cover
Contact Name
Mokhamad Fakhrul Ulum
Contact Email
ulum@apps.ipb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arshivetlett@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ARSHI Veterinary Letters
ISSN : -     EISSN : 25812416     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020" : 7 Documents clear
Odontoma pada anjing Siberian Husky Lesmana, Muhamad Arfan; Hudriyah, Ulvi; Haryo, Albiruni; Hutasuhut, Fathinah Inas
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.63-64

Abstract

A 12-year-old female Siberian Husky dog ​​was taken to the Animal Education Hospital, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Brawijaya with complaints of meat or mass in the gum area, this has been going on for ± 1 month, but the dog still wants to eat. Physical examination found that the dog's body temperature was 38.9 ºC and heart rate 100 x/minute, and found a medium-sized mass in the gums, there are a lot of tartar and bad breath. Radiographic examination results showed the presence of radioopacity of the mandibular dexter region. The results of blood tests show leukocytosis, lymphocytosis and monocytosis are indications of inflammation. The diagnosis of this patient's disease is odontoma. Therapy is carried out by surgical action of mass extirpation, extraction of the surrounding teeth and cleaning of tartar. Post-surgery given antiseptics, corticosteroids and supplements, and dogs are allowed to go home after 1 day of post-surgical treatment because the condition has improved.
Fraktur supracondylar os femur pada anjing English Bulldog Haryo, Albiruni; Hudriyah, Ulvi; Lesmana, Muhamad Arfan; Puspitasari, Natasha K.
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.67-68

Abstract

An English Bulldog named Dexter were admitted at Brawijaya University Veterinary Teaching Hospital with the anamnesis of undergoing a trauma of being hit by a car. The dog presented with avoiding using left hind leg, limping and pain when palpated. Radiographic imaging showed a closed complete fracture on distal femur, at the supracondylar region. The treatment for this case is using condylar plate and intramedullary pen (rod). There were no complication and the dog were sent go home after 6 day's post-surgery.
Gambaran sitologi squamous cell carcinoma pada kucing Diana, Riya Ulfa; Fitri, Winantika A.M.; Jhoni, Virgi A.R.; Febrianto , Reza
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.61-62

Abstract

Squamous Cell Carcinoma (SSC) merupakan tumor malignant yang berkembang dari epitelium skuamus. Kucing merupakan hewan yang memiliki potensi terkena SSC, utamanya pada kucing yang sering keluar rumah dan terpapar sinar ultraviolet. Tulisan ini melaporkan kasus SSC pada kucing mixed breed yang ditemukan di area persawahan. Pemeriksaan fisik menunjukan kucing dalam kondisi anoreksia, dehidrasi, malnutrisi, alopecia, hiperkeratosis, terdapat massa multifokal (2-5cm) bersifat erosif dan ulseratif pada bagian thorax dan abdomen. Peneguhan diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan ulas jaringan (sitologi) menggunakan tehnik pewarnaan Giemsa. Hasil dari sitologi menunjukkan karakteristik dari SSC yaitu adanya asynchronous sel dengan maturasi nukleus dan sitoplasma tidak seimbang. Sitoplasma sel terdapat vakuola-vakuola kecil dan bulat mengelilingi nukleus, serta terdapat sel-sel radang yang didominasi neutrofil dan limfosit, binukleus sel, anisositosis dan anisokarioasis. Sel berinti banyak dengan ukuran bervariasi
Penanganan kasus prolaps vagina pada sapi induk tidak bunting Rahmawati, Kuntum; Rahayuningtyas, Desi Khairunissa; Alhadi, Fatri; Fikri, Yudi; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.65-66

Abstract

Prolaps vagina umumnya terjadi pada sapi bunting trimester ketiga, namun juga dapat terjadi pada sapi tidak bunting. Tulisan ini melaporkan kasus prolaps vagina pada sapi tidak bunting tiga bulan pasca partus. Sapi mengalami demam, peningkatan frekuensi napas, dan mukosa vagina tampak keluar dari vulva. Sapi ditangani dengan membersihkan mukosa vagina menggunakan air bersih mengalir dan antiseptik selanjutnya direposisi secara manual. Sapi kemudian diberikan antibiotik, antiradang dan multivitamin secara intramuskular
Efek anti radang ekstrak torbangun (Coleus amboinicus) pada induksi cisplatin tikus putih wistar Solfaine, Rondius; Hamid, Iwan Sahrial
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.79-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas ekstrak torbangun (Coleus amboinicus) terhadap biokimia darah dan gambaran histopatologi ginjal pada induksi cisplatin pada tikus putih Wistar (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan 24 tikus putih galur Wistar yang terbagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif dengan pemberian plasebo (P0), kelompok kontrol positif berupa induksi cisplatin dengan pemberian CMC-Na 0.1 % (P1), dan kelompok induksi cisplatin dengan pemberian ekstrak torbangun 500 mg/ kg bb (P2). Pembuatan nefropati pada kelompok perlakuan dengan injeksi intra peritoneal hari ke-4 dosis tunggal cisplatin 5 mg/kg bb. Seluruh kelompok tikus dikorbankan dan diambil sampel darah untuk diukur kadar blood urea nitrogen (BUN), serum kreatinin (SK) dan alkalin phospatase (ALP) sebagai tes fungsi ginjal. Sampel organ fiksasi dengan BNF 10 % untuk histopatologi. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak Coleus amboinicus menurunkan konsentrasi BUN, serum kreatinin, dan alkalin phospatase pada kelompok dengan ekstrak torbangun (P2) dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p<0,05). Analisis histopatologi terlihat perdarahan multifokal, infiltrasi interstisial, adanya adesi membrane capsula glomerulus dan nekrotik tubular secara difus pada kelompok kontrol positif dengan induksi cisplatin (P1). Kerusakan pada glomerulus dan tubulus ginjal lebih ringan pada kelompok yang diberi eksrak torbangun (P2). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian ekstrak torbangun dapat menormalkan gambaran biokimia darah dan menghambat kerusakan ginjal dengan cara menghambat keradangan pada induksi cisplatin pada tikus putih.
Sintesis antigen AFB1-BSA dan konjugasi antibodi anti AFB1-BSA dengan nanopartikel emas sebagai pereaksi imunostrip Krissanti, Ita; Indrawati, Agustin; Maryam, Romsyah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.77-78

Abstract

Aflatoksin B1 (AFB1) often contaminates a great variety of foods and animal feeds that will be dangerous if con-sumed by humans or animals. Rapid detection techniques that can be used in the field is really needed to monitor AFB1 contamination. The aims of this study were to perform synthesis of AFB1-BSA antigen and conjugation of antibody against AFB1-BSA to gold nanoparticle as immunostrip-test reagents. The AFB1-CMO was identified on TLC and AFB1-BSA was characterized using SDS PAGE. The AFB1-CMO formation indicated as a blue spot at 0.45 retention factor (Rf) on TLC and the AFB1-BSA antigen revealed as a single band protein at about 72 kDa molecular weight on the SDS PAGE. Conjugation of antibody against AFB1-BSA to gold nanoparticle resulted in the formation of red-dish purple compound which can be used for the detection of AFB1 on immunostrip. The optimum composition achieved in concentration of AFB1-BSA 1-1.5 mg/ml, IgG anti rabbit 0.1 mg/ml, and antibody against AFB1-BSA-gold nanoparticle conjugate in 0.5x0.5 cm² area characterized by the establishment of two reddish purple lines in the test and control zone.
Gambaran risiko penularan flu burung pada pedagang burung di Kota Pagar Alam melalui prinsip biosekuriti Edo, Edo Saputra Pratama; Siagian, Tetty Barunawati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.4.4.75-76

Abstract

Flu burung disebabkan oleh virus avian influenza yang bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambaran risiko penularan flu burung pada pedagang burung yang ada di kota Pagar Alam Sumatera Selatan berdasarkan prinsip biosekuriti. Penelitian studi lapang cross-sectional dengan kuesioner terstruktur yang memiliki keterkaitan erat dengan pokok-pokok permasalahaan dan melakukan observasi terhadap praktik biosekuriti kepada 13 responden. Hasil kusioner menunjukkan pedagang belum memahami dan belum menerapkan prinsip biosekuriti dalam tokonya. Prinsip biosekuriti yang telah dilakukan berupa kegiatan sanitasi sebagai bentuk kebiasaan pedagang membersihkan kandang burung setiap hari, namun kegiatan ini dilaksanakan tidak maksimal. Prinsip biosekuriti lain seperti isolasi dan kontrol lalu lintas belum dilakukan dengan baik. Kesadaran untuk memvaksinasi burung yang dijual juga belum ada sehingga resiko penularan flu burung berpotensi sangat tinggi bagi pedagang atau ke sesama burung di toko burung.

Page 1 of 1 | Total Record : 7