cover
Contact Name
Moh Zayyadi
Contact Email
zayyadi@unira.ac.id
Phone
+6285330752474
Journal Mail Official
math@unira.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Panglegur Km 3,5 Pamekasan
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
SIGMA
Published by Universitas Madura
ISSN : 25090919     EISSN : 26847698     DOI : http://dx.doi.org/10.36513/sigma
Core Subject : Education,
Jurnal SIGMA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Madura Pamekasan. Artikel yang dimuat meliputi tulisan tentang pembelajaran baik SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dalam bentuk: Temuan Penelitian, pembelajaran bidang studi Matematika, pengalaman praktis, kajian kepustakaan, gagasan konseptual.
Articles 90 Documents
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PROGRAM LINIER Sri Irawati
SIGMA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.578 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan mahasiswa
UPAYA PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATERI PRISMA MELALUI PROGRAM MACROMEDIA FLASH PADA SISWA KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH Abdul Kadir
SIGMA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.001 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i1.73

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang digunakan untuk menyampaikan bahan belajar. Media pembelajaran diperlukan sebagai penyampaian pesan pembelajaran, membuat pembelajaran lebih menarik, dan peningkatan kualitas pembelajaran.Sekarang ini telah berkembang media pembelajaran yang berbasis komputer.Media pembelajaran berbasis komputer merupakan salah satu variasi penggunaan media pendidikan modern yang digemari oleh siswa.Salah satu program komputer yang menjadi media pendidikan adalah pogram Macromedia Flash.Program ini telah banyak digunakan untuk mendesain dan membuat animasi dalam pembelajaran.Media ini juga memiliki kemampuan dalam mengintergrasikan komponen bentuk, warna, dan animasi. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikasi perbedaan hasil belajar siswa yang diajar melalui program Macromedia Flash  dan siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga pada materi prisma dan untuk mengatahui respon siswa terhadap pembelajaran melalui program Macromedia Flash. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs Negeri Model Banda Aceh yang terdapat 11 kelas.Sampel dalam penelitian ini dipilih secara acak yaitu siswa kelas VIII2 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII4 sebagai kelas kontrol.Data dalam penelitian ini diperoleh dari tes hasil belajar dan angket respon siswa. Data hasil belajar siswa diolah dengan menggunakan statistik uji-t pihak kanan pada taraf signifikan a= 0,05 dan dk = 68. Sedangkan data respon siswa diolah dengan menggunakan model skala Likert. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen = 79,6, nilai rata-rata kelas kontrol = 73,64 dan uji hepotesis diperoleh thitung> t1 - αyaitu 1,75 > 1,67 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar melalui program Macromedia Flash lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan alat peraga pada materi prisma. Dari tes akhir juga menunjukkan bahwa 85,71% siswa kelas eksperimen mencapai kentuntasan dan 74,25% siswa kelas kontrol mencapai ketuntasan. Dari data angket diperoleh skor rata-rata 2,91. Berarti respon siswa menunjukkan kriteria positif terdahap pembelajaran melalui program Macromedia Flash.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA DENGAN PENGGUNAAN MICROSOFT MATHEMATICS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH KALKULUS Agusriyanti Puspitorini
SIGMA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.306 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  pemahaman mahasiswa pada mata kuliah kalkulus dengan Microsoft Mathematics dan  juga untuk mengetahui efektivitas penggunaan Microsoft Mathematics terhadap mata kuliah kalkulus. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pre-eksperimen dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel populasi dikarenakan jumlah populasi yang ada hanya sedikit yaitu 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah memberikan soal tes dan melakukan wawancara. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah rata-rata nilai postest dari 20 mahasiswa adalah 79,65 dan berada pada kategori tinggi, serta dari hasil perhitungan N-gain sebesar 0,46 dimana mahasiswa terdapat peningkatan pemahaman pada mata kuliah kalkulus, sehingga penggunaan Microsoft Mathematics dalam mata kuliah kalkulus dikatakan efektif.
PEMBELAJARAN LOGIKA MATEMATIKA DENGAN MEDIA LAMPU Chairul Fajar Tafrilyanto
SIGMA Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.819 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i1.75

Abstract

Matematika merupakan salah satu ilmu yang berkembang seiring kemajuan teknologi. Di Indonesia, teknologi pendidikan dimanfaatkan untuk pengembangan media pembelajaran, misalnya pada pembelajaran matematika dengan menggunakan rangkaian listrik. Pada siswa SMA terdapat pelajaran tentang logika yaitu pada mata pelajaran matematika di kelas X, yang sering dikenal dengan materi Logika Matematika (salah satu konsep dasarnya yaitu konjungsi,disjungsi, implikasi dan  biimplikasi). Tujuan pembuatan media atau alat peraga adalah sebagai jembatan ilmu atau penanaman konsep terhadap apa yang diajarkan. Dengan menggunakan media, siswa dapat terlibat aktif dalam kegiatan belajar dan materi akan tersimpan lebih lama dalam memori otak siswa serta dapat memotivasi siswa untuk belajar materi logika matematika. Disisi lain alat peraga ini adalah sebagai jembatan ilmu antara guru dengan siswa, serta sebagai contoh aplikasi ilmu matematika khususnya pada materi logika matematika dengan ilmu fisika yakni aliran lisrik. Dimana biasanya alat peraga yang berupa rangkaian listrik semacam ini biasanya yang membuat bukan orang dari matematika. Padahal pada dasarnya orang matematika juga bisa membuat alat peraga berupa rangkaian listrik yang berfungsi untuk membantu menanamkan konsep pada materi logika matematika mengenai    konjungsi, disjungsi, implikasi dan  biimplikasi dengan rangkaian listrik yang berupa media lampu.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PAMEKASAN 2014/2015 Sufijati Rifa'i
SIGMA Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.697 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.63

Abstract

Sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mendasari perkembangan teknologi maju, peran Fisika semakin penting dalam kehidupan akan tetapi akibat kemasan pembelajaran yang kurang tepat membuat Fisika terkesan menjadi pelajaran yang sulit di mata siswa. Kesan ini membuat motivasi belajar siswa  menjadi  rendah. Motivasi yang rendah ini  terindikasi dengan aktivitas belajar yang rendah pula. Sebagai akibatnya hasil belajar Fisika juga tidak memuaskan.  Didorong untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, model belajar koorperatif tipe think pair share  diterapkan. Karakteristik model belajar berpasangan yang mengutamakan berfikir sebagai langkah awal mengumpulkan konsep atas masalah, diteruskan dengan saling bertukar ide secara berpasangan, kemudian berbagi dengan seluruh pasangan di kelas, diharapkan menjadi pemicu terjadinya proses berfikir dan beraktivitas siswa baik dalam rangka memahami materi maupun memperkaya ide-ide tentang topik bahasan.. Selain terjadi tawar menawar ide yang menjadi pengayaan, akan berdampak pada tumbuhnya pemahaman siswa, pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar. Setelah memalui dua siklus pembelajaran dengan model belajar  think pair share, hasil analisa data yang dijaring melalui pengamatan menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa menjadi cukup baik. Demikian juga hasil analisa data yang dijaring melalui test, diperoleh bukti bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan.
PENINGKATAN DAYA INGAT TERHADAP PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN Suroso Suroso
SIGMA Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.124 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.64

Abstract

Pelajaran matematika yang menurut banyak orang merupakan induknya ilmu pengetahuan dan merupakan salah satu mata  pelajaran yang diajarkan pada setiap jenjang pendidikan secara terus menerus selalu menjadi bahan kajian. Hal tersebut sejalan dengan kenyataan bahwa hasil belajar matematika  cenderung kurang optimal. Contoh hal tersebut dapat dilihat hasil ulangan harian kelas IX SMP Negeri 2 Pamekasan.Pada pelajaran matematika siswa yang tuntas selalu tidak lebih dari 40 %. Agar hasil belajar siswa kelas IX dapat meningkat sesuai dengan tujuan yang diharapkan  yaitu sebagian besar siswa ( 80% ) dapat tuntas belajar,maka perlu dilakukan tindakan kelas berupa penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Tindakan tersebut terdiri dari 3 siklus : yaitu siklus 1  guru menjelaskan dengan menampilkan media yang relevan dengan materi. Siklus 2 siswa diberi tugas membuat media sesuai yang di tugaskan guru. Siklus 3 siswa di beri tugas membuat media sesuai dengan kreatifitas siswa masing-masing.pada akhir tindakan di peroleh hasil sebagai berikut ; pada siklus 1 siswa yang tuntas belajarnya 60,42 % dan yang belum tuntas 39,58 %. Siklus 2 siswa yang tuntas 68.75% dan yang belum tuntas 31,25 %.dan siklus 3 siswa yang tuntas 64,58 % yang belum tuntas 35,42%. Dari hasil tersebut ternyata ketuntasan secara klasikal belum bisa tercapai namun tergambar adanya peningkatan persentase yang berkisar dari 65,02 % menjadi 68,75 % dan 64,58 %.
HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN STRATEGI PEMECAHAN MASALAH MODEL POLYA DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI Septi Dariyatul Aini; Sri Indriati Hasanah
SIGMA Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.594 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.65

Abstract

According to Polya problem solving is defined as an attempt to find a way out of a difficulty in order to achieve an objective that is not so easily achieved immediately. While the expository teaching strategy is a learning strategy that emphasizes the process of delivery of content directly from a teacher to a group of students in order for students to master the subject matter optimally. Meanwhile, one of the materials studied in mathematics is the derivative function. From the above, efforts to be made to select a better learning strategies used in teaching mathematics is to compare learning outcomes between students who are taught math using Polya model problem-solving strategies with expository teaching strategies on the subject of the derivative function.  Apparently after research showed that there was no comparison  learning outcomes  in math between students taught using Polya model problem-solving strategies is taught by using the expository teaching strategy.
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR Harfin Lanya
SIGMA Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.111 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.66

Abstract

Realisasi proses belajar mengajar yang baik tidak terlepas dari rencana atau persiapan yang baik pula. Oleh karena itu, dalam rangka realisasi proses belajar mengajar matematika diperlukan rencana atau persiapan agar proses belajar lebih efektif, efisien dan terarah. Di samping rencana atau persiapan yang dibutuhkan dalam realisasi proses belajar mengajar matematika, guru juga seharusnya mengajarkan kepada siswa bagaimana cara belajar yang baik. Strategi PQ4R merupakan salah satu bagian dari strategi elaborasi. Strategi ini digunakan untuk membantu siswa mengingat apa yang mereka baca, dan dapat membantu proses belajar mengajar dikelas. Yang dilaksanakan dengan kegiatan membaca buku. Kegiatan membaca buku digunakan untuk mempelajari sampai tuntas bab demi bab suatu buku pelajaran. Oleh karena itu keterampilan pokok utama yang harus dikembangkan dan dikuasai oleh para siswa adalah membaca buku pelajaran dan bacaan tambahan lainnya. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar matematika dengan menggunakan strategi pembelajaran PQ4R antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini dilakukan di kelas VIII MTs Miftahul Ulum Jambringin Proppo Pamekasan semester 2 tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 40 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Peneliti menggunakan metode tes untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa dimana hasil belajar matematika tersebut dianalisis untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh hasil belajar matematika dengan menggunakan strategi pembelajaran PQ4R.Dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh hasil belajar matematika yang menggunakan strategi pembelajaran PQ4R. Hal ini dibuktikan oleh hasil perhitungan pengaruh hasil belajar matematika siswa yaitu 3,79 > 2,02 atau t-hitung > t-tabel.
REPRESENTASI SISWA SMA DALAM MEMAHAMI KONSEP FUNGSI KUADRAT DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF (VISUALIZER – VERBALIZER) Ema Surahmi
SIGMA Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2094.192 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.67

Abstract

Representasi siswa dalam memahami  konsep fungsi kuadrat adalah gagasan, ungkapan atau ide siswa dalam berbagai bentuk; visual, simbolik dan verbal,  sebagai upaya untuk menunjukkan bagaimana mengaitkan konsep fungsi kuadrat dengan skema yang sesuai. Setiap siswa mempunyai cara yang berbeda  dalam mengungkapkan gagasannya, salah satu yang mempengaruhinya adalah dengan adanya perbedaan gaya kognitif yang dimiliki dan memunculkan multiple representation.  Jenis penelitian yang digunakan adalah  penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan tujuan mendeskripsikan representasi siswa SMA dalam memahami Konsep Fungsi Kuadrat. Fokus representasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah representasi eksternal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini wawancara berbasis tugas,  dengan pemberian tes  kemampuan matematika, gaya kognitif  dan tes representasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Pamekasan Kelas X IPA 1  tahun ajaran 2015/2016 dengan subjek penelitian 2 siswa perempuan satu kemampuan yang setara dengan gaya kognitif visualizer-  verbalizer.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1)  Subjek S1  dengan gaya kognitif Visualizer dalam memahami konsep fungsi kuadrat mengungkapkan ide, gagasan lebih cenderung menggunakan representasi visual (Grafik dan diagram) serta representasi dalam bentuk ekspresi matematik dan persamaan matematik (bentuk umum f(x) = x2 + bx + c, dengan a ≠ 0 dan a,b,c є R bentuk lain dari fungsi kuadrat   y = (x – x1) (x – x2) dan y = (x – xp) 2 + yp  , meskipun ada beberapa penyelesaian menggunakan representasi dalam bentuk teks dan kata-kata. (2)    Subjek S2 dengan gaya kognitif  Verbalizer dalam memahami konsep fungsi kuadrat mengungkapkan ide, gagasan cenderung menggunakan representasi dalam bentuk teks dan kata-kata dalam setiap memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan, namun ada pula  representasi yang digunakan dalam bentuk ekspresi matematik dan grafik dan diagram, akan tetapi dibandingkan denga representasi yang digunakan cenderung menggunakan representasi dalam bentuk teks dan kata-kata.
SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Agus Subaidi
SIGMA Vol 1, No 2 (2016): JURNAL SIGMA
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.452 KB) | DOI: 10.0324/sigma.v1i2.68

Abstract

Self efficacy  mempengaruhi bagaimana individu berpikir,  merasa, memotivasi diri, dan bertindak.  Self-Efficacy  adalah keyakinan seorang individu mengenai keampuannya dalam mengorganisasi dan menyelesaikan suatu tugas yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Dimensi-dimensi  Self-Efficacy  yang digunakan sebagai dasar bagi pengukuran terhadap  Self-Efficacy individu adalah magnitude,strength, dan generality. Self-Efficacy yang kuat atau tinggi sangat dibutuhkan siswa dalam pemecahan masalah matematika tersebut sehingga dapat mencapai keberhasilan dalam pembelajaran tersebut. Siswa dengan  Self-Efficacy  yang tinggi akan lebih mampu bertahan menghadapi masalah matematika tersebut, mudah memecahkan tugas dan masalah matematika tersebut, dan kegagalan memecahkan masalah matematika tersebut dianggap karena kurangnya usaha atau belajar. Sebaliknya siswa dengan Self-Efficacy yang lemah atau rendah cenderung rentan dan mudah menyerah menghadapi masalah matematika tersebut, mengalami kesulitan dalam memecahkan tugas dan masalah matematika tersebut, dan kegagalan memecahkan masalah matematika tersebut dianggap karena kurangnya kemampuan matematikanya.