cover
Contact Name
Yulianti
Contact Email
yuliatibora@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
teknologihasilpertanianug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Agriculture Technology Journal
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26141140     EISSN : 26142848     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Gorontalo Agriculture Technology Journal (GATJ) adalah media aplikasi bagi akademisi, peneliti dan praktisi untuk menerbitkan hasil-hasil penelitian dan artikel penelitian yang berhubungan dengan teknologi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Volume 5 Nomor 1 April 2022" : 4 Documents clear
Substitusi Tepung Sagu dan Modified Cassava Flour (Mocaf) pada Produk Makanan Tradisional Ilepa’o Asniwati Zainuddin; Deyvie Xyzquolyna; Asriani I Laboko; Anto Anto; Sri Yuniati Mokoginta
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 5 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.764 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v5i1.1975

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar air, kadar abu, kadar  protein dan tingkat penerimaan panelis terhadap produk tradisional Ilepa’o yang diolah dengan mensubstitusi tepung mocaf pada tepung sagu. Penelitian ini menggunakan  rancangan acak lengkap atau (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian diperoleh yaitu P1 = 50g tepung sagu, P2 = 50g tepung mocaf, P3= 10g tepung sagu+40g tepung mocaf, dan P4=25g tepung sagu+25g tepung mocaf.  Hasil analisa yang di peroleh adalah kadar air P1= 50,41%, P2= 58,90%, P3= 57,86%, dan P4= 55,02%. Kadarabu P1= 1,16%, P2= 2,15%, P3=2,38%, dan P4=2,33%. Kadar protein P1= 11,84%, P2= 11,87%, P3= 9,16%, dan P4= 9,56%. Hasil uji organoleptikpada makanan tradisional ilepao yang paling di sukai oleh panelis (dari segi rasa, aroma, dan tekstur)    adalah perlakuan P4 yaitu dengan formulasi 25gtepung sagu+25g tepung mocaf. Penambahan tepung mocaf memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kadar air dan kadar protein, sedangkan pada kadar abu memberikan pengaruh yang nyata pada produk ilepa’o.
Tingkat Kesukaan Puree Ikan Oci (Rastrelliger kanagurta) Dengan Penambahan Gelatin Ikan Komersial Anto Anto; Deyvie Xyzquolyna; Asniwati Zainuddin
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 5 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.869 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v5i1.1976

Abstract

Puree ikan oci (Rastrelliger kanagurta) merupakan pengembangan produk olahan ikan oci yang ditambahkan bahan pengikat berupa tepung terigu, tepung tapioka, dan gelatin ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerimaan produk puree ikan oci. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan formulasi daging ikan oci, tepung terigu, tepung tapioka dan gelatin ikan sebagai perlakuan yaitu (300 g,150 g, 150 g) dan gelatin ikan (0 g, 10 g, 15 g, dan 20 g). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang paling disukai panelis adalah P3 dengan gelatin ikan 20 g. Dari kadar protein, yang paling tinggi adalah perlakuan P3 dengan nilai 16,29 %.
Analisis Kadar Kafein Kopi Bubuk Arabika di Sulawesi Selatan Menggunakan Spektrofotometri UV-VIS Rismaladewi Maskar; Faisal Faisal
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 5 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.154 KB) | DOI: 10.32662/gatj.v5i1.2010

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari oleh masyarakat, hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kedai kopi dipinggir jalan. Ketergantungan pada minuman kopi salah satunya dapat disebabkan oleh kandungan kafeinnya. Apabila dikonsumsi, kafein dapat memberikan efek positif dan negatif pada tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar kafein pada kopi bubuk lokal berjenis Arabika yang berasal dari wilayah sentra produksi di Sulawesi Selatan dan mengetahui kesesuaian kandungan kafein tersebut dengan standar SNI 01-3542-2004. Penelitian ini menggunakan sampel kopi bubuk lokal dari wilayah Latimojong, Bantaeng, Malakaji, dan Kalosi, dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-VIS, pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan persentasi kadar kafein yang terkandung dalam kopi bubuk lokal yaitu kopi bubuk Arabika Latimojong sebesar 2,98 %, kopi bubuk Arabika Kalosi sebesar 2,85%, kopi bubuk Arabika Malakaji sebesar 2,69% dan kopi bubuk Arabika Bantaeng sebesar 2,95%. Kadar kafein kopi bubuk dari semua sampel lebih dari 2% b/b berdasarkan standar SNI 01-3542-2004, namun masih layak untuk dikonsumsi.
Daya Terima Nugget Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan Penambahan Kacang Merah Mariani Haji Mansyur
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 5 Nomor 1 April 2022
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v5i1.2478

Abstract

Ikan lele merupakan salah satu sumber protein dan lemak yang relatif murah dibandingkan dengan daging. Dengan kelebihan kandungan ikan lele tersebut tidak serta merta membuat masyarakat mau menkonsumsi ikan lele khususnya anak-anak. Untuk itu maka perlu adanya penganekaragaman bentuk olahan ikan lele sehingga lebih menarik untuk dikonsumsi, diantaranya dengan pembuatan nugget ikan lele dengan penambahan bubur kacang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan nugget ikan lele dengan penambahan bubur kacang merah, dan untuk mengetahui tingkat kesukaan nugget ikan lele yang ditambahkan bubur kacang merah secara organoleptik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 3 perlakuan (A. ikan lele 75%; kacang merah 25%, B. ikan lele 50% ; kacang merah 50% dan C. ikan lele 25% ; kacang merah 75%) dengan 3 kali ulangan. Temuan menunjukkan bahwa nugget ikan lele yang ditambahkan bubur kacang merah secara organoleptik menunjukkan panelis suka pada perlakuan A dan C sedangkan perlakuan B sangat disukai oleh panelis baik dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur.

Page 1 of 1 | Total Record : 4