cover
Contact Name
Dr. Ir. Setyo Leksono, M.T.
Contact Email
setyo.leksono@bppt.go.id
Phone
+62315947849
Journal Mail Official
jurnal.wave@bppt.go.id
Editorial Address
Jl. Hidrodinamika BPPT, Komplek ITS, Sukolilo, Surabaya 60112
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim
ISSN : 1978886X     EISSN : 2614641X     DOI : http://dx.doi.org/10.29122/jurnalwave
Core Subject : Science,
Merupakan jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007 dengan tujuan sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian, hasil pengkajian maupun hasil penerapan teknologi bagi para perekayasa, peneliti, dosen maupun mahasiswa di bidang teknologi kemaritiman pada umumnya. Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim terbit pada bulan Juli dan Desember setiap tahunnya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2010)" : 6 Documents clear
Analisa Bending Stress Pada Submerged Floating Tunnel Ahmad Syafiul Mujahid; Wibowo Harso Nugroho
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i1.3536

Abstract

Perhitungan dengan pemodelan Submerged Floating Tunnel (SFT) dengan menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga. Analisa struktur terowongan apung menggunakan prinsip kerja dengan mendiskripsikan seluruh beban (force) pada SFT berupa beban internal dan eksternal yang bekerja akan diperoleh momen reaksi yang terjadi sepanjang badan SFT, dengan mengetahui luas penampang melintang SFT maka dapat diperoleh bending stress di seluruh badan SFT.Keywords : submerged floating tunnel (SFT), bending stress, structural analysis
Analisa Ketidakpastian Pengujian Resistance Model Kapal LCT 1000 DWT Dian Purnamasari; AAB. Dinariyana; Meitha Soetardjo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i1.3537

Abstract

Uji tahanan yang dilakukan di tangki tarik memiliki kesalahan (ketidakpastian) pada hasil. Analisa ketidakpastian dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas data percobaan dan menyediakan perkiraan kuantitatif kesalahan percobaan. Metodologi analisa ketidakpastian, prosedur, dan hasil disajikan untuk uji tahanan model kapal LCT 1000 DWT skala (λ) 15 dengan ukuran model kapal L = 3,997 M, B = 1000 M, T = 0,167 M, WSA = 4,089 M2, Prosedur dirangkum dan mengikuti International Towing Tank Conference (ITTC) Kualitas Manual Prosedur. Hasil penelitian menunjukkan nilai ketidakpastian sebesar 1,27% dari kecepatan 1,3271 m/s dan nilai ketidakpastian sebesar 4,79% dari tahanan 1,2771 kg.Keywords : Uncertainty analysis, Procedures, Ship model test.
Kajian Kinerja Kapal Bantu Hidro-Oceanography Meitha Soetardjo; Dian Purnamasari
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i1.3538

Abstract

Bantu Hidro-Oceanography (BHO) adalah salah satu satuan bantu dalam bidang survei Hidro-Oceanography yang termasuk dalam susunan tempur pendukung (Supporting Force). Untuk kepentingan tersebut maka preliminary design kapal Hidro-Oceanography dilaksanakan sebagai langkah awal dalam perencanaan dan pengadaan kapal Hidro-Oceanography untuk mengkaji karakteristik umum desain yaitu hidrostatik dan stabilitas sehingga aspek kelayakan kapal dapat terpenuhi. Analisa hasil kajian kinerja kapal Hidro-Oceanography dipersiapkan untuk pengujian tahanan/resistance model kapal.Keywords : Preliminary design1, Hydrostatic2, Stability3
Konsep Kapal Pengumpan Reguler untuk Mendukung Angkutan Laut Perintis di Wilayah Pulau-Pulau Terpencil Dany Hendrik Priatno; Samudro -
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i1.3539

Abstract

Keterbatasan sarana dan prasarana transportasi di wilayah pulau-pulau terpencil masih menjadi kendala dalam mengembangkan sektor transportasi di wilayah tersebut. Di sisi lain, wilayah ini diharapkan dapat menjadi faktor pemicu dalam peningkatan perekonomian, membuka keterisolasian, dan menjaga stabilitas dan keamanan wilayah. Pola penerapan jaringan transportasi angkutan laut dengan sistem subsidi (angkutan laut perintis) dari pemerintah sudah berjalan meski dengan berbagai kendala yang memerlukan pemikiran dan solusi tepat dalam mendukung program transportasi angkutan laut bersubsidi tersebut dalam hal efektifitas angkutan, efisiensi dan pemerataan dalam pemanfaatannya. Keterbatasan pelayanan pada rute operasional angkutan laut perintis dapat dijembatani dengan menerapkan konsep pengumpan (feeder) regular pada titik – titik singgah kapal perintis, sehingga dengan demikian rute eksisting angkutan laut perintis dapat tetap dioptimalkan, tanpa menambah jumlah titik singgah (yang berarti menambah time voyage), bahkan hal ini dapat mengurangi jumlah titik singgah kapal perintis laut. Simulasi penerapan konsep feeder pada jalur angkutan laut perintis dilakukan dan dilengkapi dengan kajian kebutuhan desain sarana kapal feeder perintis yang tepat untuk mendukung konsep sistem feeder tersebut.Keywords : feeders pioneer, operational simulation, design feeder vessel
Perancangan Sistem Monitoring Volume Bahan Bakar Pada Prototype Sephull Bubble Vessel Mochammad Nasir; Mochammad Ali Mudhoffar; Nurhadi -
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i1.3540

Abstract

Sephull Bubble Vessel adalah kapal dengan pelumasan udara yaitu kapal dengan injeksi udara di bagian bawahnya, disain kapal ini untuk mendapatkan sebuah kapal dengan kemampuan berlayar dengan kecepatan tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang minimal. Untuk mengetahui Efesiensi bahan bakar ini, dilakukan perbandingan konsumsi bahan bakar pada saat kapal beroperasi dengan menggunakan sistem pelumasan udara dengan tanpa menggunakan sistem pelumasan udara. Pada saat ini masih menggunakan cara manual dengan mengukur sisa bensin setiap selesai dilakukan uji coba pada kedua kondisi tersebut. Dalam kesempatan ini akan dirancang Sistem Monitoring Volume Bahan Bakar pada Prototype Sephull Bubble Vessel, dengan sistem ini maka untuk mengetahui efesiensi penggunaan bahan bakar bisa diketahui dengan mudah. Perancangan sitem ini menggunakan sensor Universal Fuel Sender, output dari sensor tersebut akan diolah oleh Mikrokontroller AT-Mega 8535 dan volume bahan bakar akan ditampilkan melalui tampilan LCD 16x2. Volume bahan bakar ini juga dapat diMonitoring melalui komputer dengan menggunakan program LabView sehingga data volume bahan bakar dapat disimpan dalam sebuah file komputer.Keywords : Universal Fuel Sender; AT-Mega 8535; LabView
Wave Pattern dan Interaksi Hambatan Gelombang pada Kapal Lambung Ganda (Twin Hull): Kajian Analisa Numerik Andi Jamaluddin
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 4 No. 1 (2010)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v4i1.3541

Abstract

Pola gelombang yang ditimbulkan oleh lambung kapal yang melaju sangat penting ketika mempertimbangkan kualitas desain lambung dan prediksi hambatan. Makalah ini membahas kajian pola gelombang sekitar monohull (demihull) dan lambung ganda (catamaran) dengan jarak lambung bervariasi. Estimasi numerik hambatan dan interaksi gelombang kapal yang dihasilkan dilakukan dengan menerapkan teknik-teknik numerik untuk menghitung pola gelombang timbul dan hambatannya, dengan permukaan air tenang. Hasil perhitungan numerik untuk kedua demihull dan catamaran dibandingkan dan dibahas secara rinci.Keywords : Twin hull, Wave pattern, Resistance, Simulation

Page 1 of 1 | Total Record : 6