cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Volume 1, Nomor 1, Juni 2014" : 6 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG INFEKSI SILANG DENGAN PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI Sari, Intan Puspita; Afriza, Dhona; Roesnoer, Masra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.189 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v1i1.49

Abstract

Infeksi silang menjadi perhatian utama bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. Dokter gigi dan tenaga kesehatan gigi beresiko berkontak dengan mikroorganisme patogen pada saat merawat pasien, diantaranya termasuk HIV, Virus hepatitis B (HBV), Virus Hepatitis C (HCV), virus herpes simplex tipe 1 dan 2, Mycobacterium tuberkulosis,dan lain-lain. Kurangnya pengetahuan tentang potensi infeksi yang dibawa saliva dan darah serta mengabaikan perlindungan diri dapat membahayakan petugas kesehatan gigi dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang infeksi silang dengan penatalaksanaan pencegahan infeksi pada mahasiswa kepaniteraan klinik FKG Baiturrahmah. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel adalah mahasiswa kepaniteraan klinik FKG Baiturrahmah. Jumlah sampel adalah 154 orang, sedangkan teknik pengambilan sampel secara acak. Pengumpulan data dilakukan pengamatan dengan mengisi formulir pengamatan dan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada sebanyak 69 (86,3%) mereka yang berpengetahuan tinggi melakukan penatalaksanaan pencegahan infeksi dengan baik, sedangkan yang rendah sebanyak 18 (24,3 %) yang melakukan penatalaksanaan pencegahan infeksi dengan tidak baik. Hasil uji statistik didapat nilai p = 0,141 maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaaan proporsi kejadian kategori pengetahuan dengan penatalaksanaan atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan penatalaksanaan pencegahan infeksi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU IBU TERHADAP KEBIASAAN MENYIKAT GIGI ANAK Zia, Hanim Khalida; Nurhamidah, Nurhamidah; Afriza, Dhona
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.679 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.51

Abstract

Peran orang tua terutama ibu, sangat berpengaruh dalam pemeliharaan kesehatan dan kebersihan gigi anak. Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu terhadap kesehatan gigi akan menentukan status kesehatan gigi anak kelak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku ibu terhadap kebiasaan menyikat gigi pada murid kelas 1 di SDN 02 Ulak Karang Kota Padang. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Cara pengambilan sampel dengan conservative sampling yaitu 36 orang ibu beserta anaknya. Hasil penelitian menunjukkan 52,8% murid kelas 1 SDN 02 Ulak Karang Kota Padang sering menyikat gigi, sedangkan 47,2% lagi jarang menyikat gigi. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kebiasaan menyikat gigi anaknya (p = 0,000). Antara perilaku ibu dengan kebiasaan menyikat gigi anaknya juga memiliki hubungan signifikan (p = 0,007). Namun tidak terdapat hubungan antara sikap ibu dengan kebiasaan menyikat gigi anaknya (p = 0,101). Dari hasil penelitian sebagian besar responden sudah mengetahui cara memelihara kesehatan gigi dan mulut anak, aplikasinya dalam hal tindakan pemeliharaan juga sudah baik, tetapi sikap yang ditunjukkan responden dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak masih kurang.
HUBUNGAN APLIKASI CASEIN PHOSPHOPEPTIDE AMORPHOUS CALCIUM PHOSPHATE (CPP-ACP) TERHADAP REMINERALISASI GIGI Busman, Busman; Arma, Utmi; Nofriadi, Nofriadi
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.826 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.47

Abstract

Casein Phosphopeptide Amorphous Calcium Phosphate (CPP-ACP) merupakan bahan yang dapat memperkuat dan meremineralisasi gigi serta membantu mencegah karies gigi. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang aplikasi CPP-ACP terhadap remineralisasi enamel gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan penelitian analityc experimental pretest and postest design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah gigi premolar yang telah diekstraksi dengan teknik selected sampling. Penelitian ini terdiri dari 3 perlakuan dimana setiap perlakukan menggunakan 10 gigi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata berat gigi sebelum dan sesudah perendaman 1, 2, 3, 4 dan 5, yaitu dengan hasil berturut-turut: konsentrasi 10% 0,0120 g, 0,0087 g, 0,0078 g, 0,0052 g, 0,0030 g, konsentrasi 20% 0,0134 g, 0,0097 g, 0,0091 g, 0,0051 g, 0,0026 g, dan konsentrasi 30% 0,0162 g, 0,0105 g, 0,0088 g, 0,0058 g, 0,0030 g. Hasil penelitian menunjukan berat gigi sebelum dan sesudah perendaman larutan CCP-ACP selama perendaman 1, 2, 3, 4 dan 5 menunjukkan perbedaan yang bermakna (p
EFEKTIVITAS FLEP POSISI KORONAL DENGAN DAN TANPA ACELLULAR DERMAL MATRIX ALLOGRAFT PADA RESESI GINGIVA Lestari, Citra; Murdiastuti, Kwartarini; Syaify, Ahmad
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.332 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.52

Abstract

Resesi gingiva adalah terbukanya akar gigi akibat pergeseran posisi margin gingiva ke apikal dari cemento enamel junction. Salah satu perawatan resesi gingiva adalah flep posisi koronal (FPK) yang dapat dilakukan dengan dan tanpa acellular dermal matrix allograft (ADMA). Acellular dermal matrix allograft merupakan jaringan kulit yang diambil dari individu lain yang diproses khusus sehingga sel-sel dermal terangkat dengan tetap mempertahankan matriks kolagen regeneratif. Kandungan utama ADMA terdiri dari kolagen, elastin, proteoglikan dan pembuluh darah yang berguna mengarahkan regenerasi dan reparasi jaringan periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas flep posisi koronal dengan dan tanpa acellular dermal matrix allograft pada perawatan resesi gingiva dilihat dari parameter gingival thickness (GT) yang dinilai dari dua daerah yaitu ketebalan gingiva keratin (GT1) dan ketebalan mukosa alveolar (GT2). Penelitian dilakukan terhadap 20 kasus resesi gingiva dengan melihat pengukuran GT1 dan GT2 dilakukan sebelum dan 3 bulan sesudah operasi. Hasil analisis statistik unpaired t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan GT1 dan GT2 yang bermakna (p
PREVALENSI STOMATITIS AFTOSA REKUREN DI PANTI ASUHAN KOTA PADANG Fitri, Hanisah; Afriza, Dhona
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.259 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.48

Abstract

Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) atau lebih dikenal sariwan adalah radang kronik pada mukosa mulut, berupa ulkus yang terasa nyeri dan selalu kambuh, terutama pada jaringan lunak rongga mulut mulut tidak berkeratin. Berdasarkan gambaran klinisnya SAR dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu SAR minor, mayor, dan herpetiform. Dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan terbukti bahwa ada beberapa faktor yang berperan pada timbulnya SAR. Faktor-faktor tersebut adalah herediter, trauma emosional, stress, virus, bakteri, alergi, defisiensi nutrisi dan gangguan hormonal. Penyebab SAR pada umumnya adalah gabungan beberapa factor – factor tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi SAR di Panti Asuhan Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster sampling pada tujuh Panti Asuhan di tujuh kecamatan Kota Padang. Dengan jumlah sampel 144 orang yang diambil secara acak dari populasi tiap-tiap Panti Asuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya prevalensi SAR adalah sebesar 10.41%. Sampai saat ini belum ditemukan terapi atau pengobatan yang efektif untuk SAR karena banyaknya faktor yang berpengaruh. Perawatan SAR umumnya non spesifik dan dilakukan untuk tujuan menghilangkan rasa sakit, mengurangi besar dan lamanya ulcer dan mencegah pembentukan ulcer baru.
ANALISIS TERAPI PADA PASIEN TUKAK PEPTIKDI SMF PENYAKIT DALAM RSUD DR. ACHMAD MOCHTAR BUKITTINGGI Suhatri, Suhatri; Hansen, Hansen; Hengky, Hengky
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.899 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v1i1.53

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang hubungan hasil pemeriksaan fisik dengan pilihan terapi pada pasien tukak peptik di SMF penyakit dalam RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Tujuan penelitian ini untuk memahami apakah hasil pemeriksaan fisik telah menjadi rujukan dalam pemberian terapi pada pasien tukak peptik.Penelitian ini merupakan penelitian prospektif dan pengambilan sampel dilakukan dengan metoda purposive sampling. Data dikumpulkan dari bulan Februari sampai April 2012 yang diambil dari rekam medik pasien rawat inap serta menggali informasi dari pasien untuk mendapatkan faktor penyebab tukak peptik. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 pasien penderita tukak peptik diduga tukak disebabkan oleh Helicobacter pylori(38%), stres (36%), penggunaan OAINS (10%) dan Helicobater pylori-OAINS (16%).Terapi yang diberikan adalah ranitidin, omeprazol, lansoprazol, antasida, sukrafalt, dan tidak ditemukan terapi yang menggunakan antibiotik.Hubungan terapi yang diberikan dengan pemeriksaan fisik menunjukkan dari 50 pasien, 23 pasien (46%) yang ada hubungan antara hasil pemeriksaan fisik dengan pilihan terapi tukak peptik, sisanya 27 pasien (54%) tidak ada hubungan antara hasil pemeriksaan fisik dengan pilihan terapi tukak peptik. Hasil menunjukkan bahwa pemeriksaan fisik belum dijadikan rujukan dalam pemberian terapi.Diperlukan pemeriksaan Helicobacter pylori untuk memastikan faktor penyebab penyakitnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6