cover
Contact Name
Dr. Ir. Setyo Leksono, M.T.
Contact Email
setyo.leksono@bppt.go.id
Phone
+62315947849
Journal Mail Official
jurnal.wave@bppt.go.id
Editorial Address
Jl. Hidrodinamika BPPT, Komplek ITS, Sukolilo, Surabaya 60112
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
ISSN : 1978886X     EISSN : 2614641X     DOI : http://dx.doi.org/10.29122/jurnalwave
Core Subject : Science,
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
KEKUATAN FIBERGLASS REINFORCED PLASTIC (FRP) SEBAGAI BAHAN GADING KAPAL KAYU Alamsyah Alam; Rodlian Jamal Ikhwani; Taufik Hidayat; Suardi
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4719

Abstract

Penggunaan baja untuk menggantikan kayu Bitti sebagai bahan konstruksi gading kapal kayu dinilai tidak praktis karena melalui proses pembentukan dan pemeliharaan, sehingga penggunaan bahan lain seperti FRP sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran dan bentuk penampang bahan FRP yang sesuai sebagai pengganti gading kayu ditinjau dari segi kekuatan. Metode yang digunakan yaitu elemen hingga (FEM) dan dianalisis menggunakan metode eksperimen numerik pada software. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan mengoptimalkan bahan FRP dengan bentuk penampang I beam, I beam+flange, box of hole beam, T beam, dan U beam+flange sebagai pengganti bahan kayu Bitti. Hasil penelitian menunjukkan gading kayu Bitti memiliki elastisitas (E) = 9534.02 MPa dan momen inersia penampang (I) = 2197x104 mm4 terjadi tegangan maksimum (?k) = 7.682 N/mm2 dan lendutan maksimum (?) = 0.1 mm, untuk faktor keamanan gading kayu Bitti (Sf) = 1.28, sedangkan bahan FRP pengganti gading kayu dengan nilai (E) = 69000 MPa dapat digunakan penampang I beam dengan nilai I = 316x104 mm4, I beam+flange dengan nilai I = 288x104 mm4, box of hole beam dengan nilai I = 317x104 mm4, T Beam dengan nilai I = 478 x104 mm4, serta U beam+flange dengan nilai I = 375x104 mm4, terjadi tegangan maksimum (?k) = 52.00 N/mm2 dengan lendutan maksimum (?) < 0.082 mm dan faktor keamanan (Sf) = 1.28. Bahan FRP pengganti kayu gading membutuhkan momen inersia penampang sebesar 1/7~1/5 kali lebih kecil dari momen inersia penampang kayu gading dengan elastisitas tujuh kali lebih besar dari kayu gading. Nilai ini dapat dijadikan patokan untuk ukuran kapal di atas ataupun di bawah 70 GT ketika akan menggunakan bahan FRP sebagai pengganti gading kayu.
KAJIAN SINKRONISASI MESIN UTAMA DAN PROPELLER PADA KAPAL PERIKANAN PASCA REPARASI (STUDI KASUS KM. NELAYAN 2017-572) Ahmad Yasim Ahmad Yasim; Robertoes Koekoeh Koentjoro Wibowo; Kusnindar Priohutomo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4724

Abstract

Sinkroniasasi antara lambung, mesin utama dan propeller pada kapal perikanan 5 GT pasca reparasi perlu dikaji untuk memperoleh kecepatan dan mengotimalkan performa kapal. Penelitian diawali dengan memprediksi hambatan kapal menggunakan metode Van Oortmersen kemudian menganalisa sinkronisasi mesin dan propeller serta tahap akhir dilakukan optimasi. Hasil penelitian didapatkan sinkronisasi mesin dan propeller memenuhi kriteria dimana = = 1.98 kN, Ae/Aomin 0.44 < Ae/Aoprop 0.55, dan Faktor Load propeller 1.77 < Faktor Load mesin 2.91. Lebih lanjut, diketahui bahwa kapal memiliki kecepatan 7.3 knot yang mana telah memenuhi kecepatan desain yaitu berkisar 7-9 knot. Optimasi engine-propeller matching dilakukan dengan mengubah gearbox dari rasio 2.5 menjadi 2.2 namun hasilnya hanya menambah kecepatan sebesar 0.4 knot sehingga dinilai komposisi terbaik adalah mempertahankan mesin dan sistem penggerak kapal yang telah ada.
ANALISIS RESPON GERAK FLOATING CRANE BARGE UNTUK DECOMMISSIONING STRUKTUR LEPAS PANTAI Nurman Firdaus Firdaus; Eko Budi Djatmiko; Rudi Walujo Prastianto; Muhammad Fajariansyah Ismail
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4893

Abstract

Penerapan floating crane barge memiliki potensi besar untuk operasi pengangkatan struktur dalam mendukung decommissioning anjungan lepas pantai pasca operasi. Respon gerak floating crane barge dalam perairan bergelombang selama operasi pengangkatan struktur di laut menjadi faktor penting dalam menunjang operasional yang aman. Pada penelitian ini, respon gerak dinamis floating crane barge terhadap gelombang dilakukan dengan simulasi eksperimen di laboratorium maneuvering ocean basin. Model uji barge yang dilengkapi dengan struktur crane boom sederhana dibuat dengan perbandingan skala 1:28. Respon gerak model uji dievaluasi dengan kondisi gelombang reguler dan gelombang irreguler. Karakteristik gerak amplitudo dijasikan dalam grafik RAO yang mana hasilnya menunjukkan kesesuaian antara gelombang reguler dan irreguler. Respon gerak terhadap gelombang acak mengalami peningkatan secara signifikan terjadi dari kondisi gelombang Hs = 0.50 m, Tp = 4.00 s ke kondisi gelombang Hs = 1.00 m, Tp = 5.50 s untuk heave sebesar 2.8 kali, untuk roll sebesar 2.5 kali dan untuk pitch sebesar 1.5 kali.
PENGARUH THRUST DEDUCTION FACTOR DAN WAKE FRACTION TERHADAP EFISIENSI PROPULSI AKIBAT PERUBAHAN DRAFT KAPAL Muhammad Sawal Baital Baital; Kusnindar Priohutomo; Jatmika Prajayastanda; Solichin Djazuli Sa'id
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4759

Abstract

This study is to investigate propulsion efficiency due to changes in draught of ship using data series and theoretical approach. A hard chain rescue boat with triplet screw was used for the study and to examine the effect of thrust deduction factor and wake fraction due to changes in draught of ship and its relevance to propulsion efficiency by observing hull and propeller interaction based on openwater test by Wageningen Data Series with cavitations analysis has been neglected. The study is done using hydrodynamics analysis for planning hull and using intersection between thrust characteristic curve with openwater test data series for fixed pitch propeller. The result indicated that the changes in ship draught are very influential on the changes in thrust deduction factor and wake fraction value which is one of the contributing factor to change the propulsion efficiency value 1% - 5%.
ANALISIS TEGANGAN REGANGAN PADA PELAT DECK DAN BOTTOM KAPAL FERRY RO-RO MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Amalia Ika Wulandari; Alamsyah; Cindy Lionita Agusty
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v15i1.4782

Abstract

Tegangan dan regangan merupakan suatu hal yang krusial pada kekuatan kapal, hal ini menjadi sangat penting untuk mengetahui beban maksimal yang bisa diterima oleh kapal karena antara kedua hal tersebut saling berkaitan, alasan keselematan juga menjadi satu hal mengapa tegangan regangan patut untuk diketahui. Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tegangan regangan maksimum kapal dengan variasi ketebalan pelat 100%, 90%, 80% dan 60%, menggunakan metode yakni Finite Element Method. Hasil penelitian didapatkan nilai tegangan maximum pada ketebalan 100% yaitu 312.539 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,48 x 10-3. , untuk ketebalan 90% dihasilkan tegangan maximum sebesar 353.47 N/mm2 dan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 1,68 x 10-3. , keteblan 80% tegangan maximum yang dihasilkan sebesar 617.78 N/mm2 dengan regangan maximum yang dihasilkan yaitu 0,29 x 10-3., ketebalan 60% tegangan maximum yang dikeluarkan sebesar 820.03 N/mm2 dengan regangan maximum yang dikeluarkan yaitu 0.39 x 10-3 . Untuk pelat 100% dan 90% tidak melebihi tegangan izin, sedangkan untuk pelat 80% dan 60% melebihi tegangan izin.

Page 1 of 1 | Total Record : 5