cover
Contact Name
Hadi kuncoro
Contact Email
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 20877099     EISSN : 24076090     DOI : -
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry is a Biannual, international, open access (Indexed in DOAJ, Crossref, SINTA, PKP Index, BASE, Moraref, Google Scholar), journal dedicated to various disciplines of pharmaceutical and allied sciences. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry (ISSN-p: 2087-7099, ISSN-e: 2407-6090), The journal had been established in 2010, and online publication was begun in 2014. Since 2018, the journal has been published in English by Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Indonesia in and only receives manuscripts in English.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry" : 5 Documents clear
Efektivitas Krim Ekstrak Metanol Batang Dan Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Wendy, Wendy; Pratiwi, Liza; Kusharyanti, Indri
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.482 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.66

Abstract

Colonization of Propionibacterium acnes is one of factors that causes acne vulgaris. The present study was conducted to evaluate antiacne effect from cream of methanolic extract from stems and leaves of Impatiens balsamina L. towards Propionibacterium acnes, concentration that gives greatest antiacne effect and to evaluate physical and chemical properties of creams. Simplicia were extracted using soxhlet technique and methanol as solvent. Extract then formulated in cream in three variations of concentration as following 10%(F1), 15%(F2) and 20%(F3). The determination of antiacne effect was done using disc diffusion method. Evaluation of physical and chemical properties of those creams includes organoleptic examination, spreadability, adhesion and pH testing. Determination results showed the diameter of inhibition zone from F1, F2 and F3 were 8,37±2,205; 10,78±2,551; and 17,42±3,029 mm respectively. Analysis results showed that cream of F3 gave significantly greatest antiacne effect compared to F1 and F2 (p<0,05), and not significantly different to the positive control (p>0,05). The evaluation of creams showed that they had homogenous texture, nongreasy, easily washed, spreadability of 10,18±0,285 to 11,55±0,687 cm2, adhesion force of 33,299±2,821 to 60±0 minutes, and pH of 6,07±0,058 to 6,37±0,115, this showed that creams have good physical and chemical properties. Keywords: Antiacne, Impatiens balsamina L. stems and leaves extract, Propionibacterium acnes ABSTRAK Kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes merupakan salah satu penyebab terjadinya jerawat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek antijerawat krim ekstrak metanol batang dan daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes, mengetahui konsentrasi krim yang memberikan efek antijerawat yang paling besar serta mengevaluasi sifat fisik dan kimia krim. Simplisia disokletasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak diformulasikan ke dalam sediaan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 10%(F1), 15%(F2) dan 20%(F3). Pengujian efektivitas krim dilakukan dengan metode difusi cakram. Evaluasi sifat fisik dan kimia sediaan krim yang dilakukan meliputi pemeriksaan organoleptis, pengujian daya sebar, daya lekat dan pH. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat krim F1, F2 dan F3 terhadap bakteri masing-masing sebesar 8,37 ± 2,205; 10,78 ± 2,551; dan 17,42 ± 3,029 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa F3 memberikan efek antijerawat yang paling besar dan berbeda signifikan dibandingkan dengan F1 dan F2 (p<0,05) serta tidak berbeda signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (p>0,05). Hasil evaluasi menunjukkan sediaan homogen, tidak berminyak, mudah tercuci, memiliki daya sebar sebesar 10,18±0,285 hingga 11,55±0,687 cm2 dan daya lekat sebesar 33,299±2,821 hingga 60±0 menit, serta pH antara 6,07±0,058 hingga 6,37±0,115, menunjukkan bahwa sediaan memiliki sifat fisik dan kimia yang baik. Kata kunci: Antijerawat, ekstrak batang dan daun pacar air, Propionibacterium acnes
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Buas-Buas (Premna cordifolia Linn.) terhadap Gambaran Histopatologi Paru Tikus (Rattus norvegicus) Wistar Jantan Pasca Paparan Asap Rokok Tohomi, Kristina Lusty; Iswahyudi, Iswahyudi; Wahdaningsih, Sri
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.939 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.67

Abstract

Cigarette smoke is one of free radical source that can cause oxidative stress, emphysema, and inflamation on lung. Leaves of Premna cordifolia Linn. is one of antioxidant that can neutralize the free radical in body. The purpose of the research is to find the antioxidant activity of Premna cordifolia leaves in reducing lung’s damage and to find the effective dose that can reduce lung’s damage after exposure of cigarette smoke. Dried leaves of Premna cordifolia are maserated with ethanol 70%. Rats are divided into five groups, Group without treatment (CMC control), group that exposed to smoke, three groups that treated with 200 (P1), 400 (P2), and 600mg/kgBW (P3) of ethanolic extract of Premna cordifolia leaves after smoke exposure, and one group that treated with 18mg/kgBW of vitamin E as positive control after smoke exposure. All groups were treated with three cigarette without filter for 14 days. All rat were terminated on the fifteent day. Right lung were collected and subjected to necropsy and stained with Hematoksilin-Eosin. The result show that all doses of ethanolic extract of Premna cordifolia reduce lung damage in enlarge alveolar, thickening of alveolar’s wall, and infiltration of inflmation cells in rats. The effective dose is 600mg/kgbw because the potential of Premna cordifolia leaves extract was same with the potential of positive contol in reducing the lung damage. Keywords: Antioxidant, Premna cordifolia, Lung histopathology, Cigarette smoke ABSTRAK Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas yang dapat menyebabkan stress oksidatif, emfisema dan peradangan paru. Daun buas-buas (Premna cordifolia Linn.) merupakan salah satu antioksidan yang dapat menetralisir keberadaan radikal bebas dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan daun buas-buas dalam menurunkan derajat kerusakan paru pada tikus pasca paparan asap rokok dan dosis efektif daun buas-buas yang dapat menurunkan derajat kerusakan paru tikus akibat asap rokok. Simplisia daun buas-buas dimaserasi dengan etanol 70%. Tikus dibagi menjadi 5 perlakuan, yaitu kelompok yang hanya diberi suspensi CMC (kontrol CMC), kelompok yang hanya diberi paparan asap rokok (kontrol negatif), kelompok perlakuan P1, P2, P3 masing-masing diberi paparan asap rokok dan ekstrak etanol daun buas-buas dengan dosis 200, 400, serta dosis 600 mg/kgBB dan kelompok perlakuan kontrol Positif diberi paparan asap rokok dan suspensi vitamin E dosis 18 mg/kgBB. Semua kelompok diperlakukan setiap hari dengan menggunakan 3 batang rokok tanpa filter selama 14 hari . Kemudian pada hari ke 15 semua tikus diterminasi dan diambil paru sebelah kanan untuk selanjutnya dibuat preparat histopatologi menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun buas-buas dapat menurunkan tingkat kerusakan paru-paru pada pelebaran lumen alveolus, penebalan dinding alveolus dan infiltrasi sel radang pada tikus yang terpapar asap rokok. Dosis ekstrak etanol daun buas-buas dosis 600 mg/kgBB merupakan dosis efektif untuk menurunkan tingkat kerusakan paru-paru hingga tidak berbeda signifikan (p>0,05) dibandingkan dengan kontrol positif. Kata kunci: Premna cordifolia, Antioksidan, Histopatologi paru, Asap rokok
Efektivitas Gel Antijerawat Ekstrak Metanol Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro Murtiningsih, Septira; Nurbaeti, Siti Nani; Kusharyanti, Indri
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.713 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.68

Abstract

Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis is an inflamation triggering bacterias in acne vulgaris. Plants that has been studied for antibacterial effect is Impatiens balsamina. Gel bases for acnes therapy are hydrophilic bases like HPMC (Hydroxypropyl methylcellulose) and carbopol. The aim of this study was to know the optimum combination of Carbopol and HPMC (Hydroxypropyl metylcellulose) in gel formulation that gives best antibacterial effect and to evaluate physical and chemical properties of gel. Extraction was performed by soxhlet method with methanol as solvent. The design of optimum gel formulation was performed using simplex lattice design. Optimum gel formulation was combination of 21% HPMC and 79% Carbopol. Verification results showed that optimum gel of inhibition zone of P. acnes and S. epidermidis is 17.61±0.93 mm and 16.01±1.01 mm respectively. Positive control compared to optimum gel showed inhibition zone toward P.acnes and S.epidermidis of 29.1±1.34 mm and 24.98±1.83 mm respectively. Analysis results using T-test showed that p-value was lower than 0.05 (p<0.05) hence the effectivity from optimum gel was significantly different from positive control that has greater activity than optimum gel. Evaluation of optimum gel showed gel has dark brown color, specific odor from extract, adhesive force of 3.17 minutes, spreadibility of 32.69 cm2, viscosity of 436.66 cP and as well as the pH of 5.23. Keywords: Methanolic extracts of Impatiens balsamina leaves, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, gel, carbopol, HPMC ABSTRAK Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis adalah bakteri pemicu peradangan pada jerawat. Tanaman yang telah banyak diteliti sebagai antibakteri adalah pacar air (Impatiens balsamina L.). Bahan dasar gel yang cocok untuk terapi jerawat adalah bahan dasar hidrofilik seperti HPMC (Hydroxypropyl methylcellulose) dan karbopol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi optimum HPMC dan karbopol yang dapat memberikan efek antibakteri yang baik dan mengetahui evaluasi sediaan gel optimum secara fisik dan kimia. Ekstraksi daun pacar air menggunakan metode sokletasi dengan pelarut metanol. Perancangan formula optimum gel ekstrak metanol daun pacar air menggunakan simplex lattice design. Formula gel optimum adalah kombinasi HPMC 21% dan Karbopol 79%. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa diameter zona hambat yang dihasilkan gel optimum berada dalam rentang yang diprediksi terhadap bakteri P.acnes dan S.epidermidis masing-masing sebesar 17,61±0,93 mm dan 16,01±1,01 mm. Kontrol positif setelah dibandingkan dengan gel optimum menghasilkan diameter zona hambat terhadap P.acnes dan S.epidermidis masing-masing sebesar 29,1±1,34 mm dan 24,98±1,83 mm. Hasil analisa uji T menunjukkan nilai (p<0,05) maka efektivitas gel optimum berbeda signifikan dengan kontrol positif dimana efektivitas kontrol positif lebih besar daripada gel optimum. Hasil evaluasi gel optimum yaitu gel berwarna coklat tua, berbau khas ekstrak dengan nilai daya lekat 3,17 menit, daya sebar 32,69 cm2 dan viskositas sebesar 426,66 cP serta nilai pH sebesar 5,23 yang memenuhi syarat. Kata kunci: Ekstrak metanol daun pacar air, Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, gel, karbopol, HPMC
Uji Toksisitas Akut Fraksi Etil Asetat Batang Dan Daun Pacar Air (Impatiens balsamina Linn) terhadap Tikus Putih Betina Galur Sprague Dawley Anzini, Nia; Kusharyanti, Indri; Nurbaeti, Siti Nani
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1399.45 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.69

Abstract

Impatiens balsamina Linn has been proven through various studies to have pharmacological benefits. Yet there was no research data regarding the toxicity of these plants. The purpose of this study was to determine the acute toxicity of symptoms that occur after oral administration of ethyl acetate fraction from stems and leaves of Impatiens balsamina Linn, determine the LD50 values ​​and toxicity category compounds in the fraction. This study employed OECD (Organization for Economic, Cooperation and Development) 425 method. Parameters observed qualitatively through the observations of the food and drink intakes and change of body everyday weight during a period of 14 days and microscopic examination of liver and kidney. The results of the study showed no symptoms of toxicity arising from qualitative observations. LD50 value of ethyl acetate fraction of stems and leaves of Impatiens balsamina Linn was more than 2000 mg/kg body weight, which belongs to moderately toxic. Also, a paired t-test concluded that there was no significant differences occuring among the amount of food and drink intakes and body weight changes before and after treatment. Likewise, based on statistical test using One Way ANOVA showed no significant difference in food intakes and body weight changes in the treatment group and control animals (p>0,05), and no significant difference of daily drinking intakes between control group and treatment group with distilled water (p>0,05). While, there was a significant difference between the control rats and the CMC treatment (p <0,05). Based on the results of the scoring damage to liver and kidney showed the ethyl acetate fraction of stem and leaves of Impatiens balsamina Linn histologically caused liver damage, but not for the kidney of the test animals. Keywords: acute toxicity, ethyl acetate fraction, Impatiens balsamina Linn, OECD 425 ABSTRAK Tanaman pacar air (Impatiens balsamina Linn) telah dibuktikan melalui berbagai penelitian memiliki efek farmakologis yang beragam. Namun belum ada data penelitian mengenai ketoksikan tanaman tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui gejala ketoksikan akut yang terjadi pasca pemberian oral fraksi etil asetat batang dan daun pacar air, menentukan nilai LD50 serta mengetahui kategori ketoksikan senyawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada pedoman OECD (Organization for Economic, Cooperation and Development) 425. Parameter yang diamati adalah parameter kualitatif gejala ketoksikan, jumlah konsumsi makan, minum dan perubahan bobot badan harian selama 14 hari pengamatan, serta mikroskopik organ hati dan ginjal. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat gejala ketoksikan yang muncul dari pengamatan kualitatif. Nilai LD50 fraksi etil asetat batang dan daun pacar air yaitu >2000 mg/kg BB yang termasuk kategori toksik sedang. Berdasarkan uji beda disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah konsumsi makan, minum dan perubahan bobot badan sebelum dan setelah perlakuan. Berdasarkan uji statistik menggunakan One Way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap konsumsi makan dan perubahan bobot badan hewan kelompok perlakuan dan kontrol (p>0,05), tidak ada perbedaan yang signifikan pada konsumsi minum harian antara kelompok perlakuan dengan kontrol aquadest (p>0,05) dan terdapat perbedaan signifikan antara tikus kontrol CMC dan perlakuan (p<0,05). Berdasarkan hasil scoring kerusakan hati dan ginjal menunjukkan fraksi etil asetat batang dan daun pacar air secara histologi merusak organ hati, namun tidak menyebabkan kerusakan ginjal hewan uji Kata kunci: toksisitas akut, fraksi etil asetat, Impatiens balsamina Linn, OECD 425
Potensi Tumbuhan Tembelekan (Lantana camara Linn) Sebagai Sumber Bahan Farmasi Potensial Rijai, Laode
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.766 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i4.70

Abstract

Tumbuhan Tembelekan dianggap masyarakat sebagai pengganggu atau gulma karena pertumbuhannya yang dahsyat merambat ke segala arah sehingga mengganggu pada kegiatan pembukaan lahan. Manfaat tradisional daun tumbuhan ini dikenal oleh berbagai suku di Indonesia, tetapi hanya sebagai obat luka yang tidak menarik karena obat luka tergolong obat murah di pasaran. Potensi botani yang tampak terhadap tumbuhan Tembelekan adalah pertumbuhannya yang dahsyat sehingga jika memiliki manfaat ekonomi menjadi sangat potensial ditinjau dari penyediaan bahan baku. Beberapa penelitian ilmiah telah dilakukan terhadap daun dan bunga Tembelekan dan terbuktidaunnya sangat potensial sebagai obat luka yang melebihi obat luka bioplacenton dan bunganya bersifat antioksidan yang sangat kuat.Kandungan metabolit sekunder daun dan bunganya juga sangat bervariasi sehingga masih memungkinkan potensi-potensi lainya dalam bidang farmasi. Kata Kunci: Tembelekan (Lantana camara L), sumber bahan farmasi potensial

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 3 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 6 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 5 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 1 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 2 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 4 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 3 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry More Issue