cover
Contact Name
Hadi kuncoro
Contact Email
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 20877099     EISSN : 24076090     DOI : -
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry is a Biannual, international, open access (Indexed in DOAJ, Crossref, SINTA, PKP Index, BASE, Moraref, Google Scholar), journal dedicated to various disciplines of pharmaceutical and allied sciences. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry (ISSN-p: 2087-7099, ISSN-e: 2407-6090), The journal had been established in 2010, and online publication was begun in 2014. Since 2018, the journal has been published in English by Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Indonesia in and only receives manuscripts in English.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry" : 10 Documents clear
Metabolit Sekunder dan Aktivitas Fraksi Etil Asetat Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis Ramadhan, Adam M.; Pangaribuan, Ririn; Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.137 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.92

Abstract

This research aims to determine the identification of secondary metabolites and antibacterial activity of ethyl acetate fraction of Jengkol fruit peel (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) against the bacteria Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. Identification of secondary metabolites is done by testing be qualitative. Antibacterial activity assays performed by agar diffusion method with a test concentration are 0,5%, 1%, 5%, 10% and 15%. The results of identification of secondary metabolites are flavanoid, fenolic and tannin. Data has been analyzed with measuring the diameter of the kill zone of ethyl acetat fraction of Jengkol fruit peel against bacterial growth. The result of research showed that ethyl acetat fraction of Jengkol fruit peel produce radical zone. The effective concentration of ethyl acetate of Jengkol fruit peel was 15% against the bacteria Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis.Keywords: Secondary metabolites, antibacterial activity, Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat kulit buah jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan dengan uji kualitatif. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 0,5%, 1%, 5%, 10% dan 15%. Hasil identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder terdapat senyawa flavanoid, fenolik dan tanin. Data hasil penelitian aktivitas antibakteri dianalisis dengan mengukur diameter zona bunuh fraksi etil asetat kulit buah jengkol terhadap pertumbuhan bakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat kulit buah jengkol memiliki aktivitas dalam membunuh pertumbuhan baktri uji. Konsentrasi efektif fraksi etil asetat kulit buah jengkol untuk membunuh bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis yaitu pada konsentrasi 15%.Kata kunci: Metabolit sekunder, aktivitas antibakteri, Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.
Aktivitas Antijamur dan Identifikasi Metabolit Sekunder Isolat Jamur Endofit dari Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) terhadap Beberapa Jamur Patogen Fridayanti, Aditya; Ibrahim, Arsyik; Fitriyani, Fitriyani
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.846 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.93

Abstract

Each plant is host to one or more endophytes contain bacteria and fungi. Endophytic fungi could potentially have an activity and produce secondary metabolites same as its host. Yacon leaf (Smallanthus sonchifolius) has been known to have antimicrobial activity that allow the endophytic fungi also has potential as antimicrobial. The purpose of this research was to isolated the endophytic fungi from Yacon leaf which has activity as antifungal and can produce secondary metabolites same as its host. The method that used to test the activity of endophytic fungi are using direct planting method, whereas the identification of secondary metabolites using Thin Layer Chromatography (TLC) and spray reagent. The results were obtained that the endophytic fungi has an activity as antifungal against Candida utilis, Candida albicans and Malassezia Purpur, along with the presence of secondary metabolites that same as its host.Key words: endophytic fungi, Smallanthus sonchifolius, antifungal, Thin Layer Chromatography (TLC)ABSTRAKSetiap tanaman mengandung satu atau lebih mikroba endofit yang terdiri dari bakteri dan jamur. Jamur endofit berpotensi memiliki aktivitas dan menghasilkan metabolit sekunder yang sama seperti inangnya. Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius) telah diketahui memiliki aktivitas sebagai antimikroba sehingga memungkinkan adanya jamur endofit yang juga berpotensi sebagai antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah didapatkan isolat jamur endofit dari daun Yakon yang memiliki aktivitas sebagai antijamur dan dapat menghasilkan metabolit sekunder yang sama seperti inangnya. Metode yang digunakan untuk menguji aktivitas isolat jamur endofit adalah menggunakan metode tanam langsung, sedangkan identifikasi metabolit sekunder menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan pereaksi semprot. Hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya isolat jamur endofit yang memiliki aktivitas sebagai antijamur terhadap jamur Candida utilis, Candida albicans, dan Malassezia purpur, serta adanya metabolit sekunder yang sama seperti inangnya.Kata kunci: Jamur endofit, Smallanthus sonchifolius, antijamur, Kromatografi Lapis Tipis (KLT)
Aktivitas Sediaan Gel Antiseptik Tangan Berbahan Aktif Ekstrak Fraksi Etanol Daun Sungkai (Peronema canencens Jack.) terhadap Beberapa Bakteri Patogen Ibrahim, Arsyik; Utami, Indah Woro; Agustina, Risna
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.202 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.94

Abstract

Penelitian Aktivitas Sediaan Gel Antiseptik Tangan Berbahan Aktif Ekstrak Fraksi Etanol Daun Sungkai (Peronema Canencens Jack.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antiseptik fraksi daun Sungkai (P. canescens. Jack) secara in vitro terhadap beberapa bakteri patogen dalam sediaan gel antiseptic tangan dan mengetahui konsentrasi terbaik fraksi etanol daun Sungkai (P. canencens Jack.) dalam sediaan gel antiseptik tangan terhadap masing-masing strain mikroba patogen. Bahan uji diperoleh dengan fraksinasi ekstrak fraksi etanol daun sungkai, selanjutnya formulasikan ke dalam basis gel antiseptic, diuji aktivitasnya terhadap beberapa bakteri pathogen dan menentukan konsentrasi terbaik fraksi etanol daun Sungkai (P. canencens Jack.) dalam sediaan gel antiseptik tangan terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella thyposa, Staphylococcus aureu, Bacillus subtilis. Metode pengujian antibakteri mengunakan uji difusi padat secara in vitro. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi fraksi etanol dalam sediaan gel antiseptik aktif terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella thyposa, Staphylococcus aureus dan Bacillus subtillis. Konsentrasi terbaik ekstrak etanol dalam sediaan gel antiseptik adalah 4% efektif menghambat/membunuh ke tiga bakteri uji. Kata kunci : P. canencens Jack, Gel antiseptik, E. coli, S. thyposa, S. aureus, B. subtlisABSTRACTA research which antiseptic hand gel preparations containing the active leaf extract fraction ethanol Sungkai (Peronema canencens Jack.) has been done. This study aims to know is antiseptic activity Sungkai leaf fraction (P. canescens. Jack) in vitro against to several microbial pathogens in the preparation of antiseptic hand gel, and to know determine the best concentration of ethanol fraction Sungkai leaf in the preparation of antiseptic gel hands each strain of pathogenic bacteria. Test materials obtained by fractionation of the ethanol extract of the leaf fraction Sungkai, further formulated into a gel base antiseptic, tested its activity against several bacterial pathogens, and determine the best concentration of ethanol fraction Sungkai leaf in the preparation of antiseptic hand gel against Staphylococcus aureus, Salmonella thyposa, Escherichia coli and Bacillus subtilis bacteria. Antibacterial testing using method in vitro solid diffusion test. The results showed the concentration of ethanol fraction in gel dosage of active antiseptic against Staphylococcus aureus, Salmonella thyposa, Escherichia coli and Bacillus subtilis bacteria. The best concentration of ethanol extract in the preparation of antiseptic gel was 4% effective at inhibiting or kill the to three bacteria. Keywords: P. canencens Jack, antiseptic gel, E. coli, S. thyposa, dan S. aureu, B. subtllis
Formulasi dan Optimasi Basis Gel HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) dengan Berbagai Variasi Konsentrasi Ardana, Mirhansyah; Aeyni, Vebry; Ibrahim, Arsyik
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.804 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.95

Abstract

Ideal gel formulation can be obtained by formulating some kind of gelling material, but the most important thing to note is the selection of a gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) is a gelling agent that is commonly used in the production of cosmetics and drugs, because it can producea gel that is clear, easily soluble in water, and has a low toxicity. This study aimed to obtain the concentration of HPMC as a gelling agent that has the physical stability in accordance with the stipulated requirements. Gel formulations made with HPMC concentration variation of 3%, 5% and 7%, further evaluation of physical properties include organoleptic test, homogeneity, dispersive power, pH, and viscosity. Evaluation gel base done for 3 weeks. The results of stability tests show the base gel with a concentration of 7% HPMC has a good standard for viscosity, pH, dispersive power, homogeneity and organoleptic.Key words: Gel, HPMC (hidroxy propyl methyl cellulose), gelling agent.ABSTRAKSediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara memformulasikan beberapa jenis bahan pembentuk gel, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose) merupakan gelling agent yang sering digunakan dalam produksi kosmetik dan obat, karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dan mempunyai ketoksikan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi HPMC sebagai gelling agent yang memiliki kestabilan fisika yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Formulasi gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 3%, 5% dan 7%, selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisika yang meliputiuji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas. Evaluasi basis gel dilakukan selama 3 minggu. Hasil yang diperoleh dari uji stabilitas menunjukan basis gel dengan konsentrasi HPMC 7% memiliki standar yang baik untuk viskositas, pH, daya sebar, homogenitas dan organoleptis.Kata Kunci : Gel, HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose), gelling agent.
Aktivitas Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) sebagai Antiinflamasi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Agustina, Risna; Indrawati, Dewi Tita; Masruhim, Muhammad Amir
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.829 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.96

Abstract

The aim of this study was to determine the anti inflammatory effect of ethanol extract of salam leaves, viewed from decrease paw edema volume rats carrageenan induced 1%. For the anti-inflammatory activity measurement, five different groups were established, three test group, one positive control group and one negative control group. In the test group given the extract of salam leaves, the positive control given Na diklofenak, while the negative control group given Na CMC. Salam leaf extract was administered in three different doses : 50 mg/kgBB, 150 mg/kgBB and 250 mg/kgBB. Each of them were given orally 30 min before carrageenan induced. The paw volume was measured every hour for five hour after injection carrageenan. The results showed that ethanol extract of salam leaves in all doses has anti inflammatory efect on white rats.Keywords: Anti-inflammatory, extract salam leaves, white ratsABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi ekstrak etanol daun salam ditinjau dari penurunan volume udem telapak kaki tikus putih jantan yang diinduksi karagenan 1%. Untuk pengukuran aktivitas antiinflamasi digunakan 5 kelompok hewan coba yang berbeda yakni 3 kelompok uji, 1 kelompok kontrol positif dan 1 kelompok kontrol negatif. Pada kelompok uji diberikan ekstrak daun salam, pada kontrol positif diberikan Na diklofenak, sedangkan pada kelompok kontrol negatif diberikan Na CMC. Pemberian ekstrak daun salam dilakukan 3 variasi dosis yaitu dosis 50mg/kgBB, 150mg/kgBB, dan 250mg/kgBB. Bahan uji diberikan secara oral 30 menit sebelum diinduksi dengan 0,1 mL karagenan 1%. Pengukuran volume telapak kaki tikus dilakukan setiap jam selama 5 jam setelah induksi karagenan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun salam pada semua variasi dosis memberikan efek antiinflamasi pada tikus putih jantan.Kata kunci: Antiinflamasi, ekstrak daun salam, tikus putih jantan
Evaluasi Formula Krim Minyak Biji Delima (Punica granatum L.) dan Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode β-Carotene Bleaching Mita, Nur; Tarini D., Sasanti; Damayanti, Sophi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.73 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.97

Abstract

Minyak biji delima memiliki aktivitas antioksidan kuat, sehingga berpotensi untuk diformulasi menjadi sediaan antioksidan topikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi formula sediaan krim minyak biji delima dan menguji aktivitas antioksidan dari sediaan tersebut. Krim a/m diformulasi menggunakan emulgator Tween 80- Span 80. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan pH dan viskositas sediaan yang disimpan selama 4 minggu pada suhu kamar, stabilitas fisik dengan metode Freeze Thaw sebanyak 4 siklus dimana 1 siklus terdiri dari 48 jam pada suhu 4°C dan 48 jam pada suhu 40°C. Potensi antioksidan diuji dengan metode β-Carotene Bleaching. Formula krim yang mengandung minyak biji delima 1% stabil secara fisik. Hasil uji efek antioksidan menunjukkan persen penghambatan minyak biji delima murni dan minyak biji delima dalam bentuk krim terhadap penurunan warna β-Carotene berturut-turut adalah 73,41% dan 52,80%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan minyak biji delima dalam bentuk krim mengalami penurunan 0,3 kali.Kata kunci: krim, minyak biji delima, antioksidan, β-Carotene BleachingABSTRACTPomegranate seed oil has a potent antioxidant activity that is potential to be formulate into topical antioxidant dosage form. The purpose of this study is to formulate cream of pomegranate seed oil that physically stable, however have antioxidant activity. Cream w/o was formulated using Tween 80 - Span 80 as emulsifier. Evaluation of cream products includes determining pH and viscosity of the preparations stored for 4 weeks at room temperature, physical stability test by Freeze Thaw method which was carried out for 4 cycles in where 1 cycle consists of 48 hours at 4°C and 48 hours at 40°C. Antioxidant activity was tested by β-carotene bleaching method. The results of the research showed that all cream formulas containing pomegranate seed oil 1% were physically stable and can increase the comfortness in use on the skin. The antioxidant test results showed antioxidant activity of pure pomegranate seed oil and pomegranate seed oil as formulated in creams have antioxidant capacity with inhibition percentage of 73.41% and 52.80%, respectively. Based on these results it can be concluded that the antioxidant activity of pomegranate seed oil in cream decreased 0,3 times.Keywords: cream, pomegranate seed oil, antioxidant, β-Carotene Bleaching
Profil Kromatografi Senyawa Aktif Antioksidan dan Antibakteri Fraksi N-Heksana Daun Libo (Ficus variegata Blume) Rusli, Rolan; Hardina, Myra Puspha; Muflihah, Fairul; Rahmadani, Agung
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.666 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.98

Abstract

Research about chromatographic profile of antioxidant and antibacterial compounds in n-hexane fraction of Libo leaves (Ficus variegata Blume.) has been done in order to know the form of chromatographic profile of antioxidant and antibacterial compounds in n-hexane fraction of Libo leaves. Extraction was done by maceration using methanol. Isolation was done by 2 methods, vacuum liquid chromatography (VLC) then followed by conventional column chromatography. Eluent used are n-hexane-ethyl acetate and methanol-chloroform. The results based on conventional column chromatography are as many as 10 fractions. The fractions are being conducted then by a qualitative testing of the antioxidant activity using DPPH method and antibacterial activity test using bioautography TLC method. The results formed as a chromatographic profile of fraction that contain antioxidant and antibacterial activity, which are as many as 5 fractions (NHB1, NHB3, NHB4, NHC1, NHC3) active as an antioxidant and 4 fractions (NHB1, NHC1, NHC2, NHC3) which are active as an antibacterial. The secondary metabolite contents of the fractions are alkaloid, flavonoid and steroid/terpenoid.
Formulasi Granul Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana. L) Menggunakan Aerosil dan Avicel PH 101 Supomo, Supomo; Bella R.W, Dayang; Sa'adah, Hayatus
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.105 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.99

Abstract

Salah satu tanaman Indonesia yang bisa dimanfaatkan adalah buah manggis (Garcinia mangostana L.). Banyak penelitian yang dilakukan dengan ekstrak kulit manggis terhadap aktivitas farmakologi seperti antiinflamasi, antihistamin, antioksidan dan antimikroorganisme. Variasi pengolahan kulit buah manggis pada masyarakat Indonesia masih terbatas sehingga diperlukan pengembangan dalam bentuk sediaan lain seperti dibuat menjadi granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah granul ekstrak kulit buah manggis menggunakan aerosil dan avicel PH 101 memenuhi persyaratan fisik granul yang baik dan untuk mengetahui konsentrasi aerosil dan avicel PH 101 yang memenuhi persyaratan fisik granul ekstrak kulit buah manggis. Penelitian diawali dengan proses ekstraksi simplisia kulit buah manggis secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% dan diuapkan hingga diperoleh ekstrak kental. Pembuatan granul dari ekstrak kulit manggis dilakukan dengan menggunakan kombinasi antara aerosil dan avicel 101 yang divariasikan dalam 4 formula yaitu formula 1 aerosil : avicel 101(0% : 20%), formula 2 aerosil : avicel 101% (20% : 20%), formula 3 aerosil : avicel 101 (0% : 60%) dan formula 4 aerosil : avicel 101 (20% : 60%). Tahap selanjutnya granul hasil dari formulasi dievaluasi sifat fisik granul meliputi uji kandungan lembab, densitas massa, ukuran partikel dan sifat alir. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis variasi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan dengan konsentrasi avicel 101 : aerosil (20% : 0%) dan konsentrasi avicel 101 : aerosil (60% : 0%) granul ekstrak kulit manggis, memenuhi persyaratan, meliputi uji kandungan lembab, densitas massa, ukuran partikel dan sifat alir. Hal ini menunjukkan bahwa avicel 101 mampu berperan sebagai pengikat yang baik dan kuat sekaligus sebagai penyerap cairan pada granul.Kata Kunci: granul, kulit buah manggis, aerosil, avicel pH 101
Uji Sitotoksik dan Uji Kombinasi Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol Akar Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack.,) dan Doksorubisin pada Sel Limfosit Nurani, Laela Hayu; Widyarini, Sitarina; Mursyidi, Ahmad
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.361 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.100

Abstract

Uji efek sitotoksik dan uji kombinasi fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack.,) dan doksorubisin telah dilakukan terhadap sel normal limfosit secara in vitro. Fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan kombinasinya dengan doksorubisin diuji dengan metode MTT. Prinsip kerja metode MTT adalah dengan mengukur aktivitas dehidrogenase mitokondria pada sel-sel hidup yang memiliki kemampuan untuk mengkonversi MTT menjadi formazan. Pengujian sitotoksik ekstrak fraksinasi dilakukan pada konsentrasi 2000; 1000; 500; 250; 125; 62,5; 31,25 μg/mL dan doksorubisin pada konsentrasi 4; 2; 1; 0,5; 0,25; 0,125; 0,0625 μg/mL. Dari pengujian yang dilakukan diperoleh nilai IC50 fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi dan doksorubisin terhadap sel limfosit masing-masing 44 μg/mL dan 1,1 μg/mL. Hasil uji kombinasi diperoleh nilai CI (combination index) tertinggi adalah pada konsentrasi kombinasi 22 μg/mL (fraksi etil asetat ekstrak etanol APB) dan 0,5547 μg/mL (doksorubisin) yaitu sbesar 73,282 (CI>1=antagonis). Hasil penelitian menunjukkan fraksi etil asetat ekstrak etanol akar pasak bumi memiliki toksisitas yang lebih rendah dibandingkan doksorubisin dan dapat digunakan untuk kombinasi pada kemoterapi dengan doksorubisin.Kata Kunci : Akar pasak bumi, doksorubisin, uji sitotoksik, uji kombinasi, sel limfosit.ABSTRACTThe cytotoxicity and combination test of ethyl acetate fraction of ethanolic extract of Pasak bumi roots (Eurycoma longifolia Jack.) and doxorubicin have been made to the normal lymphocyte cells in vitro. The tests were carried out by using MTT method. Principle of the MTT method is to measure the mitochondrial dehydrogenase activity in living cells that have the ability to convert MTT into formazan. Cytotoxicity test for fraction performed at concentrations of 2000;1000;500;250;125;62,5;31,25 μg/mL and the concentrations of doxorubicin at 4;2;1;0,5;0,25;0,125;0,0625 μg/mL. From the tests IC50 values obtained ethyl acetate fraction of ethanolic extract of pasak bumi roots and doxorubicin against lymphocyte cells each 44 μg/mL and 1.1 μg/mL. The results of combination index (CI) value is 73,282 (CI>1= antagonist) at concentration of the combination 22 μg/mL for ethyl acetate fraction and 0,5547 for doxorubicin. The Results showed ethyl acetate fraction of ethanolic extract of the pasak bumi roots has lower toxicity than doxorubicin and it can be used for the combination chemotherapy with doxorubicin.Keywords : Pasak bumi roots, doxorubicin, Cytotoxicity test, combination test, lymphocyte cells
Optimalisasi Ekstraksi dan Uji Metabolit Sekunder Tumbuhan Libo (Ficus variegate Blume) Febrina, Lizma; Rusli, Rolan; Muflihah, Fairul
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.509 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i2.153

Abstract

Tumbuhan Libo (Ficus variegate Blume) merupakan salah satu tumbuhan liar, dan bagian daunnya tidak pernah dimakan oleh ulat. Pada Tahap ini dilakukan optimalisasi teknik ekstraksi dan menguji metabolit sekunder daun libo. Optimalisasi dilakukan dengan mengubah berbagai variabel yaitu metode ekstraksi, variasi jumlah pelarut, dan lamanya waktu ekstraksi. Efektivitas ekstraksi dilihat dari %rendemen yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah maserasi dan soxhlet, sedangkan pelarut yang digunakan adalah metanol dengan variasi jumlah pelarut 1:10, 1: 20, 1:30 serta variasi waktu ekstraksi (1,2,3 4 dan 5 hari untuk maserasi dan 1,2,3,4 dan 5 siklus untuk metode soxhlet). Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah metode terbaik untuk ekstraksi daun libo adalah metode soxhlet dengan % rendemen 34,00 dengan perbandingan pelarut 1:30 dengan lama ekstraksi sebanyak 5 siklus. Dari pengujian metabolit sekunder diketahui daun Libo ini mengandung fenol, flavonoid dan alkaloid.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 3 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 6 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 5 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 1 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 2 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 4 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 3 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry More Issue