cover
Contact Name
Ventje Jeremias Lewi Engel
Contact Email
ventje@ithb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dina_angela@ithb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Telematika
ISSN : 18582516     EISSN : 25793772     DOI : -
Jurnal Telematika is a scientific periodical written in Indonesian language published by Institut Teknologi Harapan Bangsa twice per year. Jurnal Telematika publishes scientific papers from researchers, academics, activist, and practicioners, which are results from scientific study and research in the field of telematics and information technology.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
Perancangan Sports Management Information System Untuk Penilaian Performa Fisik Pemain Sepakbola (Studi Kasus: Persatuan Sepakbola X) Yosi Yonata; Arief Samuel Gunawan; Oktavianus Rondonuwu
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persatuan Sepakbola (PS) X adalah tim sepakbola profesional yang berada di salah satu kota di Indonesia. Data-data yang tersebar membuat pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan kesehatan fisik di PS X mengalami kesulitan dalam mengakses dan berkomunikasi satu dengan lainnya. Akibat dari permasalahan tersebut adalah pelatih kepala mengalami kesulitan dalam proses pengambilan keputusan teknis yaitu membuat komposisi strategi dan susunan pemain yang akan bertanding secara cepat dan tepat. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dalam penelitian ini dikembangkan Sports Management Information System yang berguna untuk mengelola dan memproses data-data kesehatan dan fisik pemain sepakbola dengan menggunakan acuan standar dalam Journal Sports and Medicine, 6th World Congress on Science Football. Sistem ini membantu pihak yang berkepentingan untuk mempersingkat waktu dalam mengakses data-data kesehatan fisik sehingga memudahkan pihak tersebut dalam proses pengambilan keputusan dari informasi yang diperolehnya. X Football Association is a professional football team in the an Indonesian city. The data is processed by many people such as the head coach, doctor team, physiotherapist and physical trainer. The absence of a media that can bridge the data flow and information on the physical health of football players at X Football Association resulted in much wasted time. Scattered data causes the parties involved in the management of physical health in this club had difficulty in accessing and communicating with each other. The head coach had difficulties in the speed of technical decision making the composition of the strategy and structure of players who will compete. A Sports Management Information System for managing and processing data and physical health of football players is developed in order to overcome these problems, using a standard reference in the Journal of Sports and Medicine, 6th World Congress on Science Football. This system helps the involved parties to shorten the time of accessing physical health data to facilitate the parties in the decision-making process of the obtained information.
Model Inferensi Konteks Internet of Things pada Sistem Pertanian Cerdas Ventje Jeremias Lewi Engel; Dina Angela; Sinung Suakanto; Maclaurin Hutagalung
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian pertanian di dunia sudah mulai memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan sensor untuk membantu pengelolaan lahan pertanian. Sistem ini biasa disebut sistem pertanian cerdas. Implementasi sistem pertanian cerdas yang sedikit melibatkan para pemangku kepentingan bidang pertanian membuat implementasi sensor kurang bisa mendukung dalam pembuatan keputusan. Teknik inferensi konteks dapat membantu mengatasi celah permasalahan tersebut. Penelitian ini menyajikan pemodelan inferensi konteks untuk sistem pertanian cerdas yang memperhatikan: (1) jumlah data yang akan diproses, dan (2) pengiriman data dari lahan ke gateway yang tidak selalu aktif. Model inferensi konteks yang diperlukan adalah yang mudah dibuat, mudah dikonfigurasi, dan cepat diproses serta mendukung lintas lingkungan operasi. Penelitian ini menghasilkan model inferensi konteks dan strategi implementasinya untuk penelitian lanjutan.Most farms have started to use information technology and sensor networks to manage farming field. This system is called smart farming. Smart farming implementation which less involving stakeholders in agriculture field makes the technology not really able to support decision making. Context inference techniques can help with that gap problems. This research presents context inference modeling which considers: (1) the amount of data transfer, and (2) periodic data transmisions. The model designed has to be easy to configure, fast to process, and interoperability. This research had resulted context inference model and its implementation strategy.
Penerapan Algoritma Genetika pada Optimalisasi Tim Pengerja Musik Gereja Alwin Rengku; Inge Martina
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja memiliki sejumlah pengerja musik yang dijadwalkan setiap pekan secara bergilir pada lokasi yang berbeda-beda. Pengerja terpisah kedalam beberapa kelompok, selain itu pengerja juga memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda, sehingga solusi optimasi harus bisa menghasilkan susunan tim yang memenuhi ketentuan. Tidak hanya pengerja, setiap lokasi juga memiliki tingkatan karakteristik yang berbeda sehingga sebagian lokasi membutuhkan konfigurasi tim yang khusus. Algoritma genetika digunakan dengan menjadikan pengerja sebagai alel, waktu ibadah dalam setiap lokasi sebagai gen, dan alokasi pengerja pada setiap waktu ibadah dalam setiap lokasi sebagai kromosom. Setiap kromosom mewakili sebuah solusi. Kromosom akan melewati sejumlah tahapan seleksi, persilangan, dan mutasi, sehingga pada akhirnya dihasilkan sejumlah alternatif solusi terbaik. Solusi terbaik dipilih berdasarkan nilai fitness kromosom yang lebih mendekati 0, yang dalam hal ini berarti sangat optimal. Populasi akan mengalami regenerasi sejumlah ukuran generasi yang ditetapkan. Proses regenerasi akan berakhir jika fitness kromosom terbaik tidak mengalami perubahan selama jumlah generasi yang ditetapkan juga. Rata-rata generasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan solusi dari 200 pengerja pada 9 lokasi adalah 12, dengan probabilitas persilangan 0,167 dan probabilitas mutasi 0,125.  A church generally employs some music servants whom scheduled every week sequentially to some distributed locations. Each of them is divided into several different groups. They also have different level of expertise, so then the optimization solution should propose a desired team configuration. Every location has their own characteristic level, so it may require special team configuration. Genetic algorithm define servant as allele, service time slot in each location as gene, and servant allocation to each location as chromosome. Each chromosome proposed an alternative solution. Chromosome will be processed through some selection, crossover, and motation steps, so then the best solution will be acquired. Best solution will be chosen from a chromosome that has fitness value near to 0, which means it is the most optimum solution. Population will be regenerated as long as the provided generation size. The regeneration process will be terminated if the best chromosome fitness does not change in a provided generation count. The average required generation to acquire solution from 200 servants in 9 locations is 12, with the crossover probability of 0.167 and mutation probability of 0.125. 
Metode Convex Hull dan Convexity Defects untuk Pengenalan Isyarat Tangan Nina Yuliana; Ken Ratri Retno Wardani
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) mengalami perkembangan pesat. Dibuktikan dengan banyak teknik baru dengan antarmuka yang alami dan mudah digunakan tanpa peralatan eksternal yang khusus. Pada penelitian ini diterapkan pengenalan isyarat tangan pada IMK agar dapat berinteraksi dengan komputer tanpa dibatasi oleh penggunaan tetikus. Isyarat tangan yang akan dikenali terdiri atas 8 isyarat yang merupakan kombinasi dari ibu jari, jari telunjuk, dan jari kelingking karena mewakili operasi dasar yang sering digunakan pada tetikus. Setiap jari dalam posisi direntangkan dan tidak berhimpitan. Tangan yang digunakan pada penelitian ini adalah tangan kiri. Background model dan sampel warna kulit diperlukan sebagai masukan. Pengolahan citra digunakan untuk mendapatkan segmentasi tangan dengan menggunakan algoritma Freeman Chain Code. Hasilnya digunakan pada proses ekstraksi fitur. Proses ekstraksi fitur terdiri atas algoritma: Convex Hull untuk mencari titik Hull sebagai ujung jari, Convexity Defects mencari titik defects sebagai deskripsi jari, dan Maximum Inscribed Circle (MIC) untuk deteksi titik pusat telapak tangan. Hasil penelitian berhasil mengenali isyarat tangan dengan nilai akurasi lebih dari 90% dengan kondisi pencahayaan kurang dan cukup. Techniques of Human-Computer Interaction (HCI) growing rapidly. Many new techniques with a natural interface and easy to use without any special external equipment. In this research apply to the HCI hand gesture recognition to interact with  the computer without being limited by mouse. Hand gesture to be recognized consists of 8 cues, the combination of the thumb, forefinger and little finger to represent the basic operations of a mouse. Each finger in a stretched position, do not coincide, and the hands are used in this study are left hand. Background models and samples of skin color is required as input. Image processing is used to obtain the hand segmentation using Freeman chain code algorithms and the results will be used in the process of feature extraction.  The feature extraction process consists of  algorithms Convex hull to find points as fingertips, convexity defects  lookout point defects as a description of the fingers, and palms central point detection using maximum Inscribed circle (MIC). The results showed that the method of Convex Hull and Convexity Defects managed to recognize hand signals with an accuracy value of more than 90% with sufficient and less lighting conditions.
Desain dan Realisasi Planar Inverted-F Antenna (PIFA) Berbentuk U-Slot dan L-Slot pada Frekuensi 1800 MHz dan 2300 MHz Dina Angela; David Yamato; Christian Panjaitan
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Planar Inverted F Antenna atau PIFA adalah jenis antena dengan dimensi yang kecil, bobot yang ringan, dan biaya pembuatan yang relatif murah sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan pada perangkat-perangkat komunikasi yang ukurannya relatif kecil. PIFA tersusun atas groundplane, elemen peradiasi, kawat catuan yang tersambung dengan groundplane dan elemen peradiasi, serta shorting pin yang menghubungkan groundplane dengan top plate. PIFA dapat dirancang agar dapat bekerja pada beberapa frekuensi (multiband frequency) dengan  menambahkan slot pada bagian patch-nya. Dalam penelitian ini, dirancang dan direalisasikan antena PIFA dengan bentuk U-slot dan L-slot yang bekerja pada frekuensi 1800 MHz dan 2300 MHz (GSM dan LTE). Kedua prototipe antena yang dihasilkan akan dibandingkan  arakteristiknya sehingga dapat digunakan sebagai rekomendasi pemilihan jenis antena PIFA untuk aplikasi terkait.Planar Inverted F Antenna or PIFA is the type of ntenna with small dimensions, light weight, and low manufacturing cost, so it is suitable to be applied in communication devices which has relatively small dimension. PIFA is composed of groundplane, radiating element, a wire that connected to the groundplane and radiating element, and a shorting pin that connects the  roundplane with the top plate. PIFA can be designed to work on multiple frequencies (multibandfrequencies) by adding slots on its patch. In this research, PIFA antennas with U-slot and L-slot form are designed which can work at 1800 MHz and 2300 MHz (GSM and LTE). The antennacharacteristics will be compared so that can be used as a recommendation to select suitable PIFA antennas.
Pengembangan Aplikasi e-Learning Berbasis WebRTC Faris Mazini Muchma; Herry Sitepu; Dina Angela
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang pendidikan terdapat metode pengajaran yang sedang berkembang saat ini yaitu e-Learning. E-Learning membantu para pengajar mendistribusikan bahan ajar tanpa harus berada di kelas dengan menggunakan internet, hal ini memaksimalkan waktu pembelajaran di kelas yang terbatas. Salah satu teknologi web yang dapat membantu mengoptimalkan kinerja e-Learning yaitu WebRTC (Web Real Time Communications). WebRTC membangun sebuah aplikasi komunikasi berbasis web sederhana dan bersifat open source. WebRTC memudahkan developer dalam mengembangkan aplikasi komunikasi berbasis web dengan memanfaatkan beberapa library javascript yang dijalankan pada web browser. Teknologi WebRTC menyediakan beberapa fungsi untuk berkomunikasi melalui berbagai media seperti suara, video, dan teks tanpa harus instalasi plugin tambahan. WebRTC sudah mulai kompatibel dengan berbagai browser yang umum digunakan. Diharapkan perancangan aplikasi e-Learning berbasis web ini dapat membantu masalah-masalah yang dihadapi guru dan siswa seperti pencarian informasi mengenai materi yang diajarkan dan memudahkan guru dalam pemberian materi kepada siswa. Hasil dari penelitian ini, yaitu e-Learning berbasis web menggunakan teknologi WebRTC. In education there is a teaching method that is growing today is e-Learning. E-Learning helps teachers distribute teaching materials without having to be in a class by using the internet, it maximizes the learning time in the classroom is limited. One of the web technologies that can help to optimize the performance of e-Learning that WebRTC (Web Real Time Communications). WebRTC build a simple web-based communications applications and open source. WebRTC allows developers to develop web-based communication applications utilizing a javascript library that runs on a web browser. WebRTC technology provides several functions to communicate through various media such as voice, video, and text without the need to install additional plugins. WebRTC already started to be compatible with a variety of commonly used browsers. Expected application design web-based e-Learning can help the problems faced by teachers and students such as information about the material being taught and allows teachers to giving the material to the students. The results of this study, which is a web-based e-Learning using WebRTC technology.
Perancangan Group Decision Support System Pemilihan Karyawan dengan Kinerja Terbaik Menggunakan Metode Simple Analytic Network Process (Studi Kasus: PT XYZ) Arief Samuel Gunawan; Cut Fiarni; Candyda Andhika
Jurnal Telematika Vol 11, No 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ adalah salah satu Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Bandung, yang melakukan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran sediaan farmasi. Untuk menjamin mutu pelayanan yang diberikan, PT. XYZ melakukan penilaian kinerja karyawan secara berkala dengan pemilihan karyawan yang memiliki kinerja terbaik untuk diberi penghargaan atau insentif. Namun, terdapat kendala dimana penilaian dilakukan hanya secara sepihak oleh manajer, kemudian kriteria yang diterapkan belum mengacu pada standar baku, serta belum adanya pembobotan kepentingan untuk setiap kriteria yang ada, sehingga mengakibatkan tingginya subjektivitas dari proses tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini dirancang Group Decision Support System (GDSS) yang dapat membantu proses evaluasi kinerja karyawan dan proses pemilihan karyawan terbaik berdasarkan kinerja, yang dapat digunakan oleh seluruh pihak yang bersangkutan dalam proses tersebut. Pada GDSS digunakan metode Simple Analytic Network Process (ANP), dengan empat kriteria utama, yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, attitude dan karakter, serta pemanfaatan waktu kerja. GDSS Pemilihan Karyawan Berdasarkan Kinerja Terbaik ini mampu meningkatkan objektivitas dari proses penilaian kinerja karyawan, serta memudahkan pengambilan keputusan oleh manajer dalam pemilihan karyawan terbaik berdasarkan kinerja, dengan nilai rata-rata User Acceptance Test (UAT) di atas 80%, dengan persentase kepuasaan tertinggi yaitu 100% pada tampilan dasbor yang bersifat informatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7