cover
Contact Name
Jatmiko
Contact Email
jatmiko@unpkediri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jme.nusantara@unpkediri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika
ISSN : 24599735     EISSN : 25809210     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The aim of this journal is to publish high quality research in mathematics education including teaching and learning, instruction, curriculum development, learning environments, teacher education, educational technology, educational developments, from many kinds of research such as survey, research and development, experimental research, classroom action research, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2016)" : 9 Documents clear
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PERSAMAAN DIFERENSIAL DITINJAU DARI GENDER Murtafiah, Wasilatul
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.223 KB)

Abstract

Untuk mengajarkan komunikasi matematika yang baik kepada siswa maka seorang guru harus memiliki kemampuan komunikasi matematika yang baik terlebih dahulu terutama dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematika mahasiswa calon guru matematika laki-laki dan perempuan dalam menyelesaikan masalah persamaan diferensial.Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis deskriptif eksploratif. Subjek penelitian adalah satu mahasiswa calon guru matematika laki-laki dan satu mahasiswa calon guru matematika perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis, penyampaian tes secara lisan, dan wawancara mendalam. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi waktu. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika mahasiswa perempuan baik secara tertulis maupun lisan dalam menyelesaikan masalah persamaan diferensial lebih baik jika dibandingkan dengan mahasiswa laki-laki.Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematika, Menyelesaikan Masalah, Persamaan Diferensial, Gender
EKSPERIMEN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KECERDASAN INTERPERSONAL PESERTA DIDIK Jatmiko, Jatmiko; Santia, Ika; Setyaningrum, Dita
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.728 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v2i1.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) manakah diantara Model Pembelajaran TPS atau Pembelajaran langsung yang menghasilkan prestasi yang lebih baik?, (2) Manakah yang lebih baik, prestasi belajar matematika peserta didik yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang atau rendah?, (3) manakah yang menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik, di antara Model Pembelajaran TPS dan Pembelajaran langsung pada peserta didik yang mempunyai kecerdasan interpersonal tinggi, sedang dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu (Quasi experimental), dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs NU Joho Kabupaten Nganjuk tahun pelajaran 2015/2016. Dipilih dua kelas secara acak sebagai sampel dengan jumlah sampel 62 peserta didik. Sampel selanjutnya dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas kontrol yang masing-masing 31 peserta didik. Uji prasyarat anava yaitu uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlett. Uji keseimbangan menggunakan analisis variansi satu jalan dengan sel tak sama. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa: (1).Model pembelajaran TPS memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung; (2). Peserta didik dengan kecerdasan interpersonal tinggi, kecerdasan interpersonal sedang maupun kecerdasan interpersonal rendah mempunyai prestasi belajar yang sama; (3). Pada masing-masing kecerdasan interpersonal peserta didik , baik tinggi, sedang ataupun rendah prestasi belajar matematika pada model pembelajaran TPS lebih baik dari pada pembelajaran langsung.
REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MEMBANGUN PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN Fatqurhohman, Fatqurhohman
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.699 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis dalam membangun pemahaman konsep pecahan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 02 Sumberberas Muncar Banyuwangi. Data diperoleh melalui tugas/soal tertulis. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa representasi matematis siswa pada konsep pecahan memuat diantaranya adalah simbolik dan gambar. Representasi matematis memberikan gambaran sejauhmana siswa memahami konsep matematika. Selain itu, memberikan kesempatan kepada siswa membangun pemahaman konsep pecahan. Dalam membangun pemahaman konsep pecahan, siswa: (1) mampu memahami dan memberikan solusi sesuai informasi tugas/soal; (2) menunjukkan hubungan dalam berbagai konteks matematika (mengubah ke bentuk lain melalui representasi); (3) menentukan penggunaan prosedur pengoperasian (berbagai cara/strategi untuk menemukan solusi yang tepat). Dengan demikian penggunaan prosedur yang tepat dapat memperkuat dan mengembangkan pemahaman siswa terhadap konsep matematika. Selain itu juga, diharapkan guru tidak harus memberikan informasi yang lengkap terhadap suatu permasalahan ke siswa. Sehingga siswa dapat menggunakan pengetahuannya untuk melengkapi informasi dalam membangun pemahamannya menyelesaikan permasalahan.
Lembar Kerja Siswa Berbantuan Geogebra Sebagai Upaya Membantu Pemahaman Siswa Materi Limit Fungsi Aljabar Ardina, Fimmatur Rizka
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.953 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskripsikan proses prototyping LKS berbantuan GeoGebra sebagai upaya membantu pemahaman siswa dan mengujikannya dalam kelompok kecil untuk mengetahui kriteria valid, praktis dan efektif pada LKS. Penelitian ini menitik beratkan pada GeoGebra sebagai salah satu media untuk membuat pengalaman belajar siswa lebih menyenangkan. Belajar yang menyenangkan membuat siswa lebih tertarik berpartisipasi secara aktif dalam pembelajarannya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan mengacu pada model pengembangan Plomp (2000) yang melibatkan tiga fase yaitu preliminary research, protoyping phase dan assessment phase. Sebagai upaya untuk mengetahui pemahaman siswa, maka peneliti menggunakan interumen berupa tes tulis di akhir pembelajaran. Hasil uji coba produk pada kelompok kecil menunjukkan bahwa lembar kerja siswa berbantuan GeoGebra sebagai upaya membantu pemahaman siswa telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif.Kata kunci: GeoGebra, Lembar Kerja Siswa, Pemahaman
KETERAMPILAN KOMUNIKASI LISAN CALON GURU MATEMATIKA PADA MATA KULIAH PROSES BELAJAR MENGAJAR (MK PBM) Tyaningsih, Ratna Yulis
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.96 KB)

Abstract

Mata Kuliah Proses Belajar Mengajar (MK PBM) memberikan pengalaman empirik dan praktis mengenai hal-hal yang berkenaan dengan kompetensi profesionalisme kependidikan, terutama yang berkaitan dengan kompetensi pedagogik dalam mempersiapkan calon guru matematika yang handal dan berkualitas. Akan tetapi, pada kenyataannya kemampuan komunikasi lisan yang dimiliki mahasiswa masing cukup rendah, terlihat dari ketidaklancaran mahasiswa ketika sedang melakukan diskusi maupun menyajikan makalah presentasi. Hal tersebut mengakibatkan kemampuan pedagogik mahasiswa cukup rendah, karena dalam proses pembelajaran peran guru sebagai fasilitator diperlukan kemampuan komunikasi lisan yang baik. Subjek yang akan diteliti ada 9 mahasiswa dengan rincian, 3 mahasiswa berkemampuan komunikasi lisan kurang baik, 3 mahasiswa berkemampuan komunikasi lisan baik, dan 3 mahasiswa berkemampuan komunikasi lisan sangat baik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini akan diukur kemampuan komunikasi lisan mahasiswa ketika diskusi kelompok dan tes lisan.   Kata Kunci: keterampilan komunikasi lisan, Proses Belajar Mengajar, MK PBM
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berdasarkan Proses Berpikir Relasional Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Aljabar Siswa SMP Santia, Ika; Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.557 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v2i1.394

Abstract

Kemampuan berpikir secara matematis dan menggunakannya dalam penyelesaian masalah merupakan tujuan penting dari pembelajaran matematika sekolah. Tetapi pada kenyataannya, pembelajaran matematika di sekolah selama ini difokuskan untuk menghitung jawaban akhir. Kenyataan ini mengindikasikan bahwa proses berpikir siswa kurang diperhatikan oleh guru. Di pihak lain, dalam materi matematika sekolah khususnya menyelesaikan persamaan aljabar, siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah tersebut karena siswa dituntut memahami simbol samadengan sebagai suatu relasi ekivalensi. Hal ini menunjukkan sebuah karakter yang berbeda daripada hanya mengaplikasikan algoritma untuk mendapatkan jawaban akhir. Sehingga diperlukan kemampuan berpikir relasional. Melihat pentingnya berpikir relasional, khususnya untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menerima aljabar sebagai materi baru bagi mereka, diperlukan suatu media pembelajaran aljabar yang merangsang kemampuan berpikir relasional. Untuk itu,penelitian ini bertujuan mengembangkan suatu bahan ajar berupa modul pembelajaran untuk siswa SMP dengan mengutamakan kemampuan berpikir relasional sebagai upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah aljabar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model 4-D menurut Thiagarajan, Semmel dan Semmel yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Namun pengembangan ini hanya sampai tahap pengembangan (develop) dan tahap keempat tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan modul yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat layak, ditinjau dari kelayakan isi sebesar 84,11%, kelayakan bahasa sebesar 86,61%, kelayakan penyajian sebesar 84,82%, kelayakan kegrafikan sebesar 84,72%. Hasil ujicoba terbatas pada tiga puluh orang siswa mendapat respon positif sebesar 98,25%sehingga modul sangat layak digunakan sebagai bahan ajar. Kata kunci: Modul Pembelajaran, Berpikir Relasional, Menyelesaikan Masalah, Aljabar
KESADARAN STRUKTUR MATEMATIS ANAK PRA SEKOLAH PADA AKTIVITAS POLA Ni’mah, Khomsatun
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.716 KB)

Abstract

Penelitian akhir-akhir ini memusatkan perhatian pada pengembangan struktur pemikiran matematika anak-anak prasekolah, termasuk diantaranya aljabar awal. Ada semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa kesadaran struktur matematika sangat penting untuk kompetensi matematika di kalangan anak-anak prasekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesadaran anak prasekolah pada aktivitas pola. Pada penelitian ini menyediakan bukti pendukung yang diambil dari KB-TK ‘Aisyiyah Nganjuk kelas A sebanyak 3 anak, diantaranya 1 anak dengan kemampuan tinggi, 1 anak dengan kemampuan sedang, dan 1 anak dengan kemampuan rendah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama,  anak-anak memiliki pemahaman yang secara signifikan lebih besar dari repeating pattern daripada growing pattern. Growing pattern lebih sulit daripada repeating pattern. Kedua, banyak dari anak-anak prasekolah melihat repeating pattern memiliki titik awal tertentu, menyiratkan bahwa mereka tidak melihat repeating pattern sebagai perluasan di kedua arah. Mereka menganggap bahwa pola AB berbeda dengan pola BA. Ketiga, anak-anak prasekolah dapat mengungkapkan generalisasi pola. Kata Kunci: kesadaran, struktur, anak prasekolah, aktivitas pola
KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MAHASISWA DENGAN ADVERSITY QUOTIENT TIPE CLIMBER DALAM PEMECAHAN MASALAH GEOMETRI Masfingatin, titin; Murtafi’ah, Wasilatul
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.982 KB)

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi bertujuan untuk membangun pola berpikir dalam struktur kognitif dan mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan keterampilan pemecahan masalah. Mahasiswa dalam memecahkan masalah tentunya mengalami kesulitan yang dipengaruhi oleh Adversity Quotient. Adversity Quotient  mahasiswa dikategorikan menjadi 3 tipe, salah satunya tipe climber yang merupakan seseorang dengan daya juang tinggi dalam menghadapi kesulitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis mahasiswa pendidikan matematika dengan tipe climber dalam memecahkan masalah geometri.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode tes dan wawancara. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, yaitu membandingkan dan mengecek balik informasi yang diperoleh melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini adalah deskripsi kemampuan berpikir logis mahasiswa climber dalam pemecahan masalah geometri, yang meliputi: (1) Mahasiswa climber dalam memahami masalah mampu melakukan keruntutan berpikir dalam kategori baik, (2) Dalam menyusun rencana pemecahan masalah mampu melakukan keruntutan berpikir dan kemampuan berargumen dalam kategori baik, (3) Dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek memiliki kemampuan berargumen dan penarikan kesimpulan pada kategori baik, dan (3) Dalam memeriksa kembali hasil pemecahan subjek mampu menarik kesimpulan dengan baik. Kata Kunci: berpikir logis, pemecahan masalah geometri, adversity quotient, climber
PROFIL BERPIKIR VISUAL MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA DENGAN GAYA BELAJAR VISUAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI Darmadi, Darmadi; Handoyo, Benny
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.063 KB)

Abstract

Beberapa penyelesaian masalah trigonometri perlu diselesaikan dengan visualisasi. Makalah ini membahas hasil penelitian tentang profil berpikir visual mahasiswa calon guru matematika dengan gaya belajar visual dalam menyelesaikan masalah trigonometri. Jenis penelitian deskriptif-eksploratif digunakan dengan pendekatan kualitatif, yaitu: penentuan sumber informasi, pengembangan instrumen, pengumpulan, dan validasi, serta analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ketika memahami, pikiran mendapat input visual dari soal, petunjuk, gambar yang diperoleh, dan pengetahuan yang sudah dimiliki sehingga terjadi pemrosesan pembayangan mental; 2) Ketika merencanakan, pikiran tidak memproses pembayangan mental sehingga tidak diperoleh profil berpikir visual ketika merencanakan penyelesaian masalah; 3) Ketika melaksanakan, pikiran tidak memproses pembayangan mental sehingga tidak diperoleh profil berpikir visual ketika melaksakan penyelesaian masalah; 4) Ketika memeriksa kembali, pikiran mendapat input visual dari hasil kegiatan melaksakan rencana penyelesaian sehingga pemrosesan pembayangan mental terjadi untuk mendapatkan kesimpulan. Kata kunci: berpikir visual, mahasiswa calon guru matematika, gaya belajar visual, menyelesaikan masalah trigonometri

Page 1 of 1 | Total Record : 9