cover
Contact Name
Oloan Sitohang
Contact Email
obed_sito@yahoo.com
Phone
+6281396358499
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil
ISSN : 26145707     EISSN : 27151581     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil (JRKMS) UNIKA Santo Thomas Sumatera Utara meliputi kajian di bidang Teknik khususnya Teknik Sipil seperti Matematika teknik, Mekanika teknik, Analisis struktur, Konstruksi baja, Konstruksi beton, Konstruksi kayu, Konstruksi gelas, Mekanika tanah, Teknik Pondasi, Hidrologi, Hidrolika, Bangunan air, Manajemen konstruksi, Dinamika Struktur, Earthquake engineering, Informatika, Ilmu Ukur Tanah, Struktur bangunan sipil, Rekayasa Jalan Raya , serta penelitian-penelitian lain yang terkait
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021" : 7 Documents clear
Evaluasi Perencanaan Pelat Lantai Pada Gedung Yayasan Pendidikan Saffiyatul Amaliyyah Jalan Kemuning Medan Putri Dewi Sekar Mayanti; Nurmaidah Nurmaidah
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1166

Abstract

Struktur bangunan teknik sipil, plat lantai merupakan salah satu komponen penting, baik sebagai lantai bangunan, lantai atap maupun lantai jembatan. Plat beton bertulang adalah struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada bidang struktur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis perhitungan pelat lantai dari tebal pelat hingga tulangan pada Gedung Yayasan Saffiyatul Amaliyyah Jalan Kemuning Medan. Nilai tebal plat lantai pada gedung berdasarkan acuan SNI 2847-2013 dan tulangan berdasarkan Peraturan Beton Indonesia 1971. Adapun dalam perencanaan gedung ini digunakan pelat dua arah sehingga ketebalan plat lantai diperoleh setebal 120 cm sesuai SNI 2847-2013 dimana untuk αm ≥2,0 tebal minimum adalah 90 mm, beban yang ditahan sebesar 9,04 kN⁄m2  serta tebal selimut beton 20 mm sesuai peraturan SNI 2847-2013 pada pasal 7.7.1. Untuk perhitungan tulangan plat lantai pada gedung ini, jarak tulangan yang dipakai tidak sesuai dengan PBI 1971 mengingat kemungkinan penghematan bahan yang telah dibuat oleh proyek.
Estimasi Besarnya Biaya Proyek Akibat terjadinya Rework pada Pekerjaan Finishing Ni Kadek Sri Ebtha Yuni
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1172

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering dialami pada tahap pelaksanaan proyek adalah adanya pekerjaan ulang atau rework. Penelitian ini menganalisis pekerjaan arsitektur atau pekerjaan pada tahap finishing. Data-data diperoleh melalui wawancara terstruktur dengan responden yang terpilih yaitu dari pihak kontraktor dan konsultan manajemen konstruksi untuk memperoleh item-item pekerjaan yang mengalami rework dan penyebabnya. Data lain yang diperlukan adalah gambar shopdrawing. Selanjutnya dilakukan perhitungan volume pekerjaan. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh 20 item pekerjaan yang mengalami rework, yaitu 13 pekerjaan disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar kontraktor, 5 pekerjaan disebabkan adanya perubahan desain dari perencana, dan 2 pekerjaan disebabkan oleh kesalahan metode kerja kontraktor. Berdasarkan item tersebut dan gambar shopdrawing dilanjutkan dengan menguraikan pekerjaan yang mengalami rework dengan lebih detail, kemudian dilakukan perhitungan volumenya. Untuk analisa harga satuan digunakan harga kontrak yang telah disepakati antara kontraktor dengan pihak owner. Hasil dari  estimasi biaya yang dilakukan diperoleh hasil penyebab rework berturut-turut adalah  kurangnya komunikasi sebesar Rp 140, 654, 089 atau 54.4 %, perubahan desain Rp 111,540,625 atau 43.1 %, dan kesalahan metode kerja Rp 6,454,495 atau 2.5 %.
Studi Perencanaan Pondasi Sumuran Pada Pembangunan Gedung Bertingkat Tinggi (Perbandingan Antara Pondasi Tiang Pancang dan Pondasi Sumuran) Soaloon Prima Simalango; Agus Purba; Kasimir Sawito
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1226

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi sebuah deskripsi alternatif perencanaan struktur pondasi memakai struktur pondasi sumuran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang mana bermaksud menghimpun data dari beberapa sumber referensi, dilanjutkan dengan menghimpun data teknis gedung, serta survei langsung untuk melihat keadaan lapangan. Diperoleh bahwa beban yang harus ditahan < daya dukung pondasi sumuran, sehingga pondasi sumuran sesuai penggunaan. Tipe 1 diketahui Qa = 313,323 ton > Pu = 245,071 ton, tipe 2 diketahui Qa = 200,363 ton > Pu = 125,424 ton, dan tipe 3 diketahui Qa = 200,735 ton > Pu = 19,296 ton. Terhadap hitungan penulangan pile cap pada tulangan tarik memakai tulangan D19 – 200 dan tulangan tekan memakai tulangan D10 – 250, adapun sumuran memakai tulangan spiral Ø 10 – 50 dan tulangan pokok 28 D 25. Tipe pondasi 1 dipakai pada penulangan pondasi sumuran. Sesuai hasil perhitungan, dipakai tulangan pokok, diameter pondasi, jarak antar tulangan pokok, diameter tulangan spiral, jumlah tulangan pokok dan jarak tulangan spiral satu tipe yakni diameter 1 meter. Pada tulangan spiral Ø 10–50 dan tulangan pokok 28 D 25. Ini disebabkan pendistribusian tegangan beban yang harus diterima tiang sumuran dari hasil perhitungan jika dilakukan perencanaan tulangan dan dimensi sama, sesuai penggunaan.
Pelaksanaan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Proyek Kontruksi, Studi Kasus Dikota Jakarta Edison Hatoguan Manurung; Kasimir Sawito; Isni Rizky Yushadi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1225

Abstract

Pembangunan yang meningkat di Indonesia pada sejumlah wilayah terutama di kota Jakarta yang menyebabkan kontaktor berkompetisi satu sama lain untuk menyelenggarakan pembangunan pada proyek, dimulai dari biaya, kualitas, dan kecepatan. Beberapa kontraktor selalu berkompetisi dalam hal-hal yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, saat ini tidak sedikit kontraktor yang memandang rendah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Riset ini bermaksud melihat tingkat penyelenggaraan sistem manajemen K3 terhadap proyek konstruksi. Penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif melalui observasi, dimana lebih mengarah terhadap hasil yang deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilaksanakan melalui cara purposive.  Penelitian ini dilaksanakan terhadap proyek pembangunan Stasiun LRT (Light Rail Transit) Pancoran Jakarta. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa penyelenggaraan SMK3 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) terhadap proyek konstruksi pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Pancoran Jakarta adalah Baik, yaitu >85% dalam hal pelaksanaan SMK3. Untuk kelengkapan fasilitas K3 terhadap proyek konstruksi, pembangunan Stasiun LRT Pancoran Jakarta bernilai sangat istimewa karena mencapai penilaian 90%, dan tidak ditemukan korban jiwa dalam proyek ini.
Hubungan Kuat Tekan dan Kuat Lentur pada Beton Berpori Samsul Nasrul; Gusneli Yanti; Shanti Wahyuni Megasari
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1122

Abstract

Beton berpori merupakan beton yang mempunyai rongga sehingga dapat mengalirkan air dari atas permukaan kedalam tanah. Riset bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan kuat lentur pada beton berpori. Penelitian ini berdasarkan pada metode ACI-522R-10 dengan menggunakan ukuran gradasi agregat kasar sebesar 9.5-19.5 mm, perbandingan  semen dan agregat kasar sebesar 1:4 dan faktor air semen sebesar 0.3. Zat aditif yang digunakan berupa MasterGlenium ACE 8595 Concrete Additive dengan penambahan aditif sebanyak 0%, 1% dan 2% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder untuk pengujian kuat tekan dan berbentuk balok untuk pengujian kuat lentur. Hasil pengujian  terdapat hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur. Nilai kuat tekan mengalami penurunan  seiring dengan nilai kuat lenturnya.  Hal ini terlihat dari nilai kuat tekan rata-rata dan kuat lentur rata rata tertinggi ada pada campuran I dengan nilai kuat tekan rata-rata 5.4 MPa, dan nilai kuat lentur rata-rata  sebesar 1.96 MPa. Penggunaan Masterglenium pada penelitian tidak menaikan kuat tekan maupun kuat lentur beton.
Keinginan Menggunakan Angkot di kota Medan dengan Peningkatan Layanan Informasi Reynaldo Siahaan; Tommy Iswan Lase
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1227

Abstract

Keterandalan dan kenyamanan pengalaman perjalanan dengan angkot dapat ditingkatkan dengan cara modernisasi, khususnya dengan penyediaan layanan informasi. Dalam studi ini, kami memperkenalkan konsep layanan informasi real-time kepada pengguna angkot, dan mengeksplorasi tingkat keinginan pengguna dalam semakin menggunakan angkot setelah dilengkapi layanan informasi tersebut. Baik karakteristik sosio-ekonomi maupun perjalanan dipergunakan untuk memprediksi tingkat keinginan tersebut. Responden yang merupakan pengguna angkot di Kota Medan diwawancarai dengan instrumen kuesioner terstruktur, dan terkumpul sebanyak 385 orang. Model logit ordinal kemudian dispesifikasikan dalam beberapa kombinasi variabel bebas yang memiliki korelasi baik. Terdapat 2 variabel sosioekonomi (ukuran rumah tangga menengah, dan status sebagai pelajar) dan 2 variabel karakteristik perjalanan (frekuensi kategori rendah, dan menengah) yang signifikan mempengaruhi probabilitas menaikkan tingkat keinginan pengguna. Layanan informasi cenderung diinginkan oleh pengguna, dan dapat meningkatkan keinginan untuk menggunakan angkot meskipun hanya berlaku bagi kelompok tertentu. Sekurang-kurangnya, skenario cenderung menguatkan loyalitas pengguna eksisting. Pengguna kendaraan pribadi adalah salah satu yang kemungkinan berpersepsi biasa saja akan penambahan layanan ini. 
Pengendalian Biaya dan Waktu dengan Metode Earned Value (Studi Kasus : Rancang dan Bangun Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai 450 LPD Tahap 1A) Edhi Pandu Sukmono; Zainuri Zainuri; Widya Apriani
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 4 No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v4i1.1124

Abstract

Proyek Rancang dan Bangun Sistem Penyediaan Air Minum Kota Dumai 450 LPD Tahap 1A direncanakan selesai dalam waktu 8 bulan. Kinerja bulan Agustus 2020 hanya 87,66%, sedangkan rencana 100%, terjadi deviasi sebesar -12,34%, maka diperlukan pengendalian waktu keterlambatan dan biaya yang dibutuhkan hingga proyek dapat terselesaikan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pengendalian biaya dan waktu. Penelitian ini menggunakan metode Earned Value dibantu dengan Microsoft Project 2016. Hasil penelitian bulan Agustus 2020 menunjukkan biaya yang telah dikeluarkan sebesar Rp 76.494.086.618,00 dimana nilai ini lebih kecil dibandingkan biaya rencana sebesar Rp 77.168.849.034,00. Nilai CPI diperoleh sebesar 1,01 > 1, yang menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih kecil. Namun terjadi keterlambatan pada proyek. Ini juga dibuktikan dengan nilai SPI 0,88 < 1, dimana didapatkan keterlambatan selama 60 hari beserta total denda sebesar Rp 249.224.093,00. Sangat penting dilakukan percepatan agar proyek dapat selesai pada waktu yang disepakati.

Page 1 of 1 | Total Record : 7