cover
Contact Name
Puji Purwaningsih
Contact Email
pujipurwaningsih@unw.ac.id
Phone
+628164222138
Journal Mail Official
ijnr.fkep@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro186 Ungaran Kab Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR)
ISSN : 26569590     EISSN : 26156407     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal is aimed at promoting a principled approach on health and nursing research by encouraging enquiry into relationship between theorycal and practical study.
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Hubungan Mobilisasi Dini dengan Tingkat Kemandirian Pasien Post Sectio Caecarea di Bangsal Mawar RSUD Temanggung Sumaryati, Sumaryati; Widodo, Gipta Galih; Purwaningsih, Heni
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting dalam pemulihan post SC untuk mempertahankan kemandirian ibu post SC. Kenyataan di lapangan pada pasien  post SC sudah melakukan mobilisasi dini walaupun kurang maximal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini terhadap tingkat   kemandirian pasien post sectio caesarea (SC).Metode penelitian dengan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah semua pasien sectio caesarea dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji Kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan  26  pasien  (65%)  post    sectio  caesarea  (SC)  melaksanakan  mobilisasi dengan baik dan 33 pasien (82%) post   sectio caesarea (SC) tingkat kemandiriannya tinggi ,sehingga berdasarkan uji analisa data menunjukkan ada hubungan mobilisasi dini dengan tingkat kemandirian pasien post  sectio caesarea (SC) di Bangsal Mawar RSUD Temanggung (p value = 0,021; α=0,05). Mobilisasi dini berhubungan dengan tingkat kemandirian pasien post  sectio caesarea (SC). Rumah Sakit  perlu mempertimbangkan penambahan     media promosi   cetakan seperti leaflet dan gambar langkah-langkah mobilisasi dini yang sesuai dengan SPO mobilisasi dini di kamar pasien   di Bangsal Mawar RSUD Temanggung untuk mendukung pelaksanaan mobilisasi dini.
Efektifitas Bekam Basah Pada Pasien Hipertensi: Systematic Review Astuti, Duwi Pudji
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Bekam merupakan cara lain dalam diagnosa dan pengobatan (unclasified diagnostic and treatment methods). Bekam atau al-hijamah yaitu metode penyembuhan penyakit dengan membuang racun dalam tubuh melalui pengeluaran angina tau darah yang diambil dari permukaan kulit. Bekam dilakukan pada satu titik atau poin pada tubuh, kutis, subkutis, fasia, serta otot akan terjadi kerusakan dari mast cell, akibat dari kerusakan tersebut akan dilepaskan beberapa zat seperti serotonin, histamine, brandkinin, slow reacing substance, yang mana zat-zat tersebut dapat menyebabkan dilatasi kapiler dan arteriol serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman yang mana menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah, akibatnya akan menimbulkan efek relaksasi otot-otot yang kaku serta menurunkan tekanan darah secara stabil. Tujuan penelitian ini untuk me-review bekam basah terhadap perubahan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi. Metode dalam studi ini adalah systematic review, dengan mencari artikel menggunakan database dari Ebsco dan Google Scholar. Kriteria inklusi yaitu penelitian dengan randomized controlled trial, quasy experiment, responden adalah pasien yang memiliki gejala hipertensi pada awal pengukuran dan tidak menggunakan obat yang dapat mempengaruhi tekanan darah, intervensi yang digunakan adalah tindakan terapi bekam basah, hasil yang diinginkan adalah adanya perubahan dalam hasil  akhir pengukuran tekanan darah dan artikel studi primer yang digunakan antara tahun 2006 sampai 2017. Kriteria eksklusi adalah penelitian yang menggunakan hewan dalam intervensinya, pasien dengan ketergantungan obat. Berdasarkan pengumpulan data dari hasil penelitian ketiga penelitian primer didapatkan kesamaan hasil akhir pengukuran dan penilaian tekanan darah sistolik dan diastolik. Kesimpulannya terdapat kesamaan pada hasil yang signifikan dalam perubahan tekanan darah sistolik dan diastolic pada tiga penelitian yang didapatkan.
Analisis Regresi Faktor Resiko Kejadian Mioma Uteri di RSUD dr. R. Goeteng Tarunadibrata Purbalingga Andriani, Prasanti Andriani
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Kasus  mioma  uteri  terbanyak  terjadi  pada  kelompok  umur  40-49  tahun dengan usia rata-rata 42,97 tahun sebanyak 51%, dan risiko  mioma uteri meningkat  pada wanita nullipara. Menarche dini (<10 tahun) berkemungkinan  lebih sering menderita  mioma uteri. Mioma umumnya ditemukan pada wanita usia reproduksi, dan belum pernah dilaporkan  terjadi  sebelum  menarche,  pada  masa  menopause  mioma  akan  mengecil seiring dengan penurunan hormon estrogen dalam tubuh. Mioma uteri di RSUD dr.R.Goeteng Taroenadibrata dalam 3 tahun terakhir ini menempati urutan pertama dari kasus-kasus gangguan reproduksi lainnya dan mengalami kenaikan cukup tinggi di Tahun2014-2016 dari 73% menjadi 77% kejadian mioma uteri, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang kejadian mioma uteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor resiko dengan kejadian mioma uteri di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan case control, sampel dimbil dengan teknik total sampling, sampel kasus 31 orang   pasien mioma uteri dan sampel kontrolnya 31 pasien kista ovarium (mengambil kasus kista ovarium karena pertimbangan karakteristik yang sama). Teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder, variabel bebas pada penelitian ini yaitu usia menarche, umur ibu, paritas, kadar hemoglobin (HB) dan variabel terikatnya yaitu mioma uteri. Analisis dengan menggunakan teknik univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square, multivariat analisis  regresi  logistik. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara variabel paritas dan kadar hemoglobin (HB) dengan kejadian mioma uteri, sedangkan varibel yang tidak ada hubungan yaitu variabel usia menarche dan umur ibu dengan kejadian mioma uteri.
Pengembangan Media Sosial sebagai New Media Informatif sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang HIV-AIDS Muntamah, Ummu; Ismiryam, Fiktina Fivri
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

This research is based on the still high incidence of HIV-AIDS in Indonesia. Until now HIV-AIDS cases have been reported by 341 of 497 districts / cities in 33 provinces. In addition, Indonesia is one of the countries in Asia with the fastest growing HIV / AIDS epidemic. Based on the results of the Review of HIV / AIDS workshop, problems were found that 1) the institution was not optimal and the coordination was weak and institutional networks that deal with HIV / AIDS prevention and control, 2) lack of access to quality services, 3) lack of strategies and methods of communication, information and the right education (IEC) about HIV / AIDS. These factors have caused lack of knowledge about HIV-AIDS.This research has a long-term goal of developing social media as New Informative Media to increase knowledge about HIV-AIDS, so that efforts to increase the incidence of HIV-AIDS can be prevented, especially in adolescents. The method that will be used is action research.This method implemented in two stages. The first phase conducted research on the condition and level of understanding of teenager  about HIV-AIDS and the development of social media that can be delivered in an interesting and informative manner. Specific targets to be achieved in this first phase include: 1) knowing the description of youth knowledge about HIV-AIDS, 2) developing social media forms as an informative medium about HIV-AIDS.The second phase of this research will be the implementation to implement and test the application of the effectiveness of the use of social media in adolescents about HIV-AIDS information. The specific targets that are expected in this second phase include: 1) knowing the response of adolescents to social media as a new media tested, 2) analyzing the results of social media implementation trials, 3) compiling the final social media model about HIV-AIDS, 4) publishing the results of research into local scientific journals that have ISSN or accredited national scientific journals, 5) drafting teaching materials on social media. The results showed that as many as 45.5% of teenagers used the internet 2-3 days, with online duration of more than 4 hours (34.8%), most of the facilities used for internet access using mobile phones (85.2%), while Social media used by teenagers is instagram (25.5%), and whatsapp (23.4%). The type of information opened when the client is an article (35.9%), as well as video (31.3%). Youth knowledge about HIV-AIDS before informational exposure were good (50.2%) and there was an increase in knowledge by 37% using paired sample t test 92-tailed sig. Scores of 0,000 <0.005 after being given health education about HIV-AIDS in adolescents.
Hubungan Kompensasi Non Finansial dengan Motivasi Perawat Melanjutkan Pendidikan di RSK Ngesti Waluyo Pratiwi, Dwi Hendra; Saparwati, Mona
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Motivasi dibutuhkan perawat guna memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan   keperawatan   yang   komprehensif.   Motivasi   eksternal   terdiri   dari konpensasi finansial dan non finansial. Salah satu motivasi perawat dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah mendapatkan pengakuan kenaikan jenjang pendidikan. Pengakuan jenjang pendidikan merupakan bentuk kompensasi non finansial yang diharapkan juga akan meningkatkan kompensasi finansial perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompensasi non finansial dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di RSK Ngesti Waluyo. Desain penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 116 perawat diambil dengan metode simple random sampling.   Instrumen   penelitian   dengan   menggunakan   kuesioner.   Analisis Univariat menggunakan uji statistik deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi  variabel  kompensasi  non  finansial  dan  variabel  motivasi.  Analisis bivariat  menggunakan  uji  korelasi  Spearmans.  Gambaran  kompensasi  non finansial sebagian besar dalam kategori cukup baik yaitu 72 orang (62,1%). Gambaran motivasi pendidikan sebagian besar dalam kategori rendah yaitu 59 orang (50,9%), hasil uji statistik korelasi spearman yaitu   p value adalah 0,000 dan  Correlation  Coefficient  (koefisien korelasi)  sebesar 0,338.  Ada hubungan kompensasi non finansial dengan motivasi perawat melanjutkan pendidikan di RSK Ngesti Waluyo. Manajemen RSK Ngesti Waluyo Parakan Temanggung hendaknya memperhatikan faktor kompensasi non finansial, yaitu dengan memperbaiki kondisi kerja dan menerapkan kebijakan yang lebih baik terutama dalam hal pendidikan bagi perawat agar motivasi kerja yang dimiliki oleh perawat semakin tinggi dan tentu akan meningkatkan kinerja perawat di Rumah Sakit.
Pengaruh Senam Otak Terhadap Perilaku Temper Tantrum pada Anak Usia Prasekolah di TK Nurul Ikhsan Kota Semarang Sudarwati, Wiwik; Rosalina, Rosalina
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Temper tantrum merupakan suatu ledakan emosi kuat sekali yang dapat berisiko menyebabkan cidera pada anak sehingga untuk mengurangi dapat diberikan intervensi berupa senam otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap perilaku temper tantrum  pada anak usia prasekolah di TK Nurul Ikhsan Kota Semarang. Desain penelitian ini quasi experiment dengan pendekatan non equivalent control group design. Populasi penelitian   adalah anak usia prasekolah di TK Nurul Ikhsan Kota Semarang sebanyak  56 anak (usia 5-6 tahun) dengan sampel 30 responden dan diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner.   Analisis   data   yang   digunakan   uji   Mann   Whitney.   Hasil   penelitian menunjukkan  ada pengaruh senam otak terhadap perilaku temper tantrum pada anak usia prasekolah di TK Nurul Ikhsan Kota Semarang dengan p-value(0,003) < α (0,05). Bagi TK Nurul Ikhsan Kota Semarang memberikan senam otak secara kontinyu kepada anak sebelum proses pembelajaran di mulai sehingga dapat membantu menurunkan perilaku negatif  pada  anak  khususnya  temper  tantrum serta  meningkatkan  konsentrasi  belajar sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.
Manajemen Keamanan Lingkungan di Panti Jompo Salib Putih Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia Puspita, Dhanang; Gasong, David Nakka; Bangngu, Harvian Charisma
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

In the elderly, there is a period of decline in some aspects, related to declining inpsychological, social, and physical conditions. Effects of reduction physical condition, elderly are sensitive to some degenerative diseases. The nursing homeisan old residence that is voluntarily or submitted by the family to be taking care of the needs of which management can be done by government and private. Falling is the incident not realized by someone sitting on the floor or on the ground orinalower place. In Indonesia, from 115 nursing home resident as much as 30 elderly or around 43.47% who has a fall incident. Purpose this research is to know safety management in the nursing home of Salib Putih to risk of fall in elderly. The method this research used is a qualitative research method with a descriptive approach. The way of choosing the subject is done by Purpose Sampling. Data completion technique in this research is by way of in-depth interview. The results of data analysis in this research, obtained 3 themes related to environmental safety management of incident in elderly at Salib Putih Nursing home, i.e.:  Falling Causes in Elderly, Nursing home Environmental Setting to avoid falls in elderly, and the role of housing board nursing home to minimizing the risk of falling in elderly. The conclussion is still a lack of environmental safety management at Salib Putih Salatiga Nursing Home to the risk of falling in the elderly. The causes from the thing are lack of supervision of housing board nursing home. In addition to environmental management at Salib Putih nursing home, it hasn't fully fill standardization of nursing home in general, so it still causes accidents to the elderly.
Perbedaan Kecepatan Pengembangan Paru Sebelum dan Sesudah Latihan Pernapasan Diafragma dalam Upaya Mempercepat Pelepasan Water Seal Drainage (WSD) Rosalina, Rosalina; Sukarno, Sukarno; Yudanari, Yunita Galih
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

An  Pleural effusion is an excessive accumulation of fluid, blood or water in the pleural cavity which will cause the increase of shortness of breath because of the decreasing space for lung expansion. One of the efforts  to reduce the complaints of shortness of breath is by insertion of water seal drainage. Water Seal Drainage (WSD) is a medical action performed to remove air or fluid from the pleural cavity. The patient's ability to breathe effectively is an indicator to release WSD. This study generally aims to determine the effectiveness of diaphragmatic breathing exercises on the speed of lung expansion in patients with  water seal drainage insertion. The research design  was pre experiment with  pre test - post test group design. The population in this study were patients with insertion of  WSD who were admitted to  Dr. Muwardi Surakarta Hospital. The sampling technique was purposive sampling. The number of samples were 16 respondents. To measure lung expansion, the indicator used  Peak Expiratory Flow Rate  as measured by  peak flow meter. Data analysis used dependent  t-test. The results show that there are differences in the speed of lung expansion  in patients with WSD insertion before and after diaphragmatic breathing exercises with  p-value of  0.0001. Suggestion  for nurses to be able to train diaphragmatic breathing exercise in patients with WSD insertion  increase  lung expansion so that WSD can be released and the risk of infection can be reduced. 
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kekambuhan Penderita Skizofrenia di Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang Prsityantama, Wisnu Adi; Ranimpi, Yulius Yusak
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Family is the main supporter in the healing process of schizophrenic patients to prevent recurrence. In nursing care, family support is very important to play a role in preventing recurrence. Family attitudes that do not support the treatment of schizophrenia will make more frequent recurrence. This study aims to identify and quantify the relationship of family support and relapse in patients with schizophrenia in the district Kaliwungu, Semarang regency.The research method used in this research is quantitative correlation. The design of correlational research aims to get about the relationship between two or more research variables. The number of participants in this study were 30 people.  Result: Support for good category families was 83.3%, family support was not 16.7%. The recurrence category of patients with mild schizophrenia was 20%, recurrence was 66.7%, weight was 13.3%. The conclusion, there was a correlation between a family and a recurrence schizophrenia in the Kaliwungu District of Semarang Regency, Therefore, for families with schizophrenia, it is hoped that they will always accompany their relatives who suffer from schizophrenia as a form of support for sufferers.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Respon Psikologis Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung Pristiwati, Asri Dwi; Aniroh, Umi; Wakhid, Abdul
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB)

Abstract

Kanker payudara merupakan keganasan yang bermula dari sel-sel di payudara. Salah satu penanganan kanker payudara dengan kemoterapi. Perubahan citra tubuh akibat perubahan fisik yang menyertai pengobatan telah ditemukan menjadi respon psikologis yang amat menekan  bagi  penderita  kanker  payudara.  Dukungan  keluarga  dapat  meminimalkan respon psikologis dan menunjang pemenuhan kebutuhan fisik dan emosi pada saat pasien menjalani  perawatan.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  hubungan  dukungan keluarga dengan respon psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan rancangan penelitian    deskriptif korelasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Analisa statistik yang digunakan adalah Chi square. Hasil uji Chi Square diperoleh p value 0,059>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan   antara dukungan keluarga dengan respon psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung. Tidak ada hubungan yang signifikan   antara dukungan keluarga dengan respon psikologis pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Poliklinik Onkologi RSUD Kabupaten Temanggung dengan p value 0,059. Bagi keluarga perlu menjaga konsistensi dukungan kepada anggota keluarga yang menderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi.