cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurkep.anak@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak
ISSN : 23382074     EISSN : 2621296X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak (JIKA) was published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Ilmu Keperawatan Anak (JIKA)is published twice in a year. JIKA publishes research results, research-based community service results, literature reviews, and case studies in the field of child nursing written by lecturers, nursing students, and clinic nurses in hospitals or health centers. JIKA is a continuation of Jurnal Keperawatan Anak with ISSN 2338-2074 published by the PPNI Jawa Tengah journal development team. JIKA is an online version of the journal with e-ISSN 2621-296X with the latest edition, the Jurnal Keperawatan Anak is no longer published.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
PENGARUH PROGRAM TERAPI MUSIK RUMAHAN PADA ORANG TUA DAN ANAK DENGAN DISABILITAS Fitri Wahyuni; Rini Rahmayanti; Velga Yazia
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh yang responsif dan sinkron antara interaksi orangtua-anak berdampak positif pada anak dalam hal bahasa, kognitif, dan perkembangan sosial-emosional. Meskipun manfaat terapi musik yang didokumentasikan secara luas pada interaksi orang tua-anak, bukti empiris untuk efek terapi musik pada sinkronisasi orang tua-anak masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh partisipasi orang tua-anak dalam Program terapi musik berbasis rumah selama enam minggu tentang respons orang tua, inisiasi anak, dan sinkronisasi orang tua-anak, serta penggunaan aktivitas musik sehari-hari oleh orang tua dengan anak mereka. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan jumlah sampel 26 pasangan orangtua-anak berpartisipasi dalam studi desain kelompok tunggal dalam subjek tes awal. Pasangan yang berpartisipasi termasuk orang tua dan anak mereka dengan disabilitas atau keterlambatan perkembangan (termasuk usia 6-12 tahun). Pasangan orangtua-anak berpartisipasi dalam program terapi musik berbasis rumah yang mencakup enam sesi mingguan 40 menit, dan menggabungkan lima strategi pengajaran responsif (yaitu, mempengaruhi, mencocokkan, timbal balik, kendali bersama, dan kontingensi). Data observasi dicatat untuk interaksi orang tua-anak dan keterikatan orang tua-anak. Hasil penelitian didapatkan Respons positif fisik dan verbal orang tua, serta inisiasi verbal positif anak-anak, meningkat secara signifikan sebelum pasca-intervensi; namun, inisiasi fisik positif anak-anak tidak meningkat secara signifikan. Keterikatan orang tua-anak juga meningkat secara signifikan sebelum pasca-intervensi. Kesimpulan; Temuan mendukung penggunaan terapi musik rumahan program untuk memfasilitasi interaksi orang tua-anak di bidang orang tua responsivitas dan komunikasi yang dimulai oleh anak, serta sinkronisasi orang tua. 
Fatigue Management Through Aerobic Physical Exercise in Children with Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) : A Literature Review Ikeu Nurhidayah; Asti Oktovianti; Guztap Jabarul Haq; Nur Oktavia Hidayati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer related fatigue (CRF) is a serious symptom and often appears in pediatric patients with ALL, during chemotherapy and also at the end of treatment. The aim of this literature study is to look at physical exercises that can be done to reduce fever symptoms in pediatric patients with ALL. This research uses literature study with descriptive type of study. Obtained 3 articles using keywords, articles were obtained from Google Scholar, Proquest, and Pubmed. The three articles published between 2011-2021 with the research methods of each article were randomized controlled trials (RCTs) and quasi-experimental. Based on the results of several research articles, it was found that physical exercise combined with aerobics was proven to be effective in dealing with fatigue, increasing muscle strength and improving the quality of life of pediatric patients with ALL. This is consistent with studies that the advantage of physical exercise is hypertrophy, namely an increase in the mass of muscle cells that is triggered by neural factors in a repetitive exercise program. Meanwhile, aerobic exercise is related to the function of the respiratory system and stroke volume. This is consistent with studies that the advantage of physical exercise is hypertrophy, namely an increase in the mass of muscle cells that is triggered by neural factors in a repetitive exercise program. Meanwhile, aerobic exercise is related to the function of the respiratory system and stroke volume. Keywords: Children, Acute Lyphoblastic Leukemia (ALL), Pyhsical Exercise, Muscle Strength
The THE EFFECT OF FAIRYTALE BOOK ON ORAL HYGIENE KNOWLEDGE OF SCHOOL AGE CHILDREN GRADE 2 AT SDN 1 JALMPRANG WONOSOBO REGENCY NADILA OCTAVIA PUTRI; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral hygiene in children is still considered an epidemic concern in today's society. Early prevention can reduce the morbidity of oral hygiene problems such as dental caries which most often occurs in children. In particular, anapproach to health promotion through various media is needed to overcome this problem. One of which is suitable to be given to children is the media of fairy tales. It is in accordance with the characteristics of imaginative children. The purpose of this study was to determine the effect of fairy tale book media on the oral hygiene knowledge of school-age children. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental one-group pretest-posttest design. The results of this study indicate that the media of fairy tales has an effect on increasing knowledge of oral hygiene in school-age children. Keywords: , Fairy Tale Books, Knowledge, Oral Hygiene, School-Age Children.
Penggunaan Aplikasi CDSS (Clinical Decision Support System) Berbasis Elektronik pada Pasien Anak di Berbagai Setting Layanan Perawatan: Tinjauan Literatur Friska Nababan; Putri Nilasari
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 1 (2022): Mei 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CDSS (Clinical Decision Support System) merupakan salah satu bagian dari sistem informasi manajemen kesehatan yang diciptakan untuk membantu professional kesehatan (baik dokter maupun perawat) dalam mengambil keputusan klinis terkait kondisi pasien. Sistem CDS yang selalu dihubungkan dengan penggunaan EHR (Electronic Medical Record) menjadi elemen kunci dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan dan keselamatan pasien. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pengaplikasian CDSS pada layanan perawatan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yang bersumber dari database online berupa jurnal penelitian yang berfokus pada CDSS yang diterapkan dalam perawatan anak. CDSS menjadi salah satu solusi dalam meminimalkan risiko kesalahan dalam perawatan, miningkatkan keakuratan pemeriksaan diagnostik sehingga berdampak terhadap kualitas hidup pasien yang lebih baik. Dalam penelitian selanjutnya, diharapkan ada kajian lebih dalam mengenai faktor yang menjadi kendala pengaplikasian CDSS dalam berbagai setting perawatan anak yang lebih luas.
Faktor Pekerjaan, Pola Asuh dan Komunikasi Orang Tua terhadap Temper Tantrum Anak Usia Prasekolah Erna Sari; Rusana Rusana; Ida Ariani
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.072 KB) | DOI: 10.32584/jika.v0i0.332

Abstract

 Temper tantrum merupakan kondisi emosional berupa masalah perilaku yang umum pada anak usia prasekolah. Namun, bias menjadi masalah jika muncul melebihi biasanya dan diikuti dengan perilaku menciderai. Salah satu factor penyebabnya adalah factor orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pekerjaan, pola asuh dan komunikasi orang tua dengan temper tantrum anak usia prasekolah. Desain yang digunakan adalah survey analytic, dengan rancangan cross sectional. Besar sampel 120 orangtua dan anak usia prasekolah dengan teknik cluster random sampling. Analisis menggunakan uji chi-square dan spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola asuh dan komunikasi orangtua dengan temper tantrum anak usia prasekolah (pv=0,001; pv=0,041; α=0,05), tetapi tidak hubungan antara pekerjaan orang tua dengan temper tantrum anak usia prasekolah (pv=0,120; α=0,05). Kata Kunci : komunikasi, pekerjaan, pola asuh, anak usia prasekolah, temper tantrumOccupational, Parenting and Parents Communication Factors to Temper Tantrum of Preschoolers AbstractTemper tantrum is emotional conditions form of behavioral problems commonly in preschoolers. But, it can be problems if more than usual and followed by injurious behavior. One factor causing tantrum is parents factors. The aim of the study was to know the relationship occupational, parenting and parents communication with preschoolers temper tantrum. This study used survey analytic design with cross sectional study. The samples were 120 parents and preschoolers with cluster random sampling technique. Analysis used chi-square and spearman rank. The result showed that there were significant relationship between parenting and parents communication with preschoolers temper tantrum (pv=0,001; pv=0,041; α=0,05), but there wasn’t realtionship parents occupational with preschoolers temper tantrum (pv=0,120; α=0,05) Keyword :communication, occupational, parenting, preschoolers, temper tantrum
Pengalaman Anak Jalanan Usia Remaja Dalam Perilaku Inhalasi Lysergic Acid Diethylamide Chatarina Suryaningsih; Soleha Hendarsyah
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.199 KB) | DOI: 10.32584/jika.v0i0.345

Abstract

Seorang anak bisa menjadi anak jalanan tentu mempunyai hal yang melatarbelakangi dalam kehidupannya. Sehingga anak jalanan sangat rentan untuk terjerumus kedalam perilaku menyimpang salah satunya adalah perilaku inhalasi zat adiktif seperti Lysergic Acid Diethylamide (LSD). Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan menggambarkan pengalaman anak jalanan usia remaja dalam perilaku inhalasi LSD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif untuk menggambarkan pengalaman anak jalanan usia remaja dalam perilaku inhalasi LSD. Empat partisipan terpilih dengan menggunakan metode purvosive sampling dan memenuhi kriteria anak jalanan yang berpengalaman melakukan perilaku inhalasi LSD di daerah Contong dan Cimindi kota Cimahi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dilengkapi dengan catatan lapangan, sesuai dengan tempat yang telah disepakati oleh peneliti dan partisipan. Wawancara mendalam direkam kemudian dibuat transkrip verbatim dan dianalisis dengan menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian menggambarkan pengalaman anak jalanan usia remaja dalam perilaku inhalasi Lysergic Acid Diethylamide dengan berbagai pengalamannya. Hasil penelitian ini menghasilkan 4 tema penelitian yaitu : 1. Faktor penyebab menjadi anak jalanan, 2. Faktor penyebab anak melakukan perilaku mengelem, 3. Dampak yang ditimbulkan ketika anak jalanan mengelem, 4. Stigma terhadap perilaku mengelem anak jalanan. Kata kunci: pengalaman anak jalanan, remaja, perilaku inhalasi lysergic acid diethylamideThe Experience of Street Children in Their Teens in Lysergic Acid Diethylamide Inhalation BehaviorAbstractA child can be a street child certainly has a background in his life. So that street children are very susceptible to fall into deviant behavior, one of which is the inhalation behavior of addictive substances such as Lysergic Acid Diethylamide (LSD). The purpose of this study is to explore and describe the experiences of street children in their teens in LSD inhalation behavior. This type of research is a qualitative research with a descriptive phenomenological approach to describe the experience of street children in their teens in LSD inhalation behavior. Four participants were selected using a purposive sampling method and fulfilled the criteria of street children who experienced inhaled LSD behavior in the Contong and Cimindi areas of Cimahi city. Data collection was carried out through in-depth interviews and supplemented with field notes, according to the place agreed upon by the researchers and participants. In-depth interviews were recorded and then verbatim transcripts were made and analyzed using the Colaizzi method. The results of this study describe the experiences of teenage street children in inhalation behavior of Lysergic Acid Diethylamide with various experiences. The results of this study resulted in 4 research themes, namely: 1. Factors that cause street children to be, 2. Factors that cause children to glue behavior, 3. Impacts caused when street children glue, 4. Stigma on the behavior of gluing street children. Keywords: experience of street children, adolescents, lysergic acid diethylamide inhalation behavior
Perbedaan Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 Bulan yang Dilakukan Baby Spa dan Tidak Dilakukan Baby Spa Eka Trilova Candraini; Lala Budi Fitriana
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.275 KB) | DOI: 10.32584/jika.v0i0.347

Abstract

Baby spa merupakan salah satu cara untuk menangani masalah gangguan tidur pada bayi. Dari hasil studi pendahuluan didapatkan 6 orang tua bayi yang membawa anaknya ke Dhian Baby Spa mengatakan setelah dilakukan baby spa bayinya menjadi tidur lelap. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Posyandu Desa Minomartani 6 orang tua bayi mengatakan anaknya sering rewel ketika malam hari dan sering terbangun. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan yang dilakukan baby spa dan tidak dilakukan baby spa di Desa Minormatani Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan desain two group pretest and posttest with control group design. Teknik sampling yang digunakan Total Sampling, jumlah responden yaitu sebanyak 40 responden untuk 2 kelompok. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Brief Sleep Indext Quistionarre (BISQ). Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Withney. Hasil uji statistik dengan uji Mann-Withney menunjukkan nilai mean kelompok kontrol yaitu 70,67 dan kelompok intervensi yaitu 92,99 dengan nilai p-value = 0,000. Ada Perbedaan Kualitas Tidur bayi usia 3-12 bulan yang dilakukan baby spa dan tidak dilakukan baby spa di Desa Minomartani Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Yogyakarta. Kata Kunci : baby spa, kualitas tidur, bayi usia 3-12 bulanSleep Quality Differences Between Babies Aged 3-12 Month who Got the Baby Spa and Those Who didn’t Get the Baby Spa AbstractBaby spa is one of the methods to treat sleep disorder in babies. Results of a preliminary study showed that parents of six babies who took their children to ‘Dhian’ baby spa stated that their babies can sleep easily. Based on a preliminary study at Minomartani Health Service found out that parents of six babies stated that their children often cried at night and were easily awaken when sleeping. The aim of the study was to know determine sleep quality differences between babies aged 3-12 month who got the baby spa and those who didn’t get the baby spa in Minomartani Village, Ngaglik District, Sleman Regency, Yogyakarta. This is a quasi-experiment research with a two group pretest and posttest with control group design. The research samples were selected using a total sampling technique, 40 respondents were involved in this research, they were divided into two groups. The research instruments used were the Brief Sleep Index Questionnaires (BISQ). The collected data were analyzed using Mann-Whitney’s test. A statistics test using Mann-Whitney’s test showed that the mean value of the control group was 70.67, and the intervention group’s value was 92.99, with a p-value = 0.000. There is a significant difference in sleep quality in babies aged 3-12 month who got the baby spa and those who didn’t get the baby spa in Minomartani Village, Ngaglik District, Sleman Regency, Yogyakarta. Keyword : baby spa, sleep quality, babies aged 3-12 months
Pengaruh Edukasi melalui Media Video terhadap Pengetahuan dan Sikap Keluarga tentang Pneumonia pada Balita Nopa Purnama Sari; Ria Angelina; Liliek Fauziah
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.244 KB) | DOI: 10.32584/jika.v0i0.357

Abstract

Pneumonia merupakan peradangan pada parenkim paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Edukasi adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi pada peserta didik dan mewujudkan proses pembelajaran yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh edukasi melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap keluarga mengenai Pneumonia pada Balita di Puskesmas Caringin Kota Bandung. Desain penelitian ini menggunakan pre-Experimen one group pretest posttest eksperimen. Teknik pengambilan sampel secara cros sectional, jumlah sampel 41 responden. Hasil analisis uji wilcoxon untuk variabel pengetahuan didapatkan nilai p-value (0,000) < (0,5) dan variabel sikap didapatkan nilai p-value (0,439) > (0,5). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh edukasi melalui media video terhadap pengetahuan dan tidak ada pengaruh terhadap sikap keluarga mengenai pneumonia pada balita di Puskesmas Caringin Kota Bandung. Melalui hasil penelitian ini, diharapkan petugas kesehatan dapat menjalankan perannya sebagai educator dan pemberian penyuluhan kesehatan lebih lanjut tentang pneumonia pada balita, agar masyarakat dapat lebih mengenali pneumonia pada balita dan dapat membuat keputusan yang tepat dalam menangani balita sakit. Kata Kunci : pengetahuan, sikap, edukasi media video, pneumoniaThe Effect of Education Through Video Media to Knowledge and Attitude of The Family about Pneumonia AbstractPneumonia is an inflammation of the pulmonary parenchyma caused by a bacterial or viral infection. Education is a learning process that aims to develop the potential in learners and realize a better learning process. The purpose of this study to see the effect of education through video media to knowledge and attitude of the family about Pneumonia in Toddlers in Caringin Health Center Bandung. The design of this study used pre-experiment one group pretest posttest experiment. Sampling technique is cros sectional, total sample 41 respondents. Result of wilcoxon test analysis for knowledge variable got p-value (0,000) <(0,5) and attitude variable got p-value (0,439)> (0,5).  It can be concluded that there is influence of education through video media to knowledge and there is no influence to family attitude about pneumonia in toddler at Caringin Health Center Bandung. Through the results of this study, it is expected that health workers can perform their role as educator and provide further health education about pneumonia in toddlers, so that people can better recognize pneumonia in toddlers and can make the right decision in handling sick children. Keyword : knowledge, attitude, video media education, pneumonia
Pengetahuan Remaja terhadap Perilaku Seksual Pranikah Pati Lestari; Eka Adithia Pratiwi; Indah Wasliah
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.61 KB) | DOI: 10.32584/jika.v0i0.360

Abstract

Hasil survei Program Kependudukan dan Keluarga Berencana Indonesia (BKKBN) pada tahun 2013 menunjukkan bahwa lebih dari 60% remaja di Indonesia telah melakukan hubungan seks pranikah. Ada sekitar 53% wanita berusia 10-19 tahun melakukan hubungan seksual pada masa remaja sedangkan jumlah pria yang melakukan hubungan seksual lebih dari dua kali lipat daripada wanita. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi pengetahuan remaja terhadap perilaku seksual yang belum menikah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tarano Sumbawa 2018. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel dalam Penelitian ini sekitar 79 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kesimpulan: Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji statistik diperoleh nilai signifikansi 0,004 (p <0,05), dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak (ada hubungan bermakna pengetahuan remaja terhadap perilaku seksual yang belum menikah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tarano Sumbawa 2018). Rekomendasi yang dapat diberikan adalah kepada pembaca adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku seksual yang belum menikah, guna mencegah perilaku seksual yang belum menikah.Kata Kunci: kekerasananak, usiasekolah, verbal abuse Kata kunci : pelecehan anak, usia sekolah, anak-anak, pelecehan verbalKnowledge on Adolescent Sexual Behavior Premarital AbstractThe survey results of the Indonesian Population and Family Planning Program (BKKBN) in 2013 showed that more than 60% of teenagers in Indonesia have had premarital sex. There are approximately 53% of women aged 10-19 years of sexual intercourse in adolescence while the number of men who have sexual intercourse more than doubled than women. This research aims to determine the correlation of adolescent knowledge toward unmarried sexual behavior in State Vocational High School 1 Tarano Sumbawa 2018. The research design used in this research is an observational analytic design with cross sectional research design with total samples in this research around 79 respondents. Technique of sampling used in this research is Simple random sampling. The instruments of data collection used in this research is questionnaire. Data analysis using Chi Square test. Result of statistical test obtained significance value of 0.004 (p <0.05), it can concluded that Ho is rejected (there is a meaningful correlation of adolescent knowledge toward unmarried sexual behavior in State Vocational High School 1 Tarano Sumbawa 2018). The recommendations can be given is to readers is provide of health education about unmarried sexualbehavior, in order to prevent the unmarried sexual behavior. Keyword: child abuse, school age, children, verbal abuse
Respon Anticipatory Grief Orang Tua Yang Memiliki Anak Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) Di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung Selvia Rahmayoza; Ikeu Nurhidayah; Aat Sriati
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 1 No. 1 (2018): September 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.72 KB) | DOI: 10.32584/jika.v1i1.100

Abstract

Penyakit Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) pada anak menyebabkan orang tua mengalami respon Anticipatory Grief tua berhubungan dengan kemungkinan kehilangan anak akibat prognosis yang buruk, survival rate yang rendah, pengobatan yang lama, dan resiko tinggi untuk relapse. Respon Anticipatory Grief normalnya berlangsung < 12 bulan. Respon berduka yang buruk akan berdampak pada kualitas hidup anak dan orang tua, juga mempengaruhi pengambilan keputusan terhadap pengobatan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon Anticipatory Grief yang dialami orang tua di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung berdasarkan lama terdiagnosis. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling dari populasi sebanyak 35.  Instrumen dalam penellitian ini menggunakan Marwit-Mauser Caregiver Grief Inventory (MMCGI)-Childhood Cancer. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi (frequensi, persentase, mean, dan standar deviasi). Hasil yang didapatkan adalah orang tua yang memiliki anak terdiagnosa 0-6 bulan memiliki intense berduka lebih tinggi dengan nilai mean 170.79±9.192, dan orang tua yang memiliki anak terdiagnosa > 6 bulan dengan nilai mean 155.19±.479. Profesional kesehatan harus mendorong orang tua untuk mendiskusikan perasaan terkait dengan penyakit anak mereka dan hasil yang potensial. Kebijakan rumah sakit perlu untuk memasukkan ketentuan dan promosi layanan palliative care sejak anak terdiagnosis, dan perawat perlu mendorong orang tua untuk bergabung dengan layanan kelompok pendukung.