cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 1, Juni 2015" : 11 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KACA DAN SERAT POLIESTER TERHADAP KEKUATAN IMPAK BAHAN BASIS GIGITIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Fransisca, Wennie; Nasution, Ismet Danial
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.14 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.10

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) merupakan bahan yang sering digunakan sebagai bahan basis gigitiruan. Sifat bahan RAPP terutama sifat mekanis tergantung pada kekuatan impak. RAPP memiliki kekuatan impak yang rendah sehingga mudah patah apabila terjatuh. Kekuatan impak resin akrilik dapat ditingkatkan dengan penambahan serat kaca (SK) dan serat poliester (SP). Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan desain post test group only control. Penelitian ini dilakukan pada sampel RAPP tanpa penambahan serat (A), dengan penambahan SK 1% (B), SK 3% (C), SP 1% (D) dan SP 3% (E) dengan ukuran sampel 80 mm x 10 mm x 4 mm. Jumlah total sampel sebanyak 30 sampel yang terdiri dari 6 sampel untuk masing-masing kelompok perlakuan. Setiap sampel dilakukan perhitungan kekuatan impak dan dianalisis dengan uji ANOVA satu arah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kaca dan serat poliester terhadap kekuatan impak pada bahan basis gigitiruan RAPP. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penambahan SK dan SP terhadap kekuatan impak bahan basis RAPP dengan p = 0,001 (p < 0,05) dengan pasangan perlakuan yang bermakna adalah kelompok (A) dan (B) dengan p = 0,002 (p < 0,05), kelompok (A) dan (C) dengan p = 0,001 (p < 0,05), kelompok (A) dan (D) dengan p = 0,006 (p < 0,05) serta kelompok (A) dan (E) p = 0,001 (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan dengan penambahan SK 1% atau SP 1% dapat meningkatkan kekuatan impak, sehingga bahan basis gigitiruan yang dihasilkan akan lebih resisten terhadap benturan
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG TELUR TERHADAP KEKUATAN TEKAN GLASS IONOMER CEMENT Mozartha, Martha; Praziandithe, Muthiara; Sulistiawati, Sulistiawati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.878 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.42

Abstract

Glass Ionomer Cement (GIC) memiliki sifat-sifat yang menguntungkan sebagai material restorasi. Namun, penggunaannya terbatas karena GIC memiliki kekuatan tekan yang rendah. Berbagai penelitian dilakukan untuk meningkatkan kekuatan tekan GIC, salah satunya penambahan hidroksiapatit ke bubuk GIC. Hidroksiapatit dapat disintesis dari larutan kimia atau berbagai limbah alam, misalnya cangkang telur, melalui metode presipitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan hidroksiapatit dari cangkang telur terhadap kekuatan tekan GIC Fuji IX (GC Corporation). Pembuatan 32 silinder GIC berdiameter 4mm dan tinggi 6mm dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: kelompok GIC tanpa penambahan hidroksiapatit sebagai kelompok kontrol (n=16) dan kelompok GIC dengan penambahan 8% hidroksiapatit sebagai kelompok uji (n=16). Kekuatan tekan diukur dengan Universal Testing Machine. Data dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil pengukuran rata-rata kekuatan tekan GIC kelompok kontrol adalah 104,33±1,36 MPa dan kelompok uji adalah 109,52±1,58 MPa. Hasil uji T pada data tersebut menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p
PENGARUH LARUTAN KOPI BUBUK ROBUSTA TERHADAP STABILITAS WARNA PADA RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Kasuma, Nila; Putri, Yunike Genisya; Lipoeto, Indrawati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.233 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.11

Abstract

Resin akrilik polimerisasi panas merupakan salah satu bahan kedokteran gigi yang banyak digunakan untuk pembuatan basis gigi tiruan. Stabilitas warna merupakan karakteristik yang sangat penting pada resin akrilik karena sangat dititik beratkan dalam mencapai nilai estetik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh larutan kopi terhadap stabilitas warna resin akrilik polimerisasi panas yang direndam selama 1, 3, 5 dan 7 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan desain post test only controlled group design. Sampel yang digunakan berjumlah 25 sampel dengan ukuran 20 x 10 x 2 mm yang dibagi menjadi 4 kelompok yang direndam larutan kopi, yaitu masing-masing 6 sampel yang direndam selama 1, 3, 5 dan 7 hari. 1 buah sampel dijadikan kelompok kontrol yang direndam selama 1 hari dalam larutan aquabides. Setelah dilakukan perendaman, sampel diuji stabilitas warnanya dengan menggunakan alat uji stabilitas warna yaitu dengan menggunakan alat Spectrophotometer UV-Visible. Nilai rata-rata absorbansi pada kelompok A (1 hari) adalah 0,38. Pada perendaman selama 3 hari (kelompok B) adalah 0,39, perendaman selama 5 hari (kelompok C) adalah 0,45 dan perendaman selama 7 hari (kelompok D) adalah 0,64. Uji statistik One Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar semua kelompok perlakuan dengan p=0,000. Kopi dapat mempengaruhi stabilitas warna resin akrilik polimerisasi panas. Namun, pada perendaman selama 1 dan 3 hari tidak memperlihatkan perubahan warna secara visual, sehingga tetap estetis dan masih dapat digunakan. Pada perendaman selama 5 dan 7 hari terlihat adanya perubahan warna secara visual.
EFEK EKSTRAK SAMBILOTO (Andrographis Paniculata) TERHADAP JUMLAH SEL INFLAMASI PADA MODEL PERIODONTITIS Orienty, Fauzia Nilam; Handajani, Juni; Haniastuti, Tetiana
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.874 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.25

Abstract

Periodontitis merupakan infeksi kronis pada jaringan periodontal yang disebabkan oleh interaksi antara bakteri periodonpatogen dengan sistem pertahanan tubuh. Antiinflamasi non steroid (AINS) adalah salah satu golongan obat yang digunakan pada kasus periodontitis. Konsumsi AINS dalam jangka waktu panjang memberikan efek samping seperti gangguan pada gastrointestinal. Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman obat yang mempunyai bahan aktif berupa andrographolide yang memiliki efek antiinflamasi dengan cara menghambat migrasi sel inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek ekstrak sambiloto terhadap jumlah sel inflamasi pada kasus periodontitis yang diinduksi pada tikus. Penelitian ini menggunakan 64 tikus Wistar jantan. Periodontitis pada tikus diinduksi dengan cara pemasangan silk ligature pada daerah subgingiva gigi anterior rahang bawah selama 14 hari. Setelah 14 hari, ligasi dilepaskan dan tikus dari masing-masing kelompok diberi perlakuan ekstrak sambiloto 600 mg/kg BB (kelompok I), ekstrak sambiloto 900 mg/kg BB (kelompok II), aspirin (kelompok III) dan saline (kelompok IV) secara per oral. Tikus didekapitasi pada hari ke-1, -3, -5 dan -7 setelah perlakuan. Spesimen didekalsifikasi menggunakan EDTA 0,1M, ditanam pada parafin dan dilakukan pemotongan. Pengecatan hematoksilin eosin dilakukan untuk menghitung jumlah sel inflamasi. Hasil uji Anava dua jalur menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antar kelompok, mengindikasikan bahwa ekstrak sambiloto berpengaruh terhadap jumlah infiltrasi sel inflamasi. Hasil uji LSD memperlihatkan bahwa ekstrak sambiloto 900 mg/kg BB lebih efektif dalam menurunkan jumlah sel netrofil dan makrofag dibandingkan dengan ekstrak sambiloto dosis 600 mg/kg BB, aspirin dan saline. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak sambiloto 900 mg/kg BB dapat menurunkan jumlah sel inflamasi pada tikus yang diinduksi periodontitis.
PENGARUH TRADISI NASI PAPAH TERHADAP RISIKO TERJADINYA EARLY CHILDHOOD CARIES DI DESA SENYIUR LOMBOK TIMUR Sjarkawi, Gita; Novrinda, Herry; Bahar, Armasastra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.155 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.21

Abstract

Cara pemberian makanan pada balita sedikit banyak dipengaruhi oleh tradisi budaya di suatu daerah tertentu. diantaranya adalah tradisi nasi papah atau seringkali juga disebut nasi papak yang masih banyak dilakukan oleh para ibu di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya di Kabupaten Lombok Timur, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Tradisi nasi papah adalah nasi yang telah dikunyah dan dilumatkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada balita. Dari segi kesehatan terutama kesehatan mulut, hal ini berisiko terhadap terjadinya Early Childhood Caries(ECC). Perilaku tersebut dapat menyebabkan transmisi mikroorganisme S. mutans dari mulut ibu ke mulut anak. Tujuan Untuk mengetahui pengaruh tradisi nasi papah terhadap risiko terjadinya Early Childhood Caries. Desain yang digunakan adalah cross sectional dengan jumlah total sampel subyek penelitian sebanyak 186 anak berusia 6 – 60 bulan yang didampingi oleh ibunya, yang bertempat tinggal di Desa Senyiur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pemeriksaan Intra Oral dilakukan untuk mengukur karies gigi ibu dan anak dengan menggunakan indeks DMFT/deft dan untuk mendapatkan informasi mengenai perilaku kesehatan mulut ibu dan anak dilakukan wawancara pada ibu dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisa dengan uji Chi Square. perilaku nasi papah mempunyai risiko terhadap terjadinya ECC dengan OR 5,46 (95%CI 4,24-36,55), p
PENGARUH KOMPOSISI BEBERAPA GLASS FIBER NON DENTAL TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL FIBER REINFORCED COMPOSITES Sari, Widya Puspita; Sunarintyas, Siti; Nuryono, Nuryono
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.035 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.12

Abstract

E-glass fiber merupakan fiber reinforcement yang sering digunakan di kedokteran gigi karena berikatan baik dengan polimer melalui silane coupling agent, meningkatkan kekuatan mekanis dan tidak sensitif terhadap kelembaban. Ketersediaan E-glass fiber dental di Indonesia terbatas dengan harga relatif mahal. Glass fiber non dental banyak tersedia di Indonesia dengan harga terjangkau, yang biasa digunakan pada pembuatan panel gypsum dan komponen otomotif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh komposisi glass fiber non dental terhadap kekuatan fleksural fiber reinforced composites. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah E-glass fiber dental (Fiber-splint, Polydentia SA, Switzerland), glass fiber non dental A (LT, China), B (CMAX, China) dan C (HJ, China), flowable composite (CharmFil Flow, Denkist, Korea) dan silane coupling agent (Monobond S, Ivoclar Vivadent, Liechtenstein). Subjek dibagi dalam 5 kelompok: tanpa fiber, E-glass fiber dental, glass fiber non dental A, B dan C . Uji kekuatan fleksural berdasarkan ISO 10477. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan ANAVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan rerata kekuatan fleksural (MPa) terendah pada kelompok tanpa fiber (126,18±5,21) dan tertinggi pada kelompok glass fiber non dental A (208,03±8,32). Hasil ANAVA satu jalur menunjukkan pengaruh bermakna dari komposisi fiber terhadap kekuatan fleksural (α < 0,05). Kesimpulan penelitian: Kandungan SiO2, Al2O3 dan alkali tanah oksida (MgO dan CaO) yang tinggi pada glass fiber meningkatkan kekuatan fleksural dari fiber reinforced composites.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KAPUK RANDU (Ceiba pentandra (L.) Gaertn) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutans Busman, Busman; Edrizal, Edrizal; Saputra, Danu Eko
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.393 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.8

Abstract

Streptococcus mutans bakteri yang bersifat kariogenik atau penyebab terjadinya karies pada gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun kapuk randu (Ceiba pentandra L. Gaertn) terhadap bakteri Streptococcus mutans. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biokimia Kopertis Wilayah X, Padang, pada bulan April 2015. Bahan yang digunakan adalah ekstrak daun kapuk randu konsentrasi 20 %, 30 %, 40 %, 50 %, 60 % dan 80 % dengan menggunakan DMSO. Kontrol positif menggunakan amoxicilin. Diuji menggunakan Uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi tingkat konsentrasi ekstrak daun kapuk randu (Ceiba pentandra L. Gaertn) maka semakin tinggi pula diameter zona hambat terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan nilai rata-rata yang diperoleh 16 mm, 19 mm, 21 mm, 23 mm, 24 mm, 26 mm dan 25 mm secara berurutan. Berdasarkan uji statistik ANOVA diameter zona hambat (mm) dalam berbagai konsentrasi ekstrak daun kapuk randu menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05)
PENGARUH JENIS DAN LAMA PERENDAMAN NON DENTAL GLASS FIBER REINFORCED COMPOSITE TERHADAP SITOTOKSISITAS SEL FIBROBLAS Murdiyanto, Dendy; Widjijono, Widjijono; Nuryono, Nuryono
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.801 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.13

Abstract

Perawatan di kedokteran gigi mulai menggunakan material fiber reinforced composite (FRC) sebagai bahan penyusun alat-alat tertentu seperti gigi tiruan cekat, restorasi onlay, splinting gigi goyah, pasak gigi dan space maintainer. Penyusun FRC terdiri dari fiber dengan jenis terbanyak glass fiber dan matriks berupa dental composite. Non dental glass fiber merupakan jenis glass fiber yang digunakan pada pembuatan gypsum, patung dan alat-alat otomotif yang mudah dijumpai di pasaran dengan harga terjangkau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sitotoksisitas jenis dan lama perendaman non dental glass fiber reinforced composite terhadap sel fibroblas yang mati. Penelitian ini menggunakan FRC yang diperkuat oleh 3 jenis non dental glass fiber I, II, III dan dental E-glass fiber sebagai pembanding. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan methyl tetrazolium test (MTT) menggunakan sel vero terhadap air hasil rendaman FRC selama 1, 4, 7 dan 10 hari masing-masing 6 pengulangan sampel tiap kelompok. Jumlah sel yang mati menunjukkan tingkat sitotoksisitas dan kemudian dianalisa dengan Anava dua jalur (α = 0,05).Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kematian sel tertinggi yaitu 8,55 ± 0,27 % pada FRC III dengan lama perendaman 10 hari, sedangkan rata-rata kematian sel terendah yaitu 8,48 ± 0,35 % pada dental glass fiber dengan lama perendaman 1 hari. Berdasarkan pedoman dari Sjögren bahan tidak bersifat sitotoksis jika kematian sel masih dibawah 10%. Uji Anava dua jalur menunjukkan bahwa jenis non dental glass fiber reinforced composite dan lama perendaman mempunyai pengaruh tidak bermakna (p>0,05) terhadap sitotoksisitas sel fibroblas. Kesimpulan hasil penelitian yaitu non dental glass fiber reinforced composite tidak bersifat sitotoksis terhadap sel fibroblas, jenis non dental glass fiber reinforced composite dan lama perendaman tidak berpengaruh terhadap sitotoksisitas sel fibroblas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA CO-ASS TERHADAP DESAIN TATA LETAK RUANG RSGM FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG Yandi, Satria; Priyono, Bambang; Sriyono, Niken Widyanti
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.569 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.41

Abstract

Latar Belakang Desain tata letak ruang RSGM yang baik dan nyaman akan mempengaruhi kepuasan pelanggannya, baik pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan atau bersifat multifaktorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa Co-Ass terhadap desain tata letak ruang RSGM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Padang. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa Co-Ass yang memenuhi kriteria inklusi dan bekerja aktif selama periode September 2014 sampai dengan Maret 2015 yang diambil secara total sampling. Desain tata ruang RSGM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Padang merupakan variabel pengaruh yang diukur melalui acces, security, understanding customer dan kepuasan mahasiswa Co-Ass. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert dan Semantic Differentials, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil Penelitian analisis regresi berganda menunjukkan bahwa security (p = 0.535) tidak berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass. Variabel acces (p = 0.000) dan understanding customer (p = 0.010) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass sebesar 41,9% (R2 = 0.419). Kontribusi paling besar pada variabel acces 83,3% (partial eta square = 0.833) dan understanding customer 62,8% (partial eta square = 0.628). Kesimpulannya 1) Acces dan understanding customer berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass; 2) Semakin baik acces dan understanding customer maka semakin tinggi kepuasan mahasiswa Co-Ass; 3) Security tidak berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass; 4) Kepuasan mahasiswa Co-Ass terhadap desain tata ruang RSGM terbesar dipengaruhi oleh acces.
PENATALAKSANAAN GIGI TIRUAN LENGKAP DENGAN LINGGIR DATAR DAN HUBUNGAN RAHANG KLAS III DISERTAI CEREBROVASCULAR ACCIDENT (LAPORAN KASUS) Angelia, Veronica; Syafrinani, Syafrinani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.283 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.14

Abstract

Kasus edentulus dengan resorpsi linggir alveolaris yang berlebihan banyak dijumpai pada pasien lanjut usia (lansia). Selain itu sering juga disertai penyakit sistemik seperti Cerebrovascular accident (CVA) yang berdampak pada daerah rongga mulut dan sekitarnya antara lain paralisis wajah, dysphagia, aphasia, dysphasia, dan dysarthria. Penatalaksanaan gigi tiruan lengkap dengan linggir datar untuk pasien seperti di atas sering menimbulkan kesulitan dalam memperoleh retensi, stabilisasi, oklusi dan estetis yang baik. Laporan kasus ini menjelaskan tentang penatalaksanaan gigi tiruan lengkap dengan linggir datar dan hubungan rahang klas III disertai CVA. Pasien perempuan, usia 70 tahun, datang ke RSGMP FKG USU, ingin dibuatkan gigi tiruan rahang atas dan bawah dengan keluhan sulit mengunyah makanan. Pasien menderita CVA. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan profil wajah tampak samping lurus. Pemeriksaan intraoral menunjukkan linggir datar pada rahang bawah dan ukuran lengkung rahang atas lebih kecil dari rahang bawah. Penatalaksanaan linggir datar rahang bawah yaitu desain basis yang diperluas sampai sulkus alveolingual dan basis diperkuat dengan kerangka logam untuk mencegah patah. Relasi rahang Klas III diatasi dengan pemilihan gigi artifisial semi anatomis dan penyusunan gigi crossbite bilateral. Pasien mengalami CVA sehingga perawatan harus dilakukan dalam waktu yang singkat dan suasana yang nyaman di pagi hari. Kontrol otot diperlukan untuk meningkatkan stabilitas gigi tiruan. Pada keadaan paralisis wajah, latihan memakai gigi tiruan untuk mendeteksi bentuk benda yang ditempatkan di mulut dan melatih pengunyahan pada kedua sisi rahang. Pasien dengan linggir datar dan hubungan rahang klas III disertai CVA memerlukan modifikasi dalam penatalaksanaan gigi tiruan lengkap sehingga menghasilkan retensi, stabilisasi, oklusi dan estetis yang baik untuk dapat meningkatkan nutrisi, kesehatan umum dan kualitas hidup.

Page 1 of 2 | Total Record : 11