cover
Contact Name
Hadi kuncoro
Contact Email
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
kuncoro_hadi82@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 20877099     EISSN : 24076090     DOI : -
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry is a Biannual, international, open access (Indexed in DOAJ, Crossref, SINTA, PKP Index, BASE, Moraref, Google Scholar), journal dedicated to various disciplines of pharmaceutical and allied sciences. Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry (ISSN-p: 2087-7099, ISSN-e: 2407-6090), The journal had been established in 2010, and online publication was begun in 2014. Since 2018, the journal has been published in English by Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Indonesia in and only receives manuscripts in English.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry" : 12 Documents clear
Stirillakton Terasetilisasi dari Daun Tendani (Goniothalamus macrophyllus Hook.f. & Thoms) Asal Kalimantan Timur Rahmadani, Agung
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.331 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.111

Abstract

Senyawa turunan stirillakton terasetilisasi telah berhasil diisolasi dari daun tendani (Goniothalamus macrophyllus Hook.f. & Thoms) asal Kalimantan Timur. Isolasi dimulai dengan maserasi menggunakan metanol, kemudian difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Ekstrak etil asetat diisolasi dengan teknik kromatografi kolom. Struktur isolat ditentukan strukturnya berdasarkan Spektroskopi Massa (MS), NMR (1D dan 2D). Struktur turunan stirillakton yang berhasil diisolasi diketahui sebagai 9-deoksigoniopipiron asetat. Kata Kunci: Daun tendani, goniothalamus macrophyllus, stirillakton, 9-deoksigoniopipiron asetat
Observasi Klinik Efek Formula Jamu Dispepsia terhadap Fungsi Hati Triyono, Agus; Astana, PR Widhi; Pamadyo T.I, Sunu
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.58 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.112

Abstract

Dispepsia adalah sindrom yang mencakup satu atau lebih dari gejala perasaan perut penuh setelah makan, cepat kenyang atau rasa terbakar di ulu hati, yang berlangsung sedikitnya dalam 3 bulan terakhir. Dispepsia sering ditemukan dalam praktik dokter sehari-hari. Telah dilakukan penelitian efek formula jamu dispepsia terhadap fungsi hati (SGOT dan SGPT). Uji klinik dilakukan dengan desain penelitian pre-post test desaign pada 69 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek penelitian minum formula jamu dispepsia tiga kali sehari selama delapan minggu dengan kontrol seminggu sekali. Setiap kontrol dilakukan observasi kinik kemungkinan efek samping dan gambaran fisik diagnostik. Subjek penelitian dilakukan pemeriksaan SGOT dan SGPT setiap empat minggu. Hasil anamnesis dan pemeriksaan klinik selama perlakuan dan sesudah perlakuan tidak ditemukan efek samping yang bermakna. Hasil uji t berpasangan sebelum perlakuan dibanding sesudah perlakuan 28 hari untuk kadar SGOT, nilai p 0.434 (>0.05) dan kadar SGPT nilai p 0.689 (>0.05). Hasil uji t berpasangan sebelum perlakuan dibanding sesudah perlakuan 56 hari untuk kadar SGOT nilai p 0.120 (>0.05) dan kadar SGPT nilai p 0.533 (>0.05). Jadi disimpulkan bahwa penggunaan formula jamu dispepsia selama 56 hari tidak ditemukan efek samping yang bermakna, dan tidak mengganggu fungsi hati. Kata kunci: fungsi hati, formula jamu dispepsia ABSTRACT Dyspepsia is a syndrome that includes one or more of the symptoms of the stomach feeling full after eating , satiety or burning sensation in the pit of the stomach , which takes place at least in the last 3 months. Dyspepsia is often found in medical practice. Has conducted research the effect of dyspepsia herbs formula to the liver functions (SGOT and SGPT). Safety of clinical trials were conducted by the study of pre - post design research. It was involving 69 subjects who have met the inclusion and exclusion criteria. Subject drink the dyspepsia herb formula three times a day for eight weeks, then controlled it once a week. Each control conducted clinical observation the possibility of side effects and performed a physical examination diagnostic. Research subjects examined liver function (SGOT and SGPT) every four weeks. The results of anamsesis and physical examination on the subject during treatment and after treatment was not found significant side effects. Results of analysis of paired test showed, there was no significant difference (t < 0,05) levels of SGOT and SGPT before treatment and after giving dyspepsia herbs formula in day 28th and 56th . Giving dyspepsia herbs formula for 56 days on the subject of the study found no symptoms of serious side effects, as well as not to disturb liver function. Keywords: liver function, dyspepsia herbs formula
Formulasi Nanopartikel Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr) dengan Variasi Konsentrasi Kitosan-Tripolifosfat (TPP) Pakki, Ermina; Sumarheni, Sumarheni; F, Aisyah; Ismail, Ismail; Safirahidzni, Syarfina
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.577 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.113

Abstract

Ekstrak etanol Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang kuat sehingga berpotensi untuk dikembangkan menjadi sistem penghantaran nanopartikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan – tripolifosfat (TPP) terhadap karakteristik fisik dari nanopartikel. Ekstrak bawang dayak diformulasi dalam bentuk nanopartikel dengan metode gelasi ionik dengan variasi konsentrasi polimer kitosan : tripolifosfat yaitu 0,5% : 0,5% (F1), 0,75% : 0,5% (F2), dan 1% : 0,5% (F3). Parameter pengujian meliputi penentuan ukuran dan indeks polidispersitas nanopartikel menggunakan particle size analyzer, pengamatan morfologi menggunakan scanning electron microscopy, pengukuran efisiensi penjerapan, dan disolusi in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel F1, F2, dan F3 memiliki ukuran masing-masing sebesar 256,30 nm, 376,28 nm dan 419,18 nm dengan distribusi ukuran yang relatif homogen dan efisiensi penjerapan masing-masing sebesar 69,54%, 77,51% dan 79,79%. Pengamatan morfologi dari nanopartikel menunjukkan bentuk partikel yang mendekati spheris (bulat) dengan permukaan yang kasar. Profil pelepasan obat dari nanopartikel F1, F2, dan F3 pada jam ke-8 masing-masing sebesar 71,19 % (F1), 74,97% (F2) dan 80,55% (F3). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ekstrak bawang dayak dapat diformulasi dalam ukuran nanopartikel dengan karakteristik fisik yang bervariasi tergantung pada konsentrasi kitosan dan tripolifosfat yang digunakan. Kata Kunci: Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.), antioksidan, nanopartikel, kitosan, tripolifosfat, gelasi ionik. ABSTRACT Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.) ethanol extract had been known to have excellent antioxidant activity that has the potential to be developed into a nanoparticle delivery systems. This study aims to determine the effect of varying concentrations of chitosan - tripolyphosphate (TPP) to the physical characteristics of nanoparticles. Bawang dayak extract formulated in the form of nanoparticles with an ionic gelation method and and using polymers chitosan - tripolyphospate varying concentration as 0.5% : 0.5% (F1), 0.75% : 0.5% (F2), and 1% : 0.5% (F3). The measured parameters were determinating particle size and polydispersity index using particle size analyzer, observation of particle morph using scanning electron microscopy, measurement of entrapment efficiency and dissolution in vitro. The result showed that the average size of nanoparticle F1, F2, and F3 respectively is 256.30 nm, 376 nm and 419.18 nm with entrapment efficiency respectively is 69.54% (F1), 77.51% (F2) and 79.79% (F3) with a relatively homogenous size distribution and entrapment efficiencies respectively is 69.54%, 77.51% and 79.79%. Observation of morphology of the nanoparticles shows the particle shape is almost sphere (spherical) with a rough surface. The profile of drug release from the nanoparticles F1, F2, and F3 in 8 hours respectively is 71.19% (F1), 74.97% (F2) and 80.55% (F3). Based on this study, it was concluded that the etanol extract of bawang dayak can be formulated into nanoparticles with different physical characteristics based on the ratio of polymer chitosan and tripolyphosphate used. Keywords: Bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl) Merr.), nanoparticles, chitosan, tripolyphosphate, ionic gelation.
Efektivitas Ekstrak Daun Gedi Merah terhadap Glukosa Darah, Malondialdehid, 8-Hdroksi-Deoksiguanosin, Insulin Tikus Diabetes Tandi, Joni; H Z, Muthi’ah; Yuliet, Yuliet; Yusriadi, Yusriadi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.503 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.114

Abstract

Red Gedi Leaves Extract (RGLE) have phytochemicals such as alkaloids, flavonoids, polyphenols, saponins and tannins which known as antidiabetic agents. Study had been done about RGLE (Abelmoschus manihot (L.) Medic) on blood glucose level, 8-hydroxy-deoksiguanosin, malondialdehyde and insulin in diabetic rats (Rattus norvegicus). This study aims to prove the effects of RGLE in blood glucose levels, 8-hydroxy-deoksiguanosin, and malondialdehyde and insulin levels in rats with diabetes induced by streptozotocin and which is the most effective dosage of RGLE. Study used pre and post test design. RGLE obtained by maceration method using by ethanol 96%. There were 120 white male rats which were divided into six treatment groups, each group consisting of 20 individuals. Group I (healthy control), II (negative control) were given by Na-CMC 0.5%. Group III as the positive control were given by glibenclamide, group IV, V, and VI given by RGLE with different doses (150, 300 and 450)mg/kg BW. Animal test were diabetic induced by Streptozotocin with 40 mg/kg BW dosage i.p. Data were analyzed by One Way (ANOVA). The result showed that RGLE can reduced blood glucose levels, 8-hydroxy-deoksiguanosin, and malondialdehyde and increased insulin levels in diabetic rats. The Effective Dosage of RGLE is 150 mg/kg BW. Keywords : RGLE(Red Gedi Leaves Extract),Glukose,8-hidroksideoksiguanosin, Malondialdehyde, Insulin. ABSTRAK EDGM (Ekstrak Daun Gedi Merah) mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin diduga mempunyai efek antidiabetes. Telah dilakukan penelitian dari EDGM (Abelmoschus manihot (L.) Medik) terhadap kadar glukosa darah (KGD), 8-hidroksi-deoksiguanosin, malondialdehid, insulin pada tikus putih (Rattus norvegicus) diabetes yang diinduksi streptozotocin telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan kemampuan EDGM terhadap KGD, 8-hidroksi-deoksiguanosin, dan malondialdehid, insulin pada tikus putih diabetes diinduksi streptozotocin dan menentukan dosis paling efektif. Rancangan penelitian digunakan adalah pre and post test design. EDGM diperoleh dengan cara metode etanol 96%. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih jantan sebanyak 120 ekor yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 20 ekor. Kelompok kontrol I (sehat), II negatif(-) diberikan suspensi Na-CMC 0,5%, III positif(+) diberikan suspensi glibenklamid, kelompok IV, V, dan VI diberikan EDGM masing-masing dengan dosis 150, 300 dan 450 mg/kgBB. Model hewan uji diabetes dibuat dengan cara induksi streptozotocin dengan dosis 40 mg/kgBB secara intraperitoneal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik one way (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun gedi merah dapat menurunkan KGD, 8-hidroksi-deoksiguanosin, malondialdehid dan meningkatkan kadar insulin pada tikus putih diabetes yang diinduksi streptozotocin. Dosis EDGM yang efektif yaitu dosis 150 mg/kg BB. Kata Kunci: EDGM(Ekstrak DaunGediMerah),Glukosa Darah,8-Hidroksideoksiguanosin, Malondialdehid, insulin.
Profil Kadar Malondialdehida, Glukosa dan Kolesterol Pada Tikus Putih yang Terpapar Asap Rokok Febrina, Lizma; Helmi, Helmi; Rijai, Laode
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.072 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.115

Abstract

Asap rokok merupakan salah satu sumber radikal bebas eksogen yang dapat melemahkan pertahanan antioksidan sehingga kadar radikal bebas dalam tubuh meningkat. Peningkatan kadar radikal mempercepat kerusakan sel sehingga mengganggu metabolisme di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah radikal bebas dari asap rokok dapat mempengaruhi kadar glukosa dan kolesterol pada hewan coba. Tikus wistar jantan dengan berat ±200 gram dipergunakan sebagai hewan coba dan dipaparkan asap rokok sebanyak 1 batang setiap pagi dan sore. Setelah tujuh hari, semua tikus diambil darahnya untuk analisis MDA, glukosa dan kolesterol. MDA dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance )yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada χ = 531 nm, sedangkan glukosa dan kolesterol diukur menggunakan test strip. Hasil yang didapat kadar MDA meningkat 6x lipat setelah dipaparkan asap rokok, disertai kenaikan glukosa sebanyak 1,5x lipat sementara kolesterol menurun 0,25x lipat dibandingkan sebelum dipaparkan. Kata Kunci : Malondialdehida, glukosa, kolesterol ABSTRACT Cigarette smoke is one of the potential of exogenous free radicals which can weaken antioxidant system so that can increase free radicals levels in the body. The increasing of free radicals can accelerating damage to cells that interfere with the metabolism in the body. This study aimed to determine whether free radicals from cigarette smoke can affect glucose and cholesterol levels in experimental animals. This research used male-2-old-month-rats that have weigth ± 200 grams and exposed to cigarette smoke as much as 1 stick every morning and afternoon for 7 days . The MDA levels was analyzed with Thiobarbituric Acid Reactive Substance (TBARS) method by spectrophotometer UV-Vis in χ =531 nm, whereas glucose and cholesterol were measured using a test strip. The results of MDA increased 6x first level after exposed to cigarette smoke, glucose level increase 1,5x frist level and cholesterol deacrease 0,25x after exposed to cigarette smoke. Keywords: Malondialdehyde glucosa, cholesterol
Riset Sitotoksik Campuran Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L) dan Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) pada Sel Vero dan AML12 Mardja, Tuty Erlina; Rahmi, Fitria; Rusmawati, Eka; Adriany, Rina; Murtiningsih, Murtiningsih; Setijanti, Herlina B.; Usia, Tepy
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.93 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.116

Abstract

Campuran Daun sirsak dan Kulit buah manggis sekarang ini banyak digunakan sebagai fito-terapi penyakit kanker dan antioksidan. Tetapi penggunaan bahan ini belum diketahui data keamanannya. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengetahui efek sitotoksik campuran ekstrak daun sirsak dan kulit buah manggis terhadap sel vero dan sel AML12. Uji sitotoksik dapat memprediksi keberadaan senyawa yang bersifat toksik secara in vitro menggunakan sel normal atau sel yang telah mengalami transformasi. Uji ini menggunakan 2 jenis cell line, yaitu sel vero dan sel AML12. Sampel berupa simplisia daun sirsak dan kulit buah manggis yang dibuat ekstrak dengan menggunakan etanol 96%. Konsentrasi uji yang digunakan adalah 100; 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125 mg/mL untuk sel vero dan 500; 250; 125; 62,5; 31,25 dan 15,625 mg/mL untuk sel AML12. Kultur sel dilakukan di wellplate 96 diinkubasi didalam inkubator CO2 pada suhu 37°C selama 24 jam kemudian ditambahkan sampel uji dan selanjutnya diinkubasi kembali didalam inkubator CO2 pada suhu 37°C selama 24 jam. Langkah selanjutnya uji MTT dan kemudian dibaca dengan ELISA reader pada panjang gelombang 570nm. Diperoleh hasil sebagai berikut: IC50 55,97 mg/mL pada sel vero, dan 43,292 mg/mL pada sel AML12. Kesimpulannya sampel campuran ekstrak daun sirsak dan kulit buah manggis ini mempunyai efek toksik terhadap sel vero dan sel AML12 (IC50<100 mg/mL). Kata kunci: Sitotoksik, Daun sirsak, Kulit buah manggis, sel vero, sel AML12, IC50 Abstract Mix of soursop leaves and mangosteen pericarp use as cancer phytotherapy and antioxidant, but it is not yet known its toxicities data. The aim of this study was evaluate cytotoxicity effect of mix of soursop leaves and mangosteen pericarps extract on vero cells and AML12 cells. Toxicity study is one ways to predict the presence of toxic compounds using normal cells or cells that have undergone a transformation. That study was using vero cell and AML12. Samples was ethanolic extract of soursop leaves and mangosteen pericarp. The test dose were 100; 50; 25; 12,5; 6,25 dan 3,125 mg/mL in vero cell and 500; 250; 125; 62,5; 31,25 dan 15,625 mg/mL in AML12. Cells were cultured in well plate 96 and incubated in CO2, temperature 37°C for 24 hours and then added samples and incubated incubated in CO2, temperature 37°C for 24 hours. Cell was added MTT and read with ELISA reader. The results showed IC50 55,97mg/mL in vero cells and 43,292 mg/mL in AML12. Conclusion of this study is ethanolic extract of soursop leaves and mangosteen pericarps has toxicity effect in vero cells and AML12 cells (IC50<100 mg/mL). Keywords: cytotoxiciy, soursop leaves, mangosteen pericarp, vero cells, AML12 cells, IC50
Formulasi Tablet Nanopartikel Ekstrak Terstandar Daun Pulai (Alstonia scholaris (L). R. BR) sebagai Antidiabetes Tambunan, Risma Marisi; Rahmat, Deni; Silalahi, Jenifer Sara
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.669 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.117

Abstract

Daun Pulai (Alstonia scholaris (L). R. BR) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang telah diketahui berkhasiat sebagai antidiabetes. Ekstraksi daun pulai dilakukan secara maserasi kinetik dengan etanol 70% dan dipekatkan sehingga didapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental diubah menjadi nanopartikel dengan metode gelasi ionik. Nanopartikel ekstrak kering kemudian diformulasikan menjadi sediaan tablet dengan metode cetak langsung menggunakan 35% avicel PH 102. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid/triterpenoid, kumarin, kuinon dan minyak atsiri. Hasil evaluasi nanopartikel didapatkan ukuran partikel rata-rata 186,93 nm, zeta potensial -68,85 mV dan bentuk partikel hasil pengeringan yang sferis. Hasil evaluasi sediaan tablet menunjukkan bobot rata-rata 501,8 mg dan waktu hancur 13,26 menit. Hasil uji penghambatan terhadap enzim α-glukosidase secara in vitro pada konsentrasi 225 µg/mL menunjukkan % penghambatan pada ekstrak kental, ekstrak kering dan sediaan tablet berturut-turut adalah 92,09 %, 85,90 %, dan 75,83 % sedangkan akarbose dan kuersetin menunjukkan % penghambatan sebesar 95,21 % dan 89,67 %. Dapat disimpulkan bahwa tablet yang mengandung ekstrak nanopartikel dapat mempunyai efek antidiabets. Kata kunci: Daun pulai; Alstonia scholaris (L). R. BR; ekstrak etanol; nanopartikel; α- glukosidase ABSTRACT Pulai leaves (Alstonia scholaris (L). R. BR) is one of plants which has an antidiabetic effect. Extraction was carried by maceration kinetic with 70% ethanol and the resulting extract was concentrated by rotary evaporator to obtain a thick extract and was then changed into nanoparticles using ionic gelation method. The dried nanoparticles were formulated into tablet with direct compression method using 35% avicel PH 102. Phytochemical screening showed both extract and nanoparticles contains alkaloid, flavonoid, saponins, tannins, steroid/triterpenoids, coumarins, quinones and essential oils. The evaluation of nanoparticles demonstrated particle size of 186.93 nm, zeta potential of -68.85 mV and spherical shape of dried particles. The evaluation tablets showed an average weight of 501.8 mg and disintegration time of 13.26 minutes. Based on the result of activity of α-glucosidase inhibition in vitro, the persentage (%) of inhibition of the extract, the nanoparticles and the tablets at concentrations of 225 mg/mL are 92.09, 85.90, and 75.83%, respectively while acarbose and quercetin showed 95.21% and 89.67 % of inhibition, respectively. It could be concluded that the tablets of nanoparticles containing extract show an antidiabetic effect. Key words: Pulai leaves; Alstonia scholaris; nanoparticles; α-glukosidase
Intervensi Gizi dan Ramuan Jamu untuk Diabetes terhadap Kadar Gula Darah Di RRJ Hortus Medicus Wijayanti, Enggar; Fitriani, Ulfa; Nisa, Ulfatun
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.629 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.118

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang berlangsung kronik progresif, dengan gejala hiperglikemi, yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin, atau keduanya. Prevalensi penderita DM di dunia maupun di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Penatalaksanaan diabetes mellitus meliputi edukasi, terapi gizi medis, latihan jasmani/aktivitas fisik serta intervensi farmakologi. Ramuan jamu yang terdiri atas Sambiloto (Andrographis paniculata), Brotowali (Tinospora crispa), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma domestica) dan Meniran (Phyllanthus niruri) melalui uji praklinik dan klinik telah terbukti dapat menurunkan kadar gula darah. Di Rumah Riset Jamu (RRJ) “Hortus Medicus” selama ini belum dilakukan intervensi gizi terhadap penderita DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh intervensi gizi dan ramuan jamu anti diabetes terhadap kadar gula darah pasien di RRJ “Hortus Medicus”. Penelitian ini menggunakan desain penelitian the one group pre and post test. Intervensi gizi berupa edukasi gizi dan diet dilakukan selama kurang lebih 30 menit dilakukan pada saat pasien datang pertama kali serta dilakukan pengukuran kadar dula darah sewaktu. Selama 28 hari pasien juga diberikan ramuan jamu untuk diabetes. Setelah 28 hari kemudian dilakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dan evaluasi terhadap program diet. Penelitian yang telah dilakukan pada 35 orang subjek, terdapat penurunan kadar gula darah, hasil uji t-berpasangan menunjukkan perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah intervensi (p value<0,05). Intervensi gizi dan ramuan jamu untuk diabetes pada penderita DM tipe 2 di RRJ Hortus Medicus Tawangmangu mampu menurunkan kadar gula darah sewaktu. Kata kunci: Diabetes mellitus, intervensi gizi, ramuan jamu, kadar gula darah ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease that lasts a chronic progressive, with symptoms of hyperglycemia, which is caused by impaired insulin secretion, impaired insulin action, or both. The prevalence of diabetic patients in the world and in Indonesia increased from year to year. Management of diabetes mellitus are education, nutritional counseling, exercise and farmacology intervention. Herbs which consist of Sambiloto (Andrographis paniculata), Brotowali (Tinospora crispa), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), kunyit (Curcuma domestica) dan Meniran (Phyllanthus niruri) can decreases blood glucosa level based on pre-clinical and clinical study. Rumah Riset Jamu (RRJ) "Hortus Medicus" has not done nutritional counseling to patients with diabetes mellitus type 2. This study aims to look at the effect of nutritional counseling and herbs for diabetes to blood glucose levels of diabetic patients in RRJ “Hortus Medicus”. This study is preexperimental with the one group pretest and posttest design. Nutritional intervention which consist of nutritional and dietary counseling carried out for approximately 30 minutes when the patient comes first and the blood glucosa levels of patient was examined in the laboratory RRJ. For 28 days, patient must drinking herbs for diabetes. After 28 days later, blood glucose levels and dietary of patient was evaluated. The study was conducted on 35 subjects shown that the nutrition intervention and herbs for diabetes were decreases blood glucosa levels, paired t-test results showed a significant difference blood glucose levels before and after (p value <0.05). Nutritional intervention and herbs for diabetes in patients with type 2 diabetes mellitus in RRJ Hortus Medicus Tawangmangu able to decrease in blood glucose levels. Keywords: Diabetes mellitus, nutritional intervention, herbs, blood glucose levels
Pembuatan Nanopartikel Berbasis Kitosan dari Infus Daun Sirsak (Annona Muricata LINN) sebagai Antioksidan Desmiaty, Yesi; Rahmat, Deni; Maulidina, Nilam Sari
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.118 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.119

Abstract

Daun Sirsak (Annona muricata Linn), Annonaceae telah diketahui memiliki kemampuan meredam radikal bebas yang kuat dan bisa dikembangkan menjadi sediaan farmasi antioksidan. Pembentukan nanopartikel dari ekstrak akan meningkatkan stabilitas, kemampuan mukoadhesif dan penetrasi ekstrak sehingga dapat meningkatkan efektifitasnya. Pembuatan nanopartikel dilakukan dengan melarutkan kitosan dalam larutan asam asetat glasial 1%, dan dicampurkan dengan infus daun sirsak. Suspensi nanopartikel ekstrak daun sirsak dikeringkan dengan menggunakan alat pengering semprot. Hasil evaluasi nanopartikel ekstrak diperoleh ukuran partikel 131,23 ± 1,81%, indeks polidispersitas 0,3 – 0,4; padatan total 0,47 %, warna coklat muda, bau khas ekstrak, rasa pahit, sifat serbuk halus, higroskopis, kadar air 6.86 ± 0,88%. Pemeriksaan aktivitas antioksidan pada nanopartikel ekstrak daun sirsak dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai 1C50 sebesar 80,98 bpj. Kata kunci : daun sirsak, Annona muricata Linn., DPPH, antioksidan, nanopartikel, kitosan
Ekstraksi Gelatin dari Kaki Ayam Broiler Melalui Berbagai Larutan Asam dan Basa dengan Variasi Lama Perendaman Indrawan, Muhammad Rasyid; Agustina, Risna; Rijai, Laode
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.228 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.120

Abstract

Gelatin is a biopolymer that can be obtained from partially hydrolysis of collagen present in skin, bone, and connective tissues of animals This study used chicken Broiler feet as a source of collagen. This study was conducted to determine the effect of soaking treatment with solution of acid and base, and with variety of soaking time. The solution used is HCl, CH3COOH, and NaOH with different concentration. The process of soaking followed by extraction, filtration, and drying to obtain a sheet of gelatin. Gelatin was analyzed qualitatively with chemical reaction. The best results of yield can be obtained from various methods of soaking given by HCl 2% for 2 days, CH3COOH 2% for 3 days, and NaOH 2% for 1 day. Keywords : Gelatin, Chicken feet Broiler’s, Acid-treated, Alkali-treated ABSTRAK Gelatin merupakan biopolimer yang biasanya diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen jaringan kulit, tulang, dan jaringan ikat hewan. Penelitian ini menggunakan kaki ayam broiler sebagai sumber kolagen. Penelitian dilakukan untuk melihat pengaruh perlakuan perendaman kaki ayam broiler melalui berbagai larutan asam dan basa dengan variasi lama perendaman. Larutan yang digunakan yaitu HCl, CH3COOH, dan NaOH dengan berbagai konsentrasi. Proses perendaman dilanjutkan dengan ekstraksi, filtrasi, dan pengeringan untuk mendapatkan lembaran gelatin. Gelatin yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui reaksi kimia. Hasil rendemen terbaik dapat diperoleh dari berbagai metode perendaman yaitu HCl 2% selama 2 hari, CH3COOH 2% selama 3 hari, dan NaOH 2% selama 1 hari. Kata Kunci : Gelatin, Kaki ayam Broiler, Metode asam, Metode basa

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 4 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 3 (2021): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 1 (2020): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 6 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 5 (2019): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 4 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 3 (2018): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 1 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 4 No 2 (2017): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 3 No. 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 2 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 1 (2015): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 4 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 2 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 2 No. 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 4 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 3 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 2 (2011): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 1 No. 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry More Issue