cover
Contact Name
Ventje Jeremias Lewi Engel
Contact Email
ventje@ithb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dina_angela@ithb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Telematika
ISSN : 18582516     EISSN : 25793772     DOI : -
Jurnal Telematika is a scientific periodical written in Indonesian language published by Institut Teknologi Harapan Bangsa twice per year. Jurnal Telematika publishes scientific papers from researchers, academics, activist, and practicioners, which are results from scientific study and research in the field of telematics and information technology.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2014)" : 6 Documents clear
Evaluasi Pelatihan dengan Metode Kirkpatrick Analysis Roland Silitonga; Andreas Kurniawan
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi hasil pelatihan merupakan tahap yang sangat penting dalam pelatihan karena memberikan umpan balik efektivitas training yang dapat digunakan untuk memperbaiki desain pelatihan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap hasil evaluasi pelatihan Customer Service (CS) School level 1 dan level 2 dari Kirkpatrick Analysis,  memberikan usulan tindakan yang perlu dilakukan terkait dengan hasil analisis tersebut, dan memberikan usulan berupa alat ukur yang dapat membantu pelaksana training melakukan evaluasi level 3 dari Kirkpatrick Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dimana data-data yang diperoleh, dijabarkan lalu dianalisis. Hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar peserta pelatihan merasa puas dengan pelaksanaan pelatihan CS School dan dapat mengerti dengan baik materi-materi yang diberikan saat pelatihan CS School. Peningkatan kualitas trainer dan materi yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman awal peserta merupakan usulan yang diberikan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. Usulan alat ukur berbentuk kuesioner yang dapat mengukur, mengolah, dan menganalisis evaluasi pelatihan CS School pada level 3 dari Kirkpatrick Analysis juga diberikan sehingga pelaksana training dapat mengukur dampak pelatihan ini terhadap perbaikan atau peningkatan performansi kerja dari pesertanya.Training evaluation is a very important step in training design because the feedback it generates in improving training effectiveness. This research aim to conduct training evaluation level 1 and 2 of CS School training using Kirkpatrick Analysis, give suggestions to improve training, and propose level 3 evaluation tools. Descriptive analysis will be used to present and analyze data. The evaluation result shows good trainee satisfaction and adequate understanding of the topic given in training. Selecting higher quality trainer and tailoring training materials to trainee's understanding level are the suggestions given to improve training effectiveness. A quastionnaire to measure level 3 training evaluations was also proposed to the management. 
Dynamic Deterministic Inventory Control in Continuous Manufacturing Company Roland Silitonga; Andreas Kurniawan
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pengendalian yang baik diperlukan untuk memudahkan pengendalian dan meminimalisir biaya, sehingga terdapat kecenderungan untuk mengasumsikan kondisi desterministik untuk kemudian dioptimasi. Walaupun demikian, dalam kenyataan, ketidakpastian dan fluktuasi terkadang ditemukan dalam beberapa kasus. Oleh karena itu, kondisi probabilistik tersebut dapat didekati dengan penjadwalan deterministik dinamis. Salah satu contoh adalah produksi Perusahaan X yang bersifat kontinyu, namun kebutuhan bahan utilitynya mengalami fluktuasi. Berdasarkan metode ini, biaya inventori dapat dikurangi dibandingkan dengan pengendalian statis yang selama ini dilakukan.Good inventory control system is needed in order to make the control simple, but also to reduce cost. Hence there is intention to assume deterministic condition, and then optimize it. However, uncertainty and fluctuation is found in many cases. Hence, the probabilistic condition can be approached by dynamic deterministic schedule. One of the examples is production of Company X which considered as continuous, with material demand of utility has fluctuation. The application of this method has reduced the inventory cost.
Sistem Rekomendasi Mobil Berdasarkan Demographic dan Content-Based Filtering Herastia Maharani; Ferry Alexander Gunawan
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan bukan merupakan suatu hal yang mudah. Banyaknya alternatif pilihan mobil yang tersedia dengan spesifikasi yang beragam menyebabkan calon pembeli sering merasa kebingungan dalam menentukan pilihan. Masing-masing orang pun bisa memiliki parameter dan prioritas yang berbeda dalam memilih mobil, sehingga tipe mobil yang cocok bagi seorang pembeli belum tentu cocok bagi pembeli yang lain. Penelitian ini mengembangkan sebuah sistem rekomendasi untuk membantu proses pemilihan mobil bagi calon pembeli dengan menggabungkan dua buah metode. Metode demographic filtering digunakan untuk memberikan rekomendasi berdasarkan kemiripan profil antar pembeli. Sedangkan metode content-based filtering digunakan untuk memberikan rekomendasi berdasarkan kemiripan antara kriteria mobil yang diinginkan pembeli dengan spesifikasi mobil yang tersedia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa content-based filtering memberikan rekomendasi yang lebih baik dibandingkan dengan demographic filtering. Choosing a car that suits your need is not an easy task. The numbers of alternatives with various spesifications often overwhelm and confuse the costumer when they are trying to buy a car. Each customer possibly has different parameters and priorities in choosing a car, thus a car that fits one person's criteria might not be suitable for others. This study develops a recommendation system that can help the process of choosing a car by combinig two methods. Demographic filtering is used to give recommendation based on the similarity between customer's profiles. Content-based filtering is used to give recommendation based on the similarity between customer's criteria and the specifications of available cars. Based on user evaluation, content-based filtering give better recommendations than demographic filtering.
Pemodelan dan Simulasi Antrian pada Persimpangan dengan Simulator Discrete Event System Herman Sutarto
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemodelan aliran trafik dengan memanfaatkan teori antrian beserta simulasinya dengan menggunakan simulator Discrete Event System (DES) untuk kasus area Jalan M.H. Thamrin di Jakarta diusulkan dalam makalah ini. Analisis statistik pada data sensor-video pengukuran trafik dilakukan untuk menentukan model laju kedatangan dan model servis. Selain itu, data durasi lampu hijau dan merah diperlukan sebagai masukan untuk membangun simulator DES yang selanjutnya diimplementasikan dengan menggunakan Simulink dan SimEvents. Hasil simulasi menunjukkan keefektifan kerangka simulator yang dibangun sehingga bisa digunakan untuk menganalisis kinerja sistem manajemen trafik yang ada.Traffic flow modeling utilizing queueing theory along with its simulation using the simulator Discrete Event System (DES) for the case of Jalan M.H.Thamrin in Jakarta area is presented in this paper. Statistical analysis on the data-video sensor measurements was conducted to determine the model of arrival and the model of service. In addition, the data of duration of green and red light art needed as input to build the DES simulator which is implement by using Simulink and SimEvents. Simulation results show the effectiveness of the simulator framework so that the simulator can be used to analyze the performance of the existing traffic management system.
Perancangan Job-Person Matching di Bagian Sediaan Non-Betalaktam Departemen Instalasi Produksi Lafiad Herastia Maharani; Ferry Alexander Gunawan
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketepatan waktu produksi, kualitas, dan kuantitas yang baik dapat dicapai jika manajemen bagian produksi maupun operator produksi memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatannya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan melakukan penempatan pegawai yang tepat. Selain berdasarkan kompetensi, penempatan pegawai juga mempertimbangkan prestasi masa lalu dan prospek masa depan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rancangan job-person matching pegawai Bagian Sediaan Non-Betalaktam Departemen Instalasi Produksi Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (LAFIAD) yang mempertimbangkan aspek kompetensi, prestasi masa lalu dan prospek masa depan. Perancangan kamus kompetensi bidang dilakukan dengan mengidentifikasi KSA (knowledge, skill, and abilities) yang dibutuhkan untuk tiap jabatan. Untuk perancangan kamus kompetensi perilaku digunakan bantuan acuan model kompetensi generik untuk manajerial dan teknisi yang telah disusun oleh Spencer Spencer [9]. Rancangan kamus kompetensi dan kebutuhan kompetensi jabatan kemudian akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan penilaian kompetensi terhadap pegawai di Bagian Sediaan Non-Betalaktam LAFIAD. Perhitungan individual competency score dilakukan dengan menggunakan pendekatan fuzzy rule base yang diusulkan oleh Golec Kahya [3]. Untuk membantu perhitungan maka pada penelitian ini dirancang pula aplikasi Job-Person Matching yang bertujuan untuk memudahkan dalam melihat hasil dari rancangan job-person matching. Hasil dari job-person matching ini menggambarkan urutan pegawai di masing-masing jabatan berdasarkan kompetensinya dengan mempertimbangkan prestasi masa lalu dan prospek masa depan serta usulan tindak lanjut yang bisa dilakukan perusahaan terkait hasil yang dikeluarkan. Good production can be achieved if the operator and the management have competency in accordance with the position. This can be achieved by putting the right employee at the right position. Not only competency, past performance and future prospect are also important to be considered. The purpose of this study is to develop job-person matching design of Non-Betalaktam Stock Area, Department of Production Installation, Lembaga Farmasi Direktorat Kesehatan Angkatan Darat (LAFIAD). The design considered the employee competency, past performance and future prospect. The design of area competency directory was developed based on knowledge, skills and abilities (KSA) identification in every position. The design of behavior competency dictionary was based on generic competency model by Spencer Spencer [9]. The design would become the base to assess the competency of the employee of Non-Betalaktam Stock Area LAFIAD. Individual competency score calculation was done using fuzzy rule based approach proposed by Golec Kahya [3]. The application of job-person matching was also developed to evaluate the result. The job-person matching described the order of employee in every position, based on competency, past performance and future prospect, also the follow up suggestion for the company.
Optimasi Penjadwalan Landasan Pacu untuk Keberangkatan Menggunakan Algoritma Genetika Herman Sutarto
Jurnal Telematika Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Institut Teknologi Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penjadwalan landasan pacu (runway) menggunakan metode “First In First Out” (FIFO) oleh petugas Air Traffic Control (ATC). Penjadwalan FIFO hanya memperhatikan waktu kedatangan, tidak memperhatikan delay yang sudah dialami pesawat. Penjadwalan dengan algoritma genetika (GA) akan mengoptimasi waktu tunggu dengan mempertimbangkan delay yang sudah terjadi. Algoritma genetika memiliki beberapa operator, yaitu persilangan (crossover), mutasi, seleksi, dan evaluasi fitness. Penelitian ini menggunakan operator swap mutation dan truncation selection. Hasil dari GA akan dibandingkan dengan hasil penjadwalan FIFO.

Page 1 of 1 | Total Record : 6