cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Service Journal (CSJ)
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT “OLAHAN JAGUNG MANIS” Sudiarta, I Wayan; Semariyani, A.A. Made; Suardani, S, N.M.A.
Community Service Journal (CSJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Community Service Journal (CSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan PKM Produk Olahan Jagung Manis di laksanakan di Kelurahan Sumerta Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Tujuan yang ingin dicapai yaitu, memberikan teknologi untuk mengolah hasil pertanian di Kelurahan Sumerta yaitu jagung manis menjadi produk olahan jagung manis, yaitu susu jagung manis, puding jagung manis, dodol jagung manis dan mie jagung manis. Peserta pelatihan akan diberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metoda yang dilakukan dalam pelaksanaan pelatihan ini adalah dengan metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung, Kegiatan dilakukan bertahap yaitu : Pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna pengolahan produk jagung manis, proses produksi serta sanitasi dan higiene pengolahan, penyuluhan Kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengenai pembuatan empat (4) produk olahan tersebut, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk membuat produk secara mandiri. Ketiga, difasilitasi untuk mendapatkan ijin P-IRT dari produk yang diproduksi dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar sehingga jangkauan pemasaran produk bisa lebih luas dan dijamin keamanannya. Keempat, Pada bagian akhir PKM ini dilakukan monitoring dan memotivasi kelompok dan anggota kelompok yang baru mulai merintis usaha pengolahan pangan yang berbasis jagung manis. Target luaran yang ingin dicapai yaitu peserta pelatihan secara mandiri mampu membuat produk olahan jagung manis, memahami pengetahuan kewirausahaan, manajemen pemasaran, sehingga bisa menjadi mandiri secara ekonomi. Kegiatan juga didokumentasikan dan dilakukan penulisan artikel untuk dimuat pada Majalah Ilmiah.
MODEL PENGELOLAAN HUTAN DESA BERBASIS DESA ADAT DI DESA SELAT, KABUPATEN BULELENG Rideng, I Wayan; Astara, I Wayan Wesna; Nahak, Simon
Community Service Journal (CSJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Community Service Journal (CSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan adalah sumberdaya alam yang sangat penting dalam kehidupan manusia di seantero bumi. Pemanfaatan sumber daya alam telah diatur di dalam UUD RI, sebagaimana termaksud dalam Pasal 33 ayat (3), yang secara ekplisif terhadap kekayaan alam yang ada dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pada bagian lain, ketentuan pada Pasal 18 B ayat (2) dan Pasal 67 UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, mengakui keberadaan masyarakat hukum adat dalam pengelolaan hutan dengan menerapkan kearifan lokal. Sehubungan dengan hal tersebut, Desa Adat Selat merupakan salah satu desa yang keberadaannya berbatasan langsung dengan hutan (hutan lindung). Pada awalnya keadaan hutan masih asli dan utuh, sehingga dapat menjamin kelangsungan penyediaan air bersih bagi warga masyarakat Desa Selat. Seiring dengan berjalanya waktu, kondisi hutan di sekitar desa berubah karena terjadi eksploitasi hutan yang berlebihan sehingga terjadi kerusakan. Berubahnya kondisi hutan juga menurun, terlihat dari berkurangnya debit air yang mengalir. Kekhwatiran akan masa depan hutan tersebut, masyarakat mulai bergerak untuk setidaknya berpikir tentang usaha dan upaya diperlukan pengelolaan hutan yang mengarah tetap dapat terjaga kelestariannya. Terbitnya Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor: SK.629/Menhut/-II/2010 Tentang Penetapan Kawasan Sebagai Areal Kerja Hutan Desa, yang menetapkan areal kerja Hutan Desa. Untuk memaksimalkan pengelolaan hutan desa, terbentuk adalah BUM Desa “Pandan Harum” Desa Selat. Agar tetap terjaganya kelestarian hutan model pengelolaan hutan desa juga ditopang oleh pranata sosial (lokal jenius), melalui dukungan Desa Adat (Pakraman) Selat.
PERENCANAAN MASTERPLAN PURA PETASIKAN DESA ADAT SESETAN Sastrawan, I Wayan Wirya; Darmawan, I Gede Surya; Widanan, I Wayan
Community Service Journal (CSJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Community Service Journal (CSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pura Petasikan tergolong kedalam Pura Swagina yang disungsung oleh kelompok masyarakat dengan profesi yang sama yaitu Petani Garam. Namun kini seiring dengan semakin berkurangnya ladang garam dan petani disekitar pura akan berdampak pada keberadaan Pura Petasikan terancam terasingkan bahkan dilupakan. Saat ini jumlah pegempon pura yang masih aktif hanya 18 KK saja. Tentunya dengan jumlah Pengempon Pura sedemikian, sungguh berat tugas yang harus mereka terima untuk menjaga keberadaan dan keberlangsungan upacara yadnya di pura tersebut. Tentunya biaya adalah factor kendala utama dalam mejaga keberadaan pura tersebut, sehinga dalam tahapan pemugarannya banyak yang hal yang harus dikorbankan. Maka jadilah terkondisi fisik pura banyak yang terabaikan tanpa perencanaan arsitektur yang baik, bahkan secara kelengkapan fasilitas pura dapat dikatakan kurang. Dengan kondisi eksisting Pura Petasikan tersebut, ada keinginan dari Pengempon Pura terutama untuk kembali menata dan melengkapi fasilitas pura sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Oleh sebab itu dengan adanya rencana penataan kembali Pura Petasikan, maka diperlukan gambar masterplan dan kelengkapan gambar lainnya yang terencana dengan baik. Sehingga diharapakan dengan adanya gambar tersebut dapat membantu Pengempon Pura pada proses penataan selanjutnya, sekaligus bila diperlukan dapat dijadikan kelengkapan pada pengajuan proposal penggalian dana.
PERENCANAAN RENOVASI BALE KULKUL DAN ATAP BALE BANJAR KAJA DESA PAKRAMAN PANJER, DENPASAR Darmawan, I Gede Surya; Sastrawan, I Wayan Wirya; Agustini, Ni Komang Ayu
Community Service Journal (CSJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Community Service Journal (CSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan Banjar di Bali memiliki peranan yang sangat vital bagi krama banjar tak terkecuali Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer, Denpasar. Pasca adanya hujan angin yang cukup kencang sekitar Bulan Maret lalu, membuat struktur atap dan pentutup atap genteng Wantilan Banjar Kaja jatuh. Hal ini dikarenakan material kayu sebagai struktur atap yang sudah lapuk, serta ukuran balok struktur kayu yang tidak sesuai dengan bentang atap. Akhirnya warga banjar secara inisiatif berbondong-bondong melaksanakan kerja bakti untuk menurunkan sisa-sisa kap atap serta genteng sambil menunggu solusi perbaikan atap baik dari segi jenis material serta faktor biaya. Pasca gotong-royong tersebut, kondisi Bale Banjar Kaja menjadi nyaris tak beratap pada sisi tengahnya yang membuat hujan maupun sinar matahari langsung mengenai lantai Bale Banjar Kaja. Segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam Bale Banjar pun menjadi terganggu terlebih saat terjadi hujan deras. Melalui wawancara dengan Kelihan Banjar Kaja Panjer juga berencana untuk melaksanakan renovasi Bale Kulkul Banjar. Kondisi Bale Kulkul Banjar yang sudah lapuk di beberapa bagian, serta ketinggian Bale Kulkul yang terlihat pendek, menjadi alasan perlunya renovasi Bale Kulkul ini. Beberapa warga masyarakat juga mengeluhkan tidak mendengar bunyi kulkul banjar saat akan dilaksanakan dimulainya suatu kegiatan yang melibatkan warga Banjar Kaja Panjer. Bale Kulkul sebagai media penyampaian informasi seharusnya bisa didengar oleh seluruh warga Banjar yang tinggal di wilayah Banjar Kaja Panjer ini. Berdasarkan permasalahan diatas, maka sangat diperlukan suatu perencanaan renovasi struktur atap Wantilan Bale Banjar agar segera dapat difungsikan kembali. Aspek ketahanan dan kekuatan struktur, mudah dan cepat dalam aplikasi serta nilai estetika menjadi hal utama dalam analisa struktur atap yang akan dipakai disamping faktor biaya. Untuk menghasilkan gambar dan rencana anggaran biaya diperlukan juga konsultasi dan presentasi dengan pihak mitra yang diajak bekerjasama sehingga dokumen perencanaan dapat segera dirampungkan sebagai tahap akhir dari bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat ini.
PRAKTIK PERJANJIAN KREDIT PADA LPD DESA ADAT PINGGAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI –BALI Astara, I Wayan Wesna; Suwitra, I Made; Irianto, I Ketut; Widiati, Ida Ayu Putu
Community Service Journal (CSJ) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Community Service Journal (CSJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan desa Binaan di Desa Pinggan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat membina LPD (Lembaga Perkreditan Desa) yang ada di Desa Adat Pinggan. Mitra 1 dalam pogram ini adalah Pengurus LPD Desa Pinggan dan Mitra 2 adalah Pengawas LPD. Persoalan LPD di desa Pinggan ditemukan bahwa Pengurus LPD belum mampu membuat perjanjian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-undang jaminan fidusia, yaitu pengikatannya dilakukan dengan pembuatan perjanjian yang terpisah dari perjanjian pokoknya yang dibuat berdasar peraturan-perundang-undangan yang berlaku. Paraktik Pengurus LPD membuat Perjanjian “model” dengan dengan akta otentik dan “model” atau/dan akta di bawah tangan sesuai dengan anatomi hukum perikitan dan Perjanjian. Metode yang dipergunakan untuk desa Binaan di Pinggan khususnya dalam membuat perjajian kredit kepada Pengurus LPD dan Pengawas LPD dalam bentuk pendampingan dan penyuluhan. Tujuan dari Penyuluhan dan Pendampingan Pengurus dan Pengawas adanya satu persepsi tentang bentuk perjanjian yang sah secara hukum dan mempunyai kekuatan mengikat bagi para pihak yang membuat perjanjian. Hasil Pengabdian masyarakat Pemerdayaan LPD di Desa Pinggan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam transaksi keuangan di tingkat mikro, sehingga ekonomi masyarakat dapat berdaya. Masyarakat tidak lagi memimjam uang di rentenir desa, karena kepercayaan masyarakat terhadap LPD telah tumbuh.
Pemerdayaan Masyarakat Adat dan Penyuratan Awig-Awig Desa Pakraman Siangan-Gianyar-Bali Indonesia A.A.Gede Oka Wisnumurti; I Wayan Wesna Astara; I Made Suwitra; I Wayan Rideng; I Nyoman Putu Budiartha; I Made Minggu Widyantara; I Ketut Irianto
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penyuratan awig-awig di Desa adat Siangan adalah sebagai implementasi dari kehendak Peraruran Daerah Nomor 3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman, setiap Desa adat/Pakraman menyuraktan awig-awig. Selain itu, yang sangat urgen adalah kehendak masyarakat adat Siangan untuk merevisi awig-awig yang tidak sesuai dengan perkembangan jaman. Hal yang sangat penting dilaksanakan penyuratan awig-awig adalah untuk menghindari konflik tapal batas desa, atas dasar yang saling seluk dengan tetangga desa adat yang bersebelahan, dan juga untuk menghindari saling klaim wilayah yang berpotensi ekonomis. Dalam hukum adat secara sosiologis, bahwa hukum adat sifatnya tidak tertulis. Namun mulai diberlakunya Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Bali Nomor: 06 tahun 1986 tentang kedudukan, Fungsi dan Peranan Desa Adat dalam Propinsi Tingkat I Bali, desa Adat, diperintahkan untuk penyuratan awig-awig di seluruh desa adat di Bali. Dalam penyuratan awig-awig sosialisasi sangat penting untuk menjaring masukan dari tokoh-tokoh masyarakat, prajuru adat, kelompok yang berkepentingan berkaitan dengan isi awig-awig tidak boleh bertentangan dengan asas kepatutan dan peraturan perundang-undangan serta ideologi Pancasila.
Pembinaan Dan Penyelesaian Kredit Macet Pada Koperasi Simpan Pinjam Hari Sejahtera, Di Desa Bugbug, Kelurahan Bugbug, Kabupaten Karangasem I Nyoman Budiartha; Ni Luh Made Mahendrawati; I Wayan Wesna Astara; Dessy Lina Oktaviani Suendra; Kade Richa Mulyawati; I Made Aditya Mantara Putra
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak As one of the driving force of the middle economy, the cooperative has been growing rapidly in Indonesia in recent years. Bali Province is one of the best competition for Cooperative in Indonesia. This can be seen from the award given by the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia to the cooperatives in Bali. The government is also optimistic to continue to develop cooperatives in Bali well and right so that the future can meet the market both domestically and abroad, as well as the KOPWAN Mertasari, Karangasem District. This cooperative arises from the desire to develop a Dharma Wanita group within the Karangasem Regional Government in order to help the economy of the members even the Karangasem community. However, it is inevitable that various barrier factors are formed along with the establishment of this cooperative, one of which is bad credit. The problem of bad debts is the most common problem we encounter in banking institutions and it is very difficult to avoid. Therefore, in the course of a cooperative, it is necessary to prepare a variety of preparations to anticipate the occurrence of bad loans, one of them through a good credit analysis and the establishment of credit agreements with legal force
Praktik Perjanjian Kredit pada LPD Desa Adat Pinggan Kintamani Kabupaten Bangli, Bali I Wayan Wesna Astara; I Made Suwitra; I Ketut Irianto; Ida Ayu Putu Widiati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan desa Binaan di Desa Pinggan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat membina LPD (Lembaga Perkreditan Desa) yang ada di Desa Adat Pinggan. Mitra 1 dalam pogram ini adalah Pengurus LPD Desa Pinggan dan Mitra 2 adalah Pengawas LPD. Persoalan LPD di desa Pinggan ditemukan bahwa Pengurus LPD belum mampu membuat perjanjian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Undang-undang jaminan fidusia, yaitu pengikatannya dilakukan dengan pembuatan perjanjian yang terpisah dari perjanjian pokoknya yang dibuat berdasar peraturan-perundang-undangan yang berlaku. Paraktik Pengurus LPD membuat Perjanjian “model” dengan dengan akta otentik dan “model” atau/dan akta di bawah tangan sesuai dengan anatomi hukum perikitan dan Perjanjian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pendidikan, pelatihan dan pendampingan dalam praktik pembuatan kontrak dengan nasabah antara LPD dengan peminjam kredit di LPD Desa AdatPinggan. Metode yang digunakan untuk desa Binaan di Pinggan khususnya dalam membuat perjajian kredit kepada Pengurus LPD dan Pengawas LPD adalah dalam bentuk pendampingan dan penyuluhan. Tujuan dari Penyuluhan dan Pendampingan Pengurus dan Pengawas adalah adanya satu persepsi tentang bentuk perjanjian yang sah secara hukum dan mempunyai kekuatan mengikat bagi para pihak yang membuat perjanjian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan peserta latihan praktik perjanjian kredit mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan Pendidikan, penyuluhan, pendampingan. Hal ini terbukti dari pemahaman pengurus LPD Desa Pinggan meningkat tentang hukum Perjanjian dan pengurus LPD menjalankan praktik kredit sesuai dengan pelatihan yang dilakukan. Kesimpulannya, masyarakat tidak lagi memimjam uang di rentenir desa, karena kepercayaan masyarakat terhadap LPD telah tumbuh.
Pemberdayaan Perempuan Di Pasar Sindhu Sanur, Kota Denpasar Untuk Pencegahan IMS Dan HIV/AIDS Luh Gede Pradnyawati; Putu Nita Cahyawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masalah IMS (Infeksi Menular Seksual) saat ini di negara maju maupun di negara berkembang sangat mengkhawatirkan. IMS dan HIV/AIDS merupakan satu kelompok penyakit yang penularannya terutama melalui hubungan seksual. Selain pada kelompok populasi berisiko tinggi, populasi berisiko rendah seperti para pedagang perempuan di pasar juga rentan terkena IMS dan HIV/AIDS. Salah satu tempat di Bali yang interaksi masyarakatnya tinggi adalah pasar, dimana populasi masyarakatnya tergolong kelompok risiko rendah. Daerah Sanur merupakan daerah yang cukup tinggi terhadap insiden IMS dan HIV/AIDS. Dari hasil wawancara dengan kader didapatkan beberapa permasalahan terkait program pencegahan IMS dan HIV/AIDS adalah minimalnya informasi yang didapatkan kader serta rendahnya pengetahuan kader tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS di Pasar Sindhu Sanur. Dari hal tersebut pemberdayaan perempuan di Pasar Sindhu Sanur sangat diperlukan untuk pencegahan IMS dan HIV/AIDS dimana jumlah kader yang diberdayakan adalah sejumlah 5 orang. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Selain itu juga melaksanakan dialog interaktif, memberikan pelatihan pada kader. Secara umum, program ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator-indikator yang ditentukan. Saran yang dapat disampaikan adalah agar kedua kelompok mitra dapat menjadi ujung tombak keberlanjutan program pencegahan IMS dan HIV/AIDS secara berkesinambungan di wilayah masing-masing sehingga dapat memberdayakan para pedagang yang ada di Pasar Sindhu Sanur.
Program Kemitraan Masyarakat “Olahan Jagung Manis” I Wayan Sudiarta; A.A. Made Semariyani; N.M.A. Suardani, S
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan teknologi pengelolaan hasil pertanian di Kelurahan Sumerta yaitu jagung manis menjadi produk olahan jagung manis seperti susu jagung manis, puding jagung manis, dodol jagung manis dan mie jagung manis dan juga untuk memberikan pengetahuan mengenai kewirausahaan, managemen usaha, sanitasi dan higiene proses produksi, pengemasan, dan pemasaran, sehingga peserta pelatihan mampu mengelola usaha yang dibuat dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda wawancara, tatap muka, penyuluhan dan praktek secara langsung. Kegiatan dilakukan bertahap yaitu: pertama, diadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna pengolahan produk jagung manis, proses produksi serta sanitasi dan higiene pengolahan, penyuluhan kewirausahaan, managemen usaha dan pemasaran. Kedua, dilakukan pelatihan/ praktek langsung mengenai pembuatan empat produk olahan tersebut, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk membuat produk secara mandiri. Ketiga, difasilitasi untuk mendapatkan ijin P- IRT dari produk yang diproduksi dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar sehingga jangkauan pemasaran produk bisa lebih luas dan dijamin keamanannya. Keempat, dilakukan monitoring dan memotivasi kelompok dan anggota kelompok yang baru mulai merintis usaha pengolahan pangan yang berbasis jagung manis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) peserta pelatihan telah mengikuti pelatihan dengan semangat dan disiplin terlihat dari daftar kehadirannya; 2) pelatihan untuk pembuatan produk berupa susu jagung manis, pudding jagung manis, dodol dan mie jagung manis dapat dilaksanakan dengan baik dan peserta pelatihan mampu membuat produk tersebut dengan baik. Kesimpulannya, kegiatan dalam pengelolaan jagung manis ini berhasil dilakukan.