cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal EDUTECH Undiksha
ISSN : 26148609     EISSN : 26152908     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Edutech Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh jurusan teknologi pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknologi. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Arjuna Subject : -
Articles 694 Documents
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA UNTUK KELAS VII DI SMP NEGERI 2 KUBUTAMBAHAN ., I Made Budihariawan; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.844 KB)

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan dalam mengikuti proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan proses pembelajaran, dan minimnya penggunaan media pada setiap proses pembelajaran. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu (1) untuk mengetahui rancang bangun multimedia pemelajaran yang dikembangkan, dan (2) untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian pengembangan ini menggunakan metode pengembangan model Luther yang dimulai dari tahap concept, design, materials colleting, assembly, testing, dan distribution serta untuk mengetahui kelayakan produk multimedia pembelajaran ini dilakukan dengan uji coba pada para ahli dan siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Metode untuk menganalisis kebutuhan berupa wawancara dan instrument pengumpulan data berupa kuesiner. Subjek uji coba penelitian ini terdiri dari satu ahli isi mata pelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 6 siswa untuk uji coba perorangan, dan 12 siswa untuk uji coba kelompok kecil. Data dianalisis dengan menggunakan dua teknik yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini mengasilkan produk pengembangan berupa Compact Disc multimedia pembelajaran yang layak pakai pada mata pelajaran IPA kelas VII semester ganjil di SMP Negeri 2 Kubutambahan. Hasil uji ahli isi menunjukan nilai 96% dan berada pada kualifikasi sangat baik, uji ahli media pembelajaran menilai media dengan hasil 81% dan berada pada kualifikasi baik, dan penilaian ahli desain menunjukan nilai 82% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji coba perorangan menunjukan 83% berada pada kualifikasi baik, dan uji coba kelompok kecil menunjukan nilai 91% berada pada kualifikasi sangat baik. Kata Kunci : pengembangan, model luther, multimedia pembelajaran Problems perceived by the students of class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan in following the process of learning, especially in science subjects is too monotonous implementation of the learning process, and the lack of media use on any learning process. The purpose of this research is the development of ( 1 ) to determine the design of multimedia learning are developed, and ( 2 ) to determine the quality of learning outcomes developed multimedia development. The development of research methods that Luther started the development of a model of the stages of concept, design, materials colleting, assembly, testing, and distribution as well as to determine the feasibility of multimedia learning products is done by testing experts and students in class VII in SMP Negeri 2 Kubutambahan . Methods for analyzing the needs of interviews and data collection instruments such as kuesiner. Test subjects of this study consisted of one expert subject matter content, the instructional design expert, an expert instructional media, 6 students for individual trials, and 12 students for small group trials. Data were analyzed using two techniques namely qualitative and quantitative descriptive analysis . This research is the development of products such as generating multimedia Compact Disc unsuitable for use in learning science this semester in class VII SMP Negeri 2 Kubutambahan. The test results show the value of expert content was 96 % and the excellent qualifications, instructional media experts assess test media with 81 % and the results are in good qualifications, and assessment design experts showed the value of 82 % at a good qualification. The results of individual trials showed 83 % were in good qualifications , and a small group trials showed the value of 91 % at the excellent qualifications. keyword : development , luther models , multimedia learning
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN: INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN IPA Putra, IGNA Dharma
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.211 KB)

Abstract

Permasalahan yang dirasakan oleh siswa kelas VI di SDN 2 Blahbatuh dalam mengikuti prosespembelajaran khususnya pada pelajaran IPA adalah terlalu monotonnya pelaksanaan prosespembelajaran, yaitu dalam penggunaan metode dan media. Metode yang dominan digunakan hanyaceramah dan tanya jawab. Sedangkan medianya hanya papan tulis dan spidol. Akibatnya munculkecenderungan siswa tidak senang dengan pelajaran IPA sehingga nilainya di bawah rata-rata.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menghasilkan video pembelajaran IPA yang layak pakai sesuaidengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta mampu memberikan motivasi pada siswa dalam belajarsecara individual (mandiri) dan 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan video pembelajaran menurutreview para ahli dan uji coba produk.Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE. Data tentang kualitasproduk pengembangan ini dikumpulkan dengan metode angket yang selanjutnya dianalisis denganteknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknik analisis deskriptif kualitatif. Subjek review terdiri dari satuahli isi mata pelajaran IPA, dan satu ahli desain pembelajaran, sedangkan subjek uji coba peroranganterdiri dari enam siswa.Hasil penelitian ini adalah video pembelajaran layak pakai sesuai dengan karakteristik siswa.Kualitas video pembelajaran yang dikembangkan sangat baik. Hasil validasi data menunjukkan tingkatpencapaian video pembelajaran ini adalah (1) ahli isi mata pelajaran dengan tingkat pencapaian dalamkategori sangat baik (92%), (2) ahli desain pembelajaran dengan tingkat pencapaian dalam kategorisangat baik (90%), (3) uji coba perorangan dengan tingkat pencapaian dalam kategori sangat baik(89%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan video pembelajaran dapat digunakan di SDN 2Blahbatuh kelas VI semester II.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Marliana; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.287 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran STAD berbantuan video pembelajaran dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VII semester II SMPN 2 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh siswa kelas VII semester II tahun pelajaran 2014/2015 di SMP N 2 Singaraja dengan jumlah populasi 555 orang siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII.5 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII.2 sebanyak 38 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 11,499 > ttabel = 1,665). Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran STAD adalah 24,76 berada pada kategori sangat tinggi. Rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 16,18 berada pada kategori sedangi. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran STAD berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII di SMP N 2 Singaraja.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif STAD, multimedia interaktif This study aims to determine significant differences between the sains learning outcomes of students who take the learning by applying the learning model STAD which assisted by multimedia interactive learning and the learning of students who take the conventional learning model in the second semester of seventh grade students of SMPN 2 Singaraja Academic Year 2014/2015. This study is a quasi-experimental research. The study population was all students of class VII is the second semester of the academic year 2014/2015 in SMPN 2 Singaraja with a population of 555 students. Samples of this research that as many as 38 students VII.5 class as the experimental group and class VII.2 as many as 33 students as a control group. Data were collected with the objective of text-shaped test instruments. Data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Results of the study found that there are significant differences between the sain’s learning outcomes of students who take the learning with STAD model of learning and the learning of students who take the conventional learning model (t arithmetic= 11,499> t table = 1,665). The average score sain’s learning outcomes of students who take the learning to the learning model STAD is 24,76 being the very high category. The average score sain;s learning outcomes of students who take the learning with conventional learning model was 16.18 at the medium category. Based on the findings of this study, it can be concluded that the learning model STAD affect the results of sain’s learning students studying in class VII SMPN 2 Singaraja.keyword : cooperative learning model STAD , multimedia interactive
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SAWAN ., I Made Agus Putra Wijaya; ., Drs. Nyoman Wirya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) hasil belajar IPA pada siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional, (2) hasil belajar IPA pada siswa yang diajar dengan menggunakan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R), (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dengan siswa yang belajar dengan metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan dengan menggunakan Control Group Pretest Posttes Desain dalam penelitian dan sampel sebanyak 70 orang yang diambil secara random. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar yang dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda diperluas dengan jumlah soal 20 butir soal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase rata-rata nilai kelas dikelompok eksperimen dalam tes hasil belajar sebesar 41% dari 28,82 pada tes awal menjadi 53,42 pada tes akhir. (2) terjadi peningkatan persentase rata-rata nilai kelas dikelompok kontrol dalam tes hasil belajar sebesar 30,52% dari 25,92 pada tes awal menjadi 44,25 pada tes akhir. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang cukup tinggi dibandingkan menggunakan metoda pembelajaran konvensional. Hal ini dapat diliat dari hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan uji-t ternyata H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, metode pembelajaran preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII semester genap di SMP Negeri 1 Sawan tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : Metode Pembelajaran PQ4R, Pembelajaran Konvensional, dan Hasil Belajar IPA This study aimed at knowing (1) science learning result of students who were taught by using conventional learning, (2) science learning result of students who were taught by implementing preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method, (3) difference in science learning result between students who were taught by using preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method and conventional learning method. This research was conducted in SMP Negeri 1 Sawan by using Control Group Pretest-Posttest Design and 70 random samples. The data analyzed in this study was learning result which was collected by using test method. The test used was multiple-choice objective test containing of 20 questions. The data was analyzed by using t-test. The results of this study show that (1) the average percentage score of experimental group class in achievement test increased 41 % from 28.82 on pretest to 53.42 on post-test. (2) the average percentage score of control group class in achievement test increased 30.52 % from 25.92 on pretest to 44.25 on post-test. Based on the results, it can be concluded that the implementation of preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method improves students learning results higher than conventional learning method. It can be seen from the result of hypothesis testing conducted by using t-test in which H0 was rejected while H1 was accepted. Thus the preview, question, read, reflect, recite, review (PQ4R) learning method influenced science learning result of the second semester eighth graders at SMP Negeri 1 Sawan in the academic year 2013/2014. keyword : PQ4R Learning Method, Conventional Learning, and Science Learning Result
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL ADDIE PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII SEMESTER I DI SMP TP 45 SUKASADA L. P. Putrini Mahadewi, N. Subana, I D. K. Tastra,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.84 KB)

Abstract

Multimedia interaktif untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) adalahmultimedia yang belum ada dan perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif dengan model ADDIE padamata pelajaran IPA kelas VII semester I di SMP TP 45 Sukasada tahun pelajaran2012/2013. Di samping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas hasilpengembangan multimedia interaktif dengan model ADDIE pada mata pelajaran IPAkelas VII semester I di SMP TP 45 Sukasada tahun pelajaran 2012/2013, menurut reviewahli, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian iniadalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah modelADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Adapun subyekvalidasi terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran, seorang ahli desain pembelajaran,seorang ahli media pembelajaran, enam siswa untuk uji coba perorangan, dua belassiswa untuk uji coba kelompok kecil, dan tiga puluh siswa untuk uji coba lapangan.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan angket.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif dan teknikanalisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebuah multimedia interaktif yangdikembangkan berdasarkan desain (storyboard) yang dirancang. Validitas multimediainteraktif adalah: (1) menurut review ahli isi mata pelajaran menunjukkan kategori sangatbaik (92%), (2) menurut review ahli desain pembelajaran berada pada kategori baik(88%), (3) menurut review ahli media pembelajaran menunjukkan kategori baik (86,67%),(4) berdasarkan uji coba perorangan menunjukkan kategori baik (83%), (5) berdasarkanuji coba kelompok kecil berada pada kategori baik (82,33%), dan (6) berdasarkan ujicoba lapangan menunjukkan kategori baik (80,6%). Dengan demikian multimediainteraktif ini tidak perlu direvisi dan digunakan untuk penelitian lebih lanjut.Kata kunci: pengembangan, multimedia, multimedia interaktif, model ADDIE
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN IPA MODEL HANNAFIN DAN PECK UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SAWAN ., Ni Luh Putu Megawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.61 KB)

Abstract

Permasalahan di SMP Negeri 1 Sawan yaitu belum tercapainya tujuan pembelajaran IPA yang maksimal sehingga nilai akhir siswa cenderung rendah. Nilai rata-rata siswa kelas VII adalah 65, yang tentunya masih berada dibawah KKM yang ditentukan, yaitu 80. Bahkan 70% siswa kelas VII masih ada yang mendapatkan nilai dibawah 60. Sehingga dilakukan penelitian produk pengembangan video pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun media video pembelajaran; (2) mengetahui validitas hasil pengembangan media video pembelajaran menurut review ahli dan uji coba oleh siswa serta (3) mengetahui efektivitas penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D), model yang digunakan adalah Hannafin dan Peck. Model ini terdapat tiga tahapan yaitu, analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan dan implementasi. Validasi dilakukan oleh 1 ahli isi mata pelajaran, 1 ahli desain, dan 1 ahli media pembelajaran, 3 siswa uji perorangan, 12 siswa uji kelompok kecil, dan 30 siswa uji lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 30 siswa menggunakan pre-test dan post-test. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial uji- t. Hasil penelitian pengembangan ini adalah (1) deskripsi hasil rancang bangun pengembangan video pembelajaran (2) Hasil validasi media yang dilakukan oleh: a) ahli isi mata pelajaran skor 93,8% dan berada pada kualifikasi sangat baik; b) ahli desain pembelajaran skor 90% berada pada kualifikasi sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88,9% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan skor 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji kelompok kecil skor 95,8% berada pada kualifikasi sangat baik, hasil uji lapangan skor 88,6% berada pada kualifikasi baik. (3) efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan t hitung lebih besar daripada t tabel (to>t tabel) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil belajar siswa setelah menggunakan media (90,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (55,67). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sawan ini terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media video pembelajaran.Kata Kunci : media video pembelajaran, IPA, dan hasil belajar The problem which is found at SMP Negeri 1 Sawan that have not achieved the goal so that maximum learning science students tend to lower final value. The average value of seventh grade students is 65, which would still be below the specified KKM, which is 80. In fact, 70% of seventh grade students there are getting values under 60. So do the product research development science teaching video. This study aims to: (1) describe result the design instructional video media; (2) determine the validity of the results of the development of instructional video media according to expert review and testing by the students and (3) determine the effectiveness of the use of video media science learning to the learning outcomes of students of class VII. This study is a research & development (R & D), the model used is Hannafin and Peck. This model there are three stages, namely, requirements analysis, design, and development and implementation. Validation is done by one expert course content, one expert design, and one instructional media expert, 3 students individual test, test a small group of 12 students, and 30 students of the field test. The effectiveness of the instructional video performed by 30 students using pre-test and post-test. Data were collected by questionnaire and tests. Analysis of data using qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques and inferential statistics uji- t. Results of this research is the development of (1) a description of the design development of instructional video (2) Results of the validation performed by the media: a) the content expert scores 93.8% of subjects were on excellent qualifications; b) instructional design experts score of 90% is at a very good qualification; c) 88.9% of instructional media experts are at a good qualification. The results of individual test score of 93.3% in the excellent qualifications, small groups of test results scores 95.8% in the excellent qualifications, the results of the field test score of 88.6% is at a good qualification. (3) the effectiveness of the development of instructional videos showing t is greater than t table (to> t table) so that H0 rejected and H1 accepted. Student learning outcomes after using the media (90.67) is higher than before using the media (55.67). Thus, research conducted in SMP Negeri 1 Sawan there are significant differences in student learning outcomes before and after using the media instructional video.keyword : video as a learning media, science, and learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS FACEBOOK PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Gede Arsa Wijaya; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.77 KB)

Abstract

Permasalahan yang ditemukan di SMP N 1 Singaraja adalah belum optimal penyerapan materi IPS oleh siswa kelas VIII, pemanfaatan fasilitas wifi dan Facebook di sekolah, sehingga dilakukan penelitian produk media e-learning Facebook. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan: 1) mendeskripsikan desain media e-learning Facebook pada pembelajaran IPS, 2) mengetahui kualitas hasil media e-learning Facebook menurut review ahli, dan uji coba siswa, 3) mengetahui efektivitas media e-learning Facebook pada pembelajaran IPS. Desain e-learning Facebook diproduksi dengan merancang flowchart dan storyboard sebagai dasar merancang produk e-learning Facebok. Validasi e-learning dilakukan oleh satu ahli bidang studi, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 siswa uji coba perorangan, 12 siswa uji coba kelompok kecil, dan 24 siswa uji coba lapangan. Efektivitas e-learning Facebook dilakukan oleh 24 siswa menggunakan desain penelitian pretest dan posttest. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan tes dengan instrumen kuesioner dan tes hasil belajar berupa tes objektif. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial/induktif uji-t. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan media e-learning Facebook yaitu produk media e-learning Facebook ; 2) kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan siswa yaitu: a) ahli bidang studi 96%; b) ahli desain pembelajaran 92%; c) ahli media pembelajaran 94% yang semuanya tiga ahli pada kategori sangat baik serta d) uji coba perorangan 90%, uji coba kelompok kecil 91,2%, dan uji coba lapangan 90,5% yang semuanya pada kategori sangat baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan e-learning Facebook menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 6,810 > ttabel =2,201. Ini berarti terdapat perbedaan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan e-learning Facebook.Kata Kunci : Pengembangan, E-learning, Facebook, IPS The problem which is found in SMPN 1 Singaraja is the absorption of IPSs material is yet optimal by eighth grade students, the utilization of wifi facilities and Facebook at school, so conducted product research of media e-learning Facebook. This research is a development research which aimed: 1) Describing the media design of e-learning Facebook in social studies, 2) Finding out the result quality of media e-learning Facebook according to expert review, and students trials, 3) Finding out the effectiveness of the media of e-learning Facebook of social studies. The design of e-learning Facebook is produced by designing flowcharts and storyboards as a basis of designing e-learning Facebook product. The validation of e-learning is conducted by an expert of study field, an expert of learning design, an expert of learning media, 3 students individual trials, 12 students in a small group trials, and 24 students field trials. The effectiveness of e-learning Facebook is conducted by 24 students who use pretest and posttest of research design. Data is collected by questionnaire method and test with the questionnaire instrument and also test of learning result in the form of objective tests. Data analysis use qualitative descriptive, quantitative and inferential statistics / inductive t-test. The results of this research are 1) a description of the development media design of e-learning Facebook namely the product of media e-learning Facebook; 2) the result quality of media development according to an expert review and students, namely: a) the expert of study field 96%; b) 92% the expert of learning design; c) the expert of learning media 94% which all of the three experts are in very good category and d) individual trials 90%, small group trials 91.2%, and field trial 90.5% which all are in very good category; 3) The result effectiveness of the development of e-learning Facebook showed a significance which is obtained is t count = 6.810> t table = 2.201. It means that there is a significant difference in student learning outcomes before and after using e-learning Facebook.keyword : Development, E-learning, Facebook, Social Sciences
PENGEMBANGAN COMPACT DISK (CD) MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SEMESTER II DI SDN 3 BATUBULAN KANGIN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 I Gde Wawan Sudatha, IGN Rai Sukrama, Ketut Pudjawan,
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 1, No 2 (2013): Edisi Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.785 KB)

Abstract

CD multimedia interaktif adalah salah satu media yang belum ada dan perlu dikembangkan di sekolahSDN 3 Batubulan Kangin. Dilihat dari permasalahan yang ada maka tujuan penelitian ini adalah 1)mendeskripsikan rancang bangun CD multimedia interaktif pada mata pelajaran matematika kelas IVsemester II di SDN 3 Batubulan Kangin, dan 2) mengetahui kualitas hasil pengembangan CD multimediainteraktif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Modelpengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Langkah-langkah pengembangannya yaitu:analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Setelah melalui tahap produksidihasilkan produk awal kemudian dilakukan validasi oleh seorang ahli isi mata pelajaran, ahli desainpembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Selanjutnya produk diujicobakan kepada siswa melalui tigatahap, yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Metode pengumpulandata yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket/kuesioner. Pada penelitian ini, kuesionerdigunakan untuk mengumpulkan data hasil review ahli dan uji coba siswa. Data dianalisis dengan teknikanalisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan proses rancangbangun CD Multimedia Interaktif terdiri dari lima tahapan model ADDIE. Kualitas CD Multimedia Interaktifdari: 1) uji ahli isi mata pelajaran Matematika berada pada nilai 91,66% (sangat baik); 2) uji ahli desainpembelajaran berada pada nilai 90% (sangat baik); 3) uji ahli media pembelajaran berada pada nilai86,4% (baik); 4) uji coba perorangan berada pada nilai 93,80% (sangat baik); 5) uji kelompok kecilberada pada nilai 92,14 (sangat baik); 6) uji coba lapangan berada pada nilai 90,71% (sangat baik).Kata kunci: pengembangan, model ADDIE, CD multimedia interaktif
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MODEL WATERFALL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII ., I Made Prasetia Aryawan; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.468 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif, (2) mengetahui validitas multimedia interaktif yang dikembangkan berdasarkan hasil review para ahli dan uji coba produk, dan (3) menguji efektivitas multimedia interaktif yang dikembangkan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII semester genap di SMP Negeri 2 Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan waterfall. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pencatatan dokumen, metode kuesioner dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil dari penelitian ini adalah (1) deskripsi desain pengembangan multimedia interaktif dibuat rancangan berupa flowchart dan storyboard produk yang digunakan sebagai pedoman dalam mengembangkan multimedia interaktif; (2) validitas multimedia interaktif menurut review ahli isi mata pelajaran diperoleh persentase tingkat pencapaian 84,61% berada pada kualifikasi baik, review ahli media diperoleh tingkat pencapaian 89,33% berada pada kualifikasi baik, review ahli desain pembelajaran tingkat pencapaian diperoleh 81,33% berada pada kualifikasi baik, berdasarkan uji coba perorangan diperoleh persentase tingkat pencapaian 90,29% berada pada kualifikasi sangat baik, uji coba kelompok kecil diperoleh tingkat pencapaian 91,21% berada pada kualifikasi sangat baik, dan uji coba lapangan diperoleh tingkat pencapaian 90,06% berada pada kualifikasi sangat baik; (3) efektivitas multimedia interaktif diperoleh hasil t hitung lebih besar daripada harga t tabel, menunjukan thitung (6,219) > ttabel (2,000). Dengan demikian, H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara yang menggunakan multimedia interaktif dan yang tidak menggunakan multimedia interaktif pada mata siswa kelas VII semester genap di SMP Negeri 2 Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model waterfall This research was conducted to (1) describe to design of interactive multimedia development, (2) determine the validity of interactive multimedia to develop based on result review of the expert and product trial, and (3) test the effectiveness of interactive multimedia develop learning outcomes by the seventh of science grade students in SMP Negeri 2 Mendoyo in the academic year of 2014/2015. This type of research is the development research use waterfall development model. Data collection was collect by using the recording documents, questionnaires and test methods. Analysis of the data used is descriptive and qualitative analysis, quantitative descriptive and inferential statistics. The result of this research were (1) a description of design interactive multimedia development made in the project of a flowchart and storyboard design product to use as guidelines in develop interactive multimedia; (2) validity of interactive multimedia based on the expert result review content of achievement 84.61% in the good qualification, obtained media expert result review of achievement 89.33% in the good qualifications, instructional design expert result reviews of achievement 81.33 % in the good qualification, based on individual test of achievement of 90.29% in the excellent qualifications, test a small group 91.21% of achievement is at a very good qualification and field trials obtained of achievement 90, 06% in very good qualification; (3) the effectiveness of interactive multimedia result tcount is more than ttable, refer to count (6.219)> ttable (2,000). Thus, H0 is reject and H1 accept. This means, there is a significant difference between the results of learning science using interactive multimedia and did not use interactive multimedia to the seventh of science grade students in SMP Negeri 2 Mendoyo in the academic year of 2014/2015.keyword : development, interactive multimedia, waterfall model
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BUKTI ., Ni Putu Lia Ariati; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.884 KB)

Abstract

Permasalahan melatarbelakangi penelitian ini, (1) guru masih menggunakan metode konvensional, (2) guru masih menggunakan siswa merasa bosan pada mata pelajaran IPA, Tujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kualitas hasil pengembangan multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA, menurut review ahli, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Hannafin and Peck (analyze, design, development and implementation). Subyek coba terdiri dari seorang ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pencatatan dokumen dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif kualitatif, dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah sebuah multimedia interaktif yang dikembangkan berdasarkan desain (flowchat) dan (storyboard). Hasil evaluasi ahli isi sebesar 95,55% dengan kualifikasi sangat baik. Hasil Evaluasi ahli desain sebesar 80% kualifikasi baik. Hasil evaluasi ahli media sebesar 90% kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan sebesar 89,86% kualifikasi baik. Hasil uji coba kelompok kecil sebesar 85,13% kualifikasi baik. Hasil uji lapangan sebesar 83,62% kualifikasi baik. Penghitungan hasil belajar manual diperoleh hasil t hitung sebesar 18,53. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar dari harga t tabel sehingga H0 ditolak H1 diterima. Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa sebelum dan sesudah menggunakan multimedia interaktif. Rata-rata sebelum menggunakan media yaitu (57,75) lebih rendah dibandingkan sesudah menggunakan media (85,34).Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, model Hannafin and Peck The problem underlying the present study, (1) the teachers are still using conventional methods, (2) the teacher is still using students feel bored in science subjects, the design goal is to describe the development of interactive multimedia on teaching science. Besides, this study also aims to determine the quality of the development of interactive multimedia on teaching science, according to expert reviews, individual testing, small group testing, and field trials. This study uses a model development Hannafin and Peck (analyze, design, development and implementation). The subjects consisted of an expert trying to course content, instructional design experts, instructional media expert, individual testing, small group testing, and field trials. Data collection methods used were recording documents and questionnaires. Data analysis technique used is quantitative descriptive analysis, qualitative descriptive analysis and inferential statistical analysis. The results of this study is an interactive multimedia developed by design (flowchart) and (storyboard). The results of the expert evaluation of the content of 95.55% with excellent qualifications. Evaluation results of 80% of design experts well qualified. The results of the expert evaluation of media by 90% excellent qualifications. Individual test results by 89.86% better qualifications. The results of testing a small group of well qualified by 85.13%. The results of the field test was 83.62% better qualifications. The calculation results obtained by manual learning outcomes t count of 18.53. Price t table significance level of 5% is 2.000. So the price of t is greater than t table so the price is rejected H0 H1 accepted. There are significant differences in science learning outcomes of students before and after the use of interactive multimedia. Average before using media that is (57.75) was lower than after using the media (85.34). keyword : development, interactive multimedia, models Hannafin and Peck

Page 1 of 70 | Total Record : 694