cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 2, Desember 2020" : 10 Documents clear
ANTIBAKTERI HUMAN BETA DEFENSIN-3 DALAM TERAPI PERIODONTITIS Andriani, ika
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.478

Abstract

Pendahuluan: Resistensi antimikroba konvensional pada bakteri patogen merupakan masalah kesehatan dan ekonomi masyarakat, maka perlu adanya alternative antimikroba dalam menangani infeksi. Antimikroba peptide kationik Human beta defensin-3 (HBD-3) yang dihasilkan epitel gingiva,secara alamiah ditemukan di dalam sistem imun tubuh manusia yang  merupakan antibakteri spektrum luas dan jarang menimbulkan resistensi bakteri serta alergi. Aktivitas antibakteri HBD-3 berpotensi sebagai bakteriosid periodontopathogen. Tujuan dari penulisan studi pustaka ini menggali potensi antibakteri peptide Human beta defensin-3 (HBD-3) sebagai alternative antibakteri untuk perawatan periodontitis. Tinjauan: Periodontitis merupakan peradangan jaringan periodontal disebabkan bakteri polimikrobial, menyebabkan kerusakan  jaringan pendukung gigi. Keterlibatan bakteri penyebab kerusakan jaringan periodontal pada periodontitis, sehingga perawatan periodontitis memerlukan antiobiotik. Penggunaan antibiotic yang tidak teratur menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan antibakteri yang jarang menimbulkan resistensi. Hasil penelitian sebelumnya human beta defensin merupakan antibakteri yang jarang menimbulkan resitensi   Pembahasan: Human beta defensin-3 (HBD-3) merupakan antibakteri peptid yang menghambat bakteri secara luas baik bakteri gram positif maupun gram negative. Beberapa macam mekanisme HBD-3 dalam membunuh bakteri antara lain memodulasi respon imun dan membunuh sel target spesifik tanpa mempengaruhi sel inang sehingga jarang menimbulkan resistensi obat. Selain sebagai antibakteri, HBD-3 berperan sebagai innate immune dan adaptive immune, immunomodulator, penyembuhan luka, regenerasi epitel gingiva dan periodontal,   remodeling tulang alveolar serta memicu perbaikan tulang pada pasien dengan periodontitis, sehingga tidaklah berlebihan apabila HBD-3 merupakan alternative utama antibakteri dalam perawatan periodontitis. Simpulan: Human beta defensin-3 (HBD-3) berpotensi diterapkan dalam pengobatan  periodontitis.
PENGARUH MINUMAN BERKARBONASI TERHADAP PERUBAHAN FORCE ANTARA CLOSED COIL SPRING DAN ELASTOMERIC CHAIN :STUDI IN VITRO Muttaqin, Zulfan
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.469

Abstract

Closed coil spring dan elastomeric chain merupakan aksesoris ortodonti yang sering digunakan untuk menghasilkan force dalam menggerakan gigi. Dimana kedua aksesoris tersebut memiliki sifat degradasi struktur yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti pH, suhu dan flouride Minuman berkarbonasi merupakan minuman yang mengandung gas karbon dioksida. Karbon dioksida dan bahan acidifier menjadikan tingkat keasaman minuman sehingga meningkatkan tingkat keasaman rongga mulut. Adapun tujuan untuk mengetahui perubahan force antara elastomeric chain dan closed coil spring nikel titanium (NiTi) yang di rendam dalam minuman berkarbonasi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 sampel. Sampel dikaitkan dalam 1 papan akrilik dan direndam dalam minuman berkarbonasi selama 24 jam, 72 jam, 168 jam dan 240 jam. Kemudian Force diukur menggunakan force gauge NK-500 dan dicatat. Uji statistik Kruskal Wallis (α= 0,05) menunjukkan bahwa minuman berkarbonisasi telah terbukti dapat menurunkan force, baik pada elastomeric chain maupun closed coil spring jika dilakukan perendaman dalam minuman berkarbonasi, dan penurunan force tersebut terbanyak terjadi pada closed coil.
HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI DOKTER DAN DOKTER GIGI DENGAN LOYALITAS PASIEN Setyanda, Yashinta Octavian; Machmud, Rizanda; Putra, Abdi Setya
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.594

Abstract

Era globalisasi telah menciptakan tantangan bagi semua jenis industri untuk berkompetisi, termasuk industri rumah sakit. Pembentukan hubungan yang kuat dengan pelanggan hingga terciptanya loyalitas merupakan faktor kunci bagi rumah sakit untuk dapat meningkatkan market share dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Menurut beberapa literatur, loyalitas pelanggan rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya komunikasi dokter. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan kualitas komunikasi dokter dengan loyalitas pasien di ruang rawat inap RS Izza Cikampek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat analitik dengan desain penelitian berupa cross sectional kepada 400 orang pasien.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas komunikasi dokter dengan loyalitas pasien di RS Izza Cikampek (p=0,000, OR=9,503). Oleh sebab itu sangat penting bagi manajemen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas komunikasi dokter agar dapat menyelesaikan masalah penurunan  loyalitas pasien terhadap rumah sakit tersebut.
THE SALTY TASTE THRESHOLD AND TONGUE CLEANING HABITS IN HEALTHY YOUNG ADULT MALE SMOKERS bt Mohamad Azlin, Marcella; Herawati, Erna; Nur'aeny, Nanan
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.470

Abstract

Introduction: Smoking has adverse effects on the body such as various types of cancer, coronary heart diseases, stroke, peripheral vascular diseases, and oral changes including decreased taste sensation. There have been many studies on the effects of smoking on taste threshold, but specific studies in a group of young adult males and data on the frequency of tongue cleaning habits have not been reported. This study aims to determine the salty taste threshold and tongue cleaning habits in healthy young adult male smokers. Methods: This study was a descriptive cross-sectional study, and the subjects were taken by consecutive sampling. The criteria for the subjects were healthy males, aged 18-24 years old, who had a habit of smoking 10 cigarettes or more per day and had smoked for more than 1 year. A questionnaire was conducted including data on tongue cleaning habits before measuring the salt taste threshold using various concentrations of sodium chloride solution which are 0,012M, 0,014M, and 0,016M. Introduction: Smoking has adverse effects on the body such as various types of cancer, coronary heart diseases, stroke, peripheral vascular diseases, and oral changes including decreased taste sensation. There have been many studies on the effects of smoking on taste threshold, but specific studies in a group of young adult males and data on the frequency of tongue cleaning habits have not been reported. This study aims to determine the salty taste threshold and tongue cleaning habits in healthy young adult male smokers. Methods: This study was a descriptive cross-sectional study, and the subjects were taken by consecutive sampling. The criteria for the subjects were healthy males, aged 18-24 years old, who had a habit of smoking 10 cigarettes or more per day and had smoked for more than 1 year. A questionnaire was conducted including data on tongue cleaning habits before measuring the salt taste threshold using various concentrations of sodium chloride solution which are 0,012M, 0,014M, and 0,016M. Results: Subjects consisted of 76 healthy young adult male smokers for 3-8 years. There were 39%, 53%, and 8% of subjects with a salty taste threshold at concentration 0.012M, 0.014M and 0.016M respectively. Most subjects had a smoking habit for 4 years (36%), and the tongue cleaning habit was not found in the majority of subjects (46%).Conclusion: Most of the subjects had a salty taste threshold higher than normal and more subjects do not have the habit of cleaning the tongue.
MANAJEMEN KEGAWATDARURATAN TERTELAN BUR (STUDI KASUS) isnaini, fitri
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.472

Abstract

Introduction: Emergency conditions of ingestion of foreign objects in dental practice may occasionally occur, one of which is ingestion of burs. In most cases, the foreign object passes through the digestive tract without difficulty, but some may require surgery. Immediate removal of the object may be necessary because long-term retention leads to complications and even death. Case and Management: 21 years old man underwent dental procedures, five minutes after preparation, the bur came off and then swallowed. The patient is referred to the radiology and nutrition department, given antipyretic, anti-inflammatory, laxatives, electrolyte fluids, high-fiber foods, multiply water. The bur is eliminated from the body after 4 days. Conclusion: Dentists and dental therapists should have the skills in emergency management of bur ingestion. Things that need to be considered to prevent the emergency are pre-action preparation (area isolation and double-check of the instruments), effective communication between patient and doctors (delivering instructions in case of emergency), informed consent, good coordination and preparedness between medical staff include radiology, nutrition, and nurses.
PENGARUH PERENDAMAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS YANG DITAMBAHKAN SERAT KACA DALAM EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP KEKUATAN IMPAK Annada, Mutia; Zulkarnain, Mohammad
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.274

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Resin akrilik yang sering digunakan sebagai basis gigi tiruan adalah resin akrilik polimerisasi panas (RAPP), namun resin akrilik polimerisasi panas mudah mengalami patah. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menambahkan bahan penguat berupa serat kaca. Serat kaca dapat memperbaiki dan meningkatkan sifat fisis dan mekanis basis gigi tiruan. Selain itu gigi tiruan juga perlu dilakukan perawatan dengan pembersihan, jika tidak akan menyebabkan denture stomatitis. Bahan alternatif pembersih gigi tiruan salah satunya adalah lidah buaya (Aloe vera) yang mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antimikroba. Senyawa flavonoid dapat berpenetrasi ke dalam lempeng resin akrilik polimerisasi panas dan terjadi pemutusan rantai panjang polimer yang menyebabkan ikatan antar molekul menurun sehingga menurunkan kekuatan impak resin akrilik polmerisasi panas. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan sampel terdiri dari 32 silindris dengan panjang 60 mm, lebar 6,0 mm dan tebal 4,0 mm dibagi menjadi 2 kelompok akuades dan 2 kelompok ekstrak lidah buaya dengan konsentrasi 15%, direndam selama 4 dan 8 hari. Serat kaca ditambahkan ke dalam resin akrilik sebanyak 1% untuk setiap sampel. Uji menggunakan Izod dan dicatat. Hasil: Uji statistik menggunakan uji ANAVA (p=0,055 (>0,05)) menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada perendaman resin akrilik polimerisasi panas yang ditambahkan serat kaca potongan kecil ukuran 3,2 mm konsentrasi 1% dalam ekstrak lidah buaya konsentrasi 15% selama 1 tahun (4 hari) dan 2 tahun (8 hari) terhadap kekuatan impak. Simpulan: Resin akrilik polimerisasi panas yang ditambahkan serat kaca 1% tidak mengalami perubahan impak yang signifikan setelah direndam dengan ekstrak lidah buaya 15% selama 4 hari dan 8 hari. 
MODELING OF CAREER CHOICE BEHAVIORS IN INDONESIAN DENTISTRY STUDENTS Caesarani, Fianirazha Primesa; Astria, Febby; Syakurah, Rizma Adlia; Aulia, Bertha; Siburian, Reynold
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.518

Abstract

 The increasing number of dentists shows that this profession is one of the most popular career choices in Indonesia. The type of dentist professional development varies so that career planning is an important thing that has a big influence on one's future. The social-cognitive career theory (SCCT) perspective explains that there is a relationship between career self-efficacy, career outcome expectation, career intention and career exploration in the career selection process. By using SCCT, this study aimed to determine the career exploration-related behavior relationship, which consists of career self-efficacy, career outcome expectations, career intention and career exploration, in the career determination for dentistry students in Indonesia. This research is an observational analytic study of 505 samples of undergraduate and profession students of dentistry who have filled out an online questionnaire from March to June 2019. An online questionnaire consisting of a Career Decision Making Self-Efficacy-Short Form (CDMSE-SF), Career Decision Outcome Expectation (CDMOE), Career Exploration Planning or Intention Questionnaire (CEPI), Career Exploration Survey-Revised (CES-R), which has translated and validated. All models are analyzed using the maximum possible estimation of the AMOS application. This research showed that there was a significant relationship between having a career plan and father's job. This study concluded that self efficacy, outcome expectation, and career intention influence the career exploration of dentistry students significantly both directly and indirectly.
Atypical Odontalgia sudirman, Putu lestari; Anggayanti, Nyoman Ayu; Cahyadi, Patricia Eviana
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.585

Abstract

Pendahuluan: Atypical odontalgia (AO) merupakan kondisi nyeri kronis intra oral dan merupakan bagian dari nyeri orofasial. Gambaran klinis AO sangat beragam namun umumnya berupa nyeri tumpul persisten pada intraoral dan sebagian besar hanya mengenai satu sisi. Tinjauan: Etiologi dan patofisiologi dari AO masih belum diketahui secara pasti, namun sebagian besar literatur menyebutkan bahwa nyeri neuropati mengambil bagian dalam etiologi AO. Gambaran klinis yang beragam pada pasien AO sering mengakibatkan kesulitan dalam mendiagnosis karena tumpang tindih dengan gambaran klinis nyeri wajah lainnya. Hal tersebut juga dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis maupun kesalahan diagnosis. Dikarenakan etiologi dan patofisiologi yang masih belum diketahui secara pasti maka belum terdapat standar prosedur untuk penatalaksanaan perawatan AO. Literatur ini akan membahas mengenai berbagai aspek tersebut. Simpulan: Sebagian besar penatalaksanaan AO berfokus pada keluhan fisik dan psikologis pasien dibandingkan menangani faktor penyebabnya. Perlu diperhatikan juga untuk menghindari prosedur gigi apapun bila mendapati ketidakpastian diagnosis untuk mencegah perburukan dari rasa nyeri pasien. Rangkaian penatalaksanaan dari berbagai disiplin ilmu disarankan untuk perawatan jangka panjang.
KADAR HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KADAR BUNUH MINIMUM (KBM) PADA BUNGA KENANGA (Cananga odorata (Lam.) Hook f. & Thomson) TERHADAP BAKTERI Porphyromonas gingivalis SECARA IN VITRO Anggaraini, Indah
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.606

Abstract

Pendahuluan: Gas pembentuk halitosis sebagian besar adalah gas Volatile Sulfur Compounds (VSC) yang merupakan senyawa sulfur yang mudah menguap, terbentuk dari hasil produksi aktivitas bakteri anaerob, sisa-sisa makanan, sel darah, bakteri, maupun sel epitel yang telah mati dan bereaksi dengan protein di rongga mulut yang selanjutnya akan dipecah menjadi asam amino. Terdapat tiga asam amino utama yang menghasilkan VSC, yaitu L-cysteine menghasilkan H2S, L-methionine menghasilkan CH3SH, dan L-cistine menghasilkan (CH3)2S. Upaya pencegahan halitosis dapat dilakukan dengan penggunaan agen antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas minyak atsiri bunga kenanga (Cananga odorata (Lam.) Hook. F & Thomson) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di laboratorium secara in vitro. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan minyak atsiri bunga kenanga konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25%. Kelompok kontrol positif klorheksidin glukonat 0,2% dan kontrol negatif DMSO yang diulang sebanyak 4 kali sehingga besar sampel menjadi 20 perlakuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Kadar Hambat Minimum (KHM) terdapat pada konsentrasi 12,5% dengan diameter hambat sebesar 13,2 mm. Sedangkan Kadar Bunuh Minimum (KBM) terdapat pada konsentrasi 25% yaitu dengan diameter hambat 20,7 mm dan menunjukkan warna jernih pada design 96- well plate. Simpulan: Minyak atsiri bunga kenanga memiliki aktivitas antibakteri yang mampu membunuh bakteri penyebab halitosis (Porphyromonas gingivalis) sehingga dapat dijadikan sebagai bahan antimikroba dalam mencegah pembentukan halitosis.
PERBEDAAN STATUS KARIES GIGI LANJUT ANAK USIA DINI BERDASARKAN SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Mayasari, Yufitri; Radianto, Gyovana Maharani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/.v7i2.533

Abstract

Latar belakang: Karies gigi masih menjadi salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Di Indonesia hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi karies gigi usia 3- 5 tahun mencapai 81,5 % - 90,2%. Karies gigi yang tidak dirawat hingga kedalamannya mencapai pulpa dapat menyebabkan gangguan kualitas hidup anak. Gangguan kualitas hidup anak akibat karies gigi salah satunya disebabkan oleh faktor sosial ekonomi. Tujuan dari penelitian adalah menjelaskan perbedaan status karies gigi lanjut anak usia dini berdasarkan sosial ekonomi orang tua. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Pengambilan data status ekonomi sosial dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status karies gigi lanjut menggunakan indeks pufa. Subjek penelitian terdiri dari anak TK (n=51). Data dianalisis menggunakan Uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan rerata indeks def-t yakni 6.76, skor rerata indeks pufa yakni 1.67. Uji Chi-square menunjukkan perbedaan yang signifikan pada aspek pendidikan dan pekerjaan (p≤0.05) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan berdasarkan aspek penghasilan (p>0.05). Kesimpulan: Terdapat perbedaan status karies gigi lanjut pada anak usia dini berdasarkan tingkat pendidikan dan pekerjaan namun tidak terdapat perbedaan berdasarkan tingkat penghasilan orang tua.

Page 1 of 1 | Total Record : 10