cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 6, Nomor 1, Juni 2019" : 10 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN ALUMINIUM OKSIDA PADA BAHAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN Lubis, Mahrizka Desi Ory; Putranti, Dwi Tjahyaning
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.382 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.202

Abstract

Pendahuluan : Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) masih menjadi bahan basis gigi tiruan yang paling sering digunakan. RAPP memiliki estetis yang baik, proses pembuatan yang mudah diperbaiki, mudah dalam proses pembuatan, dan harga relatif murah. Meskipun demikian, RAPP memiliki sifat mekanis yang rendah yaitu kekerasan dan sifat fisis yang penting seperti kekasaran permukaan, sehingga diperlukan  modifikasi dengan menambahkan bahan penguat berupa aluminium oksida (Al2O3) atau alumina. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penambahan aluminium oksida pada bahan basis gigi tiruan RAPP terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. Metode : Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan 24 sampel berukuran 60 mm x 10 mm x 3 mm dengan konsentrasi kontrol, 7,5%, 10%, 15%. Kekerasan sampel kemudian di uji menggunakan Vickers Hardness Tester dan 24 sampel berukuran 80 mm x 10 mm x 3 mm dengan konsentrasi kontrol, 7,5%, 10, 15%  untuk kekasaran permukaan kemudian diuji menggunakan  Surface Roughness Tester. Data analisis dengan uji T independen Hasil : Nilai kekerasan kelompok kontrol dan ketiga kelompok perlakuan penambahan aluminium oksida 7,5%, 10%, 15% berturut-turut adalah 15,551 VHN, 19,339 VHN, 25,505 VHN, dan 30,394 VHN; Sedangkan nilai kekasaran  permukaan kelompok kontrol dan ketiga kelompok perlakuan penambahan aluminium oksida 7,5%, 10%, 15% berturut-turut adalah 0,189 µm, 0,221 µm, 0,271 µm dan 0,308 µm. Penambahan bubuk aluminium oksida pada RAPP dapat meningkatkan kekerasan dan kekasaran permukaan secara signifikan (p=0,0001 (p<0,05)),  Simpulan : Penambahan aluminium oksida pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas berpengaruh dalam meningkatkan kekerasan dan meningkatkan kekasaran permukaan yang masih dapat diterima pada konsentrasi 7,5%.
PERBEDAAN PENYERAPAN AIR DAN STABILITAS WARNA BASIS GIGI TIRUAN POLIAMIDA 6 DAN POLIAMIDA MIKROKRISTALIN SETELAH PERENDAMAN TEH Wanzura, Ayu; Wahyuni, Siti
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.704 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.203

Abstract

Pendahuluan : Poliamida merupakan bahan yang disarankan sebagai alternatif dari resin akrilik. Poliamida memiliki kelemahan yaitu penyerapan air yang tinggi sehingga berdampak terhadap stabilitas warna poliamida. Pada penelitian ini poliamida yang digunakan adalah poliamida 6 (Bioplast) dan poliamida mikrokristalin (Lucitone FRS). Poliamida Mikrokristalin merupakan poliamida generasi baru yang diciptakan untuk menanggulangi kelemahan – kelemahan pada poliamida sebelumnya. Metode : Jenis penelitian ini adalah experimental laboratoris dan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Gigi USU, FMIPA USU dan Fakultas Farmasi USU. Sampel terdiri dari 24 silinder dengan  berukuran diameter 15 mm ± 1 mm dan ketebalan 0.5 mm ± 0,1 mm (ISO 4049) dan terbagi menjadi empat kelompok (kelompok A poliamida 6 untuk pengujian penyerapan air, kelompok B poliamida mikrokristalin untuk pengujian penyerapan air, kelompok C poliamida 6 untuk pengujian stabilitas warna dan kelompok D poliamida mikrokristalin untuk pengujian stabilitas warna). Data dianalisis dengan uji T Independen. Hasil : Berdasarkan uji T Independen hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan diantara kelompok A dan B (p=0,0001, p<0,05) dan diantara kelompok C dan D (p=0,012, p<0,05) Simpulan: Poliamida Mikrokristalin memiliki penyerapan air yang lebih rendah dan stabilitas warna yang lebih baik dibandingkan Poliamida 6
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN OLAHRAGA DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA DOKTER GIGI DAN MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI DI SUMATERA BARAT Ningrum, Valendriyani; Rifani, Rifani; Bakar, Abu
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.78 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.143

Abstract

Prevalensi keluhan gangguan muskuloskeletal pada dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi memiliki tingkat yang tinggi. beberapa faktor telah dipertimbangkan menjadi penyebab dari MSD. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa olahraga dan masa kerja merupakan faktor terjadinya MSD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan olahraga dan masa kerja terhadap gangguan muskuloskeletal (MSD) pada dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi di Sumatera Barat. Desain penelitian ini adalah observasional cross sectional study dengan 261 dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga dan MSD leher atas dan leher bawah (0,000) selanjutnya tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga dan MSD pada pinggang, bahu kanan, dan pergelangan tangan kanan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lama waktu kerja dan MSD pada pinggang, leher atas, bahu kanan, pergelangan tangan kanan, dan leher bawah
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) PADA MENCIT PUTIH GALUR SWISS WEBSTER Satopa, Wanda; Desnita, Eka; Lestari, Citra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.534 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.226

Abstract

Buah terong belanda merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan memiliki manfaat  sebagai antioksidan karena mengandung nutrisi dan senyawa kimia yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E), karoten, flavonoid dan serat.  Flavonoid dapat mengurangi rasa nyeri dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek analgetik ekstrak buah terong belanda (Solanum betaceum) terhadap mencit putih galur swiss webster. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode writhing dengan menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC 1%), kelompok kontrol positif (asam mefenamat 1,3 mg/20grBB) dan kelompok ekstrak buah terong belanda (dosis 1 mg/20grBB, 2 mg/20grBB dan 4 mg/20grBB) pada mencit putih jantan. Analisa statistik menggunakan uji Oneway ANOVA dengan nilai p=<0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa  pada dosis  4 mg/20gr BB dan dosis 2 mg/20grBB memiliki efek analgetik yang berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Sedangkan dosis 1 mg/20gr BB tidak memiliki efek analgetik secara bermakna terhadap kontrol negatif. Pada dosis 4 mg/20gr BB memiliki efektifitas analgetik sebesar 116,9% yang melebihi persen efektifitas analgesik kontrol positif. Ekstrak etanol buah terong belanda berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat analgetik baru.
HUBUNGAN INDEKS SEVERITAS KARIES DENGAN PH SALIVA PADA PENYANDANG TUNAGRAHITA DI PANTI SOSIAL BINA GRAHITA (SBG) HARAPAN IBU KALUMBUAK KOTA PADANG TAHUN 2018 Khamisli, Yuhelmina; Elianora, Dewi; Mahata, Intan Batura Endo
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.143 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.228

Abstract

Pendahuluan: Karies merupakan hilangnya ion-ion mineral secara terus menerus dari permukaan email atau permukaan akar gigi yang disebabkan oleh bakteri. Kerusakan ini ditandai dengan adanya white spot lesion atau bercak putih. Sebuah gigi dapat mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi, ketika pH turun menjadi 5,5 proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari pada proses remineralisasi. Penyandang tunagrahita memiliki risiko yang tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut daripada orang normal karena penyandang tunagrahita memiliki keterbatasan dalam merawat diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks severitas karies dengan pH saliva pada penyandang tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita (SBG) Harapan Ibu Kalumbuak Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 100 orang diperoleh dengan total sampling. Karies diukur menggunakan indeks DMF-T. Data dianalisis menggunakan uji chi – square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan indeks DMF-T berada pada kategori tinggi serta pH saliva asam. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapatnya hubungan indeks severitas karies dengan pH saliva pada penyandang tunagrahita
PEMANFAATAN BIOMATERIAL KITOSAN DALAM BIDANG BEDAH MULUT Firdaus, Fitriana Griselda; Hartomo, Bambang Tri
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.682 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.82

Abstract

Pendahuluan : Kitosan (poly-β-1,4-glucosamine) merupakan suatu biomaterial derivate kitin yang masih terus dikembangkan hingga saat ini, karena terbukti tidak toksik, biocompatibel, dan biodegrability dibandingkan dengan polimer lainnya, sehingga kitosan sangat berguna dalam bidang biomedis. Limbah laut yang cukup besar di Indonesia dapat dijadikan sebagai sumber kitin, sehingga kitosan menjadi polimer paling berlimpah kedua yang ditemukan di alam setelah selulosa. Kitosan juga memiliki sifat osteokonduktivitas tinggi yang baik untuk meningkatkan regenerasi tulang. Penelitian tentang efektivitas penggunaan biomaterial kitosan dalam menunjang proses penyembuhan luka di bidang kedokteran gigi telah banyak dilakukan dan dilaporkan. Tujuan : Literature review ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan biomaterial kitosan dalam bidang bedah mulut. Pembahasan : Telah banyak penelitian yang dilaporkan bahwa kitosan dapat menjadi akselerator atau dapat mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara meningkatkan sel-sel inflamasi seperti makrofag, sel leukosit polimorfonuklear (PMN), osteoblas, dan fibroblas. Pada penelitian yang menggunakan hidrogel kitosan disebutkan bahwa aplikasi hidrogel kitosan dapat mengurangi rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan, serta perdarahan yang signifikan pada pasien pasca pembedahan gigi molar ketiga. Pada tahun 2018 juga dilakukan penelitian yang menyebutkan bahwa kitosan yang dikombinasikan dengan spirulina dapat meningkatkan angiogenesis secara efektif pada soket tikus wistar dalam kondisi non diabetes maupun diabetes terkontrol. Simpulan : Kitosan dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan dapat ditoleransi dengan baik oleh fibroblas gingiva disertai respon sinergis dari faktor pertumbuhan seperti platelet derivate growth factor (PDGF) yang memainkan peranan penting dalam proses angiogenesis dan menstimulasi proliferasi sel fibroblas
ANALISIS KOMPARATIF SEBAGAI PENENTU SWOT PADA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BAITURRAHMAH PADANG Zia, Hanim Khalida; Semiarty, Rima; Lita, Ratni Prima
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.277 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.125

Abstract

Pada tahun 2017 pendapatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang meningkat 5,8% dan pada tahun 2018 pendapatan menurun sebanyak 23,5%. Situasi perkembangan zaman yang selalu berubah-ubah dapat menjadikan peluang peningkatan usaha atau bahkan menjadi ancaman bagi rumah sakit. Salah satu upaya untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat bagi rumah sakit adalah dengan analisis SWOT. Analisis SWOT dapat dimulai dengan memahami strengths (kekuatan) dan weaknesses (kelemahan) pada aspek internal serta mengenali opportunities (peluang) dan threats (ancaman) yang terkandung dalam lingkungan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis komparatif sebagai penentu SWOT pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang. Jenis penelitian adalah kualitatif. Informan terdiri dari Pemilik, Direktur, Wakil Direktur, Karyawan, Mahasiswa, Pasien dan Masyarakat yang tinggal di sekitar Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utamanya yaitu memiliki izin operasional RSGM. Kelemahan utamanya yaitu belum terakreditasi. Peluang utamanya yaitu perkembangan teknologi yang semakin maju. Sedangkan, ancaman utamanya yaitu media sosial sehingga promosi pesaing lebih gencar.
PERBEDAAN JENIS MIKROORGANISME PADA BAJU PELINDUNG DOKTER GIGI PADA TINDAKAN SKELING DAN ORAL SCREENING DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BAITURRAHMAH Humairoh, Restu; Ningrum, Valendriyani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.828 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.204

Abstract

Dokter gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah menggunakan baju pelindung dokter gigi sebagai pakaian praktek sehari-hari, dengan baju pelindung tersebut berpotensi sebagai tempat transmisi bakteri patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis mikroorganisme pada baju pelindung Dokter gigi pada tindakan skeling dan oral screening Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah baju pelindung Dokter gigi saat melakukan tindakan skeling dan oral screening Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturahmah dan teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Hasil penelitian jenis mikroorganisme pada baju pelindung Dokter gigi pada tindakan skeling ditemukan bakteri Bacillus sp, Streptococcus sp, Staphylococcus sp dan Staphylococcus aureus dan tindakan screening hanya ditemukan bakteri Bacillus sp dan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara  jenis mikroorganisme pada baju pelindung Dokter gigi pada tindakan skeling dan oral screening
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN KOMPATIBILISASI PADA NILON DAUR ULANG TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL BASIS GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK Wahyuni, Siti; Wijaya, Windy Putri
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.407 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.129

Abstract

Pendahuluan : Nilon adalah nama generik dari salah satu tipe golongan termoplastik yaitu poliamida yang digunakan untuk pembuatan basis gigi tiruan fleksibel. Nilon dimanipulasi dengan proses injection moulding yang akan menghasilkan basis gigi tiruan dan nilon sisa. Nilon sisa (limbah nilon) dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena ketidakmampuan untuk terurai dalam jangka waktu yang singkat. Daur ulang merupakan salah satu cara untuk mengurangi limbah nilon tetapi akan menyebabkan penurunan sifat mekanis nilon termasuk kekuatan fleksural. Penambahan bahan kompatibilisasi diketahui dapat memperbaiki sifat mekanis dan pada penelitian ini bahan kompatibilisasi yang digunakan adalah nilon murni. Metode : Jenis penelitian ini adalah experimental laboratoris dan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Gigi USU, FMIPA USU dan Magister Mesin USU. Sampel terdiri dari 27 batang berukuran 64x10x3,3 mm (ISO 20795-1) dan terbagi menjadi tiga kelompok (kelompok A 100% nilon murni, Kelompok B 100% nilon daur ulang dan kelompok C 60% nilon murni sebagai bahan kompatibilisasi dengan 40% nilon daur ulang). Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil : Berdasarkan uji Kruskal-Wallis hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan diantara tiga kelompok. Post-hoc tes menggunakan Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan diantara kelompok A dan B (p=0,001, p<0,05) sedangkan diantara kelompok A dan C tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,270, p>0,05) Simpulan : Penambahan nilon murni sebagai bahan kompatibilisasi pada nilon daur ulang dapat meningkatkan kekuatan fleksural nilon daur ulang
Chronic Ulcer Mimicking Oral Squamous Cell Carcinoma (A Case Report) Mailiza, Fitria; Rifani, Rifani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.155 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.211

Abstract

Introduction: Chronic ulcers are considered as the most common ulcerations and can be differentiated with oral squamous cell carcinoma (OSCC) by the presentation of its features. OSCC define as a malignant epithelial neoplasm and the most common neoplasm of the oral cavity. OSCC appears as a mixed white or reddish proliferative growth-like lesion from chronic trauma. Case and management: A 50 years old female came with a painful non-healing ulcer on the lateral right side of the tongue which had been exist since 6 months prior. There had been a gradual increase in the size of the ulcer over the past 6 months. The patient did not have any sistemic disease or bad habits such as chewing or smoking and did not consume alcohol either. Based on the examination, the right submandibular lymphnodes were palpable, tender, firmed and mobile.  And there was also a single oval-shaped ulcer with irregular border on the lateral aspect of the tongue in parallel with fractured and decayed lower first molar. The ulcer size was 2x1 cm in diameter, with the base covered by yellowish pseudomembran slough with indurated border. The grinding of the sharp cusp of the tooth was done, followed by the prescription of multivitamins, antibacterial mouthwash and topical corticosteroid. She was also referred to have routine blood test done. She came for the second visit after 14 days, showing improvement of the ulcer. The blood test showed no abnormal values. Discussion: Based on clinical features, the presented lesion was mimicking OSCC. According to the patient’s history taking, clinical examination and appropriate investigation, the patient was diagnosed with traumatic ulcer. Ulcer resolves and heals on the removal of causative factors. Conclusion: Chronic ulcer is one of the most common solitary ulcer presenting in the oral cavity that mimicking OSCC by the presentation of its features. In this reported case, the ulcer arises due to its constant contact with lateral right of the tongue Improvement during the treatment by eliminating suspected risk factors can ruled out the possibility of OSCC thus prevent the unnecessary treatment.

Page 1 of 1 | Total Record : 10