cover
Contact Name
Dr. Ir. Setyo Leksono, M.T.
Contact Email
setyo.leksono@bppt.go.id
Phone
+62315947849
Journal Mail Official
jurnal.wave@bppt.go.id
Editorial Address
Jl. Hidrodinamika BPPT, Komplek ITS, Sukolilo, Surabaya 60112
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
ISSN : 1978886X     EISSN : 2614641X     DOI : http://dx.doi.org/10.29122/jurnalwave
Core Subject : Science,
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2018)" : 14 Documents clear
Optimasi Jumlah Kapal Penangkap Ikan Berbasis Potensi Lestari Sumberdaya Ikan: Studi Kasus Penangkapan Ikan Pelagis Di Perairan Sumatera Barat Sugianto, Yusep; Buana, I G N Sumanta
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.887 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2813

Abstract

Data tahun 2016 menunjukkan bahwa trend produksi ikan PPS Bungus meningkat dalam kurun waktu 2007-2015. Hasil tangkapan tertinggi adalah di tahun 2015 sebanyak 5.025,59 ton. Akan tetapi kecenderungan peningkatan produksi tangkapan ini tidak menyebabkan peningkatan pada nilai tangkapannya. Nilai produksi per ton justru memperlihatkan trend penurunan. Pada tahun 2015, nilai produksi ikan per ton adalah Rp. 60.118.000. Nilai produksi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai produksi pada tahun 2012 sebesar Rp. 89.645.000 per ton dengan hasil tangkapan sebanyak 4.155,9 ton. Penurunan nilai produksi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah tangkapan meningkat namun mutu ikan yang dalam hal ini adalah ukuran ikan yang ditangkap justru semakin mengecil. Ini menandakan bahwa terdapat dugaan bahwa perairan Sumatera Barat tersebut telah terlalu banyak dieksploitasi sehingga menimbulkan kelangkaan sumberdaya ikan tersebut. Untuk menghindari kelangkaan sumerdaya tersebut, maka perlu pengendalian jumlah kapal penangkap ikan. Untuk menentukan jumlah kapal ikan, langkah pertama adalah menentukan jumlah potensi letari sumberdaya ikan (Maximum Sustainable Yield). Potensi lestari sumberdaya ikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Jumlah kapal ikan dihitung dengan metode optimasi dengan kendala asli adalah jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan kendala sasaran adalah jumlah tangkapan masing-masing tipe kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi overfishing di perairan Sumatera Barat sebanyak 2.011,27 ton dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan yaitu 3.013,82 ton. Jumlah kapal ikan yang diperbolehkan adalah 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine
Hubungan Ukuran Utama Dan Daya Penggerak Perahu Katir (Pumpboat) Tuna Hand Line Di Kabupaten Kepulauan Sangihe Lungari, Fitria Fresty; Kumaseh, Eunike Irene
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.678 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2906

Abstract

Ukuran utama kapal ikan yaitu terdiri dari panjang (Loa), lebar (B) dan dalam (D), dimana kesanggupan kapal sangat ditentukan oleh ukuran utamanya seperti: penentuan ruang kapal berkaitan dengan panjang kapal, stabilitas dan daya dorong kapal berkaitan dengan penentuan lebar kapal dan besarnya tinggi kapal berkaitan erat dengan penyimpanan barang atau hasil tangkap serta letak titik berat kapal. Dalam keperluan praktis, dengan hanya mengetahui ukuran panjang dapat diduga nilai ukuran utama lainnya atau ukuran sistem katir untuk kapal yang memiliki katir, akan tetapi informasi seperti ini belum tersedia. Kabupaten kepulauan Sangihe memiliki karakteristik kapal penangkap ikan tuna Hand line yang memiliki sistem katir dengan ukuran yang belum memiliki standar. Kajian ukuran utama dilakukan untuk mengetahui hubungan antar ukuran utama perahu katir (pumpboat), hubungan antar ukuran utama dengan sistem katir, serta ukuran utama dengan kapasitas daya penggeraknya di beberapa daerah di kabupaten kepulauan Sangihe seperti kecamatan Tabukan Selatan Tengah, kecamatan Tabukan Utara dan Pesisir Teluk Tahuna. Pada penelitian ini, analisis menggunakan rumusan matematis hubungan antara Loa dan B, Loa dan D, loa dan PK mesin yang digunakan adalah: y = f (x), berdasarkan regresi linier sederhana. Hubungan ukuran utama diperoleh yaitu B=0.063+0.098(L) dengan korelasi r=0.585, D= 0.036+0.068(L) dengan nilai korelasi r=0.797. Hubungan ukuran utama (loa) dengan sistem katir yaitu Lob= -0.339+0.431(L) dengan nilai korelasi r=0.772, Lof=0.055+0.704(L) dengan nilai korelasi r=0.916, Length Outrigger Arm yaitu loa=0.305+0.128(L) dengan nilai korelasi r=0.759 dan Hpo (High pole) yaitu Hpo=0.132+0.292(L) dengan nilai korelasi r=0.751. Hubungan panjang (loa) dengan PK mesin perahu katir pumpboat yaitu mengikuti persamaan matematis PK= -13.618+3.630(L) dengan nilai korelasi r=0.566.
Design of Catamaran Ship as Inland Waterways Transportation Mode in Samarinda Alam, Alamsyah; Dipo Nugroho, Muhammad
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.418 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2897

Abstract

At the end of 2016 public transport had only reached urban area of Samarinda, and it has not yet accessed the outskirt area of Samarinda. The lack of transportation connecting communities from each region is a problem. The purpose of this research was to design the inland waterways tranportation mode in the out skirt city of Samarinda. The used method was the trend curve and optimization approach. The results showed the principal dimension of ships had lenght over all (Loa) = 12.7 meters, draft (T) = 0.53 meters, the breadth of each hull (B) = 1.3 meters, the total breadth (BT) = 5.5 meters and height (H) = 1.6 meters, Cb = 0.54, Vs = 10 knots, Crew = 4 person, passenger = 36 person.
Vol 12 No 1 Vol 12 No 1, Cover
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.486 KB)

Abstract

Vol 12 No 1
Studi Pemanfaatan Internet of Things dan Data Mining untuk Pengawasan Bahan Bakar Minyak (Studi Kasus: Perusahaan Pelayaran Penumpang Nasional) Ansori, Anza
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.431 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2915

Abstract

Sistem distribusi tertutup diberlakukan oleh Badan Pengawas Hilir Minyak dan Gas sejak tahun 2009 berdasarkan Peraturan Presiden No. 45 Tahun 2009. Sistem ini mengatur pendistribusian bahan bakar minyak jenis tertentu dengan kuota dan daerah pendistribusian yang sudah ditentukan. Pada operasionalnya, sistem ini mewajibkan adanya pengawas yang akan melaporkan realisasi bahan bakar yang tersalur pada sisi pengguna bahan bakar minyak tersebut. Pengawas yang dimaksud dapat berupa personel dari pihak ketiga yang diikuti dengan biaya pengawasan ataupun sebuah sistem informasi pengawasan bahan bakar. Biaya pengawasan dengan menggunakan personel mencapai sebesar Rp 6.272.310.000 dalam setahun (Sumber: RKAP Divisi Fuel Management PT. P). Biaya tersebut dapat dikurangi dengan membangun sistem informasi pengawasan bahan bakar online untuk menghilangkan komponen biaya personel. Sistem informasi tersebut dapat dibangun dengan memanfaatkan teknologi internet of things yang mengaplikasikan sensor yang dikendalikan mikrokontroler pada tangki kapal. Untuk mengetahui isi volume tangki digunakan metode simple moving average untuk menentukan ketinggian permukaan tangki yang kemudian dikonversikan ke dalam satuan volume. Sistem yang sudah dirancang kemudian akan dievaluasi berdasar keandalan, kemudahan implementasi, dan nilai investasi yang dibutuhkan. Penelitian ini berupaya membuat desain konsep sistem informasi yang memanfaatkan internet of things dan data mining sebagai sarana pengawasan bahan bakar minyak di atas kapal. Kata kunci: Pengawasan Bahan Bakar, Perusahaan Pelayaran Nasional, Internet of Things, Data Mining,
Vol 12 No 1 Vol 12 No 1, Daftar Isi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.973 KB)

Abstract

Vol 12 No 1
Perencanaan Penjadwalan Reparasi Kapal Ferry Dengan Menggunakan Metode Flash Firstdhitama, Wisnu; Suastika, I Ketut; Ma'ruf, Buana
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1208.214 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2869

Abstract

ABSTRAK Sebagai negara kepulauan di Indonesia kapal ferry mempunyai peran sangat vital untuk melayani angkutan penumpang dan barang dengan jarak pendek. Pada operasinya armada kapal ferry ini memiliki frekuensi waktu kedatangan dan keberangkatan yang ketat, sehingga dalam setiap waktu dockingnya harus singkat dan terjadwal dengan baik. Namun pada kasusnya diperiode special docking ini masih relatif lama yakni sekitar 37 hari pada penyelesaian dockingrepairnya.Padamakalahinimengambilstudi kasus reparasikapalpenumpangjenisferry di salahsatugalangankapal. Permasalahan yang biasaterjadidilapanganadalahpenyelesaian pekerjaan reparasi kritis atau critical path, dimana jika terjadi keterlambatan dalam penyelesaian, maka pekerjaan lainnya juga akan terjadi keterlambatan dalam penyelesaiannya.Dengan demikian dari permasalahan tersebut perlu dilakukan penjadwalan ulang melalui metode FLASHFuzzy Logic Aplication for Schedulling, dimana metode ini lebih sistematis, sederhana dan akurat dalam merencanakan penjadwalan pekerjaan reparasi. Penjadwalan ulang dengan metode FLASH ini dilakukan melalui analisis data historical repair yang sudah ada untuk menentukan waktu yang efisien dalam realisasi pekerjaan. Selanjutnya dengan bantuan kuisioner didapatkan nilai tingkat kepercayaan pada beberapa faktor yang mempengaruhi keterlambatan dalam penjadwalan dengan kesesuaian class matter.Dengan data-data tersebut, selanjutnya dilakukan olah data dengan bantuan sofware microsoftexcel 2010, QM-windows versi-4 dan matlab v-20. Dari hasil komputasi didapatkan efisiensi waktu dari pekerjaan reparasi dengan pengaturan penjadwalan penyelesaian 25 hari dengan tingkat kepercayaan sebesar 90 persen dan tingkat kesesuaian dari faktor yang mempengaruhi dalam penjadwalan sebesar 39 persen.Kata kunci :MetodeFLASH, Efisiensiwaktudocking, Penjadwalanpekerjaan.
OPTIMASI JUMLAH KAPAL PENANGKAP IKAN BERBASIS POTENSI LESTARI SUMBERDAYA IKAN: STUDI KASUS PENANGKAPAN IKAN PELAGIS DI PERAIRAN SUMATERA BARAT Sugianto, Yusep; Buana, I G N Sumanta
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.887 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2813

Abstract

Data tahun 2016 menunjukkan bahwa trend produksi ikan PPS Bungus meningkat dalam kurun waktu 2007-2015. Hasil tangkapan tertinggi adalah di tahun 2015 sebanyak 5.025,59 ton. Akan tetapi kecenderungan peningkatan produksi tangkapan ini tidak menyebabkan peningkatan pada nilai tangkapannya. Nilai produksi per ton justru memperlihatkan trend penurunan. Pada tahun 2015, nilai produksi ikan per ton adalah Rp. 60.118.000. Nilai produksi ini sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai produksi pada tahun 2012 sebesar Rp. 89.645.000 per ton dengan hasil tangkapan sebanyak 4.155,9 ton. Penurunan nilai produksi ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah tangkapan meningkat namun mutu ikan yang dalam hal ini adalah ukuran ikan yang ditangkap justru semakin mengecil. Ini menandakan bahwa terdapat dugaan bahwa perairan Sumatera Barat tersebut telah terlalu banyak dieksploitasi sehingga menimbulkan kelangkaan sumberdaya ikan tersebut. Untuk menghindari kelangkaan sumerdaya tersebut, maka perlu pengendalian jumlah kapal penangkap ikan. Untuk menentukan jumlah kapal ikan, langkah pertama adalah menentukan jumlah potensi letari sumberdaya ikan (Maximum Sustainable Yield). Potensi lestari sumberdaya ikan dihitung dengan menggunakan metode surplus produksi. Jumlah kapal ikan dihitung dengan metode optimasi dengan kendala asli adalah jumlah tangkapan yang diperbolehkan, dan kendala sasaran adalah jumlah tangkapan masing-masing tipe kapal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi overfishing di perairan Sumatera Barat sebanyak 2.011,27 ton dari jumlah yang seharusnya diperbolehkan yaitu 3.013,82 ton. Jumlah kapal ikan yang diperbolehkan adalah 31 unit kapal longline dan 146 unit kapal purse seine
HUBUNGAN UKURAN UTAMA DAN DAYA PENGGERAK PERAHU KATIR (PUMPBOAT) TUNA HAND LINE DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Lungari, Fitria Fresty; Kumaseh, Eunike Irene
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.678 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2906

Abstract

Ukuran utama kapal ikan yaitu terdiri dari panjang (Loa), lebar (B) dan dalam (D), dimana kesanggupan kapal sangat ditentukan oleh ukuran utamanya seperti: penentuan ruang kapal berkaitan dengan panjang kapal, stabilitas dan daya dorong kapal berkaitan dengan penentuan lebar kapal dan besarnya tinggi kapal berkaitan erat dengan penyimpanan barang atau hasil tangkap serta letak titik berat kapal. Dalam keperluan praktis, dengan hanya mengetahui ukuran panjang dapat diduga nilai ukuran utama lainnya atau ukuran sistem katir untuk kapal yang memiliki katir, akan tetapi informasi seperti ini belum tersedia. Kabupaten kepulauan Sangihe memiliki karakteristik kapal penangkap ikan tuna Hand line yang memiliki sistem katir dengan ukuran yang belum memiliki standar. Kajian ukuran utama dilakukan untuk mengetahui hubungan antar ukuran utama perahu katir (pumpboat), hubungan antar ukuran utama dengan sistem katir, serta ukuran utama dengan kapasitas daya penggeraknya di beberapa daerah di kabupaten kepulauan Sangihe seperti kecamatan Tabukan Selatan Tengah, kecamatan Tabukan Utara dan Pesisir Teluk Tahuna. Pada penelitian ini, analisis menggunakan rumusan matematis hubungan antara Loa dan B, Loa dan D, loa dan PK mesin yang digunakan adalah: y = f (x), berdasarkan regresi linier sederhana. Hubungan ukuran utama diperoleh yaitu B=0.063+0.098(L) dengan korelasi r=0.585, D= 0.036+0.068(L) dengan nilai korelasi r=0.797. Hubungan ukuran utama (loa) dengan sistem katir yaitu Lob= -0.339+0.431(L) dengan nilai korelasi r=0.772, Lof=0.055+0.704(L) dengan nilai korelasi r=0.916, Length Outrigger Arm yaitu loa=0.305+0.128(L) dengan nilai korelasi r=0.759 dan Hpo (High pole) yaitu Hpo=0.132+0.292(L) dengan nilai korelasi r=0.751. Hubungan panjang (loa) dengan PK mesin perahu katir pumpboat yaitu mengikuti persamaan matematis PK= -13.618+3.630(L) dengan nilai korelasi r=0.566.
DESIGN OF CATAMARAN SHIP AS INLAND WATERWAYS TRANSPORTATION MODE IN SAMARINDA Alam, Alamsyah; Dipo Nugroho, Muhammad
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.418 KB) | DOI: 10.29122/jurnalwave.v12i1.2897

Abstract

At the end of 2016 public transport had only reached urban area of Samarinda, and it has not yet accessed the outskirt area of Samarinda. The lack of transportation connecting communities from each region is a problem. The purpose of this research was to design the inland waterways tranportation mode in the out skirt city of Samarinda. The used method was the trend curve and optimization approach. The results showed the principal dimension of ships had lenght over all (Loa) = 12.7 meters, draft (T) = 0.53 meters, the breadth of each hull (B) = 1.3 meters, the total breadth (BT) = 5.5 meters and height (H) = 1.6 meters, Cb = 0.54, Vs = 10 knots, Crew = 4 person, passenger = 36 person.

Page 1 of 2 | Total Record : 14