cover
Contact Name
Dr. Mujiarto, S.T.,M.T.
Contact Email
mujiarto@umtas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
abdimas@umtas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26148544     DOI : -
Core Subject :
ABDIMAS merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Jurnal ABDIMAS mewadahi publikasi hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Dosen-Dosen sebagai bentuk manifestasi Tri Darma Perguruan Tinggi. Jurnal ABDIMAS merupakan jurnal elektronik yang dikelola secara profesional dengan menggunakan Open Jurnal System, diterbitkan 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat" : 6 Documents clear
Pemberdayaan dan Strategi Marketing Petani Madu Desa Giri Tengah Kecamatan Borobudur-Magelang Andreani Hanjani; Puspita Dewi Wulaningrum
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.05 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.261

Abstract

Tujuan Program Pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan kelompok petani madu ekonomi produktif desa Giri Tengah Kecamatan Borobudur membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Mitra Usaha dalam program ini adalah petani lebah bernama Bp. Wijarso dan Bp. Bambang. Permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra tersebut adalah produk UKM madu kaliandra desa Giri Tengah belum memiliki branding produk dan label kemasan sehingga pemasaran produk UKM madu kaliandra tidak maksimal. Selain itu, mitra masih kurang mengetahui membuat laporan hasil usaha. Metode pelaksanaan pengabdian ini yaitu: 1)Survey dengan melakukan pengamatan dan analisis; 2)Branding produk madu;3) Strategi Marketing agar produk lebih menarik dan dikenal; 4)Pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana hasil usaha. Hasil program ini adalah: 1) Produk madu memiliki label nama produk yang menarik dan lebih dikenal konsumen; 2)Pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana hasil usaha. Program ini diharapkan mampu memfasilitasi mitra untuk mempermudah melakukan penyajian laporan keuangan.
Pelatihan Kader Kesehatan Remaja untuk Meningkatkan Capaian Indikator Sehat Siswa/I di Pondok Pesantren Inggriane Puspita Dewi; Santy Sanusi; Imas Maryati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.535 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.263

Abstract

Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Hasil pengkajian awal bekerjasama dengan tim UKS pondok pesantren Baiturahman-Ciparay, didapatkan data angka kesakitan yang dialami siswa secara umum baik SMP maupun SMA adalah 43% mengeluh batuk-pilek, 15% mual-muntah, 30% demam tinggi, lain-lain 12%, dari total jumlah siswa/i sebanyak 430 orang. Selain itu wawancara secara acak, beberapa siswa/i merasa tidak nyaman berada di asrama dan jauh dari orangtua. Pihak pondok pesantren telah berupaya untuk menekan angka kesakitan, salah satunya dengan membentuk kader kesehatan remaja (KKR) , terdiri dari peserta didik yang dipilih guru guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri sendiri, teman peserta didik pada khususnya dan sekolah pada umumnya, belum ada pelatihan yang terstruktur berdasarkan kurikulum kesehatan remaja. tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan ialah memberikan pelatihan pada KKR agar mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan KKR untuk meningkatkan capaian indikator sehat yang telah ditetapkan oleh UKS. Kegiatan pelatihan meliputi pemberian materi, praktik serta demonstrasi keterampilan seperti P3K, penanganan kasus diare, identifikasi siswa/i yang sakit fisik dan psikososial, serta simulasi bencana alam. Pelatihan berlangsung selama 8 bulan dengan hasil menunjukkan adanya penurunan angka kesakitan siswa/i, presensi kelas meningkat, wawasan siswa/i tentang prilaku sehat meningkat. Kesimpulan : kegiatan pelatihan kader kesehatan remaja menjadi unsur yang penting dalam upaya mewujudkan prilaku hidup sehat siswa/i di asrama dan sekolah. Sarannya kegiatan sejenis dengan tema yang berbeda dapat dilanjutkan
PPBK: Peningkatan Kemampuan Guru Paud Dalam Pengelolaan Pembelajaran Bagi Anak Usia Dini Mirawati Mirawati; Rikha Surtika Dewi; Nandhini Hudha Anggarasari; Elfan Fanhas Kh; Fajar Nugraha; Aini Fidianti; Lusi Laelasari
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1265.281 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.302

Abstract

Program Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi (PPTBK) merupakan program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan guru yaitu yang mengacu pada tuntutan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, pribadi, sosial maupun professional. Program ini menjadi salah satu solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan terkait pengelolaan pembelajaran yang dialami oleh guru PAUD di Desa Mulyasari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. PPTBK ini merupakan salah satu bentuk pengabdian pada masyarakat dengan pemberian penyuluhan dan pendampingan bagi guru terkait dengan peningkatan kompetensi yang dimilikinya. Program PPTBK bertujuan bukan hanya meningkatkan pemahaman guru, namun juga agar guru memiliki keterampilan yang memadai untuk melaksanakan proses pembelajaran bagi anak usia dini. Pelaksanaan PPTBK ini berjalan dengan cukup baik dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD, khususnya dalam aspek pengelolaan pembelajaran bagi anak usia dini misalnya dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran, penyediaan media/APE bagi anak usia dini dan pelaksanaan evaluasi pembelajaran.
Pelatihan Kader Posyandu di Wilayah Kelurahan Kersanegara Kecamatan Cibeureum Tasikmalaya Ai Cahyati; Sofia Februanti; Unang Arifin Hidayat
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (849.311 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.303

Abstract

Purpose of this community service activity is to improve the empowerment of the community in transferring information and skills from officers to the community and among fellow citizens and to bring basic health services especially related to the reduction of maternal mortality rate (MMR), infant mortality rate (IMR) and under-five mortality rate and to achieve the goals of Healthy Cities. The target to be achieved is that cadres can increase their knowledge and skills in carrying out posyandu activities independently. The method used is to provide cadre training with the number of hours of training for 3 days @ 5 hours of training (45 minutes per hour of training). The participants were posyandu cadres in the area of ??Kersanagara Village, Cibeureum District, Tasikmalaya City, as many as 22 people. Cadres are given a pretest at the beginning of the meeting and post-test at the end of the meeting as an evaluation of the activities carried out. Facilities and infrastructure to be used LCD, laptop, mic, TOA, posyandu cadre training modules & materials, posyandu props, sphygmomanometer, stethoscope, weighing scales, dacin scales, metlines. The results of cadre refresher activities were an increase in knowledge after training with an average pretest score of 68, post-test 80, so that the average increase in knowledge was 11 points. Cadres can also practice blood pressure measurement, weighing using dacin, system posyandu 5 table practices, counseling practices and recording reporting. The output of this community service activity is the production of modules and the publication of the results of community service activities. Facilities and infrastructure so that they can be equipped so that posyandu services can be optimized. Posyandu cadres further increase motivation to conduct counseling.
Pendidikan Kesehatan Tuberkulosis “TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh)” Nina Pamela Sari; Aida Sri Rachmawati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.494 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.338

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberkulosis. TB dapat menetap di semua bagian tubuh. Kita paling sering mendengar tentang TB paru. Kuman TB akan membuat makin banyak kuman yang dapat merusak bagian tubuh misalnya di paru – paru. Ketika paru – paru mengalami kerusakan maka seseorang yang terinfeksi kuman TB tidak dapat bernafas dengan baik. TB dapat disembuhkan dengan regimen pengobatan yang baik. Jika seseorang tidak menerapkan regimen pengobatan dengan baik dapat menyebabkan kematian akibat TB. TB paru berbahaya bagi orang lain karena dapat menyebar dengan mudah ke setiap orang. (WHO, A guide TB treatment supporters, 2002). Tiap pasien TB paru potensial dapat menularkan penyakitnya pada 15 orang pasien baru per tahun (Wandwalo,2000). Pendidikan kesehatan TOSS TB dilakukan melalui penyuluhan ke kader kesehatan di kelurahan Mulyasari. Populasi dan sampel dalam pengabdian ini adalah seluruh kader di kelurahan Mulyasari sebanyak 20 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Analisis data menggunakan ujiPaired-Samples T Test. Media yang digunakan adalah lembar brosur tentang TOSS TB.Hasil dari kegiatan ini adalah semua kader berjenis kelamin perempuan, dengan rentang usia 21-50 tahun. Latar belakang pendidikan kader 65 % lulusan SMA dan 35% lulusan SMP.Hasil analisis ujiPaired-Samples T Testdidapatkan nilai p Value 0,000 yang artinya ada pengaruh penyuluhan yang dilakukan terhadap pengetahuan kader tentang TOSS TB. Kesimpulannya pendidikan kesehatan kepada kader memiliki pengaruh yang baik dalam peningkatan pengetahuannya, sehingga diharapkan dapat membentuk msayarakat peduli TB yang pada akhirnya mampu membantu menurunkan angka kejadian TB. Kata Kunci : kader, pendidikan kesehatan, tuberkulosis
Peningkatan Pemberian ASI dan MP-ASI Melalui Kader Parapam di Desa Karanganyar, Karanganyar Kebumen Nur Laila; Eka Riyanti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.343 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v2i1.400

Abstract

Keberhasilan dalam menyusui dan pemberian MP-ASI dapat didukung oleh pengetahuan ibu yang baik serta peran serta kader kesehatan. Kader kesehatan dapat memberikan informasi serta mendampingi ibu dalam proses menyusui dan pemberian makan. Tujuan kegiatan ini adalah pembentukan kader PARAPAM (Para Pendamping ASI dan MP-ASI) untuk meningkatkan pemberian ASI Eksklusif dan MP-ASI pada bayi di Desa Karanganyar, Karanganyar, Kebumen. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demostrasi. Materi yang diberikan meliputi pendidikan kesehatan, ASI Eksklusif dan MP-ASI. Jumlah kader yang dilatih 31 orang, Kader dilatih melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan melakukan pendampingan saat menyusui dan pemberian MP-ASI. Media yang digunakan berupa power point, lembar balik, leaflet serta booklet Pemberian ASI dan MP-ASI. Hasil penilaian kegiatan ini menunjukan bahwa kader PARAPAM mampu memberikan edukasi kepada ibu hamil dan menyusui serta mampu membantu ibu dalam pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI. Hasil observasi penulis pada bulan ketiga menunjukan bahwa Ibu yang memiliki bayi usia 6 bulan dapat memberikan ASI ekslusif dan ibu yang memiliki bayi usia lebih dari 6 bulan dapat menyiapkan MP-ASI dengan baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6