cover
Contact Name
Hadi kuncoro
Contact Email
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 20877099     EISSN : 24076090     DOI : -
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry is a Biannual, international, open access (Indexed in DOAJ, Crossref, SINTA, PKP Index, BASE, Moraref, Google Scholar), journal dedicated to various disciplines of pharmaceutical and allied sciences. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry (ISSN-p: 2087-7099, ISSN-e: 2407-6090), The journal had been established in 2010, and online publication was begun in 2014. Since 2018, the journal has been published in English by Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Indonesia in and only receives manuscripts in English.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry" : 9 Documents clear
Peningkatan Kelarutan Ketokonazol dengan Teknik Dispersi Padat Menggunakan Eudragit® E 100 Narsa, Angga Cipta
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.592 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.42

Abstract

Ketoconazole is an antifungal azole synthetic which derivatived from imidazole. Ketoconazole is practically insoluble in water and its bioavailability depend on pH condition of the gastrointestinal tract. The purpose of the research is to increase the solubility of ketoconazole by solid dispersion method using Eudragit® E 100, PEG 6000, and glycerol. Solid dispersion was evaluated with respect to solubility, cristalinity, complexation and morphology of solid dispersion. The optimum formulation with the highest solubility was resulted by solid dispersion with ratio ketoconazole - Eudragit® E 100 - glycerol of 1:8:0.5. X-ray diffraction test revealed the change of crystalline ketoconazole and similar to Eudragit® E 100. This result was also supported by spectrum of infrared and endothermic peak of differential scanning calorimetry. Based on scanning electron microscopy morphology of pure Eudragit® E 100 and solid dispersion was similar. Solid dispersion of ketoconazole with Eudragit® E 100 and glycerol improved solubilty. Keywords : ketoconazole, solid dispersion, Eudragit® E 100 ABSTRAK Ketokonazol merupakan zat antijamur sintetik golongan azol yang merupakan turunan imidazol.Ketokonazol praktis tidak larut dalam air dan ketersediaan hayati melalui rute oral sangat beragam tergantung dari kondisi pH saluran pencernaan.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan ketokonazol dengan cara pembuatan dispersi padat mengunakan Eudragit® E 100, PEG 6000, serta gliserol. Dispersi padat di evaluasi dengan uji kelarutan jenuh, kristalinitas, kompleksasi, dan morfologinya.Formula optimal dengan peningkatan kelarutan tertinggi dihasilkan oleh perbandingan dispersi padat ketokonazol - Eudragit® E 100 - gliserol 1:8:0,5. Pengujian difraksi sinar-X menunjukkan adanya perubahan kristalinitas ketokonazol yaitu sama seperti Eudragit® E 100.Hasil ini juga didukung oleh hasil pengujian spetkrofotometer infra merah dan puncak endotermik differential scanning calorimetry.Berdasarkan hasil scanning electrom microscopyterlihat morfologi dari Eudragit® E 100 murni dan dispersi padatnya yang hampir sama..Pembentukan dispersi padat ketokonazol dengan Eudragit® E 100 dan gliserol dapat meningkatkan kelarutan. Kata Kunci : ketokonazol, dispersi padat, Eudragit® E 100
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sungkai (Peronema canescens JACK.) terhadap Beberapa Bakteri Patogen Ibrahim, Arsyik; Kuncoro, Hadi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.843 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.43

Abstract

A research which identification of secondary metabolites and antibacterial activity test from methanol exstract of leaf Sungkai (Peronema canencens Jack) to several pathogens bacterial, which aims to identification of secondary methabolites and determine the antibacterial activity from crude methanol extract of leaf Sungkai (P. canencens Jack). against Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis and Staphylococcus aureus bacteria. Material test obtained by maceration with methanol, then tested for activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC) value extract was determined by liquid dilution and the followed by scratches on solid media method. Minimum Kill Concentration (KBM) value extracts was determined by agar diffusion method with using paper disks.The results secondary metabolite identify form extracts of leaves P. canencens obtainable derived alkaloid, terpenoids - steroids, flavonoids, and tannin compounds. Methanol extract have the antibacterial activity. Minimum Inhibition Concentration (MIC) value of extract is concentration of 20% for bacteria S. mutans, S.thiposa and S.aureus, while for the B. subtilis is konsentration of 15%. Minimum Kill Concentration (KBM) values exstract at a concentration of 5% effective at killing S. mutans and S. thyposa bacteria, while the concentration of 1% effective to bacteria B.subtilis and S.aureus. Key words: P. canencens Jack, antibacteria activity, S. mutans, S. thiposa, B. subtillis, S. aureus ABSTRAK Telah dilakukan penelitian identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun Sungkai (P.canencens Jack) terhadap beberapa bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder dan mengetahui aktifitas antibakteri dan Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak kasar metanol daun Sungkai (P.canencens Jack.) terhadap bakteri Streptococcus mutans, Salmonella thyposa, Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus. Bahan uji diperoleh dengan maserasi daun sungkai dengan metanol, selanjutnya diuji aktivitasnya. Nilai Kadar Hambat Minumum (KHM) ekstrak ditentukan dengan metode dilusi cair dan dilanjutkan dengan metode goresan pada media padat. Nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak ditentukan dengan metode difusi agar padat menggunakan paper disk. Hasil penelitian identifikasi metabolit sekunder ekstrak P. canencens diperoleh golongan senyawa alkaloid, terpenoid - steroid, flavanoid, dan tanin. Ekstrak metanol daun P. canencens Jack. memiliki aktifitas sebagai antibakteri. Nilai KHM ekstrak P. canencens untuk bakteri S..mutans, S.thiposa dan S.aureus adalah konsentrasi 20%, sedangkan untuk bakteri B. subtilis adalah 15%. Nilai KBM ekstrak metanol P. canencens pada konsentrasi 5% efektif membunuh bakteri S.. mutans dan S. thyposa, sedangkan konsentrasi 1 % efektif membunuh bakteri B.subtilis dan S.aureus. Kata kunci : P. canencens Jack, Aktivitas antibakteri, S. mutans, S. thyposa, B. subtillis, S. aureus
Formulasi Pasta Gigi Berbahan Aktif Ekstrak Daun Sirih Hitam sebagai Antimikroba Penyebab Radang Gusi (Gingivitis) dan Gigi Berlubang (Caries) Prasetya, Fajar
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.563 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.44

Abstract

This study aims to obtain a formula toothpaste preparations with active ingredient is extracts of black betel leaf which effectively kills microbes cause inflammation of the gums (gingivitis) and tooth perforated (caries). The active ingredient is obtained by performing maceration followed by fractionation of the extract. Test of antimicrobial activity against microorganisms Streptococcus mutans & Candida albicans using the diffusion method, which will get an effective concentration to be used for toothpaste formulations with active ingredient is black betel leaf. Then continued with the test and evaluation of the effectiveness of the final dosage form of toothpaste preparations. Obtained from the test concentration of 20% n-hexane extract fraction of black betel leaf have the greatest antimicrobial power against Streptococcus mutans and Candida albicans. And after optimization of the base, obtained the good mass forming of toothpaste with base PGA (Pulvis Gummi Arabica) at concentration of 30%. Key words: antimicrobial activity, tooth paste, black betel leaf, formulations ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula sediaan pasta gigi berbahan aktif ekstrak sirih hitam yang efektif membunuh mikroba penyebab radang gusi (gingivitis) dan gigi berlubang (caries). Bahan aktif diperoleh dengan cara melakukan maserasi yang dilanjutkan dengan fraksinasi dari ekstrak tersebut. Uji aktivitas antimikroba terhadap mikroorganisme Streptococcus mutans & Candida albican menggunakan metode difusi, yang mana akan didapatkan konsentrasi efektif yang akan digunakan untuk formulasi pasta gigi berbahan aktif sirih hitam. Dilanjutkan dengan uji efektivitas dan evaluasi sediaan akhir berupa sediaan pasta gigi. Dari pengujian tersebut diperoleh konsentrasi 20% ekstrak fraksi n-heksana daun sirih hitam mempunyai daya antimikroba paling besar terhadap Streptococcus mutans dan Candida albican. Dan setelah dilakukan optimasi basis, didapatkan penggunaan basis PGA (Pulvis Gummi Arabica) pada konsentrasi 30% membentuk massa pasta gigi yang baik. Kata kunci: aktivitas antimikroba, pasta gigi, daun sirih hitam, formulasi
Garam Gunung Asal Krayan sebagai Zat Aditif untuk Menstabilkan Klorofil Sayuran Herman, Herman; Rijai, Laode
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.133 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.45

Abstract

Garam Gunung Asal Krayan yang terdapat pada wilayah utara pulau Kalimantan dipercaya oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti darah tinggi, kencing manis, penyakit kulit serta beberapa penyakit lainnya. Sayur yang menggunakan garam gunung terlihat lebih segar atau nampak tidak layu dan kesegarannya tahan lama dibandingkan dengan menggunakan garam biasa. Dilakukan penelitian untuk mengetahui efek garam gunung asal Krayan terhadap stabilitas sayuran dilihat dari perubahan kadar klorofilnya dengan beberapa perlakuan. Klorofil diukur absorbannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 649 nm dan 665 nm. Didapatkan hasil waktu penyimpanan sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan yang masih mendekati klorofil sayuran segar adalah pada saat selesai pengolahan (0 jam) yaitu sebesar 22,11 ppm. Perubahan warna pada sayuran yang menggunakan garam gunung asal Krayan lebih lambat dibandingkan dengan garam biasa. Kata Kunci : Garam gunung Krayan, sayuran, klorofil
Potensi Tumbuhan Kerokot (Lygodium microphylum) dalam Bidang Kefarmasian Rijai, Laode
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.768 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.46

Abstract

Tumbuhan Kerokot (Lygodium microphylum) di Kalimantan Timur masih dianggap sebagai gulma karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan meluas kesegala arah pada suatu lahan sehingga mengganggu lahan petani jika tumbuh pada lahan perkebunan/ladang petani. Telah dilakukan skrining beberapa potensi kefarmasian terhadap ekstrak Herba Kerokot (Lygodium microphylum) dan terbukti memliki potensi sebagai antioksidan, penumbuh rambut, larvasida untuk nymuk Culex sp dan Aedes aegypty, dan obat luka. Potensi terbaik dari hasil-hasil penelitian tersebut adalah sebagai penumbuh rambut yang telah dilakukan pada hewan uji. Kata Kunci: Lygodium microphylum, potensi kefarmasian
Kandungan Bahan Kering Tanpa Lemak (BKTL) Susu Sapi Perah Friesian Holstein Akibat Pemberian Pakan yang Mengandung Tepung Katu (Sauropus androgynus (L.) Merr) yang Berbeda Yusuf, Roosena
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.812 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.47

Abstract

The purpose of this research was to determine the effect of increasing the provision shrub on milk solid non fat content of Friesian Holstein dairy cattle. Research material used was 9 Friesian Holstein dairy cattle on the second lactation at the sixth month lactation with body weight (BW) of 436 ± 48.67 kg, milk production of 8.86 ± 1.2 liter. Single factor experiment arranged in Complete Random Design with 3 treatments, each replicated for three times, was used in this experiment. The cows were fed with concentrate feed (Crude Protein = 13.42%) added by shrub flour at three levels of 0 % BW (t0), 0.03 % BW (t1), 0.05 % BW (t2), and maize straw as forage at each level of shrub flour in the concentrate. The ratio between concentrate and forage 60%:40%. Obtained data was calculated by ANOVA. Results showed that the average consumption of dry matter feed determined at t0, t1, and t2 were 10.22; 10.70 and 11.63 kg/cow/day (P>0.05), respectively. The average of milk solid non fat of t0, t1 and t2 were 0.672; 0.811 and 0.864 kg/liter (P>0.05), respectively. However shrub flour providing in the concentrate until level of 0.05% BW did not increase milk solid non fat of Friesian Holstein dairy cattle milk solid non fat. Keywords : milk solid non fat, Friesian Holstein dairy cattle, shrub
Pengaruh Penggunaan Pati Biji Cempedak (Arthocarpus champeden Lour) sebagai Bahan Pengikat terhadap Sifat Fisik Tablet Parasetamol secara Granulasi Basah Sapri, Sapri; Setiawan, Dedi; Khairunnisa, Rizki
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.043 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.48

Abstract

The research about influent the use of cempedak seed starch (Arthocarpus champeden Lour) as a binder to the physical properties of paracetamol tablet in wet granulation has been conducted. Cempedak seed starch can improve the quality of materials, increase the viscosity, gelation ability, rehydration ability and increase the solubility. Paracetamol tablet be made in three formulas, with various concentration binders formula FA 6%, FB 8% and FC 10%. The resulting granules and tablets were evaluated. Granule evaluation includes fluiditas test and moisture content. Tablet evaluation includes uniformity of weight test, uniformity of size, hardness test and disintegration test. Granule evaluation results show that all formulas has qualified, except granule formula FA wich contain moisture 1.78%. Tablet evaluation results show that all formulas has qualified FI Ed. IV. Whereas for hardness test, tablet formula FA not eligible because it has hardness 3.8 Kg/cm2. The results of this research indicate that cempedak seed starch can be used as a binder in the manufacture of wet granulation paracetamol tablets. The higher the concentration used cempedak seed starch, than produced a good tablet. Cempedak seed starch can be used as a binder in concentration 8% and 10%. Key Words : Cempedak seed starch (Arthocarpus champeden Lour.), paracetamol tablet, wet granulation ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan pati biji cempedak (Arthocarpus champeden Lour.) sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet parasetamol secara granulasi basah. Pati biji cempedak dapat meningkatkan kualitas bahan, berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut. Tablet parasetamol dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan pengikat formula FA 6%, FB 8% dan FC 10%. Granul dan tablet yang dihasilkan dievaluasi, evaluasi granul meliputi waktu alir granul dan kandungan lembab, evaluasi tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan dan waktu hancur. Hasil evaluasi granul menunjukkan bahwa granul yang dihasilkan dari ketiga formula telah memenuhi persyaratan, kecuali granul formula FA yang memiliki kandungan lembab 1,78%. Hasil evaluasi tablet menunjukkan bahwa tablet dari ketiga formula tersebut telah memenuhi persyaratan tablet pada FI Ed. IV. Sedangkan untuk uji kekerasan, tablet formula FA tidak memenuhi persyaratan karena memiliki kekerasan 3,8 Kg/cm2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pati biji cempedak dapat digunakan sebagai bahan pengikat dalam pembuatan tablet parasetamol secara granulasi basah. Semakin tinggi konsentrasi pati biji cempedak yang digunakan, maka sifat fisik tablet yang dihasilkan semakin baik. Pati biji cempedak dapat digunakan sebagai bahan pengikat tablet dan memberikan sifat fisik tablet yang baik pada konsentrasi 8% dan 10%. Kata Kunci: Pati biji cempedak (Arthocarpus champeden Lour.), tablet parasetamol, granulasi basah
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Bawang Tiwai terhadap Hispatologi Ginjal Mencit Sastyarina, Yurika
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.215 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.49

Abstract

The ethanolic extract from the bulb of Eleutherine americana was investigated for subacute toxicity in Balb/C male mice. The parameter used on this research is kidney histophatological. During subacute toxicity study, bulb plant (0.52, 0,26 and 5.2 mg/kg b.wt) p.o. once daily for 30 days. The animals were sacrificed on the 30th day and the kidney were processed for histophatological. The result of descriptive observation histophatological in kidney shows there is inflammation in glomerulus with 2.6 mg/kg b.wt and 5.2 mg/kg b.wt dosage. There is oedem in tubulus for dosage given in In tubulus 0.52, 0,26 and 5.2 mg/kg b.wt Keyword : bulb, Eleutherine americana, histophatological, kidney, mice ABSTRAK Telah dilakukan penelitian toksisitas subakut pada ekstrak etanol umbi bawang tiwai (Eleutherine americana (Aubl.). Merr) dari mencit jantan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah hispatologi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hispatologi dari ginjal yang telah diberi ekstrak etanol bawang tiwai dengan dosis 0,52 mg/kgBB, 2,6 mg/kgBB, dan 5,2 mg/kgBB pada uji toksisitas subakut dengan pemberian berulang setiap hari sekali selama 30 hari. Hasil pengamatan deskriptif hispatologi terhadap ginjal menunjukkan bahwa pada dosis 0,52 mg/kgBB terjadi inflamasi pada glomerulus dan pada dosis 2,6 mg/kgBB, dan 5,2 mg/kgBB terjadi perdarahan. Sedangkan pada dosis 0,52 mg/kgBB, 2,6 mg/kgBB, dan 5,2 mg/kgBB pada tubulus terjadi oedem. Kata Kunci : Umbi, Eleutherine Americana, hispatologi, ginjal, mencit.
Team, Front cover, Editorial information, Table of Content, Back Cover
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.913 KB)

Abstract

J. Trop. Pharm. Chem. 2012. Volume 2 Nomor 1 Team, Front cover, Editorial information, Table of Content, Back Cover

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 3 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 6 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 5 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 1 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 2 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 4 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 3 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry More Issue