19. This research is a non-experimental research which was conducted retrospectively and analyzed descriptively. The sampling technique was saturated sampling on 55 patients with suspected COVID-19 in inpatient isolation at Brayat Minulya Hospital for the period March-October 2020. The results showed that most of the patients with suspected COVID-19 more dominated by female patients as many as 31 patients (56.36%), in the age group> 65 years as many as 15 patients (27.27%), with the most frequent diagnosis of moderate symptoms as many as 43 patients (78%), with comorbidities dyspepsia. as many as 5 patients (11.90%). Treatment features mostly used the 10.22% Levofloxacin antibiotic group, 6.98% vitamin C group, 1% Oseltamivir antiviral group, 2.74% multivitamin Neurobion, 0.50% zinc supplement, and the symptomatic drug Paracetamol 8.47. %, Omeprasole 6.48%, Ondancentron 4.98%, Ambroxol 4.98%, Methylprednisolone 1.50%, Trifed and Rhinos SR 0.25%, Combivent respule 0.50%, Enoxaparin 1%, Colcichin 0.25 %, Ketorolac 0.25%, comorbid drugs such as Novorapid 1.99%, Amlodipine 1.50%, Isosorbid dinitrate 0.75%, Renxamin 0.50%, Aminoral 0.50%, Haessteril 0.25%, and citicholin 0.25%.Keywords : Description of treatment , Suspected COVID-19, Brayat Minulya HospitalAbstrak : Terapi pengobatan pasien suspek COVID-19 merupakan faktor penting dalam kesembuhan pasien suspek COVID - 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan gambaran pengobatan pasien suspek COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh pada 55 pasien suspek COVID-19 rawat inap rawat inap rumah sakit Brayat Minulya periode Maret-Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien suspek COVID-19 lebih banyak didominasi dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 31 pasien (56,36%), pada kelompok umur> 65 tahun sebanyak 15 pasien (27,27%), dengan diagnosis gejala sedang sebanyak 43 pasien (78%), dengan komorbiditas dispepsia. sebanyak 5 pasien (11,90%). Gambaran pengobatan paling banyak menggunakan golongan antibiotik Levofloxacin 10,22%, golongan vitamin C 6,98%, golongan antivirus Oseltamivir 1%, Neurobion multivitamin 2,74%, suplemen zinc 0,50%, dan obat simptomatis Paracetamol 8,47. %, Omeprasole 6,48%, Ondancentron 4,98%, Ambroxol 4,98%, Methylprednisolone 1,50%, Trifed dan Rhinos SR 0,25%, Combivent respule 0,50%, Enoxaparin 1%, Colcichin 0,25%, Ketorolac 0,25%, obat penyerta seperti Novorapid 1,99%, Amlodipine 1,50%, Isosorbid dinitrate 0,75%, Renxamin 0,50%, Aminoral 0,50%, Haessteril 0,25%, dan citicholin 0,25%.Kata kunci : Gambaran Pengobatan, Pasien Suspek Covid-19, RS Brayat Minulya.
Penatalaksanaan Pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) Untuk Mengurangi Miliaria Pada Anak Katmono, Andang Yuli; Ningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Surati
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the important skin care for babies was skin care. Based on the anatomy and physiology of the skin, the skin in babies was relatively thin, smooth, the pH of the skin wasa more acidic, and the inner layer has relatively higher humidity so that the baby's skin was prone to irritation. One of the alternative treatments for miliaria is the provision of VCO. The purpose of this study was to describe the provision of virgin coconut oil to reduce miliaria in children. The research design used a case study research approach. The sampling technique was purposive sampling. The results showed that the assessment data of children had reddish spots and small lesions on the skin of the head and neck. Nursing diagnoses of impaired skin integrity were associated with metabolic disorders. The action was carried out by giving a spread of virgin coconut oil. From the action of applying virgin coconut oil, different results were obtained for healing prickly heat. Of the 5 subjects, 3 (60%) recovered in less than 5 days and 2 (40%) recovered in more than 5 days. The conclusion was VCO could reduce miliaria in childrenKeywords: Vigin Coconut Oil (VCO), MiliariaAbstrak: Salah satu perawatan kulit yang penting dilakukan pada bayi adalah perawatan kulit. Berdasarkan anatomi dan fisiologi dari kulit, kulit pada bayi relatif tipis, halus, pH kulit lebih asam, dan lapisan bagian dalamnya mempunyai kelembaban yang relatif lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kulit bayi rentan mengalami iritasi. Pengobatan alternatif miliaria salah satunya pemberian VCO. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pemberian minyak kelapa murni untuk mengurangi miliaria pada anak. Desain penelitian menggunakan pendekatan case study research. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan data pengkajian anak mengalami bintik-bintik kemerahan dan terdapat lesi-lesi kecil di kulit bagian kepala dan leher. Diagnosa keperawatan kerusakan integritas kulit berhubungan dengan kondisi gangguan metabolik. Tindakan yang dilakukan dengan pemberian olesan minyak kelapa murni. Dari tindakan pemberian olesan minyak kelapa murni diperoleh hasil yang berbeda untuk kesembuhan miliaria. Dari 5 subjek diperoleh 3 subjek (60%) sembuh dalam waktu kurang dari 5 hari dan 2 subjek (40%) sembuh dalam waktu lebih dari 5 hari. Simpulan bahwa pemberian VCO dapat mengurangi miliaria pada anak.Kata Kunci: VCO, Miliaria.
Penatalaksanaan Pemberian Rebusan Daun Alpukat Dan Kompres Hangat Dengan Masalah Nyeri Akut Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kelurahan Sukoharjo Fathinah, Roidah Zulfa; Dermawan - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Deden
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition where systolic blood pressure is more than 120 mmHg and diastolic is more than 80 mmHg. Actions for hypertensive patients by giving avocado leaf decoction as traditional medicine and warm compresses are to provide a warm feeling of the body by using liquids or tools that cause warmth to the parts of the body that need it. The purpose of the study: to describe the administration of boiled avocado leaves and warm compresses with acute pain problems in the elderly with hypertension. Research The research design is a qualitative research, with a case study (Study Case Research) approach to the nursing process. The population is elderly hypertension in Sukoharjo Village. The sampling technique is non-probability sampling with a purposive sampling approach. Inclusion criteria were age 60 years, blood pressure ≥140/90 – 160/100 mmHg, pain scale 4-6, body endures pain, protective and caring behavior, focuses on self. The results of the study, pain in the neck, neck, and back of the head, complaints such as dizziness, whiny, drowsy, dizzy eyes, and body feels unwell, pain scale 5-6. Physical examination: attitude to bear pain, holding the area of pain, restlessness and anxiety, blood pressure 120-139/80-90 mmHg, RR: 18-20x/minute, N: 60-100x/minute, S: 36-36.7oC. Nursing actions: giving avocado leaf decoction and warm compresses, 6 meetings within 2 weeks. Response: reduced pain, 0-1 scale, relaxed and not restless, TTV within normal limits. Giving avocado leaf decoction and warm compresses is effective to overcome acute pain problems in elderly people with hypertension.Keywords: avocado leaf decoction, warm compresses, acute pain, hypertension.Abstrak: Hipertensi suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan diastolik lebih dari 80 mmHg. Tindakan untuk pasien hipertensi dengan pemberian rebusan daun alpukat sebagai obat tradisional dan kompres hangat adalah memberikan rasa hangat tubuh dengan menggunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukan. Tujuan penelitian: mendeskripsikan pemberian rebusan daun alpukat dan kompres hangat dengan masalah nyeri akut pada lansia penderita hipertensi. Desain penelitian adalah penelitian kualitatif, dengan studi kasus. Pendekatan proses keperawatan (Nursing Process Approach). Populasi adalah lansia hipertensi di Kelurahan Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel yaitu non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Kriteria inklusinya adalah usia ≥ 60 tahun, tekanan darah ≥140/90 – 160/100 mmHg, skala nyeri 4-6, tubuh menahan nyeri, perilaku melindungi dan menjaga, berfokus pada diri sendiri. Hasil penelitian, nyeri pada tengkuk, leher, dan kepala bagian belakang, keluhan seperti pusing, cengeng, mengantuk, mata berkunang-kunang, dan badan terasa tidak enak, skala nyeri 5-6. Pemeriksaan fisik: sikap menahan nyeri, memegangi area nyeri, gelisah dan cemas, tekanan darah 120-139/80-90 mmHg, RR: 18-20x/menit, N: 60-100x/menit, S: 36-36,7oC. Tindakan keperawatan: pemberian rebusan daun alpukat dan kompres hangat, 6 kali pertemuan dalam waktu 2 minggu. Respon: nyeri berkurang, skala 0-1, rileks dan tidak gelisah, TTV dalam batas normal. Pemberian rebusan daun alpukat dan kompres hangat efektif untuk mengatasi masalah nyeri akut pada lansia penderita hipertensi.Kata Kunci: rebusan daun alpukat, kompres hangat, nyeri akut, hipertensi.
Gambaran Tatalaksana Terapi Pada Pasien COVID-19 Terkonfirmasi di Rumah Sakit X Kota Surakarta Periode Maret – Desember 2020 Pepitasari, Bahtera Dyan; Anggraini - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Surakarta, Truly Dian
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) spreads very fast and has been declared as a global pandemic since March 11, 2020. Specific therapy for COVID-19 has not been found, the drug used is still in the status of a test drug. This research aims to determine patient characteristics and description of drug use in COVID-19 therapy. This research was conducted in the medical record unit X hospital retrospectively with a purposive sampling technique. The instrument of this research was the patient’s medical record data. Patients treated in isolation wards for the period March – December 2020 were 52% male and 42% female, the age group suffering from the most COVID-19 was late adulthood (34-45 years), with 30 cases (30%). Of the total 100 patients 4% of them were asymptomatic cases and 94% were cases with symptoms (symptomatic), among them 13,54% were mild-grade cases, 70,83% were moderate-grade cases, 5,21% were severe-grade cases and 10,42% cases with critical degree. As many as 52% of COVID-19 patients had comorbids with the most comorbids being Diabetes Mellitus (DM) 28,85%, hypertension 21,14%, heart disease 15,39%. the main drugs used in the handling of COVID-19 consisted of 30,72% antibiotic class drugs, 15,97% antiviral, 3,92% emergency antiviral, 49,39% supplements. From the analysis of drugs in the therapy of COVID-19, it was found that several drugs did not meet the exact dosage criteria, namely 10,31%.Keywords: Description of Therapeutic Care, COVID-19, X HospitalAbstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menyebar dengan sangat cepat dan ditetapkan sebagai pendemi global sejak 11 Maret 2020. Terapi spesifik untuk COVID-19 belum ditemukan, obat yang digunakan sampai saat ini masih berstatus obat uji. Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan tatalaksana terapi pada pasien COVID-19. Penelitian dilakukan di unit rekam medis Rumah Sakit X di kota Surakarta secara retrospektif dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah data rekam medis pasien. Pasien yang dirawat di bangsal isolasi periode Maret – Desember 2020, 52% bejenis kelamin laki – laki dan 42% perempuan, kelompok umur yang terpapar COVID-19 terbanyak adalah masa dewasa akhir (36 – 45 tahun) yaitu sebesar 30 kasus (30%). Dari total 100 pasien 4% diantaranya merupakan kasus tanpa gejala (asimtomatik) dan 94% adalah kasus dengan gejala (simtomatik), diantaranya 13,54% merupakan kasus derajat ringan, 70,83% kasus derajat sedang, 5,21% kasus derajat berat dan 10,42% kasus derajat kritis. Sebanyak 52% pasien COVID-19 memiliki komorbid dengan komorbid terbanyak adalah Diabetes Melitus (DM) 28,85%, hipertensi 21,14%, penyakit jantung 15,39%. Obat utama yang digunakan sebagai terapi COVID-19 terdiri dari golongan antibiotik sebesar 30,72%, antivirus 15,97%, antivirus emergency 3,92%, suplemen 49,39%. Berdasarkan analisa data sebesar 10,31% peresepan tidak memenuhi kriteria tepat dosis.Kata kunci: Gambaran Tatalaksana Terapi, COVID-19, Rumah Sakit X
Aktivitas Antioksidan Fraksi Daun Pegagan (Centella asiatica (L) Urb.) dengan Metode FRAP Puspita, Aristika Linda; Susilowati - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional, Susilowati
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Centella asiatica or known as Pegagan is an Indonesian plant and it’s contain some secondary metabolite compounds including flavonoids, polyphenols, saponins, triterpenoids and steroids. These compounds are natural antioxidants that are useful for health. The purpose of this study was to determine the antioxidant power of the fraction from pegagan leaf extract. The study began with the extraction of pegagan leaves using 70% ethanol. Furthermore, the ethanol extract was extracted with n-hexane, ethyl acetate, and water sequentially to produce three fractions. Each fraction was tested for their antioxidant power using FRAP method. The antioxidant power was seen from the FRAP value expressed in mg ascorbic acid equivalent/gram sample (mgAAE/g sample). The antioxidant power of each fraction showed that the n-hexane fraction was 0.06210mgAAE/g, the ethyl acetate fraction was 0.09349mgAAE/g, and the water fraction was 0.08742mgAAE/g. The ethyl acetate fraction showed the highest antioxidant power although from the one way ANOVA test did not show a significant difference than n-hexane and water fractions.Key words: Centella asiatica, ethyl acetat fraction, antioxidant, FRAP testAbstrak : Pegagan (Centella asiatica (L) Urb) merupakan tanaman Indonesia yang mengandung flavonoid, polifenol, saponin, triterpenoid dan steroid. Senyawa-senyawa tersebut merupakan antioksidan alami yang berguna bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antioksidan pada fraksi ekstrak daun pegagan. Penelitian diawali dengan ekstraksi daun pegagan menggunakan etanol 70%. Selanjutnya fraksinasi ekstrak dikerjakan secara bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Ketiga fraksi yang diperoleh selanjutnya diuji aktivitas antioksidanya dengan metode FRAP. Kekuatan antioksidan dilihat dari nilai FRAP yang dinyatakan dalam mg ascorbic acid equivalent / gram sampel (mgAAE/g sampel). Kekuatan antioksidan pada masing-masing fraksi menunjukkan fraksi n-heksana sebesar 0,06210mgAAE/g, fraksi etil asetat sebesar 0,09349mgAAE/g, dan fraksi air sebesar 0,08742mgAAE/g. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang memiliki kekuatan antioksidan tertinggi meskipun pada uji one way ANOVA tidak menunjukkan perbedaan kekuatan yang bermakna dibandingkan fraksi n-heksana dan air.Kata kunci: Pegagan, fraksi etil asetat, antioksidan, uji FRAP
Pengaruh Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Di Apotek Berkah Santosa Klaten Wardani, Beti Kurnia; Wahyuningsih - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Sri Saptuti
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Pharmacy is pharmaceutical service places where pharmacist practicing pharmacy by pharmacists and distributing pharmaceutical preparations to the public. One of the indicators used to evaluate the quality of service at the pharmacy is to measure the level of patient satisfaction. This study aims to determine the effect of pharmaceutical services on patient satisfaction at the Apotek Berkah Santosa, Klaten Regency which was associated with service quality which includes reliability, responsiveness, assurance, and empathy, and tangible. This research was a non-experimental research which was conducted with the sampling technique using a questionnaire instrument using a Likert scale. Data were analyzed by normality test, linearity test, and simple linear regression test with the number of 97 respondents. The results showed that pharmaceutical services had a significant effect on patient satisfaction with a significant 0.000 <0.05. Keywords : Pharmacy, Service Quality, Patient SatisfactionAbstrak : Apotek adalah tempat pelayanan kefarmasian dengan tujuan melakukan praktek kefarmasian oleh apoteker dan penyaluran sediaan farmasi kepada masyarakat. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di Apotek adalah mengukur tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan pasien di Apotek Berkah Santosa Kabupaten Klaten yang dihubungkan dengan kualitas pelayanan yang meliputi reliability, responsiveness, assurance, dan empathy, dan tangible. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan instrument kuesioner yang menggunakan skala likert. Data dianalisis dengan uji normalitas, uji linieritas, dan uji regresi linier sederhana dengan jumlah responden 97 orang. Hasil penelitian menunjukan pelayanan kefarmasian berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pasien dengan signifikan 0,000 < 0,05.Kata Kunci : Apotek, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien
Pengaruh Variasi Konsentrasi Katalis Asam Sulfat Pekat Terhadap Hasil Derajat Esterifikasi Metil Laurat Susanti, Maria Mita; Liana - Politeknik Katolik Mangunwijaya, Nurhafni Audi
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack: Fatty acid esters are derived from vegetable oils and animal fats which can be used for chemical industries, such as the cosmetics industry, pharmaceutical ingredients, and the manufacture of fat alcohol, one of which is methyl laurate. This study aims to determine the effect of variations in concentrated sulfuric acid catalysts on the results of the degree of esterification can provide significant results in order to obtain an optimal degree of esterification. This research is an experiment which is to determine the effect of the addition of variations in concentrations of concentrated sulfuric acid catalyst to the results of the degree of esterification of methyl laurate. The research design used was a completely randomized design (CRD) of one factor, namely the effect of adding concentrated sulfuric acid catalyst. The variables observed were variations in the addition of concentrated sulfuric acid catalysts with a concentration of 2%, 3%, 4%, 5%, 6% to the results of the degree of esterification reacted for 3.5 hours. Analysis of statistical data obtained was tested using the Kruskal Wallis test. The results showed that the more concentrated concentrated sulfuric acid catalyst was added, the higher the degree of esterification. The results of the degree of esterification obtained are 99,25%. Statistical data analysis obtained sig value 0.009 (ρ<0,05) which means that the variation in concentrated concentrations of concentrated sulfuric acid affects the results of the degree of esterification of methyl laurate Keywords: Concentrated Sulfuric Acid Catalyst, Degree of esterification, Methyl Laurate Abstrak: Ester asam lemak berasal dari minyak nabati dan lemak hewani yang dapat dimanfaatkan untuk industri kimia, seperti industri kosmetika, pembuatan zat adiktif makanan, bahan zat antara industri farmasi, dan pembuatan lemak alkohol salah satunya adalah metil laurat. Metil laurat disintesis melalui reaksi esterifikasi dengan mereaksikan asam laurat dengan metanol menggunakan katalis asam sulfat pekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi katalis asam sulfat pekat terhadap hasil derajat esterifikasi dapat memberikan hasil yang signifikan agar memperoleh derajat esterifikasi yang optimal. Penelitian ini merupakan eksperimental yaitu untuk mengetahui pengaruh adanya penambahan variasi konsentrasi katalis asam sulfat pekat terhadap hasil derajat esterifikasi metil laurat. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu pengaruh penambahan katalis asam sulfat pekat. Variabel yang diamati adalah variasi penambahan katalis asam sulfat pekat dengan konsentrasi 2%, 3%, 4%, 5%, 6% terhadap hasil derajat esterifikasi yang direaksikan selama 3,5 jam. Analisis data statistik yang diperoleh diuji dengan menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak konsentrasi katalis asam sulfat pekat yang ditambahkan maka hasil derajat esterifikasi semakin meningkat. Hasil derajat esterifikasi yang diperoleh 99,25%. Analisis data statistika diperoleh nilai sig 0,009 ( <0,05) yang berarti variasi konsentrasi katalis asam sulfat pekat berpengaruh terhadap hasil derajat esterifikasi metil laurat. Kata Kunci: Katalis Asam Sulfat Pekat, Derajat Esterifikasi, Metil Laurat
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Singkong (Manihot esculenta Crantz) Terhadap Penyembuhan Luka Pada Kelinci Sukmawati, Sekar Sri; Hastuti, Siwi; Rejeki - Politeknik Kesehatan Bhakti Mulia, Sri
IJMS - Indonesian Journal on Medical Science Vol 8, No 2 (2021): IJMS 2021
Publisher : IJMS - Indonesian Journal on Medical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : An incision is an injury caused by direct contact of the body with sharp objects. Cassava leaves (Manihot esculenta Crantz) are a medicinal plant known to contain compounds that play a role in wound healing, such as vitamin C, flavonoids, triterpenoids, tannins and saponins. This study aims to determine the effect of ethanol extract of cassava leaves on the healing of cuts in rabbits. The ethanol extract of cassava leaves was prepared by maceration using 70% ethanol as a solvent. The wound healing test in rabbits was divided into 5 treatment groups, namely the positive control, the negative control, and test groups were given ethanol extract of cassava leaves concentration of 5%, 10% and 20%. Making an incision using a scalpel which is sliced into the back of the rabbit for 5 incisions. Rabbits were observed every day for one week with statistical analysis One Way ANOVA test followed by LSD test with Post Hoc Test. The ethanol extract of cassava leaves with a concentration of 5% 10% and 20% has the effect of wound healing.The concentration of 5% is (9.71 ± 0.17)%, the concentration of 10% is (17.19 ± 0.05)%, and a concentration of 20% is (23.24 ± 0.04)%. The results of the LSD test with the Post Hoc Test showed that there was no significant difference between the ethanol extract of 20% cassava leaves and the positive control, which means that the ethanol extract of cassava leaves can be used as wound healing in rabbits.Key words : Cutlet wounds, cassava leaves, Manihot esculenta Crantz, ethanol extract of cassava leaves.Abstrak : Luka sayat adalah cedera yang disebabkan oleh kontak langsung tubuh dengan benda – benda tajam. Daun singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu tanaman obat yang diketahui mengandung senyawa yang berperan dalam penyembuhan luka seperti vitamin C, flavonoid, triterpenoid, tanin dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun singkong berpengaruh terhadap terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci. Ekstrak etanol daun singkong dibuat dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji penyembuhan luka pada kelinci yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol positif, kontrol negatif dan kelompok uji ekstrak etanol daun singkong konsentrasi 5%, 10% dan 20%. Pembuatan luka sayat menggunakan pisau bedah yang disayat pada punggung kelinci masing – masing kelinci 5 sayatan. Kelinci diamati tiap hari selama satu minggu dengan analisis statistik uji One Way ANOVA dilanjut uji LSD dengan Post Hoc Test. Ekstrak etanol daun singkong konsentrasi 5% 10% dan 20% memiliki pengaruh penyembuhan luka konsentrasi 5% adalah (9,71±0,17)%, konsentrasi 10% adalah (17,19±0,05) %, dan konsentasi 20% adalah (23,24±0,04)%. Hasil uji LSD dengan Post Hoc Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara ekstrak etanol daun singkong 20% dengan kontrol positif, yang berarti ekstrak etanol daun singkong dapat digunakan sebagai penyembuhan luka pada kelinci.Kata kunci : Luka Sayat, Daun singkong, Manihot esculenta Crantz, ekstrak etanol daun singkong.

Page 1 of 2 | Total Record : 15