cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 18584543     EISSN : 26156091     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP) is an international journal which provides a forum for publishing research or review articles related to researches in instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
Efektifitas Metode Diskusi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Masa Pandemi Covid-19 Manullang, Juanda; Sidabutar, Hasudungan; Manullang, Agustinus
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5, No 3 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran pada masa pandemi di ruang virtual yang hanya mendengar dan mengerjakan tugas tanpa melibatkan siswa aktif akan berdampak pada tujuan pembelajaran yang tidak tercapai dan hasil belajar siswa yang menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektifitas penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada masa pandemi Covid-19 di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design dengan taraf signifikansi 5%. Populasi t pada penelitian ini merupakan seluruh siswa beragama Kristen kelas XI yang berjumlah 104 siswa. Penentuan sampel untuk penelitian ini menggunakan rumus Isacc and Michael dengan taraf kesalahan 5%, sehingga jumlah sampel adalah sebanyak 83 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensisal. Hasil analisis data dengan menggunakan rumus uji t diperoleh thitung sebesar 9,482. Kemudian hasil tersebut dibandingkan dengan ttabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 1,66. Hal itu berarti thitung lebih besar dari ttabel., sehingga metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar PAK pada masa pandemi Covid-19. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN SETTING MODIFIED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA Wiryanti, Widya
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.514 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan dan membuktikan validitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry. (2) Mengetahui tingkat kepraktisan perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry. (3) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry terhadap karakter siswa 4) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry terhadap pemahaman konsep siswa. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Dari hasil penelitian: (1) Perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan yaitu valid, praktis dan efektif, dengan kategori sangat baik, (2) Keterlaksanaan perangkat pembelajaran diperoleh skor 3,51 dengan kriteria sangat praktis, respon guru terhadap pembelajaran diperoleh skor 3,65 dengan kriteria sangat praktis, dan respon siswa terhadap buku siswa diperoleh skor 3,55 dengan kriteria sangat praktis. 3) Peningkatan karakter siswa, skor rata-rata nilai karakter pada pertemuan I 1,48 kategori mulai terlihat, pertemuan II menjadi 2,67 kategori mulai berkembang, pertemuan III 3,44 kategori mulai berkembang dan pertemuan IV 3,55 kategori membudaya. 4) Didapatkan ketuntasan siswa sebesar 93,3% dan daya serap sebesar 89%. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup lebih luas.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS LINGKUNGAN DENGAN SETTING MODIFIED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA Widya Wiryanti
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11956

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan dan membuktikan validitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry. (2) Mengetahui tingkat kepraktisan perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry. (3) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry terhadap karakter siswa 4) Mengetahui efektivitas perangkat pembelajaran Biologi berbasis lingkungan dengan setting modified inquiry terhadap pemahaman konsep siswa. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri dari: define, design, develop, dan disseminate. Dari hasil penelitian: (1) Perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan yaitu valid, praktis dan efektif, dengan kategori sangat baik, (2) Keterlaksanaan perangkat pembelajaran diperoleh skor 3,51 dengan kriteria sangat praktis, respon guru terhadap pembelajaran diperoleh skor 3,65 dengan kriteria sangat praktis, dan respon siswa terhadap buku siswa diperoleh skor 3,55 dengan kriteria sangat praktis. 3) Peningkatan karakter siswa, skor rata-rata nilai karakter pada pertemuan I 1,48 kategori mulai terlihat, pertemuan II menjadi 2,67 kategori mulai berkembang, pertemuan III 3,44 kategori mulai berkembang dan pertemuan IV 3,55 kategori membudaya. 4) Didapatkan ketuntasan siswa sebesar 93,3% dan daya serap sebesar 89%. Berdasarkan temuan hasil penelitian disimpulkan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif meningkatkan karakter dan hasil belajar siswa, sehingga dapat digunakan dalam lingkup lebih luas.
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII SMP N 3 SINGARAJA Handayani, Ni Nyoman Lisna
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.278 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11957

Abstract

                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran Self-Directed Learning terhadap kemandirian belajar dan prestasi belajar IPA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Singaraja 2012/2013 yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah populasi 307 siswa. Sebanyak 120 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik group random sampling. Data kemandirian belajar dikumpulkan dengan kuesioner dan prestasi belajar IPA menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemandirian belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 36,028 dan p < 0,05). Kedua, prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 29,537 dan p < 0,05). Ketiga, secara simultan kemandirian belajar dan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 34,48 dan p < 0,05). 
PENGARUH MODEL SELF-DIRECTED LEARNING TERHADAP KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII SMP N 3 SINGARAJA Ni Nyoman Lisna Handayani
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11957

Abstract

                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh model pembelajaran Self-Directed Learning terhadap kemandirian belajar dan prestasi belajar IPA. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan The Posttest-Only Control-Group Desain. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 3 Singaraja 2012/2013 yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah populasi 307 siswa. Sebanyak 120 siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan teknik group random sampling. Data kemandirian belajar dikumpulkan dengan kuesioner dan prestasi belajar IPA menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan MANOVA (multivariat Analysis of Variance) berbantuan SPSS 17.00 for windows.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, kemandirian belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 36,028 dan p < 0,05). Kedua, prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 29,537 dan p < 0,05). Ketiga, secara simultan kemandirian belajar dan prestasi belajar antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Self-Directed Learning secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F sebesar 34,48 dan p < 0,05). 
PENGARUH CYBERTHERAPY TERHADAP PENGEMBANGAN AKTUALISASI DIRI REMAJA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINGARAJA Sudarsana, Gede Nugraha
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.252 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara intervensi Cyber-therapy, verbal-base therapy, dan konvensional therapy terhadap peningkatan kebutuhan aktualsasi diri pada siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Data Self-Actualization dikumpulkan dengan kuesioner yang menggunakan skala SASNA (self actualization scale of need assessment). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian “Pre-test Post-test Non Equivalen Control Group Design” yakni penelitian yang menggunakan  intact group atau kelas, dengan metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varians satu jalan (Anava A). Berdasarkan hasil analisis ditemukan, perbedaan pengaruh antara intervensi Cyber-therapy, dengan intervensi verbal-base therapy, dan dengan intervensi konvensional therapy terhadap peningkatan kebutuhan aktualsasi diri pada siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Selanjutnya dengan analisis uji t-scheffe didapatkan bahwa intervensi Cyber-therapy paling efektif pengaruhnya terhadap peningkatan kebutuhan aktualisasi diri siswa SMA Negeri 1 Singaraja.
PENGARUH CYBERTHERAPY TERHADAP PENGEMBANGAN AKTUALISASI DIRI REMAJA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINGARAJA Gede Nugraha Sudarsana
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara intervensi Cyber-therapy, verbal-base therapy, dan konvensional therapy terhadap peningkatan kebutuhan aktualsasi diri pada siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Data Self-Actualization dikumpulkan dengan kuesioner yang menggunakan skala SASNA (self actualization scale of need assessment). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian “Pre-test Post-test Non Equivalen Control Group Design” yakni penelitian yang menggunakan  intact group atau kelas, dengan metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis varians satu jalan (Anava A). Berdasarkan hasil analisis ditemukan, perbedaan pengaruh antara intervensi Cyber-therapy, dengan intervensi verbal-base therapy, dan dengan intervensi konvensional therapy terhadap peningkatan kebutuhan aktualsasi diri pada siswa SMA Negeri 1 Singaraja. Selanjutnya dengan analisis uji t-scheffe didapatkan bahwa intervensi Cyber-therapy paling efektif pengaruhnya terhadap peningkatan kebutuhan aktualisasi diri siswa SMA Negeri 1 Singaraja.
ANALISIS NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL SUTASOMA KARYA COK SAWITRI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII Sariasih, Sariasih
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.013 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11959

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) Nilai-nilai Penddikan Karakter Novel Sutasoma karya Cok Sawitri, (2) Struktur novel Sutasoma karya Cok Sawitri, dan (3) Relevansi nilai pendidikan karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif  kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan media kartu data. Analisis data dengan menggunakan  model  analisis kualitatif yang  yang memiliki tiga tahap: (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut. Pertama, novel Sutasoma karya Cok Sawitri memuat nilai- nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial. Kedua novel Sutasoma terdiri dari struktur dalam dan luar. Struktur dalam atau unsur intrinsik, yaitu tema, alur, latar, penokohan serta sudut pandang. Adapun simpulan penelitian ini yaitu : (1) Novel Sutasoma memuat 17 nilai-nilai pendidikan karakter, (2) Struktur novel sutasoma terdiri dari struktur dalam dan struktur luar, (3) Proses kreatif pengarang dalam menciptakan novel yang terinspirasi dari karya Empu Tantular dengan judul resmi Parusadha yang populer dengan nama Sutasoma. Dalam kisah novel Sutasoma karya Cok Sawitri ternyata ditemukan pula proses ajaran Mahayan Tantra, yang mengungkapkan jalan rahasia yoga tantra, dan bagaimana seorang raja menerapkan dharma agama, dharma negara tanpa mempehitungkan kebhinekaan. Alur pada novel Sutasoma karya Cok Sawitri  dengan nilai -nilai pendidi kan karakter yang terdapat di dalamnya dapat memberikan inspirasi bagi pembaca. Hal ini berarti ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dan direalisasikan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Nilai pendidikan karakter dalam novel Sutasoma  dapat dijadikan cara membentuk watak dan moral anak dalam dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan kunci utama untuk menumbuh kembangkan karakter bangsa menjadi lebih baik. Dengan demikian, novel Sutasoma sangat relevan untuk dijadikan bahan ajar pada kompetensi dasar menginterpretasi makna teks novel baik secara lisan maupun tulisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII.
ANALISIS NILAI – NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL SUTASOMA KARYA COK SAWITRI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII Sariasih Sariasih
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11959

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) Nilai-nilai Penddikan Karakter Novel Sutasoma karya Cok Sawitri, (2) Struktur novel Sutasoma karya Cok Sawitri, dan (3) Relevansi nilai pendidikan karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif  kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan media kartu data. Analisis data dengan menggunakan  model  analisis kualitatif yang  yang memiliki tiga tahap: (a) reduksi data, (b) penyajian data, (c) penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut. Pertama, novel Sutasoma karya Cok Sawitri memuat nilai- nilai pendidikan karakter yaitu religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial. Kedua novel Sutasoma terdiri dari struktur dalam dan luar. Struktur dalam atau unsur intrinsik, yaitu tema, alur, latar, penokohan serta sudut pandang. Adapun simpulan penelitian ini yaitu : (1) Novel Sutasoma memuat 17 nilai-nilai pendidikan karakter, (2) Struktur novel sutasoma terdiri dari struktur dalam dan struktur luar, (3) Proses kreatif pengarang dalam menciptakan novel yang terinspirasi dari karya Empu Tantular dengan judul resmi Parusadha yang populer dengan nama Sutasoma. Dalam kisah novel Sutasoma karya Cok Sawitri ternyata ditemukan pula proses ajaran Mahayan Tantra, yang mengungkapkan jalan rahasia yoga tantra, dan bagaimana seorang raja menerapkan dharma agama, dharma negara tanpa mempehitungkan kebhinekaan. Alur pada novel Sutasoma karya Cok Sawitri  dengan nilai -nilai pendidi kan karakter yang terdapat di dalamnya dapat memberikan inspirasi bagi pembaca. Hal ini berarti ada nilai-nilai positif yang dapat diambil dan direalisasikan oleh pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Nilai pendidikan karakter dalam novel Sutasoma  dapat dijadikan cara membentuk watak dan moral anak dalam dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan kunci utama untuk menumbuh kembangkan karakter bangsa menjadi lebih baik. Dengan demikian, novel Sutasoma sangat relevan untuk dijadikan bahan ajar pada kompetensi dasar menginterpretasi makna teks novel baik secara lisan maupun tulisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII.
BENTUK, FUNGSI DAN JENIS TINDAK TUTUR DALAM KOMUNIKASI SISWA DI KELAS IX UNGGULAN SMP PGRI 3 DENPASAR Apriastuti, Ni Nyoman Ayu Ari
Jurnal Imiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol 1, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.006 KB) | DOI: 10.23887/jipp.v1i1.11960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur  dalam komunikasi siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar, (2) fungsi tindak tutur dalam komunikasi siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar, dan (3) jenis tindak tutur  dalam komunikasi siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar. Dalam mencapai tujuan ini, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar. Objek dalam penelitian ini adalah bentuk, fungsi, dan jenis tuturan yang diujarkan oleh siswa Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar dalam interaksi komunikasi di sekolah. Pengumpulan data dan penelitian ini menggunakan metode simak-catat dibantu dengan teknik rekaman. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis data kualitatif berdasarkan model interaktifr Miles yang secara umum mencakup tiga tahap yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, yaitu bentuk tindak tutur bermodus deklaratif, bentuk tindak tutur bermodus interogatif, dan bentuk tindak tutur bermodus imperatif. (2) Fungsi tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, yaitu fungsi makro yang terdiri atas fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi komisif, dan fungsi ekspresif sedangkan fungsi mikro meliputi fungsi menyatakan, fungsi mengusulkan, fungsi mengeluh, fungsi memesan, fungsi memerintah, fungsi memohon, fungsi meminta, fungsi berjanji, fungsi mengucapkan terima kasih, fungsi ucapan selamat, dan fungsi memberi maaf. (3) Jenis tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, tindak tutur langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. Penggunaan tindak tutur langsung bertujuan agar mitra tutur dalam hal ini siswa lebih mudah memahami apa yang diinginkan oleh penutur (siswa). Saran yang dapat diberikan melalui penelitian ini adalah bagi guru, siswa, peneliti lain, serta pembaca, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pedoman, referensi, dan bahan perbandingan untuk menambah wawasan dalam bidang ilmu keberbahasaan khususnya tindak tutur.

Page 1 of 53 | Total Record : 524