cover
Contact Name
Desyandri
Contact Email
desyandri@fip.unp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jippsd.pgsd@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR
ISSN : 26225069     EISSN : 25793403     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar (JIPPSD) merupakan wahana publikasi hasil penelitian dan kajian ilmiah dosen, praktisi, pakar pendidikan, dan artikel tesis serta disertasi mahasiswa yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan dan inovasi pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar pada perguruan tinggi penyelenggara pendidikan dan tenaga kependidikan maupun di sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD" : 8 Documents clear
PENTINGNYA KONSEPSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH PASCA KONFLIK SOSIAL DI TERNATE Umar M Sadjim
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.506 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7930

Abstract

Pendidikan Multikultural yang selalu mengedepankan budaya dan nilai-nilai universal pasca konflik sosial di sekolah, diharapkan sebagai suatu upaya untuk membangun tatanan kehidupan yang lebih harmoni, yang dilandasi rasa saling hormat menghormati, mengakui keragaman dan mengedepankan asas kemanusiaan dan keadilan sosial, terutama di lingkungan pendidikan atau sekolah. Melalui berbagai mata pelajaran yang diajarkan di kelas. Guru sebagai hidden curriculum, merupakan instrumen penting yang mendorong pengembangan budaya sekolah. Karena perilakunya dapat menjadi contoh dan teladan bagi siswa. Pelaksanaan pembelajaran guru dikelas perlu penekanannya pada budaya berfikir kritis siswa, kemampuan kerja sama, serta keterampilan dalam mengambil keputusan. Untuk itulah pendidikan multikultural merupakan suatu konstribusi positif untuk warga bangsa ini khususnya di kota Ternate pasca konflik sosial. Di lembaga pendidikan formal, khususnya di sekolah perlu ditanamkan sikap dan semangat kebersamaan dan hubungan kesetaraan yang harmoni.Kata kunci: Multikultural, nilai budaya daerah, konflik sosial THE IMPORTANCE OF MULTICULTURAL EDUCATION IN SCHOOL OF POST SOCIAL CONFLICT IN TERNATEAbstract           Multicultural education in schools that puts emphasis on culture and universal values following the social conflicts is expected to represent an attempt to create a more harmonious social order, which is based on mutual respect, acknowledgement of diversity, and humanitarian principles as well as social justice, especially in the educational setting or schools. Through a variety of subjects taught in the classroom, the teachers as the hidden curriculum constitute important instruments that encourage the development of school culture since their behavior can be an example and role model for students. Teachers’ instructional efforts in classrooms need to emphasize critical thinking, cooperative, and decision-making skills on their students..For that reason, multicultural education represents a positive contribution to the people of this nation, especially those living in post-social conflict Ternate city.    In formal education institutions, mainly formal schools, it is a necessary to cultivate attitude and spirit of togetherness and a harmonious mutual relathionship. Keywords: Multicultural, local cultures, social conflict.
PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS III SEKOLAH DASAR Nasrul Nasrul
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.652 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7935

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fakta bahwa aktivitas dan pencapaian siswa pada ilmu-ilmu sosial yang masih rendah. Fakta ini disebabkan oleh, misalnya, penggunaan metode pengajaran yang konvensional oleh guru. Melalui tindakan penelitian menggunakan model pembelajaran kooperatif jenis STAD, ingin posisi siswa di tengah panggung. Hal ini disebut sebagai siswa pusat pembelajaran. Tujuan dari studi adalah untuk menggambarkan peningkatan kegiatan dan prestasi siswa pada ilmu-ilmu sosial yang menggunakan pembelajaran kooperatif jenis STAD. Hasil analisa data menunjukkan bahwa, sebagai hasil penelitian, ada kegiatan peningkatan dari 52,8% (siklus pertama) ke dalam 82% (kedua siklus) di sisi guru. Angirovement dibuat dari 68% (siklus saya) ke 93% (siklus II), di samping siswa, peningkatan dari 61% (siklus saya) menjadi 86% (siklus II). Peningkatan prestasi dibuat dari 67,57% (siklus saya) into74, 5% (siklus II). Dapat disimpulkan bahwa belajar ilmu-ilmu sosial melalui pembelajaran kooperatif jenis STAD bisa meningkatkan siswa aktivitas dan prestasi di kelas tiga SD N 16 Tanjung Aur, Padang.Kata kunci: Aktivitas pembelajaran kooperatif, STAD USAGE OF COOPERATIVE LEARNING MODEL TYPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION TO INCREASE ACTIVITY AND STUDENT LEARNING RESULTS OF IPS LEARNING IN CLASS III ELEMENTARY SCHOOL AbstractThis research was conducted based on the faet that the students’ activity and achievement on social studies were still low. The faet was caused by, for example, the use of conventional teaching method by the teacher.Through action  research of using cooperative learning model of STAD type, the asited wanted to position the students in the center stage. It’s called as students center learning. The purpose of the study was to describe the improvement of the students’ activity and achievement on social studies using cooperative learning of STAD type. The Result of data analysis showed that, as the research result, there was activity improvement from 52,8% (first cycle) into 82% (second cycle) on the side of teacher. The angirovement was from 68% (Cycle I) into 93% (cycle II), on the side of students, the improvement was from 61%(cycle I) into 86% (cycle II). The achievement improvement was from  67,57% (cycle I) into74,5% (cyle II). It can be concluded that the learning of social studies through the use of cooperative learning of  STAD type could improve the students’ activity and achievement at third SD N 16 Tanjung Aur, Padang.Keywords: Cooperative Learning, STAD, Activity
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS NARASI DENGAN MEDIA GAMBAR ANIMASI DI KELAS IV SD Ritawati Mahyuddin; Desyandri Desyandri
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.72 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.100036

Abstract

This research departs from the low writing of the narrative of the fourth grade students of the SD Pembangunan Laboratorium UNP. The low writing result is caused by learning method and instructional media used by the teacher. The purpose of this research is to describe the result of learning to write student narrative by using animated picture media. The research approach used is qualitative and quantitative approach. The type of research used is Classroom Action Research (PTK). The subjects of the study were teachers and fourth grade students of SD Pembangunan Laboratorium UNP. The result of the research shows that there is an increase of students' narrative writing result from cycle I average score 69, 8 with 65% completeness to 75,4 with completeness 85%. This increase occurs because of an animated image that matches the character of fourth grade students of elementary school.Keywords: narrative text, animated picture media, elementary school
PENGGUNAAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Farida Farida
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.739 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7936

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan contextual teaching learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Tujan penelitian ini menggambarkan perencannaan, penerapan, dan hasil belajar di SDN Labor Pembangunan UNP. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini menggunakan 2 siklus. Hasil penelitian ini menujukan hasil belajar meningkat dari KKM 75. Pada  perencanaan pembelajaran mendapatkan rata-rata 68,86% naik menjadi 88,50%, aktivitas guru 70.33% menjadi 88.18%, aktifitas siswa dari 72.52% menjadi 85.62%, dan hasil belajar dari 67.26 menjadi 82.44. Hal ini menunjukan bahwa pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar Kata kunci: CTL, IPS  USAGE OF CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) APPROACH TO IPS LEARNING IN ELEMENTARY SCHOOL AbstractThrough this research, researchers use the approach of contextual teaching and learning (CTL) to improve student learning outcomes in IPS learning. The purpose of this study is to describe the planning, implementation, and learning outcomes in SD Development Laboratory UNP Padang. This type of research is a classroom action research, with a qualitative and quantitative approach, this approach consists of two cycles.The results of this study indicate that student learning outcomes increase from KKM learning 75. In the first cycle of lesson planning get an average score of 68.86% to 88.50%, teacher activity 70.33% to 88.18%, student activity 72.52% to 85.62%, and results student learning 67.26 to 82.44. It can be concluded that the use of contextual teaching and learning approach (CTL) can improve student learning outcomes in Primary School Keywords: CTL, IPS
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SDN 63 SURABAYO Dona Syafriana
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.684 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7932

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian dilaksanakan di SDN 63 Surabayo, Kabupaten Agam, dengan subjek penelitian siswa kelas V yang berjumlah 24 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan menggunakan model Kemmis dan Mc.Taggart, yang dilakukan selama dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, dan refleksi tindakan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPA, khususnya tema tentang Lingkungan Sahabat Kita. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan perolehan hasil belajar. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada tahap prasiklus tercatat sebesar 63,92%. Skor tersebut mengalami peningkatan menjadi 78,67% pada akhir siklus I, dan meningkat lagi menjadi 86,83% pada akhir siklus II. Hasil observasi menunjukan bahwa penerapan model PBL membuat siswa lebih aktif belajar, berani dan mandiri dalam menyelesaikan masalah IPA yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kata Kunci: Model PBL, Hasil Belajar IPA, dan Penelitian Tindakan.  APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MODELS IN A SAINTIFIC APPROACH TO INCREASE LEARNING RESULT OF CLASS V SDN 63 SURABAYO Abstract:This study aims to improve science learning outcomes by applying the model of Problem Based Learning (PBL). Research conducted at SDN 63 Surabayo, Agam regency, with fifth grade students study subjects totaling 24 students. This research is an action using a model Kemmis and Mc.Taggart, conducted over two cycles. Each cycle consisted of planning, implementation of action, observation, and reflection action. The process of data collection is done through test results of study, observation, and documentation. The results showed an increase in science learning outcomes, particularly the theme of Environment Our Friends. This is evidenced by an increase in the acquisition of learning outcomes. The average score of student learning outcomes at prasiklus stage was recorded at 63.92%. The score increased to 78.67% at the end of the first cycle, and increased to 86.83% at the end of the second cycle. The observation result shows that the application of the model PBL make students more active learning, courageous and independent in solving issues related to science student's daily life. Keywords: Model PBL, Science Learning Outcomes, and Action Research.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Febrina Dafit
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.189 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7937

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan siswa SD yang masih kurang dalam memahami bacaan secara kritis dan kreatif pada pembelajaran membaca. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran multiliterasi terhadap kemampuan membaca siswa SD. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah eksperimen kuasi dengan desain non-equivalent control group pretest posttest. Data yang dikumpulkan untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu data hasil pretest dan posttest kemampuan membaca dari siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pemberian tes yaitu tes obyektif pendekatan pilihan ganda (multiple choice) dan essai. Perlakukan (treatment) yang diberikan adalah model pembelajaran multiliterasi pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol tidak belajar dengan model pembelajaran multiliterasi. Hasil skor rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 18,76, sedangkan skor rata-rata posttest siswa kelas kontrol adalah 16,04. Dari hasil penulisan tersebut menunjukkan bahwa model pembelajaran multiliterasi memberikan pengaruh pada kemampuan membaca siswa SD. Kata kunci: Pembelajaran multiliterasi, kemampuan membaca  THE EFFECT OF TEACHING MULTILITERACY MODEL IN READING SKILL OF ELEMENTARY STUDENTS Abstract This study is backed by the lack of competence of elementary students in terms of comprehending a text critically and creatively in teaching reading. The method used in the study  is quasi-experiment for which its design is non-equivalent control group pretest posttest.  The collected data that answer the research questions is derived from pretest and posttest of reading skill shown both students from the experiment and control class. The  technique of test is objective test approaches, multiple choice and essay for reading skill. Teaching multiliteracy model as the treatment in this research is applied for the experiment class but the control class is not. The everage score of posttest in reading skill for the students in the experiment class showed 18,76 and the students in the control class showed 16,04. The result of study points out that teaching multiliteracy model gives an effect for the students in reading skill. Keywords: learning multiliteracy model, reading skill
MENINGKATKAN KETERAMPILAN TEKNIK KOLASE DENGAN BAHAN LIMBAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI 15 LAKUANG KOTA BUKITTINGGI Yunisrul Yunisrul
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.038 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7933

Abstract

Penelitian ini membahas tentang keterampilan teknik kolase yang masih rendah karena guru belum mampu memperagakan langkah-langkah dalam membuat keterampilan kolase secara efisien. Dalam praktiknya, guru hanya fokus pada penilaian akhir dari karya tersebut tanpa memerhatikan penilaian proses, padahal penilaian proses dapat digunakan untuk mendeskripsikan keterampilan teknik kolase dengan menggunakan bahan dasar limbah pada metode pembelajaran yang belum bervariasi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan keterampilan membuat kolase dengan menggunakan bahan dasar limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membuat kolase dengan menggunakan bahan dasar limbah dapat meningkatkan keterampilan siswa mulai dari 59,7% menjadi 70,3%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa siswa dapat menempel bahan limbah dengan terampil sementara guru hanya berperan sebagai fasilitator atau motivator di kelas. Kata kunci: Teknik Kolase, Bahan Limbah.  IMPROVING SKILLS OF COLLAGE TECHNIQUE BY USING WASTE MATERIALSIN ELEMENTARY SCHOOL NO. 04 BIRUGO BUKITTINGGI AbstractThis study discusses about the skill of collage techniques which is still low because the teacher has not been able to demonstrate the steps of making collage efficiently. Practically, the teacher just focuses on the result of the artwork without engaging the assessment of its process, whereas it is useful to describe the skills of collage technique by using waste materials in the model of unvaried learning.This study is a Classroom Action Research using qualitative and quantitative approaches. The purpose of this study is to repair or improve the skills of making collage by using waste materials. The results show that making collage by using waste materials can improve students’ skills from 59,7% to 70,3% at the end. From that It can be concluded that the students can adhere the waste materials skillfully and the teacher just plays role as a facilitator or motivator in the class Keywords: Collage Technique, Waste Materials.
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP IPA BERDASARKAN MOTIVASI BELAJAR, KETERAMPILAN PROSES SAINS, KEMAMPUAN MULTIREPRESENTASI, JENIS KELAMIN, DAN LATAR BELAKANG SEKOLAH MAHASISWA CALON GURU SD Siti Fatimah
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2017): JIPPSD
Publisher : Jurusan PGSD FIP UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.502 KB) | DOI: 10.24036/jippsd.v1i1.7934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep IPA mahasiswa calon guru SD berdasarkan motivasi belajar, keterampilan proses sains, kemampuan multirepresentasi, jenis kelamin, dan latar belakang sekolah. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester III TA 2016/2017. Analisis pemahaman konsep menggunakan metode CRI. Hasil menunjukkan: 1)  Pemahaman konsep IPA dengan kriteria paham konsep sebesar 82,64%, tidak paham konsep sebesar 4,86%, dan miskonsepsi sebesar 12,50%; 2) Pemahaman konsep calon guru SD berdasarkan motivasi belajar kategori tinggi lebih baik daripada yang kategori rendah; 3) Pemahaman konsep calon guru SD  berdasarkan keterampilan proses sains kategori tinggi lebih baik daripada yang kategori rendah; 4) Pemahaman konsep calon guru SD  berdasarkan kemampuan multirepresentasi kategori tinggi lebih baik daripada yang kategori rendah; 5) Pemahaman konsep calon guru SD  perempuan lebih baik daripada laki-laki; 6) Pemahaman konsep calon guru SD yang berasal dari SMA (IPA) lebih baik daripada yang berasal dari SMA (IPS) dan SMK.Kata kunci:  Pemahaman Konsep IPA, Motivasi, Kemampuan Multirepresentasi ANALYZING THE UNDERSTANDING OF SCIENCE CONCEPT BASED ON LEARNING MOTIVATION, SCIENCE PROCESS SKILLS, MULTIREPRESENTATION ABILITY, GENDER, AND BACKGROUND OF ELEMENTARY SCHOOL TEACHER EDUCATION STUDENTAbstract This research aims to analyze the students understanding as elementary school teacher candidates about science knowledge concept based on motivation to learn, science process skills, multi-representation ability, gender, and their school background. The subjects in this researcharestudents who are in the third semester of school year 2016/2017. CRI methodology have been used to analyze the understanding of the concept. The result indicates: 1) Understanding about science concept has 82.64 percent of students understand the concept, 4.86 percent of students do not understand the concept, and 12.50 percent of students get misconceptions; 2) Understanding aboutconcept of elementary school teacher candidates based on learning motivation states that the high category better than the low category; 3) Understanding aboutconcept of elementary school teacher candidates based on the science process skills shows that the high category is better than the low category; 4) Understanding aboutconcept of elementary school teachers candidates based on the multi-representations ability indicates that high category is better than the low category; 5) Understanding aboutconcept of the female elementary school teacher candidates is better than the male ones; 6) Understanding aboutconcept of elementary school teacher candidates who have IPA background in the high school is better than those derived from IPS background and vocational high school (SMK).Keywords: Science Concept Understanding, Motivation, Multirepresentation

Page 1 of 1 | Total Record : 8